Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab. 220.BAHAGIA


__ADS_3

beberapa polisi yang membawa anak buah dari bosgors dan juga para pelayan yang lain yang sudah dibebaskan sementara Bima membawa wanita muda yang kala itu me.mbawanya masuk ke dalam mobil pribadi Bima.


Bima sudah menyerahkan salah satu tawanan yang menculik putrinya kepada pihak yang berwajib kemudian Bima tidak lagi mempersoalkan apa yang akan dilakukan para polisi itu kepada yang jelas Bima menginginkan mereka dihukum dengan seberat-beratnya karena telah meresahkan dan juga telah membuat suatu hal yang sangat mengerikan di mana mereka tanpa sadar telah mengurung beberapa pelayan wanita dan juga istri mereka.


kini mobil Bima dan Bondet melaju dengan kecepatan rata-rata menuju ke rumah di mana Sudah beberapa hari Bima tidak bertemu dengan istri dan putrinya dikarenakan Bima ingin menuntaskan sebuah masalah yang telah membuatnya resah di mana dia ingin menghukum sang penculik putrinya.


tidak menunggu lama mobil yang dikendarai Bima dan Bondet Akhirnya sampai di halaman dengan menekan bel pintu karena Bima tidak menelpon Shela terlebih dahulu langsung datang maka saya tidak mau tahu jika hari ini Bima sudah pulang.


Setelah pintu bel dibunyikan beberapa kali akhirnya pintu rumah pun terbuka tampaklah seorang wanita paruh baya yang selalu merawat dan membantu Bima dan istrinya membukakan pintu untuk mereka, melihat kehadiran Bima dan kehadiran Bondet wanita paruh baya itu merasa sangat senang dan bahagia setelah mempersiapkan duduk seorang tamu wanita muda yang terlihat sangat menyedihkan wajahnya sang Bibik masuk ke dalam mengambilkan air dingin kemudian dengan izin Bima sang Bibik membawa Wanita itu untuk diberikan baju dan membersihkan tubuhnya.


Kurang lebih duapuluh menit Wanita itu melakukan Ritual mandi, setelah semua dirasa sudah cukup Wanita itu keluar dari dalam kamar sementara Bima Naik ke kamar atas untuk mencari istrinya, hatinya begitu sedih dan kecewa ketika Bima tidak menemukan Seila yang mana sudah sangat di Rindukan nya.


Dengan perasaan kecewa Bima turun dari dalam kamarnya setelah menyelesaikan ritual mandi yang kurang lebih juga 20 menit sampai di ruang bawah Bima Bertemu dengan wanita yang ditolongnya dan dia terlihat sudah segar setelah menyelesaikan ritual mandi juga.


Senyum mengembang di Bibir ketika melihat Bima datang.


"Mas, Trimakasih sudah menolong saya, trimakasih sudah mengikuti. bebaskan saya Andai hari itu Mas tidak datang mungkin Nanti malam Aku sudah di lecehkan mereka yang ingin mendapatkan kepuuasaan dari saya dan tentu saya sangat hancur tiya lagi memiliki harga diri karena saya sudah menjadi Wanita yang akan di dinikmaati mereka secara beramai ramai saya tidak bisa bayangkan Nasib saya, sekali lagi trimakasih. "


Bima menarik napas panjang kemudian menghembuskan nya dengan perlahan.


"Tidak perlu berterimakasih begitu semua yang terjadi karena kehendak Tuhan dan Aku hanya kebetulan saja menolong Nona, "


"Jangan panggil saya Nona tapi panggil saja Angita. "


"Baiklah Angita Anda boleh masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, saya sedang menunggu kedatangan istri dan anak saya, "


"Baiklah MasMas saya permisi dulu, "


Wanita itu segera melangkah masuk ke dalam kamar nya, Bima yang gusar mencoba untuk menelpon sang Istri akan tetapi rupanya sang istri tidak membwa ponsel hpnya terbukti suara dering telpon berbunyi di dalam kamarnya.


Bik ijah sang pembantu Rumah tangga mereka mentap sendu pada sang Tuan Muda yang terlihat sangat sedih.


"Dengan, makan dulu, "


"Nanti saja Bila, Oh ya wanita itu apa Bibik sudah suruh makan,


" Dia juga tidak mau Den, katanya Nanti saja begitu."


"Baiklah, kalau begitu biarkan saja Nanti kalau Seila sudah pulang Aku ajak makan bersama saja, sebenarnya Seila pergi kemana sih Bik, "


"Bibik juga kurang tau Non Seila tidak bilang sih, "


"Apa dia sering pergi ketika Aku tidak ada di Rumah? "


"Tidak juga sih Dengan baru kali ini saja Non Seila pergi sedikit lama. "


"Ya sudah Aku tunggu dia saja Bibik boleh beristirahat. '


" Tidak apa apa Den saya temani saya juga belum mengantuk. "


"Ya sudah duduk lah kita tunggu sambil nonton drama Upin ipin gimana, "


"Aduh Den masak Den Bima mau lihat upin ipin apa tidak ada film yg menarik lainnya. "


"Baiklah bagaimana kalau Full house drama Korea itu, "


"Nah, itu baru cocok Den, "

__ADS_1


Hampir satu jam lamanya Bima dan Bik ijah Nonton drama Korea hingga akhirnya Seila yang ditunggu akhirnya pulang bersama Vira putri nya tapi ternyata yang datang bukan hanya mereka berdua di belum Seila ada Bapak dan Ibu angkat Seila yang dulu nya pernah menyelamatkan Seila dari peristiwa kecelakaan yang mana harus membuat Seila harus melakukan operasi plastik.


Kedua orang tua angkat Seila yang baik dan tulus, merawat Seila hingga ingatannya pun kembali pulih.


"Kak Bima, kapan datang? "


"Sudah dari tadi siang Sayang, ternyata kamu habis dari rumah bapak dan Ibu ya, "


"Iya, Kak, Aku capek Aku mandi dulu ya, Bik tolong mandiin Vira, Ibu dan Bapak beristirahat dulu di kamar tamu, saya masuk ke kamar atas dulu, "


"Iya, nduk, Bik tolong simpan juga ini hasil kebun kami, "


"Trimakasih, Nyonya, "


"Jangan panggil nyonya kita kan seumuran, "


"Panggil saja Bu Ningsih dan saya panggil anda Bu ijah, "


"Baiklah Bu Ningsih saya pamit dulu. "


Bima yang sudah rindu dengan sang istri langsung ikut masuk berlari ke kamar atas. "


"Sayang, Aku ada tamu hati ini dia juta ada di Ruang kamar tamu, "


"Siat kak, "


"Siapa ya namanya tadi Aduh Aku lupa, Nanti kamu lihat dan kenakalan dengan nya ya, '


" Ok, sekarang Kak Bima keluar Aku mau mandi, "


"Memang nya kenapa Aku kan Suami kamu, "


"Baiklah, tapi aku datang dari tadi belum mendapatkan kiss, kasih dulu baru Aku pergi. '


" Ngak maulah, masih bau ini, sudah kakak keluar dulu Nanti Aku turun ke bawah jika semua sudah selesai. "


"Baiklah, Tapi Nanti jatahnya double, " ucapan Bima seraya pergi turun ke lantai bawah.


Selesai melakukan Ritual mandi Seila segera turun ke bawah, tapi sebelum pergi ke Ruang tamu Seila yang penasaran dengan tamu yang di bawa Bima Suaminya segera Seila pergi ke kamar tamu bagian kanan dan setelah sampai Seila segera mengetuk pintu.


"Tok..


" Tok


"Tok


Tidak lama kemudian pintu pun dibuka dari dalam dan alangkah terkejutnya Seila ketika mengetahui siapa yang ada di dalam rumah nya, begitu juga dengan Wanita itu dia juga tidak kalah terkejutnya ketika melihat siapa yang baru saja mengetuk pintu kamar nya.


"Angita...! seru Seila yang langsung menutup mulut nya serasa mimpi dan terharu hingga kedua bola matanya meneteskan Air mata.


Sementara Wanita itu sedikit terkejut dengan sikap Seila yang tiba-tiba juga memeluknya.


" Maaf, mbak tau nama saya dari mana? "


"Haiss, kenapa Aku bodoh tentu saja kamu tidak akan mengenali wajahku ini, coba Apakah kamu pernah memiliki teman dengan suara seperti Aku ini, " tanya Seila ingin mengetahui apakah wanita yang ada di depan nya masih mengingat nya.


"Iya, suaramu seperti Suara temanku Seila, " jawab Wanita itu ragu-ragu.

__ADS_1


"Memang Aku Seila, "


"Tapi bagaimana Wajahmu bisa berubah begini. "


"Cerita nya panjang Nanti saja Aku cerita kan Ayo Aju perkenalkan kamu dengan Suamiku dan pastinya Kamu juga harus melihat si kecil Vira dia sudah besar, cantik dan Lucu. "


"Apakah dia akan mau menerima Aku, "


"Pelan pelan pasti mau, Ayo, "


Seila segera menarik Tangan Angita di bawah nya angita ke ruang tamu.


"Kak Bima, Bik ijah, Ibu dan Bapak ayo kesini..?


Mendengar teriakan dan panggilan dari Sheila bergegas semua orang yang ada di dalam rumah itupun keluar mereka sedikit bingung dan heran karena Shela berteriak-teriak seperti ada sesuatu yang terjadi.


" Bik ijah Bawa sekalian Vira kesini..! " teriak Sheila memberikan perintah kepada sang bibi meskipun sedikit heran akan tetapi sang pipi tidak bertanya ataupun membantah bergegas diija membawa viral ke ruang tamu Setelah semua berkumpul di ruang tamu dengan wajah berbinar dan penuh dengan rasa bahagia Sheila memperkenalkan temannya.


"Dengar ini adalah teman Seila Namanya Angita dan Angita ini adalah Mama kandung Vira, trimakasih Kak Bima, kamu telah mempertemukan Vira dengan Mama kandung nya, "


"Jadi Dia Mama kandung dari Vira? "


Dengan senyum mengembang di Bibir Seila mengaggukan kepala sementara Angita tersenyum harus karena pada akhir nya dia bisa bertemu dengan putri kandung nya yang selama ini dia titipkan pada Seila, meskipun gadis kecil itu masih belum mau di gendong Mama kandung nya.


"Untuk merayakan kebahagiaan ini besok kita adakan pesta, bagaimana? "


"Sangat setuju... ! Ibu tadi juga sudah bawakan banyak hasil dari kebun Nanti bisa kita bagi bagi ketetangga.


Hari yang di tunggu tiba dimana dirumah Bima diadakan pesta penyambutan untuk Mama kandung Angita, meskipun pada awalnya Vira kecil tidak mau tapi karena Naluri seorang Anak dan Ibu pada akhirnya Vira mau di gendong dan juga mau di ajak bercanda.


Bima yang melihat kebahagiaan Seila datang menghampiri.


" Sayang..!


"Hmmm!


"Vira kan sudah menemukan Mama kandung nya Nanti kita bikin anak sendiri ya biar kita juga punya Anak. "


"Hmmm, "


"Kok jawabnya begitu, mau ya sayang Aku sudah tidak tahan ingin punya Anak darimu, "


"Iya, "


"Yess..! tanpa Ba.. bi.. bu Bima langsung mengendong Seila dan membawa nya Naik ke lantai atas, semua yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepala,


" Dasar gak sabaran, " ucap Bondet yang langsung mendapatkan pukulab ringan dari Iqbal.


"Mereka sudah halal, makanya lo cepat Nikah biar tidak menjadi bujang lapuuuk, '


Ucapan Iqbal lngsung mendapatkan groak tawa dari semua yang ada disitu dan yang membuat Bondet terkejut Bima pun juga ada disitu sambil tertawa.


" lho kak Bima kok ada disini, tadi kan, ___


"Aku itu pelatih karate meloncat sedikit sudah bisa sampai kan, hahahaha. "


"Astaga kak Bima main sirkus ya pakai tali meluncur kebawah segala. "

__ADS_1


"Hahaha... Baru tau Dia...! " ucap seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu.


___________Tamat_________


__ADS_2