Kabut Cinta

Kabut Cinta
BAB.58.BICARA PADA HATI AKAN SAMPAI PADA HATI


__ADS_3

Meskipun kenyataan yang di hadapi


gadis itu sangat pahit, suatu mimpi


yang tidak bisa dia raih, namun


dengan ketegaran hati dan keihklasan


nya, dia bisa menerima semua takdir


yang Allah berikan kepada nya.


Sesuatu yang tidak pernah dia rasa


ketertarikan kepada ingsan manusia


yang tanpa sengaja dia alami,


pekerjaan yang keseharian nya mencari


ikan membantu sang Ayah membuat


nya bertemu dengan seseorang yang


teromang ambing di lautan dengan


mengendong seorang anak remaja.


yang mungkin masih duduk di sekolah


dasar.


Dalam situasi yang sangat tepat, dirinya


melihat laki-laki itu yang kemudian


dia dan Ayahnya datang menolong nya.


"Apa kamu sedang kecewa putriku?"Tanya


sang Ayah prihatin.


Dengan senyum sedikit di paksakan, gadis


itu menggeleng.


"Tidak, Ayah, aku tidak apa apa, akan aku


siapkan makan untuk mereka,"


"Baguslah putriku, percayalah kelak Allah


akan memberikan mu kebahagiaan yang


selama ini kamu impikan."


"Tenang saja, Ayah !aku tidak apa apa, aku


pergi ke dapur dulu Ayah, akan ku persiapkan


makan untuk kita semua."


Bergegas gadis itu masuk ke dapur


untuk mempersiapkan makan ala kadarnya


kepada sang tamu.


Sedangkan di dalam kamar Bima sudah


bisa duduk dan tertawa.


"Kok bisa, kamu sampai disini, bagaimana


ceritanya,"Tanya Bima kepada Bondet.


"Lho, kak Bima, bukannya aku yang seharusnya


bertanya, kok bisa Kak Bima ada di sini?"


Bima tersenyum simpul.


"Allah masih mengizinkan aku untuk bisa


bertemu kalian, aku sangat bersyukur sekali."


"Aku tau, pasti yang Kak Bima maksud Non

__ADS_1


Seila, bukan kami, Iya kan ?"Ledek Bondet


kepada Bina.


Bima yang mendengar itu terkekeh seraya


menggacak acak Rambut Bondet.


"Tau, saja, kamu itu,"


" Jelas, tau dong kak, lihat nih hape kak Bima


full gambar foto Non Seila, kurang kerjaan


amat, masak yang model begini juga masuk,


kalau foto ini Non Seila tau, pasti marah dia,"Ucap Bondet menggingatkan.


"Hey, sini..! balikin, bagaimana bisa kau


membuka sandi hapeku, siapa yang


memberitaumu."Tanya Bima pemasaran.


"Kak Bima, itu hal yang gampang, cukup lah


kita bicara dengan hati pasti sampai pada


hati,"


"Cih, sok, puitis banget, oh ya, anak yang


bersamaku di mana dia?"Tanya Bima tiba tiba.


"Lho, apa kak Bima juga bersama anak kecil


itu?"


"Iya, aku ingat aku berusaha agar dia tidak tengelam dan tidak sampai kemasukan air


kenapa dia tidak ada, jangan jangan pegangan


ku lepas dan dia jatuh tengelam disana,"


"Bisa jadi, kak, aku juga tidak tau dan tidak melihat anak kecil ada di sini,"


harus membawa nya ke daratan, kasian


orang tuanya menunggu,"


Bima segera bangkit dari tempat tidurnya


dan melangkah keluar.


"Mau, kemana Nak?"Tanya seorang laki-laki


paruh baya.


"Saya, ingin mencari anak yang bersamaku,"


"Oh, anak kecil itu kah yang kau cari !"Laki laki


tua paruh baya itu menunjuk seorang bocah


remaja yang sedang bermain.


Mata Bima berbinar melihat anak laki laki


yang di cari nya juga ada disini.


"Benar, dia, ternyata dia juga selamat, trimakasih banyak bapak telah menolong


kami,"Ucap Bima sopan.


"Itu sudah tugas kita Nak, harus saling


tolong menolong.


"Oh, ya ! bagaimana keadaan mu sekarang


apa sudah lebih baik,"


"Iya, pak ! sudah sangat baik, cuma sedikit


pusing saja,"


"Itu, hal biasa karena dua hari perutmu

__ADS_1


kosong,"


"Lisa....!"Apakah makanannya sudah siap Nak?"


"Sudah, Ayah !"


"Ayo, Nak, kita makan, putriku sudah


mempersiapkan nya."


"Wah, kami sangat merepotkan bapak,"


"Tidak, kok, ayo kita makan,"


"Trimakasih,pak !"


"Ndet, kamu makan duluan, aku mau


melihat anak itu,"


"Baiklah, kak Bima, aku makan dulu,"


Sampai di meja makan mata Bondet benar


benar di buat terhipnotis dengan semua


hidangan yang ada di atas meja.


"Waaah banyak sekali menu makanannya,


beraneka ragam masakan laut, ini serasa


di sertoran seafood," Ucap Bondet terkesima.


"Mana, si Abang ?" kok kamu yang nongol


disini, sendiri," Tanya gadis itu.


"Oh, kamu nyari kak Bima ya !"tuh, disana


lagi bersama dengan anak remaja itu,"


"Panggil kesini, kita makan bersama,"


"Biarin, kita makan dulu saja, nanti dia juga


menyusul," Ucap Bondet santai.


Ketika tangan Bondet yang sudah memegang


sumpit hendak mengambil ikan dengan cepat


Lisa memukul nya dengan sendok.


"Stop...! Jangan mengambil dulu,"


"Lho, aku kan mau makan, kenapa tidak boleh,"


"Tunggu, semua berkumpul di sini, kita makan


bersama,"


"Yaelah, makan dulu juga ngak papalah,"


"Aku bilang, tidak boleh...!ya tidak boleh.. !awas


kalau ada satu atau secuil makanan ini yang


kamu ambil," Ancam Lisa kepada Bondet.


"Pak..!putri bapak kok pelit sekali sih, aku


sudah tidak sabar ingin menyantapnya


nih,"Keluh Bondet kepada Ayahnya lisa.


Sedangkan Ayahnya lisa hanya tersenyum.


"Jangan, komplin, kamu turuti saja


permintaan nya, kita tunggu lalu kita bisa


makan bersama."


"Yeah...!rugi dah datang dan duduk duluan


tapi makannya masih menunggu."Keluh

__ADS_1


Bondet Lesu.


__ADS_2