Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab. 110.SUARA TANGIS MiSTERIUS


__ADS_3

Ketika Novi hendak melangkah kan kakinya keluar Arina menghentikan langkahnya.


"Tunggu, Nov..!"


"Ada apa lagi?tanya Novi sambil menghentikan langkah kakinya.


"Kamu cek, ke arah jalan hotel Santika, pastikan tugas dari pembunuh bayaran itu sudah bagus sempurna dan jangan tercium sekalipun oleh pihak kepolisian.


"Apa? loe masih meminta ku terlibat dengan ini semua, loe bener bener Ar,"Sungut Novi kesal.


"Cuma, ngecek saja,"


"Iya....ya, akan aku cek,"


Novi segera melangkah kan kakinya keluar Rumah megah milik Arina dan segera duduk di kursi mobil taksi.


"Jalan, Pak, ke hotel Santika,"


"Baik, Non,"


"Tolong, lebih cepat pak, saya lagi buru-buru,"


"Baik, Non,"


Supir taksi itu mempercepat laju dari kendaraan nya dalam hati Novi pun senang bisa mengetahui lokasi di mana Arya akan di celakai, itu artinya Dia memiliki kesempatan untuk bisa menolong laki-laki malang itu.


"Apa, masih jauh pak?"


"Iya, Non masih satu jam perjalanan lagi, hotel Santika tempat nya sangat jauh dari pusat perkotaan ini Non,"


"Apa, tidak ada jalan pintas, agar kita tidak sampai memakan waktu satu jam,"


"Ada, Non! lewat perkampungan kecil tapi jalannya sangat tidak mulus seperti ini,"


"Tidak, apa-apa, ayo, kita ambil jalan itu saja pak, aku ingin cepat sampai,"


"Baiklah, Non,"


Dengan cepat supir taksi memutar arah laju mobilnya memasuki perkampungan kecil dengan jalan yang tanpa aspal masih becek, berbatu dan berdebu, beruntung perjalanan yang mereka lakukan di siang hari di antara pukul 10.00 pagi sehingga jalanan tidak lagi begitu ramai karena semua pasti sudah berada di tempat kerja masing-masing.


Tiga puluh menit kemudian, mobil taksi pun berhenti di pinggir jalan.


"Kenapa berhenti di sini, pak? apa kita sudah sampai."


"Saya mau cek, mobil dulu Non, khawatir mobil ada sesuatu yang tidak beres, karena sebentar lagi kita akan melewati jalanan yang menurun, dengan kanan kiri jurang yang tinggi.


"Apa separah, itu jalanan di sini,"


"Iya, Non! tapi kalau tidak melewati jalan pintas jalanan ini baru akan di lewati setelah hampir dekat dan sampai,"


"Maksud bapak, apa?


"Meskipun lewat jalan biasa, jalan ini pun akan di lewati,"

__ADS_1


"Benarkah,"


"Iya, Non, sebentar ya saya cek mobil dulu,"


Novi hanya mengangguk kan kepalanya ketika sang sopir taksi meminta ijin, hati dan pikiran Novi tiba-tiba menjadi resah dan khawatir.


"Jangan... jangan, Arya di celaka kan di tempat ini, tapi di sini sepi tidak terlihat siapa pun, coba aku turun dan melihat lihat keadaan,"


Novi segera membuka pintu mobil dan turun, dia menengok ke kiri dan ke kanan karena tidak menemukan apapun Novi melangkah maju melihat jalanan yang ada di depan yang katanya menanjak turun, sayup sayup terdengar suara yang sangat jauh tapi masih jelas suaranya.


"Tolong..!Tolong..!" Hizk....hizk.


Suara orang minta tolong yang disertai dengan suara tangis dan itu sepertinya suara seorang wanita, Novi yang merasa yakin itu suara seorang wanita bergegaa Novi berjalan ke sumber suara, di saat Novi hendak melangkah ke sumber suara tiba-tiba.


"Non, mobilnya aman, ayo, naik, itu..! Non mau kemana?"


"Sebentar pak, aku seperti nya mendengar ada suara orang yang minta tolong dari arah sana,"


"Orang yang minta tolong, tunggu Non, aku juga mau lihat,"


Setelah Bapak sopir taksi sudah berada di dekat Novi.


"Mana, Non, suaranya aku tidak mendengar apapun,"


"Diam, jangan berisik, tadi ada jelas kok, swaranya.


"Tolong...!" Tolong...!apa ada orang di sini?"


"iya, Non, saya juga mendengar nya sekarang ayo kita cari sumber swara itu,"


Bergegas Novi dan Bapak sopir berjalan mendekati sumber suara.


"Itu...dia, pak!"busyet ngapain berdiri di pinggir jurang apa dia mau cari mampus,"


"Ayo, Non kita samperin,"


"Ayo, pak..!"


"Hei..apa yang kau lakukan di sini,"


Gadis itu segera menoleh ke sumber suara yang datang menyapanya.


"Tolong, aku!"


"Iya, kamu kenapa?"


"Tolong, boss ku jatuh ke jurang sana, hapeku tiba tiba batre nya habis sehingga aku tidak bisa menghubungi pihak kepolisian,"


"Boss mu?" kok bisa siapa nama bossmu?"


"Pak Arya," ucap gadis itu dengan masih sesenggukan.


Entah kenapa Novi tiba-tiba terbatuk batuk ketika mendengar nama Arya.

__ADS_1


"Uhuk...uhuk .! siapa? Arya ko-kok, bisa terjatuh kesana,"


"aku tidak tau, pasti, tolong aku pinjam hapenya aku mau menghubungi pihak kepolisian,"


"Ma-maaf, batre ku juga habis,"Sahut Novi gugup, kalau gadis di depannya bisa menghubungi kepolisian urusannya bisa gawat, batin Novi dalam hati.


"Ini, Non, pakai hapeku saja,"


Novi segera melotot melihat ulah bapak sopir yang tiba-tiba menyodorkan hapenya kepada gadis yang ada di depannya dengan cepat Novi segera meraih hape itu sebelum tangan halus di depan nya lebih dulu meraihnya, dengan senyum dan sedikit tersipu malu Novi berkata.


"Biar, aku saja yang telpon, kalian cari cara saja agar bisa turun ke sana, aku mau menghubungi pihak kepolisian,"


Tanpa merasa curiga dan ragu sang bapak sopir dan gadis itupun menyetujui, sementara Novi yang berjalan sedikit menjauh menarik nafas lega.


"Hampir, saja akan jadi urusan polisi, aku harus cepat menemukan Arya sebelum banyak kendaraan yang akan melewati jalan ini,"Gumam Novi dalam hati.


Melihat Novi berjalan menghampiri mereka.


"Bagaimana?" kapan pihak kepolisian datang membantu,"


"Tidak di respon, kita tidak bisa menunggu,ayo, kita cari sendiri,"ajak Novi kepada gadis itu dan pak sopir.


"Pak, sopir bantu kami menemukan Tuan Arya, jangan khawatir aku akan bayar dobell ke kamu setelah urusan ini selesai,"


"Baiklah,"


"Mari kita menuruni tebing kurasa ini bisa untuk kita lewati."Ajak Novi yang di jawab dengan anggukan oleh keduanya..


Mereka bertiga mencari keberadaan Arya, selama satu jam lebih pencarian tidak membuahkan hasil dan hampir membuat mereka putus asa, akan tetapi pada detik berikutnya ketika mereka lelah dan hendak beristirahat sejenak terlihat lah si gadis berteiak.


"Tolong..! pak Arya ada di sini,"


Bergegas Novi dan pak sopir menghampiri.


"Dia, pingsan, ayo kita bantu naik ke atas,"


Dengan susah payah Novi, pak supir dan gadis itu membawa tubuh Arya ke atas.


"Bagaimana, apakah kita bawa langsung ke rumah sakit,"


"Iya, pak! ayo cepat kita bawa ke rumah sakit sekarang,"


"ja-jangan,"Sahut Novi gugup.


"Kenapa, jangan,"


"Aku, kenal dengan keluarga nya biarkan istrinya nanti yang menentukan,"


"Tapi, ini parah, nanti istrinya bisa langsung pergi ke rumah sakit,"


"Sekali, lagi, kita harus mendapatkan ijin dulu dari istrinya, ayo pak antar aku pulang membawa ke istrinya dan kau trimakasih sudah menghawatirkan tapi kamu harus ingat istrinya yang lebih berhak."


Dengan sangat terpaksa dan berat hati gadis itupun menuruti keinginan Novi.

__ADS_1


__ADS_2