Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.55.PERLU DI BAWA KE TUKANG PENJAHIT


__ADS_3

Kembali sang gadis itu Keluar dan menemui Ayahnya.


"Ayah ! dengan apa besok kita membawa mereka ke kota sedangkan kita tidak memiliki mobil?"


"itu juga, yang membuat Ayah Binggung, kamu sudah memberi makan anak itu apa belum?"


"Sudah, Ayah, dia sudah makan dengan lahap, kini dia lagi beristirahat."


"Baiklah, kamu jaga anak itu, aku mau melihat keadaan orang yang masih pingsan itu,"


"Baik, Ayah."


Sang Ayah segera bergegas ke kamar.


"Pingsan nya sangat lama, Sungguh dia laki laki yang kuat, dia berjuang agar anak yang dia bawa tidak sampai tengelam.


"Ayah, anak itu sekarang sudah tidur,"


"Kalau begitu, kau juga cepat tidur, ini sudah malam,"


"Baik Ayah, tapi aku mau melihat laki laki itu dulu,"


"Baiklah, tapi jangan lama lama, kau juga harus beristirahat,"


"Siap, Ayah."


Setelah mendapatkan ijin gadis itu masuk ke dalam kamar, dia duduk di tepi ranjang di tatapnya lekat lekat laki laki yang ada di depannya, bibirnya tersenyum simpul.

__ADS_1


"Cepat, sadar, jangan terlalu lama tidur nya, aku ingin mendengar suaramu, mungkin inilah yang dinamakan Jodho tidak akan kemana, aku yang kabur dari rumah, karena di paksa menikah' dengan pak kades yang sudah tua dan memilih


tinggal di pantai bersama Ayah angkatku tiba tiba bertemu dengan mu, bukankah ini adalah jodho,"Ucap gadis itu lirih.


Setelah mengucapkan itu sang gadis melangkah keluar dari kamar dan dia masuk ke dalam kamarnya sendiri untuk beristirahat.


***


"Aku sangat yakin, Kak Bima ada di sekitar perairan ini, tapi kenapa tak ada jejaknya, jika di dasar laut tidak ada itu artinya kak Bima tidak tenggelam, lalu di mana dia? Ucap Bondet dalam hati.


"Anak muda, masuklah udara di luar sangat dingin, nanti kamu akan jatuh sakit !" Teriak sang Bapak penyelam dari dalam tenda.


"Sebentar, pak ! tidak apa apa saya sudah terbiasa dengan cuaca dan suasana begini,"


Seru Bondet dari luar.


Tak lama terdengar suara hape berbunyi.


"Tululit...Tululit....Tululit...!"


"Haloo !"


"Halo, Ndet !"bagaimana? kamu sudah menemukan tanda tanda keberadaan Kak Bima belum?"


"Belum, Bal !aku menyelam ke dasar laut pun, sepi tidak ada apa apa cuma ada ikan ikan yang berenang,"


"Ndet ! situasi serius begini kamu kok masih sempat sempat nya untuk bercanda, yang serius Ndet, kasian ini Non Seila, sedih tuh," Seru Iqbal dari sebrang.

__ADS_1


"Hukum karma Bal, hukum karma !"selama ini kan Kak Bima selalu di sia siain sama Non Seila, sekarang biar tau rasa tuh, rasanya kehilangan."


"Hussstt....!Kamu ngomong apa Ndet, kok tega teganya ngatain Non Seila begitu, mulut mu perlu di bawa ke tukang penjahit itu," Ucap Iqbal emosi.


"Ha...ha..ha..ha..Bal ! Bal ! fakta itu, kau pikir aku tidak pusing apa, disini aku tidak menemukan apa apa," Keluh Bondet.


"pusing sih pusing Ndet !" tapi jangan bawa bawa hukum karma dosa itu, bisa bisa kamu masuk Neraka, mau kamu masuk Neraka?"


"Aduh Bal !"ya, ogahlah, semua manusia maunya masuk surga Bal, bukan masuk Neraka."


"Kalau mau masuk surga bicara yang baek baek atuh, ngak boleh ngatain dan bicara buruk begitu !"


"Heeeeee....aku cuma bercanda Bal, lagi pusing ini otak ngak tau kemana lagi mencari Kak Bima, tapi aku sekarang yakin Kak Bima ngak Mati tenggelam, buktinya di dasar laut sepi, yang ada cuma ikan ikan yang berenang,"


"Mudah mudahan Ndet !" kak Bima di tolong orang?'Ucap Iqbal penuh harap.


"Ya, mudah mudahan Bal, tapi bisa jadi juga di tolong jin penghuni pantai ini juga Bal,"


"Bisa jadi juga sih, tapi mudah mudahan tidak lah Ndet, orang baik itu pasti akan dilindungi Allah,"


"Kamu benar, Bal, yuk kita beristirahat, besok aku mau mencari kak Bima di sekitar sini,"


"ayok, Ndet, aku cuma bisa bantu doa, semoga kau berhasil Ndet,"Ucap Iqbal memberikan semangat pada Bondet.


"Ok, trimakasih, Bal, Assalamualaikum,"


"walaikumsalam,"

__ADS_1


"Tit !" bunyi hape di matikan.


__ADS_2