
Bondet yang mengintai secara diam-diam terus mengawasi dan menggamati setiap pergerakan dari dua orang yang telah membawa pergi si pengendara motor.
Laksana pencuri ikan, Bondet berjalan dengan mengendap endap, di balik pohon dan tumbuhan rindang dia bersembunyi, sayup sayup terdengar suara dua orang yang membawa si pengemudi motor.
"Ikat dia!"
"Siap,...!"dengan cepat satu laki-laki botak segera menggikat tangan si pengemudi motor.
"Hei lepaskan Aku, mengapa kalian menggikat ku, lepaskan.'
"Diamlah dan tunggu kedatangan Boss besar." Ucap salah satu laki-laki yang kedua tangan mengikat mereka.
Tak lama kemudian tampak sebuah mobil berwarna hitam berhenti di hadapan mereka, kemudian turunlah dari dalam.mobil seorang laki-laki bertubuh tinggi sedikit gemuk.
"Bagaimana,?"
"Aman, Boss!"bawa dia."
"Baik Boss,"dengan sigap laki-laki itupun membawa laki-laki si pengendara motor mendekati laki-laki yang baru saja turun dari mobil.
"Buka penutup matanya,"perintah si Boss dengan cepat dan dengan cepat kedua anak buah laki-laki itupun segera membuka penutup mata laki-laki si pengendara motor, Ketika penutup mata di buka si pengendara motor langsung menjatuhkan tubuhnya.
__ADS_1
"Ampun Boss, maafkan kegagalan ku, tolong berikan kesempatan sekali lagi, Aku akan melakukan tugasku dengan baik."
Laki-laki yang di panggil dengan sebutan Boss tersenyum miring Mendengar celoteh dari salah satu Anak buahnya yang telah gagal melakukan tugasnya.
"Enak sekali kau hanya minta maaf dan meminta di berikan tugas kepercayaan itu lagi, kau pikir Aku akan bersedia memaafkan mu, tidak karena kamu telah melakukan kesalahan maka kamu harus menanggung hukuman nya."
"Boss,ampuni Aku Boss, tolong berikan kesempatan satu kali lagi."
Laki-laki yang di panggil dengan sebutan Boss itupun tertawa terbahak bahak, tangannya menepuk-nepuk pipi sang anak buah yang sedang ketakutan, kemudian tangannya mengeluarkan sebuah pistol yang ada di pinggangnya.
Melihat hal itu si pengendara motor mulai mengeluarkan keringat dingin wajahnya benar-benar ketakutan begitu juga dengan kedua anak buah laki-laki itu yang tidak menyangka jika Boss mereka akan berbuat kejam pada si pengendara motor anak buah yang di tugaskan untuk menculik Vira dan gagal.
Kedua nya sama-sama bergertar, tak jauh dari tempat itu Bondet yang melihat semua yang terjadi di depan matanya mendelik seketika, dia tidak pernah menyangka jika Boss yang mereka bantu ternyata sejahat itu, Bondet menjadi bingung dengan langkah apa yang harus dia lakukan ketika melihat semua itu.
"Sini kau..!" teriak si Boss dengan lantang memerintahkan salah satu anak buah nya yang tadi bertugas mengawasi langsung ketakutan.
Dengan tubuh sedikit bergetar dan dengan langkah kaki yang ragu-ragu salah satu Anak buah yang ditunjuk datang kehadapan si Boss yang wajahnya sangat menakutkan.
"Saya Boss,"ucap sang Anak buah dengan wajah bergetar.
"Ambil ini..!"sang Anak buah langsung mendelik seketika ketika Boss nya memberikan benda kecil berwarna hitam yang di dalamnya terdapat timah panas.
__ADS_1
"Boss, untuk apa ini?" tanya sang anak buah dengan tangan bergetar, hatinya benar-benar merasa ketakutan dia tidak pernah mengira jika Boss nya akan memberikan senjata api.
"Bereskan dia?ucap Boss itu dengan menyilang kan tangannya di depan dada.
"Boss, jangan main-main, mana mungkin saya bisa tidak saya tidak bisa Boss," tolak anak buahnya.
Mendengar penolakan dari salah satu anak buahnya, wajah laki-laki di depannya berubah sangat dingin dengan cepat mengambil kembali pistol yang ada di tangan anak buahnya dan sedetik kemudian, pistol itupun diarahkan pada tubuh sang anak buah yang menolak perintah nya, melihat hal itu anak buah nya langsung berlutut.
"Boss, jangan Aku mohon jangan bunuh Aku, baiklah Aku mau."ucap sang anak buah dengan wajah ketakutan.
Senyum tersungging dari bibir sang Boss Ketika laki-laki sang Anak buah mau menerima perintah nya. Laki-laki itu segera menyerahkan pistol yang ada di dalam gengaman tangannya.
"Lakukan dengan benar cepat?"
"Ba-baik, Boss," dengan tangan bergetar sang anak buah itupun segera menggarahkan pistol nya ke arah Anak buah yang gagal dalam menjalankan tugasnya.
"Tolong, jangan bunuh Aku, dengar Aku adalah temanmu, Aku mohon."
"Maafkan Aku, karena Aku juga tidak mau mati hanya karena menolak perintah ini, maafkan Aku teman Aku sungguh tidak punya pilihan lain."
"Tidak, Boss tolong apapun akan aku lakukan apabila kau mau memberikan Aku kesempatan kedua."rengek laki-laki si pengendara motor yang telah gagal melakukan tugasnya.
__ADS_1
"Hahaha...Apa? memberikan mu kesempatan kedua, jangan mimpi kau, hei kau, cepat lenyap kan dia,"teriakan yang keras membuat sang anak buah mulai mengarahkan pistol nya ke arah laki-laki si pengendara motor.