Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.60.DUNIA TAK SELEBAR DAUN KELOR


__ADS_3

Bondet menatap langit langit di atas


kapal yang sedang berlayar.


pikirannya begitu kalut sehingga


hatinya merasa kan, kesunyian yang


dalam. Sungguh suatu perasaan yang


belum pernah terlintas dalam angan


kini dirinya betul betul merasa menjadi


manusia yang paling sengsara di dunia.


Terlepas dari takdir kehidupan nya yang


penuh dengan luka.


Di usianya yang masih belia di mana


semua bersekolah dan bercengkerama


mesra dengan kasih sayang orang tua


bermanja dan bermain.


Tapi dirinya sudah harus bergelut dengan


dunia kekerasan keluar masuk penjara


sudah menjadi makanan empat sehat


lima sempurna dalam fase perjalanan hidupnya.


Hanya untuk menyambung hidup


dia selalu menjadi pengemis


mencuri merampok, terlahir sebagai


anak tanpa kasih sayang, sudah buruk


rupa buruk pula tingkah dan perbuatan


nya sungguh takdir yang pahit.


Jika saja takdir tidak mempertemukan nya


dengan Bima, mungkin sampai saat ini


dia akan tetap menjadi orang jahat yang


tidak berhati.


Pertemuan yang sangat dramatis dimana


ketika itu dia lagi tidak memiliki uang


untuk makan, di lihatnya seorang pemuda


duduk di warung kopi sedang mengeluarkan


dompet nya, dia yang lagi membutuhkan


dengan cepat merampas dompet itu.


lalu kabur pergi.


Tidak pernah di sangka sebelumnya


jika mangsanya kali ini, bukan sembarang


manusia, ketika itu dia sudah merasa aman


karena pemilik dompet tidak mengejarnya


sehingga dia bisa dengan leluasa kabur.


Namun ternyata dugaan nya salah, sang


pemilik dompet sudah ada di depannya.


Dalam kebinggungan hati dari mana


pemuda itu bisa sampai ada di depannya


sedangkan dia tidak melihat dia berlari


ternyata pemuda di depan nya memakai


motor dan mengambil jalan pintas lain.


Sebagai seorang pencuri dan perampok


yang sudah malang melintang bertahun


tahun Bondet tidak gentar melihat pemuda


di depannya dengan motor menghadang.


Dengan kekuatannya dia menyerang


pemuda itu, tapi ternyata pemuda itupun


memiliki kekuatan silat yang cukup bagus.


Dia yang selalu menang dalam segala

__ADS_1


pertarungan menghadapi sesama


brandalan kini belum ada tiga jurus dia


sudah di buat kwalahan.


Bondet berfikir pemuda itu pasti akan


membunuhnya atau membawanya kekantor polisi, tapi ternyata pemuda itu


hanya mengambil kembali dompet nya


dan pergi bahkan tanpa basa basi


pemuda itu meninggalkan uang satu


lembar berwarna biru, di samping nya


kala tersungkur jatuh.


Uang itu berjumlah lima puluh ribu rupiah.


Bondet tidak habis pikir kenapa orang yang


dia jahati justru bersikap baik padanya.


Ada sedikit rasa haru dan malu yang


tiba tiba menyeruak ke dalam kalbunya.


Hari itu dan kisah itu sudah berlalu,


Bondet pun sudah melupakan, dia kembali


ke dunia biasanya merampok dan mencuri


lagi.


Kali ini Bondet tergiur dengan tawaran


teman premannya. Ikut menjadi anak


buah seorang Mafia dengan imbalan


yang sangat fantastis, membuatnya


ikut bergabung, tapi takdir bicara lain


Bondet gagal dalam melakukan tugasnya


sang teman preman yang dia percaya


ternyata lebih memilih meninggalkan nya


disaat dia tertangkap, sangat tidak


mungkin bisa lolos dari maut meskipun


bela diri, karena musuh yang sekarang


ada di depannya adalah sebuah pistol


dengan peluru tajam yang sekali tarik


peluru itu pasti menembus jantung nya


dan tamatlah riwayatnya.


Satu orang temannya yang juga ikut


dalam tugas itu, dia juga telah meregang


nyawa, akibat timah panas tanpa ampun,


satu temannya lagi kabur.


Tinggalah Bondet sendiri menunggu


giliran untuk kematian nya.


Tidak ada yang terucap ketika itu selain


Aku berserah kepada sang pencipta.


Pada detik detik timah panas akan di


tembahkan musuh dan Bondet pun


menutup mata pasrah, tiba tiba ada


bayangan berkelebat dengan cepat


mendorong nya membuat dia terjatuh


Terjungkal hingga berguling guling.


peluru pertama gagal mengenai sasaran


Bondet selamat, namun sang penyerang


pembawa timah panas tidak berhenti disitu


dia terus menghujamkan pelurunya.


Kinii peluru itu menyerang dengan membabi


buta mengarah pada sang penolong.


Bondet masih ingat dengan jelas ketika

__ADS_1


sang penolong melompat dan bersalto berkali kali untuk menghindari timah panas.


Sampai pada detik akhirnya, sang penolong


menarik tangan Bondet dan mengajaknya


berlari, hingga pilihan terakhir di dorongnya


tubuh Bondet jatuh ke sungai yang kemudian


dia pun ikut terjun ke sungai.


Sedikit memiliki kemampuan renang


membuat Bondet mampu mengatasi


derasnya arus sungai.


Begitu juga dengan sang penolong


Dengan mudah bisa ke daratan tepi


Loloslah Bondet dari kematian.


Ketika dia mendekati sang penolong


untuk mengucapkan terimakasih


Bondet tertegun bahkan kaki terasa lemas


tak bertenaga ketika mengetahui siapa


orang yang telah menolong nya.


Ternyata sang penolong dan orang yang


telah menyelamatkan nyawanya adalah


orang yang pernah dia rampas dompet nya.


dan yang pernah memberikan uang lima


puluh ribu.


Dengan wajah tertunduk malu kala itu


Bondet mengucapkan trimakasih,


Dan berjanji tidak akan melakukan


kejahatan lagi. Di situlah awal mula persahabatan antara Bondet dan


Bima di mulai.


Kini hidupnya begitu tenang dan damai


selalu tersenyum bahagia dan ceria


Pertemuan nya dengan Bima benar benar


suatu Anugerah sang pencipta


Dunia tak selebar daun kelor.


Tapi kini hatinya meronta ronta ingin


sekali merasakan dan menikmati indah


nya sebuah cinta namun apa daya


dirinya tak setampan Arjuna.


Bondet tersenyum sendiri sambil


memejamkan mata.


Bima yang melihat keanehan diri Bondet


segera membangunkan nya.


"Ndet..! bagun ngapain loe senyum senyum


sendiri begitu, lagi kesambet ya ?"Tanya


Bima pemasaran.


"Ah, kak Bima ! jangan brisik aku lagi


mikir bagaimana bisa mendapatkan


cewek cantik, biar hidupku ini bisa


berwarna."


"Kalau mau dapat cewek cantik tuh,


kurusin dulu itu badan, dan sering


sering traktir cewek, pasti nanti


banyak yang Kecantol."


"wah..!ide bagus itu tapi bagaimana bisa


ngurusin bandan dengan cepat ya?"


"Sudah, itu kita pikirkan nanti, lihat kita


sudah hampir sampai, ayo bangun buka

__ADS_1


matamu, jangan molor saja.'Ucap Bima


menggingatkan.


__ADS_2