
Meskipun kenyataan yang di hadapi
gadis itu sangat pahit, suatu mimpi
yang tidak bisa dia raih, namun
dengan ketegaran hati dan keihklasan
nya, dia bisa menerima semua takdir
yang Allah berikan kepada nya.
Sesuatu yang tidak pernah dia rasa
ketertarikan kepada ingsan manusia
yang tanpa sengaja dia alami,
pekerjaan yang keseharian nya mencari
ikan membantu sang Ayah membuat
nya bertemu dengan seseorang yang
teromang ambing di lautan dengan
mengendong seorang anak remaja.
yang mungkin masih duduk di sekolah
dasar.
Dalam situasi yang sangat tepat, dirinya
melihat laki-laki itu yang kemudian
dia dan Ayahnya datang menolong nya.
"Apa kamu sedang kecewa putriku?"Tanya
sang Ayah prihatin.
Dengan senyum sedikit di paksakan, gadis
itu menggeleng.
"Tidak, Ayah, aku tidak apa apa, akan aku
siapkan makan untuk mereka,"
"Baguslah putriku, percayalah kelak Allah
akan memberikan mu kebahagiaan yang
selama ini kamu impikan."
"Tenang saja, Ayah !aku tidak apa apa, aku
pergi ke dapur dulu Ayah, akan ku persiapkan
makan untuk kita semua."
Bergegas gadis itu masuk ke dapur
untuk mempersiapkan makan ala kadarnya
kepada sang tamu.
Sedangkan di dalam kamar Bima sudah
bisa duduk dan tertawa.
"Kok bisa, kamu sampai disini, bagaimana
ceritanya,"Tanya Bima kepada Bondet.
"Lho, kak Bima, bukannya aku yang seharusnya
bertanya, kok bisa Kak Bima ada di sini?"
Bima tersenyum simpul.
"Allah masih mengizinkan aku untuk bisa
bertemu kalian, aku sangat bersyukur sekali."
"Aku tau, pasti yang Kak Bima maksud Non
__ADS_1
Seila, bukan kami, Iya kan ?"Ledek Bondet
kepada Bina.
Bima yang mendengar itu terkekeh seraya
menggacak acak Rambut Bondet.
"Tau, saja, kamu itu,"
" Jelas, tau dong kak, lihat nih hape kak Bima
full gambar foto Non Seila, kurang kerjaan
amat, masak yang model begini juga masuk,
kalau foto ini Non Seila tau, pasti marah dia,"Ucap Bondet menggingatkan.
"Hey, sini..! balikin, bagaimana bisa kau
membuka sandi hapeku, siapa yang
memberitaumu."Tanya Bima pemasaran.
"Kak Bima, itu hal yang gampang, cukup lah
kita bicara dengan hati pasti sampai pada
hati,"
"Cih, sok, puitis banget, oh ya, anak yang
bersamaku di mana dia?"Tanya Bima tiba tiba.
"Lho, apa kak Bima juga bersama anak kecil
itu?"
"Iya, aku ingat aku berusaha agar dia tidak tengelam dan tidak sampai kemasukan air
kenapa dia tidak ada, jangan jangan pegangan
ku lepas dan dia jatuh tengelam disana,"
"Bisa jadi, kak, aku juga tidak tau dan tidak melihat anak kecil ada di sini,"
harus membawa nya ke daratan, kasian
orang tuanya menunggu,"
Bima segera bangkit dari tempat tidurnya
dan melangkah keluar.
"Mau, kemana Nak?"Tanya seorang laki-laki
paruh baya.
"Saya, ingin mencari anak yang bersamaku,"
"Oh, anak kecil itu kah yang kau cari !"Laki laki
tua paruh baya itu menunjuk seorang bocah
remaja yang sedang bermain.
Mata Bima berbinar melihat anak laki laki
yang di cari nya juga ada disini.
"Benar, dia, ternyata dia juga selamat, trimakasih banyak bapak telah menolong
kami,"Ucap Bima sopan.
"Itu sudah tugas kita Nak, harus saling
tolong menolong.
"Oh, ya ! bagaimana keadaan mu sekarang
apa sudah lebih baik,"
"Iya, pak ! sudah sangat baik, cuma sedikit
pusing saja,"
"Itu, hal biasa karena dua hari perutmu
__ADS_1
kosong,"
"Lisa....!"Apakah makanannya sudah siap Nak?"
"Sudah, Ayah !"
"Ayo, Nak, kita makan, putriku sudah
mempersiapkan nya."
"Wah, kami sangat merepotkan bapak,"
"Tidak, kok, ayo kita makan,"
"Trimakasih,pak !"
"Ndet, kamu makan duluan, aku mau
melihat anak itu,"
"Baiklah, kak Bima, aku makan dulu,"
Sampai di meja makan mata Bondet benar
benar di buat terhipnotis dengan semua
hidangan yang ada di atas meja.
"Waaah banyak sekali menu makanannya,
beraneka ragam masakan laut, ini serasa
di sertoran seafood," Ucap Bondet terkesima.
"Mana, si Abang ?" kok kamu yang nongol
disini, sendiri," Tanya gadis itu.
"Oh, kamu nyari kak Bima ya !"tuh, disana
lagi bersama dengan anak remaja itu,"
"Panggil kesini, kita makan bersama,"
"Biarin, kita makan dulu saja, nanti dia juga
menyusul," Ucap Bondet santai.
Ketika tangan Bondet yang sudah memegang
sumpit hendak mengambil ikan dengan cepat
Lisa memukul nya dengan sendok.
"Stop...! Jangan mengambil dulu,"
"Lho, aku kan mau makan, kenapa tidak boleh,"
"Tunggu, semua berkumpul di sini, kita makan
bersama,"
"Yaelah, makan dulu juga ngak papalah,"
"Aku bilang, tidak boleh...!ya tidak boleh.. !awas
kalau ada satu atau secuil makanan ini yang
kamu ambil," Ancam Lisa kepada Bondet.
"Pak..!putri bapak kok pelit sekali sih, aku
sudah tidak sabar ingin menyantapnya
nih,"Keluh Bondet kepada Ayahnya lisa.
Sedangkan Ayahnya lisa hanya tersenyum.
"Jangan, komplin, kamu turuti saja
permintaan nya, kita tunggu lalu kita bisa
makan bersama."
"Yeah...!rugi dah datang dan duduk duluan
tapi makannya masih menunggu."Keluh
__ADS_1
Bondet Lesu.