
Antara sadar dan tidak Bima mengerjap ngerjapkan matanya sambil mengusap kasar wajahnya.
"Kau...,! Apa yang kau lakukan di sini, keluarlah aku mau beristirahat kepala ku sungguh terasa berat."
"Sini, aku bantu Kak...! ayo Naik ke atas ranjang."
"Kau, keluar lah aku ingin sendiri."
"Iya, aku akan keluar tapi sini aku bantu kak Bima tidur dengan nyaman agar sakit kepala kakak bisa cepat berkurang."
Bima tak menolak ketika Nafa membantu Bima naik ke atas Ranjang, karena pengaruh minuman yang di berikan pelayan kepada Bima, meskipun sangat sulit dan terlihat samar Bima masih bisa berfikir dengan benar.
"Fa, tolong berikan ponsel ku?"
Nafa mengeryitkan dahinya dia tak habis pikir obat sudah hampir 20 menit diminum tapi reaksi dari obat belum juga terlihat, dengan berat hati Nafa memberikan ponselnya.
"Ini, kak."
"Sekarang kamu keluar lah aku mau sendiri."perintah Bima pada Nafa.
Sedikit kesal dan kecewa melihat sikap Bima yang masih saja cuek dan dingin padahal jika di lihat secara seksama Nafa bukanlah gadis yang buruk dan jelek, wajahnya yang blasteran cukup memikat banyak pria dan Nafa sudah sering sekali mengecewakan para pria yang begitu tergila-gila padanya, di mana Nafa merasa sangat bosan dan sudah tidak tertarik lagi, tapi pada Bima entah daya magnet apa yang membuat dirinya sampai mau merendah sedemikian rupa hingga akal waras nya pun menghilang sampai sampai berencana menjerat Bima dengan obat perangsang, agar Bima bisa menyentuh nya. Tapi entah mengapa sampai menit ke dua puluh lima, Bima masih belum memperlihatkan tanda tanda yang aneh seolah olah obat nya tidak berfungsi atau tubuh Bima yang kebal, apakah semua itu berpengaruh pada seorang laki-laki yang memiliki ilmu bela diri, Nafa semakin pusing memikirkan nya untuk itu tanpa membantah Akhirnya Nafa keluar dari dalam kamar.
Sementara Bima menekan satu nomor telpon yang ada di kotak hapenya. tak lama kemudian panggilan telepon pun terhubung.
Tidak menunggu lama sebuah suara terdengar dari sebrang.
"Halo...!
"Halo, Ndet..! cepat ke Hotel ini, aku kirim alamat nya aku sudah tidak kuat bawa aku pulang dan keluar secepatnya jangan lama-lama, aku seperti nya meminum obat perangsang cepat...!
__ADS_1
"Baik, kak tunggu aku akan segera datang.'
Dengan kecepatan tinggi Bondet melajukan mobilnya dengan sangat kencang, bahkan lampu merah dia terobos, Bondet tidak peduli dengan peluit peringatan dari para penjaga yang mana karena Bondet menerobos lampu merah para penjaga itu dengan menggunakan motor mengejar Bondet.
"Sial, para petugas polisi itu mengejarku, aku harus bisa memgecoh mereka." desis Bondet dalam hati yang mana dengan keahlian nya menguasai jalan jalan tikus akhirnya bisa loolos dari kejaran para petugas polisi.
"Jangan main-main sama aku, meskipun tampangku begini, aku kan mantan premaan jalanan juga, jadi tidak akan muda kalian menangkap ku." lirih Bondet dalam hati.
Tidak menunggu lama mobil yang di tumpangi Bondet sudah sampai di depan sebuah hotel megah dengan suasana hiruk pikuk yang sangat ramai.
"Apa iya, Kak Bima ada masalah sampai menelpon ku begini."Tidak mau membuang waktu lagi Bondet segera pergi ke nomor kamar yang di berikan Bima kepadanya. Tanpa mengetuk pintu Bondet langsung membuka pintu dengan cara mendobrak nya karena pintu terlihat seperti di kunci dari dalam.
"Braaaak....!"
pintu kokoh itupun ambruk setelah Bondet mengeluarkan tenaga dalam nya. Ketika Bondet melangkah terlihat lah sebuah pemandangan yang sangat syuur, di mana Bima berada di bawah Kungkungan seorang gadis yang hanya menggunakan baju dalamnya saja.
"Glek....!
"Apa yang kau lakukan,Nona..! teriakkan Bondet yang hampir bersamaan dengan terbuka nya pintu kamar Hotel membuat sang gadis yang berada di atas Tubuh Bima langsung menoleh karena terkejut dan lebih terkejut lagi ketika mengetahui siapa gadis yang sedang bersama Bima.
Tidak tau berbeda dengan Gadis yang sedang bersama dengan Bima pun sangat terkejut pasalnya dia tidak menyangka jika akan ada orang yang berani mendongkrak pintu kamar Hotel.
"Nafa ..!" seru Bondet tak percaya.
Nafa yang kala itu juga sangat terkejut buru-buru menutupi area tubuh nya dengan selimut tebal yang ada di Ranjang.
Dengan cepat Nafa langsung turun dari Ranjang berlari sambil menanggis.
"Kak Bondet, kak Bima mau .... menyakiti ku." keluhnya pura-pura.
__ADS_1
Sementara Bondet berdiri dengan binggung, Tapi akhirnya Bondet melangkah mendekati Bima dan membantu Bima menutup mengancingkan kembali kancing kemeja nya.
Setelah semua selesai dengan sangat cepat Bondet memapah tubuh Bima untuk keluar Hotel.
"Kak Bima, mau kau bawa kemana kak?"
Bondet hanya menatap sekilas wajah cantik yang ada di depannya tanpa memberikan jawaban, baginya membawa Bima keluar dari Hotel secepatnya itu lebih bagus.
"Minggir Fa..!seru Bondet agar memberikan jalan untuk dirinya bisa keluar secepatnya.
Meskipun badannya tidak tinggi dan sedikit gemuk Bondet masih sangat kuat untuk menggagat berat bobot dari Bima. Sampai di luar Bondet segera merebahkan tubuh Bima.
"Ndet, cepat lah aku sudah tidak tahan."ucap Bima dengan suara parau.
"Sabar kak Bima aku akan segera membawa mu pergi dari sini, tapi tunggu sebentar aku mau memberikan pelajaran pada Cewek berdarah bule itu biar kapok dia."ucap Bondet seraya keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam Hotel, setelah beberapa menit Bondet celingukan mencari sesuatu, akhiy dia menemukan apa yang dia cari.
Dengan langkah tergesa-gesa Bondet menghampiri sosok pemuda tampan yang memakai jas hitam, dialah pengantin pria.
"Mas, kamu calon Suaminya Nafa kan?"
"Iya, benar! ada apa ya?"tanya pemuda itu heran
"Mas cepat masuk ke kamar No 123, calon istrimu menunggu di sana dia akan memberikan hadiah surprise yang sangat mengesankan, katanya itu hadiah pernikahan kalian cepatlah jangan lama-lama entar keburu tidak jadi ngasih hadiah nya."
"Baiklah, Mas !saya akan ke sana sekarang juga.
Bondet Tersenyum miring Melihat laki-laki berjas hitam berlari ke kamar Hotel atas di mana di dalam kamar itu ada Nafa yang masih setengah telan Jang.
"Rasain, kau! berani'nya main api maka rasakan jika kau sendiri yang akan terbakar." geram Bondet dalam hati meskipun dia pernah menggagumi Gadis berdarah campuran itu tapi jika tega menyakiti dan membuat orang yang telah menolong nya terjatuh maka dengan senang hati Bondet akan membalas nya.
__ADS_1
Dengan berlari kecil Bondet keluar Hotel dan menuju mobilnya, dengan kecepatan tinggi Bondet melajukan mobil nya menuju ke Rumah di mana Seila bersama orang tua angkat nya tinggal.