
Seila yang di suruh, Bik Inah menggambil obat minyak tawon, sudah sampai di tempat kotak obat, di mana banyak berjajar macam-macam obat. Karena tidak pernah menggunakan juga tidak pernah membeli aneka macam obat obatan membuat Seila sedikit kebingungan.
"Mana yang namanya minyak tawon ya ?Apa lebih baik aku bawa semua saja, mungkin itu yang benar bawa semua nya, kecuali minyak kayu putih kalau minyak putih aku sudah tau."
Bergegas Seila ke ruang tamu dengan membawa setumpuk obat obatan gosok, Bik Inah yang melihat Seila membawa dengan sedikit kerepotan di tangan segera menegur.
"Non bawa apa saja kok banyak,"Tanya Bik Inah.
Sementara Bima mengeryitkan dahinya melihat sang istri bawa banyak obat. Cara Seila membawapun membuat Bima gemas, masak obat sebegitu banyak di bawa semua dan parahnya lagi Seila menggunakan baju depannya untuk menampung semua botol minyak itu, benar-benar seperti anak kecil.
"Bik Inah, ini yang mana yang benar ?" Tanya Seila ingin tau.
"Ini Non, yang cairannya berwarna kuning kemerahan." Ucap Bik Inah menjelaskan.
"Nah, Non Seila, buka tutupnya dan oles ke seluruh kaki Den Bima."
"Bik Inah pergi dulu, mau melihat Non Vira takut terbangun,"Ucap Bik Inah seraya bangkit dari duduknya.
Dengan hati-hati Seila membuka botol minyak tawon, ketiika botol sudah terbuka Seila cepat-cepat menutup hidung nya.
"ih..bauu.!"Aku ngak mau bantu oles kak Bima oles sendiri saja ya?"
"Lho, kok aku di suruh oles sendiri, kan aku yang sakit," Tolak Bima.
"Tapi ini bauuu, hueek, bisa pingsan aku Nanti,"
"Aku, juga mana bisa, kan kakiku lagi sakit sayang! di tambah, ini, tanganku jadi begini tuh juga gara-gara kamu tekan tekan." Protes Bima pada Seila.
__ADS_1
Tanpa Bicara Seila bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Bima sendiri, Bima yang di tinggalkan Seila dengan begitu saja, menjadi tertegun.
"Kok, Aku di tinggalin sih, duh bener bener kacau ini rencanaku," Bima menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
Sementara Bik Inah yang sebenarnya diam-diam mengintip ikut di buat kaget dengan tingkah Seila yang tiba-tiba meninggalkan Bima dengan begitu saja, karena penasaran bin kepo Bik Inah berjalan mendekati Seila,, Bik Inah ingin tau apa alasannya, meninggalkan Den Bima yang lagi sakit.
"Maaf Non !"kok Den Bima Non Seila tinggal sih, kasian kan, apalagi saat ini Den Bima lagi sakit begitu," Tanya Bik Inah penasaran.
"Aku, lagi mau cari Masker Bik !"jawab Seila memberikan penjelasan.
"Cari Masker, buat apa Non?Den Bima tadi sudah mandi dan seperti nya sudah wangi ngak bau! kok Non Seila masih mau mencari Masker,"
"Bukan kak Bima yang bau, tapi itu! Minyak tawon itu rasanya mual kalau mencium baunya,'Ucap Seila menjelaskan.
"Oh...bau minyak tawon!hehehe..kirain Den Bima yang bau, Den Bima kan cakep Non ngak bakalan bau,"puji Bik Inah.
"Ya...Bibik, mentang mentang kak Bima anak asuhnya Bik Inah, di puji terus, jangan di puji Bik entar kak Bima besar kepalanya."
"Iya...Makanya, jangan di puji, biar ngak besar kepalanya." Ucap Seila mantap.
"Non, tau dari mana itu?kalau kita memuji orang, orang itu bisa besar kepalanya."Tanya Bik Inah penasaran.
Seila Tiba-tiba seperti orang yang lagi keseleq ketika Bik Inah terus mengejarnya dengan pertanyaan, bukan salah Bik Inah, karena Bik Inah tidak akan mengerti tentang pribahasa, menjelaskan pun seperti nya ngak penting juga, untuk itu Seila menjawab dengan jawaban asal asalan saja.
"Tau dari Mbah Geogel Bik," Ucap Seila sambil terkekeh.
"Mbah Geogel itu, siapa lagi Non? apa seperti seorang dukun yang pinter pinter itu Non,"Tanya Bik Inah penasaran.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Bik Inah, lagi-lagi Seila harus menelan ludahnya dengan kasar. Rada Binggung juga memberikan penjelasan kepada seorang wanita paruh baya di depan nya Seila memilih kabur dari tempat itu.
"Bik, sudah ya aku mau cari Masker dulu," Ucap Seila memberikan penjelasan tanpa menunggu jawaban dari Bik Inah Seila langsung kabur, pergi, takut di tanya macam-macam lagi, mana Seila memberikan jawaban salah terus.
Setelah menemukan benda yang di carinya Seila segera kembali ke tempat dimana Bima berada, melihat kedatangan sang istri cepat-cepat Bima membetulkan letak posisi duduknya, dengan sedikit mengeram kesakitan.
"Aduuh, kok bisa sakit begini,"Keluh Bima lirih tapi pastinya masih bisa di tangkap gendang telinga Seila.
"Sakit, ya...kak?"Tanya Seila khawatir bagaimana pun juga, Bima adalah suaminya dan bagaimana pun juga seorang istri harus bisa berbakti pada suami, biar bisa masuk surga.
"Sakit sayang, ini tolong kamu urut,"Pinta Bima pada Seila, kali ini Seila tidak menolak apa yang di minta suaminya, di urutnya kaki Bima dengan pelan-pelan, tapi ketika sampai pada ujung kaki Bima berteriak histeris.
"Owh.. jangan stop!" yang itu jangan di urut biarkan saja," Ucap Bima sambil meringis kesakitan pasalnya ujung kakinya yang terinjak sandal jepit hak tinggi masih menyisakan rasa sakit.
"Sakit banget ya kak?"
Bima mengagguk sebagai jawaban.
"Non Seila..!"Panggil Bik inah yang mulai berjalan mendekati Seila dan Bima.
"Aduh, Bibik kesini, kalau tanya tentang Mbah Geogel lagi aku harus jawab bagaimana," Gumam Seila kalut, bagaimana ini, apalagi jika sampai tanya pada Kak Bima, wah bisa ketauan aku ngasih info hoax.
"Non Seila...!sini tolong Bibik," Pinta Bik inah pada Seila.
Dengan sedikit malas dan was-was Seila berjalan mendekati Bik Inah.
"Ada apa Bik?"Tanya Seila.
__ADS_1
"Den Bima, dari tadi sore belum makan, Non Seila suapin Den Bima ya?"Pinta Bik Inah sambil memberikan nampan berisi makanan.
"Baiklah, Bik sini!" Repot juga kalau Bima sakit aku harus ngurus ini itu, mana hari ini belum baca buku Novel, duh menyebalkan, ngapain juga sih pakai jatuh dari tangga segala bikin report saja,"Grutu Seila dalam hati.