Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.42.SEDINGIN SALJU


__ADS_3

Tidak berapa lama, setelah kepergian sang kekasih dari rumahnya.


Sang Suami pulang dari bekerja.


Ratih pura pura tidak tau, akan kedatangan


suaminya.


Ketika Pintu kamar di buka, Ratih lagi asik


membaca buku novel nya.


"Ma..."Papa pulang !"


"Tumben, ngak pulang malam pa?"


"ya...., itu karena di kantor sudah tidak ada pekerjaan lagi.


jadi papa bisa pulang cepat.


Ratna mangut mangut sambil mendekati suami


di bantunya suami melepaskan jaket yang melekat pada tubuhnya.


"Apa, papa mau mandi ?"


biar aku siapkan air hangat nya."


"Tidak usah, Ma..."ini masih sore dan lagi pula


aku tidak terlalu suka mandi air hangat.


"Baiklah Pa..." kalau begitu aku siapkan makan saja."


Ratna segera turun dari tangga dan menuju ke dapur.


Sedangkan Hendrato segera masuk kedalam kamar mandi.


Ritual mandi cukup di lakukan dalam waktu


20 menit.


Setelah mrnganti semua baju dan hendak turun


mata Hendrato tertuju pada sebuah jam tangan


yang ada di atas meja, kamarnya.


"Jam tangan siapa ini?"Gumam Hendrato dalam hati.


Ini jam tangan milik laki laki,


apakah Mama membelikan untuk ku?


jika membelikan untuk ku, kenapa tidak ada kotak pembungkus nya.


Hendrato menghela nafas panjang.


"Lebih baik aku tanya kan saja, ini jam tangan


mikik siapa ."


"Ma...!"


"Iya, Pa..."sini turun !"


Melihat Wajah tampan Hendrato muncul senyum Ratna mengembang.


"Duduk, Pa ,"Hari ini, mbok Sri libur pulang kampung, jadi ini masakan Mama sendiri.


Mama cuma bisa bikin sayur bening bayam yang di campur dengan jagung ada sambal trasi dan ikan goreng, tidak apa apa kan pa?


masakan Mama simpel begini."


Hendrato tersenyum mendengar cloteh istrinya


"Tentu saja, tidak apa apa."


Senyuman Ratna mengembang, mendengar


ucapan Hendrato, dengan sigap Ratna melakukan tugasnya sebagai seorang istri


yaitu mengambil kan Nasi dan sayur untuk sang suami.


"Ayo Pa..." makan yang banyak".


Hendrato makan dengan lahap, hari ini Hendrato melihat keceriaan di wajah istrinya.


Berbeda dengan beberapa hari kemarin yang


sikap nya dingin dan terlihat jutek.

__ADS_1


"Ma....!"


"Ya, Pa..."apa masakan ku tidak enak?"


"Bukan, masakan Mama enak kok, tidak kalah dengan buatan mbok Sri, Cuma...."Papa mau tanya, Ini jam tangan punya siapa Ma ?"


kenapa ada di atas meja kamar kita.


Ratna menelan ludahnya dengan kasar.


Pertanyaan Hendrato yang tidak pernah Ratna duga, membuatnya terbatuk batuk kecil


Tangannya bergetar jantung nya berdegup dengan kencang.


Ratna mengutuk dirinya sendiri dalam hati


"Kenapa aku bodoh sekali, seharusnya jam tangan itu kusimpan lebih dulu, kenapa tadi aku lupa.


****


Di tempat lain Seila sudah hampir sampai di bawah curah tebing.


Di kibas Kibas kannya baju yang tertempel debu tanah.


Seila mendongakkan kepalanya keatas.


Seila menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Ternyata Tinggi juga, dari tempat aku jatuh.


Sekarang aku harus kemana? dan bagaimana bisa menemukan jalan keatas tanpa memanjat.


Seila menengok ke kiri dan ke kanan.


"Sepi tidak ada tanda tanda tempat ini sering


di lewati orang.


" Hei..." di sana ada goa....!apa aku kesana saja


siapa tau di dekat situ ada jalan pintas untuk


menuju ke atas.


Dengan langkah pasti Seila berjalan menuju


ke dekat goa.


"""""


"Di mana ya .."Jcatuh nya hape ku itu !"


Ketika iqbal asik dan fokus mencari Hape nya yang terjatuh.


justru mata' iqbal melihat binatang melata yang sedang berjalan kearahnya.


Dengan cepat iqbal mundur dan meraih sebuah


kayu panjang yang ada di sekitar itu dengan


kuat iqbal memukul mukul kan kayu itu berkali kali namun hanya sekali yang tepat mengenai sasaran


dan ular itupun berhasil pergi.


Iqbal bergidik menggingat binatang melata yang baru saja dia temui.


karena takut ada binatang melata lagi dengan cepat Iqbal kabur dari tempat itu, niatnya untuk


mencari Hape nya yang jatuh tidak lagi dia lanjut kan.


"Lebih baik aku mencari, Non Seila yang tadi jatuh.


Iqbal menggingat ingat arah jatuhnya Seila


setelah yakin Iqbal menelusuri tempat itu.


"Seharusnya Non Seila jatuh di sini," Tapi


Kenapa tidak ada jejaknya.


iqbal mulai berteriak meneriakkan nama Seila.


"Non Seila.. .!'


"Non...."Kamu di mana ?"


Iqbal terus berteriak memanggil manggil nama Seila.


***


Sementara Di tempat yang berbeda pula.

__ADS_1


Bima dan Bondet mulai dapat mendikteksi tempat hape Iqbal berada.


"Sinyal petunjuknya, kuat berada di sekitar tempat ini.


mungkin mereka ada di sekitar sini."


"Betul kak, tapi kenapa sepi sekali, tidak ada tanda tanda keberadaan mereka.


"Seila...."di mana kau ?"


"Non Seila...???


"Iqbal......????


"Tidak ada jawaban kak..."Bagaimana ini ?"


"Kita telusuri, terus jalan ini,"


Tunggu...! sinyal keberadaan hape lebih kuat di sini, jangan jangan mereka jatuh di bawah itu?"


"Wah, dalam sekali kak Bima !"


kalau mereka benar terjatuh disini, aku tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi.


"Kak Bima...?"


Melihat ucapannya tidak di tangapi Bima, bondet menoleh ke sampingnya.


Bima Sudah tidak ada, dan di lihatnya Bima


ada di depannya, dia mundur beberapa langkah.


"Oh tidak, Kak Bima lagi membuat ancang ancang untuk melompat.


"Kak Bima tunggu....?" jangan melompat,


Bondet dengan sigap dan dengan kekuatan tubuh nya yang gendut melompat ke arah Bima


dan memegang kuat kuat kaki Bima.


Kekuatan lompatan Bondet, tidak tepat sasaran


maksud hati memegang tubuh Bima, tapi yang


terjadi justru jatuh tersungkur dekat kaki


Bima.Maka kaki Bima lah yang di pegang erat


erat.


"Hei.....!"Bondet lepaskan...."kenapa kamu pegangi kakiku, kalau begini aku tidak bisa melompat.


"Please ......kak Bima" Jangan melompat ini tinggi sekali, bahaya.


"Dengar Bondet , Seila terjatuh disini, aku harus cepat mencari, minggirlah aku mau melompat,


kamu jangan ikut melompat kamu cari jalan yang mudah agar bisa sampai di bawah.


"Tidak kak Bima, ini berbahaya aku tidak akan


biarkan kak Bima melompat itu sama saja dengan menghantarkan nyawa.


"Bondet lepaskan...?"


"Tidak,"


Bondet semakin kuat memegangi kaki Bima,


karena cengkraman dan peganggan Bondet makin kuat, maka tidak ada cara lain selain


menggunakan kekuatan untuk mendorong


Bondet.


Dengan sekali dorong cengkraman Bondet lepas.


Tidak menunggu waktu lama, Bima segera


neluncur turun kebawah.


"Hoop....!"Aaaa ...!"Suara Bima ketika melakukan lompatan.


"Kak Bimaaaaa.... ?????"


Bondet berteriak histeris, dia melihat tubuh Bima berguling guling tak henti.


Dengan tubuh bergetar dan mencoba


menghilangkan rasa takut yang ada,


bondet pun menggikuti jejak Bima

__ADS_1


dengan melompat dari arah ketinggian


kemudian berguling guling.


__ADS_2