
Laras menghentikan motornya tak jauh dari pos penjaga sekolah, matanya tak lepas dari sosok Yoga yang kini berdiri membelakangi jalan dan sibuk menatap bangunan sekolah yang sudah sepi,
Yoga berdiri sambil bersandar di tembok pagar sekolah, dengan kepala juga menyandar di tembok seperti orang mau pingsan saja,
Laras turun dari motor seraya membuka helm, melihat kedatangan Laras, tampak penjaga sekolah buru-buru melongok dari pos jaganya,
"Bu, Bu Laras,"
Panggil Pak penjaga sekolah dengan suara tak begitu keras saat Laras hampir melintas di depan pos nya,
Laras yang mendengar panggilan sang penjaga sekolah pun langsung menoleh,
"Oh, iya Pak,"
Jawab Laras dengan sedikit gugup,
"Bu, itu suaminya anu, seperti..."
Pak penjaga sekolah diam sejenak, seperti bingung memilih kata yang paling tepat,
Namun, belum lagi Laras bertanya apa, tampak Yoga tanpa sengaja memalingkan wajahnya ke arah Laras yang kini berdiri di dekat pos penjaga sekolah, yang letaknya ada tak jauh di belakang Yoga berdiri,
"Mabuk,"
Lanjut Pak penjaga sekolah, tepat saat Yoga akhirnya berjalan dengan posisi sedikit terhuyung menuju Laras,
Tampak Laras memundurkan langkahnya,
"Mau apa kamu ke sini Mas?"
__ADS_1
Tanya Laras dengan suara bergetar,
Tatapan matanya yang berkaca-kaca tak lepas dari sosok laki-laki yang pernah begitu membuatnya tergila-gila,
Laki-laki yang ia kira adalah laki-laki sempurna pujaan hatinya, tampan, pendidikan tinggi dan dari keturunan keluarga terhormat karena dari kakek buyut, kakek dan Ayahnya termasuk menjadi pejabat publik,
"Aku mau menjemput kalian pulang,"
Suara Yoga menjawab tanya Laras,
Tampak Laras menggeleng,
"Tidak Mas, aku sudah tidak mau pulang ke rumah itu lagi, sudah cukup, aku sudah tidak sanggup lagi,"
"Kenapa tiba-tiba? Ada apa? Kau tidak bisa seenaknya keluar dari rumah itu tanpa seijinku,"
"Aku tak perlu ijin dari siapapun untuk keluar dari sana karena ini untuk kebaikanku dan Angga, aku tidak bisa terus menerus bertahan di sana dan membiarkan diriku tenggelam lalu putus asa dengan masa depanku sendiri,"
Yoga tiba-tiba matanya melebar marah,
Mata Yoga yang sudah merah tampak terlihat semakin merah,
Laras mulai terlihat ciut, apalagi saat matanya menangkap percikan darah di kaos yang dipakai Yoga, entah kenapa Laras langsung mendapatkan firasat buruk,
Darah apa di kaos Yoga?
Apa yang baru ia lakukan?
Ada apa sebetulnya dengannya?
__ADS_1
Yoga selama ini memang banyak membuat ulah, tapi ini kali pertama Laras melihat Yoga dalam keadaan mabuk, ditambah kaos yang ia pakai juga dipenuhi percikan darah,
"Kamu harus pulang, bawa Angga pulang sekarang!"
Bentak Yoga tiba-tiba,
Suaranya menggelegar, dibarengi dengan tangannya yang terulur ke arah Laras dan tiba-tiba saja menyambar rambut panjang Laras lalu menjambaknya,
Perlakuan itu, jelas saja langsung membuat Laras menjerit kesakitan,
Pak penjaga sekolah yang melihat kejadian tersebut pun tak tinggal diam,
Ia langsung sigap berlari ke arah keduanya dan berusaha melepaskan tarikan tangan Yoga pada rambut Laras,
"Perempuan tidak tahu diri! Kau berani sekali padaku sekarang karena pasti punya selingkuhan!"
Yoga semakin kencang menarik rambut Laras,
Perempuan itu memberontak, dipukul-pukulnya lengan suaminya yang kekar,
"Bersumpahpun aku berani, karena aku tidak melakukannya!"
Pekik Laras,
"Sudah Pak, sadar... sadat..."
Pak Satpam memisahkan keduanya, para Guru yang dari dalam sekolah mendengar keributan di luar sekolah juga akhirnya keluar dan langsung jadi ikut sibuk membantu Laras,
Laras menangis sesenggukan,
__ADS_1
Kini suaminya sudah mulai melakukan kekerasan fisik juga, jelas ini sudah tak akan ia bisa maafkan lagi.
...****************...