
Bima melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sengaja Bima menggulur ulur waktu agar ketika sampai di Rumah sudah larut malam sehingga Bima tak kan lagi melihat Seila palsu di Rumah nya masih hidup, dalam arti masih belum tidur, untuk itu Bima masuk ke dalam toko buku di mana di toko itulah dulu Seila sering membeli buku Novel kesukaannya, ada rasa senang dan haru ketika perhatian nya kepada Ningsih yang sebenarnya adalah Seila di sambut dengan terbuka rasa nya bagaikan mimpi jika Seila menyukai nya, menggingat betapa buruknya sikap Seila ketika masih bersama Bima pertama kali sebelum menerima Bima sebagai suaminya, terlebih kini Seila hilang ingatan.
Seila selalu melakukan segala sesuatu sesuka hatinya, pulang dan pergi tidak pernah bicara apalagi izin, bahkan Bima sempat di buat pusing ketika Seila diam-diam pergi ke Paris tanpa memberi taunya, saat itu Seila begitu dingin bahkan terkesan tak pernah menganggap Bima ada, hanya untuk sekedar duduk ngobrol bersama itupun sangat sulit jika bicara selalu marah marah dan kerap sekali menghinanya, Bima selalu menahan kegetiran setiap saat, malam pertama setelah pernikahan tidak pernah ada, bahkan malam malam berikutnya pun sama, tinggal satu atap bagaikan orang asing yang tak pernah saling mengenal sangat menyakitkan, tapi demi cinta Bima rela bersabar tidak pernah memaksa maupun menggeluh. Pada suatu hari ketika Seila pergi ke Paris bersama dengan teman temannya tanpa bicara apalagi memberi tau kesabaran Bima menemui puncaknya, Amarah nya memuncak ketika mendengar Seila pergi ke Paris bersama dengan teman laki-laki nya dan sangat menyakitkan Bima mendengar sendiri dari Seila istri yang sangat dia cintai, hatinya terbakar api cemburu dan Amarah sehingga tak lagi Bima berkata lembut akan tetapi justru hal itulah yang membuat Bima bisa menahklukan hati Seila, sedikit demi sedikit Seila berubah keberadaan Bima mulai dihargai sedikit demi sedikit Bima mulai mendapatkan cinta Seila, ketika kehidupan bahagia menyapa ketiika cinta telah menyatu ketika hati mulai saling mengasihi, Seila menggalami kecelakaan maut yang mana mobilnya hangus terbakar dan yang lebih menyakitkan lagi Seila hilang ingatan dan wajahnya pun berubah akibat kecelakaan yang dahsyat itu.
Sampai detik ini, Bima belum tau siapa dalang dari kecelakaan itu, dan mengapa ada wanita dengan wajah sama menggaku sebagai Seila, dari mana wanita itu tau jika Seila istrinya tidak ada di rumah dan menggalami kecelakaan sehingga dia mudah datang menyamar sebagai Seila, Bima bukan orang bodoh yang tidak mengetahui itu, Bima paham pastilah wanita itu ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa Seila sayangnya Bima tidak memiliki bukti apapun, sehingga sulit baginya untuk menuduh wanita itu terlibat di dalamnya.
Bima senyum senyum sendiri ketika mengenang pertama kali bertemu dengan Ningsih yang sebenarnya adalah Seila, sejak gadis itu datang ke kantornya Bima sudah merasa suka, bahkan ada perasaan ingin selalu dekat dan pada akhirnya Bima mengetahui jika Ningsih adalah Seila, Bima semakin sayang dan perhatian, meskipun caranya tak pernah di tunjukkan secara terang tapi kini hatinya dan hati Ningsih sama sama memiliki rasa hal itu lebih membuat Bima bahagia kendala nya hanya satu bagaimana menjelaskan kepada Hendrato dan bagaimana bisa menggagalkan pernikahan mereka.
"Maaf, Mas! ini sudah malam toko kami mau kami tutup." Bima tersentak kaget dari lamunannya dia baru menyadari jika dirinya sudah sangat lama duduk di tempat buku di mana pembeli juga boleh membaca di tempat.
"Maaf, saya lupa, kalau begitu saya permisi dulu,"
"Tidak, apa-apa mas! silahkan."
Setelah mengambil beberapa buku Novel dan membayarnya Bima segera melangkah keluar, dan masuk ke dalam mobil, Bima melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Di sisi lain, di dalam sebuah kamar yang besar dan megah seorang wanita sedang gusar dengan mondar mandir bagaikan setrikaan.
"Lama, sekali sih mas Bima pergi nya, ini kan sudah pukul 11 malam kenapa dia belum datang, di mana dia, mana aku tidak punya nomor telpon nya lagi."Grutu Seila palsu di dalam hati.
Tak lama kemudian sebuah telpon berdering dari atas markas.
__ADS_1
Seila segera mengambil telpon itu dan menjawab nya.
"Halo..!"
"Halo..!" Boss aku sudah mendapatkan informasi terbaru tentang wanita itu?"
"Katakan apa informasi terbaru itu?"
"Boss! kamu belum memberikan kami uang bagaimana aku bisa memberikan informasi terbaru,"
"Woi..! kamu jangan pelit ya, sudah kubilang aku hari ini di kurung sehingga aku tidak bisa keluar apa kamu tidak mengerti juga."
"Sabar, Boss! jangan marah dan berteriak-teriak begitu, kami paham situasi yang Boss alami, baiklah kami akan tunggu transfer uang itu ingat ya Boss duapuluh juta."
"Aku akan kirimkan foto Boss!"
"Busyet, cuma foto dua puluh juta, itu terlalu mahal apa tidak ada diskon begitu?"
"Boss, kami ini Detektif bukan tukang penjual baju, mana ada diskon kalau Boss masih mau diskon pergi dan minta sama tukang penjual baju jangan sama kami."
"Aku tau kamu Detektif apa tidak bisa di kurangin begitu?"
__ADS_1
"Baiklah, kami kurangin jadi lima belas juta."
"Nah begitu dong kan lumayan jadinya."
"Iya, tapi karena Boss bayarnya ngutang maka untuk keterlambatan uang dari Boss kami tambah lima juta, jadi duapuluh juta."
"Busyet! itu sama saja bohong namanya."
"Terserah sama Boss gimana mau informasi terbaru apa tidak, saya jamin informasi ini sangat membuat Boss bahagia sehingga uang duapuluh juta tak ada ruginya,"
"Dasar, detektif mata duitan, cepat kirim segera."
"Baik, Boss!"
Tak lama telpon pun di matikan dalam jangka waktu sepuluh menit sudah terdengar bunyi sebuah pesan masuk.
"Ting..!"
Dengan cepat Seila membuka isi pesan itu, ketiika layar hape telah terbuka dan menunjukkan sebuah gambar di sana, Seila langsung terhuyung kebelakang sehingga dengan cepat mencari tempat untuk duduk agar tubuhnya tidak limpung dan jatuh.
"Mas Bima dan wanita itu berciuman, benar benar keterlaluan kamu Seila?" sudah wajah Berubah masih juga kau merayu mas Bima agar jatuh ke pelukan mu, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja, kali ini aku akan bisa berhasil menyingkirkan mu, tak kan pernah kubiarkan kau hidup bahagia, tunggu saja aku pasti akan menemuimu, silahkan sekarang kau bersenang-senang tapi tak kan lama lagi aku akan merampas kebahagiaan mu, enak saja kau akan merampas Bima dariku, kenapa Mas Bima malam ini belum pulang ini kan sudah malam sekali, kemana dia apakah masih bersama wanita Sial..an itu!"Gumam Seila
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar di buka dengan cepat Seila palsu segera tidur di sofa dengan selimut tebal menyelimuti tubuh nya sampai ke atas leher.