Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.73.MOUSE.


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan bersama


Bima dan sukses membuat Bima mau


menyuapinya, kini Nafa akan menjalankan


rencana terakhirnya.


Cintanya yang sangat dalam kepada Bima


membuat nya tidak bisa berfikir dengan


sehat, apa yang ada di dalam pikiran dan


hatinya itulah yang akan Nafa lakukan.


Ambisinya untuk bisa mendapatkan cinta


Bima sangatlah besar.


Sejak pandangan pertama, Bima sudah


mampu memporak porandakan hati


dan jantung nya, Nafa bukanlah gadis


lugu yang tidak memiliki pacar, sudah


ada beberapa pria yang singgah menjadi


pacarnya dan sudah beberapa kali juga


bibir Nafa tersentuh pacarnya bukan


hal yang aneh berciuman bagi gadis


berdarah bule yang pastinya ciuman


bibir itu adalah suatu hal yang biasa,


jangankan dengan pacar bertemu teman


pun orang bule pasti berciuman.


Tapi dengan Bima, belum sekalipun


bibirnya tersentuh bibir sensual Bima.


putus nyambung dan memutuskan


itu sudah sering Nafa lakukan ketika


dia mulai bosan dengan pacarnya.


Kini dia bertemu dengan Bima dan


keinginan hatinya adalah bisa memiliki


Bima tidak perduli Bima sudah beristri


atau belum, terlahir sebagai anak


orang kaya dan serba ada, Nafa tidak


terbiasa dengan penolakan, untuk itu Nafa


sangat berambisi agar Bima, bisa dia


tahklukkan, Namun sampai detik ini Bima


tetap dingin dan belum bisa masuk


dalam genggaman, mungkin dengan


cara yang kali ini Nafa rencanakan


Bima bisa dia miliki dan Seila akan segera


dia ceraikan.


Melihat Nafa begong sambil tersenyum


Bima mengkerutkan dahinya.


",Ada apa ?", Kenapa senyum senyum


sendiri,"


Nafa yang asik dalam lamunan nya pun


tersentak kaget.


"Mmmm... tidak ada apa apa, cuma suka


saja kalau di temani kak Bima,"


Bima tersenyum melihat ekspresi Nafa


yang dianggap nya lucu.


Bima melirik jam yang ada di pergelangan tangannya pukul 7,30.


Bima Menghela nafas dan menghembuskan


nya dengan perlahan lahan.


"Nafa, ini sudah malam aku balik pulang


dulu ya," Ucap Bima mau berpamitan.


"Malam apaan, sih kak !" Baru juga pukul


7.30, ini sih masih sore kak,"

__ADS_1


"Tapi...!"


"Kak, aku mau ganti gaun, kak Bima tunggu


disini ya, ingat masih sore ini, jadi jangan


pulang dulu ?" Pinta Nafa pada Bima,


sebelum dia melangkah masuk ke dalam


kamar hotel nya.


Berkali-kali Bima Menghela Nafas panjang


dan menghembuskan nya dengan kasar


pikiran nya resah hatinya gundah.


"Sudah pukul 7.30 ,sudah hampir seharian


tidak melihat wajah galak istrinya, hatinya


begitu kacau, ada rindu yang tidak bisa


tersalurkan, seandainya hape nya ada


mungkin rasa rindu ini bisa sedikit terobati.


"Kenapa bisa hape aku hilang ya ? padahal


seperti nya tadi saat aku mau masuk kesini


ada, apa jangan jangan jatuh, kalau Seila


telpon terus tidak ada yang menggangkat


pasti marah, sayang sekali ini pestanya


Nafa kalau pestanya orang lain sudah ku


ajak dia, mungkin memang jatuh lebih baik


aku cari saja,"


Bima berdiri dari tempat duduknya matanya


yang tajam dengan alis tebal sedang


celingukan kekanan dan kekiri bahkan Bima


terkadang harus berjalan dengan menunduk


kan kepalanya.


Ketika Bima Sibuk dan asik dengan pencarian


hapenya yang hilang tiba-tiba terdengar


histeris.


"Aaaaaaaaah.....Tolong..... Tolong...!"


Dengan cepat Bima mendongak kan


kepala nya.


"Itu suara Nafa dari dalam kamar, ada apa


dengan nya ?"


Bergegas Bima berlari ke dalam sumber


suara itu. Pintu yang tertutup segera


Bima dobrak, karna terlalu panik dobrakan


pintu Bima yang keras membuat


Nafa terkejut.


"Braaaaak...!Bunyi suara itu.


Nafa berteiak panik sambil menangis


seraya berlari memeluk tubuh Bima.


Bima yang tiba-tiba mendapat kan pelukan


dari Nafa sedikit terperanjat kaget.


Dengan halus Bima berusaha merenggang


kan pelukan Nafa.


"Nafa.. ada apa?",Tanya Bima lembut.


'Aku takut kak ada mouse..?"


"Mana...?"


"Tidak tau kak, tadi ada di situ, aku takut,"


Ucap Nafa manja.


"Iya...ya, biar ku cari, lepaskan dulu pelukan


nya, aku akan cari,"


Nafa melepaskan pelukannya pada Bima.


Sementara Bima kini sedang celingukan


menunduk mencari tikus.

__ADS_1


"Tidak ada,"


"Tadi ada kak, aku takut"


"Mungkin tikusnya sudah lari,"


"Kak Bima benar, mungkin juga ,


mouse nya sudah lari,"


"Ya, sudah, aku keluar dulu,"


"Jangan...!"


"lho, kenapa ?"


"Aku takut, Kalau ada mouse lagi,"


"Kan kamu mau ganti baju Fa..!" Masak


aku tungguin,"


Nafa tersenyum manja sambil tangannya


mengenggam tangan Bima.


"Kak, Bima bisa duduk disana," Titah Nafa.


"Tapi Fa...!"


"Sudah kan kak Bima ngak ngapa ngapain,


jadi gak papa lah kak Bima di sini, Pokoknya


kak Bima ngak boleh keluar titik, aku takut"


rengek Nafa manja.


"Ya sudah cepet ganti sana,"


Nafa segera melepas bajunya, dari cermin


Nafa melihat Bima tak sedikit pun menoleh


padanya, membuat Nafa sedikit kesal.


"Kok ngak ngintip sih, sok jual mahal amat,


apa aku kurang cantik apa?"


"Kak Bima..!" Tolongin, aku ngak bisa


menaikkan resleting.


"Apa...?"Tunggu, aku keluar minta bantuan


pelayan agar bisa membantu mu,"


Ucap Bima, seraya beranjak dari tempat


duduknya dan hendak keluar kamar.


Namun langkahnya di cegah Nafa.


Dengan cepat Nafa justru menguci


kamar itu.


"Ngak boleh pergi dulu, ayo bantuin,"


"Tapi...?Fa..ini tidak baik,"


"Halah kak, cuma bantuin benerin resleting


saja, ayolah, Kalau ngak mau, ngak boleh


pulang," Ancam Nafa.


Bima jadi ingat sekarang sudah malam


sudah pukul 8,00 , jika tidak dituruti


dia akan pulang semakin malam dan bisa


bisa, Seila marah, dengan terpaksa akhirnya


Bima menuruti apa yang di minta Nafa.


Tidak di pungkiri hati Bima pun berdegup


dengan kencang melihat kulit putih halus


di depan nya, dengan cepat Bima segera


membuang muka agar tatapan matanya


tidak melihat punggung Nafa yang berkulit


putih halus.


Cara Bima yang membantu Nafa dengan


membuang muka membuat Nafa sedikit


kesal.


"Ayo kak cepat,"Teriak Nafa.


Dengan buru buru Bima menarik resleting


baju Nafa ke atas karena tanpa melihat


yang terjadi justru Nafa berteiak kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2