
Bima dan Bondet terus bercanda sambil menjaga satu tawanan yang untuk sementara Bima biarkan tidak dia ganggu dan dia korek keterangan nya, karena baginya tidak perlu terburu-buru dalam menyelesaikan suatu masalah.
Bima sudah menelpon Seila dan meminta izin padanya jika hari ini dia tidak pulang karena sedang menyelesaikan satu masalah.
Bondet yang selalu setia menemani Bima dalam suka maupun duka dan tidak pernah memikirkan kebahagiaan nya sendiri terkadang membuat Bima Iba, meskipun Bondet tidak memiliki wajah yang cukup Tampan akan tetapi hati Bondet yang begitu baik dan tulus membuat Bima berpikir keras bagaimana caranya agar Bondet juga bisa menikmati keindahan dunia dengan bisa hidup bersama dengan pasangan nya.
"Ndet, kamu kapan berencana ingin memiliki keluarga?'
"Apa yang ingin kak Bima tanyakan Aku bingung dengan pertanyaan Kak Bima keluarga apa, pacar juga tidak ada kak,"
"Kalau begitu Aku Carikan kamu mau?'
"Mau kak asalkan Cantiknya seperti Non Seila,"
__ADS_1
"Bondet kau,"Bima menatap tajam wajah Bondet yang justru sedang tersenyum
"Kak, selamat ya akhinya Non Seila mencintai Kak Bima, perjuangan Kak Bima benar-benar keren," ucap Bondet sambil mengarahkan ibu jarinya.
Di tempat yang berbeda tampak seorang gadis berdiri termenung menatap dengan pandangan kosong sejak peristiwa pahit yang membuat dirinya harus kehilangan mahkota untuk orang yang tidak dia cintai, kini wajah cantiknya tak lagi ceria.
Hari harinya diam dan termenung bahkan untuk sekedar makan itupun harus di paksa semangat hidup menjadi memudar.
"Baby kau mau sampai kapan begitu, sudahlah jangan lagi kau pikirkan, Daddy tau Agam bukanlah laki-laki baik tapi setidaknya dia bertanggungjawab dengan apa yang sudah dia lakukan padamu, ayolah kau jangan lagi menutup diri mau hidup bagaimana jika kamu tidak mau menerima Agam, sudah bagus Agam datang dan bicara jujur yang mana dia sudah merenggut kehormatan mu dan dia tidak kabur dari tanggung jawab, cuma kamu kenapa masih keras kepala dan tidak mau menerima nya apa kekurangan Agam Baby."
"Deddy tidak mengerti jalan pikiran mu, cuma saran Daddy sebelum kamu menyalahkan Agam coba kamu koreksi dirimu lagi, Kenapa Agam sampai datang ke kamar itu dan bagaimana mungkin kamu berada di dalam kamar itu juga apa yang kamu kerjakan."
"Deddy kenapa bertanya begitu, Deddy menyalahkan Aku?"
__ADS_1
"Baby bukan begitu cuma, kamu sengaja membawa orang masuk ke dalam kamar itu kan, siapa apakah guru karate kamu itu yang sudah membuat dirimu buta dan khilaf sehingga kamu memiliki Niat buruk padanya, dengar jika dia sudah beristri jangan lah kau ganggu."
"Daddy, Aku mencintai Kak Bima dan Aku ingin bisa sedikit saja mendapatkan perhatian darinya, untuk itu Aku menjebaknya tapi kak Bondet sialan telah mengacuhkan segala nya Aku benci dia dan akan Aku balas dia gara-gara Kak Bondet Aku harus menyerahkan kehormatan ku pada Agam si brengsek itu."sunggut Nafa kesal.
Laki-laki paruh baya berparas bule itu pun terkekeh mendengar ucapan Putri nya yang sangat kekanak-kanakan, laki-laki itu tau jika sejak pertama kali putrinya datang ke kota A dan di masukkan ke dalam sekolah karate agar bisa menjaga diri di bawah Pimpinan Bima putrinya sudah lebih dulu terpesona pada pemuda yang sudah memiliki istri bahkan putri nya sudah sering kali mencoba untuk menjebak Pemuda itu bahkan menggodanya akan tetapi semuanya gagal dan yang terakhir putri nya hendak melakukan dengan cara licik yaitu dengan memberikan obat perangsang dan ternyata Dewa keberuntungan berpihak pada guru karate itu dimana dia dibawah pergi orang kepercayaan nya, dan akhirnya putrinya mendapatkan imbas dari perbuatannya yang mana dia di paksa menyerahka mahkota kesucian nya pada laki-laki yang sebenarnya adalah calon suaminya sendiri.
Aneh itulah yang terjadi dan anehnya sang putri tidak mau jika laki-laki itu bertanggungjawab kepada nya.
"Kamu tunggu disini Daddy mau kalian bicara kan lagi hubungan kalian dan kali ini Daddy tidak mau mendengar kamu menolak nya."
"Deddy ini tidak adil Nafa tidak mau bersama dengan nya Aku tidak mencintai nya."
"Tidak ada tawar menawar untuk mu, kamu tunggu disini, Aku akan panggil Agam kamu bicarakan semuanya baik-baik."ucap Daddy Nafa yang kemudian pergi meninggalkan putri nya .
__ADS_1
Tidak menunggu lama kemudian datanglah seorang pemuda mendekati Nafa yang sedang memandang kosong lurus ke depan.
"Aku mau kamu tidak lagi keras kepala, kita akan menikah,"ujar Agam meyakinkan