Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.181.REMUK


__ADS_3

Arina masih sibuk dengan sekilas kenangan kenangan nya, wajahnya yang kusut semakin kusut.


Sementara di Rumah sakit tampak seorang gadis sedang buru buru, dengan tas hitam terslempang di pundak nya.


"Aku harus cepat pergi menemui Arina sebelum Arya khawatir dengan kepergian ku yang cukup lama. Aku bisa bernafas dengan lega sekarang keadaan Ayah sudah jauh lebih baik ternyata Arina bisa di andalkan juga, sebenarnya dia gadis yang baik, tapi entahlah hanya karena cinta dia bisa begitu gelap mata, aku juga tidak bisa memastikan Nasib Arina setelah ini terlebih jika Arya tau, apakah Arina akan di maafkan atau kah justru akan lebih mendapat kan hukuman, Arya termasuk laki-laki yang dingin di mana tidak terlalu menyukai banyak wanita dan apa jadinya jika dia tau istri nya mengejar laki-laki lain, mungkin tiada maaf lagi buat Arina, huuuuff....kenapa aku yang jadi sewot mikirin mereka, bukankah bagus jika Arya tidak lagi bersama Arina itu artinya aku memiliki kesempatan untuk mendapatkan Arya, benar benar bre ngsek ini hati, bisa bisa nya kagum dan jatuh hati pada Suami teman sendiri kacau dah, lalu apa yang harus aku lakukan, sungguh hatiku tertawan oleh nya dan sungguh Arya laki-laki yang sempurna di mataku, Shiiit....! pikiran ngak bener ini harus aku lempar jauh jauh ke laut sebelum pada Akhirnya tenggelam dan menyisakan luka yang dalam.


Tidak menunggu lama mobil taksi yang di tumpangi Novi pun akhirnya sampai di tempat Arina di tahan, dengan langkah pasti Novi segera memasuki sebuah kantor untuk meminta ijin menjenguk salah satu tahanan yang bernama Arina di tempat itu, setelah mendapat ijin dan di suruh menunggu di ruang tunggu, Novi segera undur diri,


Ketika Novi lagi sibuk melihat lihat pemandangan yang ada di sekitar tempat itu tatapan mata nya yang tajam tak sengaja melihat sosok laki-laki yang baru saja keluar dari sebuah ruangan, sosok laki-laki yang tak asing bagi Novi, untuk beberapa saat Novi mengerjap ngerjapkan matanya berusaha menyakinkan pada penglihatan nya jika matanya salah melihat tapi tidak, sosok itu begitu jelas terlihat dan benar saja itu sosok dari laki-laki yang sangat dia kenal.


"Arya..!" bagaimana mungkin laki-laki itu berada di sini jangan.. jangan Arya sudah tau jika Arina berada di sini. dan Arya juga tau jika wajah Arina telah berubah, Astaga.....benar pasti Arya sudah tau ketika Arya pulang membawa koran ya pasti hari itu Arya tau, lalu apa yang Arya lakukan pada Arina jangan... jangan Arya juga meminta hukuman untuk Arina, Astaga Arina malang benar nasibmu, aku harus bagaimana ini,"


Novi mondar mandir di dalam ruangan dia berfikir keras bagaimana caranya bisa membantu Arina, sungguh meskipun sangat kesal hatinya juga tak tega jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Arina. Ketika Novi sibuk dengan lamunannya dari luar pintu terdengar suara panggilan yang tak begitu asing hingga membuat jantung nya seakan mau meloncat keluar hal itu karena hatinya sangat terkejut.


"Novi...!" ngapain kamu di sini?"


Sapa sebuah suara yang tak asing baginya, dengan tubuh bergetar dan wajah yang tiba-tiba pucat Novi membalikkan badan seraya menyunggingkan sebuah senyuman pada laki-laki yang ada di depannya.


"Arya....Ke-napa kau ada di sini." tanya Novi binggung.


Arya mengeryitkan dahinya seraya maju dan masuk ke dalam dengan tanpa ragu Arya menyentil jidat Novi yang terlihat culun baginya hingga membuat Novi meringis menahan sakit yang sebenarnya tidak terlalu sakit.

__ADS_1


"Kamu itu ku tanya, kenapa justru balik bertanya, mau apa kau di sini?" mau melaporkan siapa?


"Tidak, ada."


"Lalu kenapa kau ke sini..!"


"Aku..aku mau...


Sebelum Novi melanjutkan ucapannya tiba-tiba sang penjaga memberi tau Novi jika sekarang boleh menjenguk dan dia ada di ruangan B.


"Maaf, Arya! aku ada keperluan Sebentar di sini jadi maaf aku pergi dulu," ucap Novi yang dengan segera beranjak pergi meninggalkan Arya sendiri.


Melihat Novi yang buru buru pergi membuat Arya menggeleng kan kepalanya, Arya kembali keluar ruangan itu dan menuju kantor utama.


"Maaf, pak! tidak bisa karena kami telah melakukan penandatanganan perjanjian kepada Bapak Bima di mana beliau meminta siapapun yang akan membebaskan Nona palsu Seila dengan jaminan berapa pun kami tidak akan membebaskan nya jadi mohon maaf untuk kasus Non Seila palsu ini tidak bisa di bebaskan sampai masa tahanan nya berakhir dan apabila Bapak benar benar ingin membebaskan Non Seila palsu ini maka yang bisa saya sarankan Bapak temui Pak Bima dan minta kebijakan dari beliau hanya itu satu satunya cara agar istri Bapak bisa bebas dan bisa melihat udara segar di luar sana."


"Apakah cuma itu cara yang bisa saya lakukan."


"Iya, pak!" cuma itu cara satu satunya yang masih bisa Bapak lakukan ,tapi semua terserah Bapak.


Untuk beberapa saat, Arya terdiam kemudian bangkit berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Baiklah, pak!" saya akan mencoba bicara pada Pak Bima, kalau begitu saya permisi dulu."


"Iya, silahkan."


Arya keluar ruangan itu dengan perasaan kecewa karena tidak bisa hari ini juga membebaskan istri nya,"


Tidak ada jalan lain selain harus menemui Bima dan meminta agar Bima bersedia mencabut tuntutan nya atau setidaknya membiarkan Arina bisa bebas dengan jaminan, mobil yang di kendarai Arya menembus gelapnya malam dsn menyusuri jalan jalan yang ada di perkotaan itu.


Sementara di tempat lain Bima lagi sibuk meminta dan merayu Seila untuk memijit punggungnya yang terasa remuk setelah beberapa kali membantu Ayah angkat Seila memanen padi di sawah.


"Sayang, ayolah pliase remuk semua ini badan tolong pijitin ya, jangan menolak biar enakkan sedikit.,"


"Aduh, kak Bima malas lah ingin bobo ngantuk, Kak Bima cepat tidur jangan di sini nanti kalau Bapak ke sini melihat kak Bima kaget kaget dan menuduh aku yang bukan bukan, "


"Biarkan saja toh kamu istriku dan seharusnya kita bicara terus terang saja capek agar Bapak dan ibu tau jika kamu sebenarnya istri sah ku jadinya kita tidak perlu sembunyi sembunyi lagi jika ingin berduaan."


"Kak Bima...?" kenapa sih ngak bisa sabar belum tentu mereka menerimanya, kita tidak boleh bicara dengan gegabah percaya lah Bapak dan ibu pasti tau hubungan kita tapi setidaknya dia tidak dengan cara gegabah, bersabarlah Kak sebentar saja."


"Baik tapi pijitin dulu nih punggung sakit , remuk semua."


"Salah sendiri sok bisa dan kuat sekarang aku juga yang harus ikutan, ngak mau rasain sendiri tuh,"

__ADS_1


"Seila... ayolah please!" pinta Bima dengan wajah memelas yang akhirnya membuat Seila mau tidak mau menuruti permintaan Bima dengan memijit punggung suaminya.


__ADS_2