Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.68.RiNTIK HUJAN MENJADI TEMAN SETIA


__ADS_3

Bima berjalan dengan mengengam


tangan Seila. Sisa sisa cinta masih


menggelora dalam dada, membuat


hati Bima bersenandung riang.


"Ayo, masuk..!" ini warungnya," Ajak Bima


kepada Seila.


"Pengunjung nya cukup ramai, apakah


disini makanannya enak,"


"Ya, sangat enak, dulu aku suka datang kesini,"


Ucap Bima mantap.


Seila menatap Bima dengan Tatapan penuh


selidik.


"Sering kesini..!"Sama siapa ?"Tanya Seila.


Bima yang tidak sadar telah mengucapkan


kejujuran hati nya di buat salah tingkah,


pasalnya dia lagi binggung harus menjawab


apa, karena tidak mungkin kan, Bima harus


bilang dengan jujur, kalau dulu sering pergi


ke warung ini bersama pacarnya.


"Kenapa diam !"Bersama siapa kamu


datang kesini ?"Desak Seila meminta jawaban.


Bima menyunggingkan senyum nya yang


paling manis, untuk kali pertama nya Bima


akan bicara bohong pada istri nya, semua


dia lakukan agar Seila tidak marah.


"Sama teman lah, kadang kami bertiga


kadang juga berempat," Jawab Bima


bohong, Bima belum siap kalau bicara


Jujur untuk saat ini, bisa bisa suasana


yang lagi manis manisnya, lagi romantis


romantis nya bisa kabur dalam sekejap.


"Oh, kirain sama cewek,"


Mendengar kalimat ucapan dari Seila


membuat hati Bima tiba tiba serasa ada


bom atom yang lagi menghimpit dadanya


sehingga membuat nya terbatuk-batuk.


"Kamu kenapa?" kok tiba-tiba batuk begitu.


"Ngak, apa apa !"cuma ini, tenggorokan


tiba-tiba terasa kering,"

__ADS_1


"Oh, cepat kamu pesan makanan dan juga


minuman dari pada batuk mu ngak berhenti,"


Bima nyengir mendengar perintah istrinya.


Dalam hati Bima bergumam. "Smoga ngak di


tanya yang aneh aneh lagi.


"Kenapa masih bengong, ayo cepat pesan


sana," Titah Seila pada Bima.


"Eh, iya, sayang..! kamu mau makan apa ?"


"Di sini, yang paling enak apa ?"


"Wah, semua enak, dia saja selalu ketagihan


datang kesini untuk makan," Ucap Bima


Berbinar binar.


"Dia..?Dia..siapa ,"Tanya Seila curiga.


Menyadari telah salah bicara dengan cepat


Bima meralat omongan nya.


"Dia..! teman temanku,"Ucapnya sambil


sambil nyengir.


"Awas..!"kalau ketahuan bohong aku


tinggalkan," Ancam Seila.


Mendengar ucapan Seila yang seperti itu


tiba tiba Bima diam, tak berani lagi bicara


hafal dengan sifat istri nya yang satu ini.


Ucapan nya tidak pernah main main.


Ada sedikit rasa sesal kenapa mengajak


Seila ke warung ini, kini Bima sedikit


berhati-hatil agar tidak lagi salah bicara.


Bima memesan dua macam makanan


ada sate ada juga rujak cingur.


Tidak berapa lama Bima sudah kembali.


"Coba, cicipi, mana yang kau suka, sebentar


aku suapi sate dulu mau ?ini enak lho,"


"Ngak usah, aku makan sendiri saja ,"


Tolak Seila.


"Hmmm, ya sudah !"habis ini mau


mampir ke supermarket tidak ? untuk beli


keperluan Vira,"


"Ngak usah, langsung pulang saja aku


capek, entar malam nya saja kita kesana


sekalian kita bawa Vira,"

__ADS_1


"Emang, kamu bisa mengendong Vira ?"


"Ya, bisalah, aku kan ibunya,"


Bima tertawa mendengar ucapan Seila.


"Ibu nya..? Masak ada seorang ibu tapi


ngak pernah mengasuhnya,"


"Kamu juga, Ayahnya tapi tak pernah peduli,"


"Eih, aku lebih perduli dari pada kamu lah,"


Ucap Bima sambil tertawa.


"Tapi bagus juga sayang, kamu bawa Vira,


biar nanti kalau kita punya anak sendiri kamu


sudah pintar,"


"Idih, apasn sih, anak kita vira saja sudah


cukup,"Tukas Seila.


"Ya, ngak maulah, aku juga mau punya


anak dari darah daging kita sendiri,"


"Vira, kan anak orang,"Ucap Bima enteng.


"Berani bilang, sekali lagi Vira anak orang


jangan tidur di kamar, sono tidur di sofa


seperti biasanya,"


"Yaelah, galaknya, ya deh..!" Vira anakku,


aku juga sayang kok sama vira," Ucap


Bima menyakinkan.


Setelah membayar makanan Bima dan


Seila kembali ke mobil berjalan pulang.


Suara bunyi hujan yang rintik rintik


menjadi teman setia dalam perjalanan


pulang mereka.


pasalnya teman setia yang lagi duduk


di sampingnya sedang tertidur pulas


di bahunya. Bima Menghela nafas panjang


dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Hampir saja tadi keceplosan bicara tentang


Arina, jika Seila tau pasti akan marah


padanya, terlebih pertemuan nya dengan


Arina yang masih saja meminta cintanya


benar benar jangan sampai mereka berdua


bertemu, bisa terjadi perang badar nanti.


Keduanya sama sama keras kepala dan


sama sama tidak mau mendengar kan

__ADS_1


apa kata orang lain bagi mereka yang


benar hati dan pikiran mereka sendiri.


__ADS_2