
Anak buah si pengendara motor yang gagal melakukan tugas sangat ketakutan dan kini mulai pasrah dengan apa yang akan menimpanya, sementara temannya yang di tugaskan untuk menembak dengan tangan bergetar pula dia mulai mengarahkan ujung pistol ke arah temannya.
Suasana menjadi sangat menegangkan, Bondet yang melihat semua itu menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, hingga sebuah tepukan di pundak, membuat dirinya terkejut dan segera menoleh bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman ketika mengetahui siapa yang datang.
"Kak Bima, ternyata kak Bima sudah datang bagaimana ini apakah kita biarkan saja orang itu mati, " tanya Bondet meminta penjelasan hatinya bener-bener bingung di satu sisi ada rasa kasian dan disisi lain sangat kesal dan ingin orang yang sudah lancang menculik Vira putri dari Bima ingin segera mendapatkan hukuman.
"Tentu saja kita tidak akan membiarkan dia mati sia-sia karena Aku masih butuh banyak informasi yang harus dia berikan kepadaku, tidak bisa semuanya di lenyapkan begitu saja dia akan jadi kunci untuk mengetahui siapa orang yang dipanggil Boss itu dan mengapa menculik putriku, ini akan Aku selidiki sampai tuntas." jawab Bima mantap dengan kalimat penuh penekanan disetiap ucapan nya.
Bima benar-benar tidak bisa membiarkan orang yang telah berani mengganggu keluarga nya lepas dengan begitu saja. Melihat senyum miring Bima sang pelatih Karate yang sudah sangat terkenal kehebatan nya di dunia persilatan, membuat Bondet tersenyum penuh arti dia sangat tau apa yang akan terjadi di tempat ini pasti lah hal yang sangat mencengangkan bagi Boss yang merasa paling hebat di depan nya.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? " tanya Bondet pada Bima, Bondet sangat tau jika Bima akan memiliki ide yang sangat cemerlang untuk menuntaskan masalah ini, dalam hati Bondet berseru.
"Bersyukurlah, kau bertemu dengan Kak Bima karena nyawa mu tidak akan lagi terancam bahkan kamu akan masih bisa untuk menatap matahari esok hari. " gumam Bondet dalam hati.
"Bondet..! lirih Bima memanggilnya.
" Iya, Kak,"
"Kau urus Boss jelek itu, Aku akan melompat mengambil pistol yang ada di genggaman orang itu, " perintah Bima pada Bondet yang mana perintah Bima langsung Bondet pahami dan kerjakan.
Pada saat sang Boss pimpinan dengan tertawa bahagia melihat ketakutan dari kedua anak buah nya dengan sigap Bondet memberikan serangan mendadak yang mana bersamaan dengan itu Bima juga melakukan hal yang sama dengan kecepatan secara kilat Bima yang melakukan dengan naik di atas pepohonan kemudian bagaikan seorang tarzan dengan cepat memberikan serangan tendangan kaki tepat pada tangan sang anak buah yang memegang pistol.
Akibat dari serangan mendadak dari dua arah yang berbeda membuat sang Boss terkejut bukan kepalang begitu juga dengan sang anak buah yang sedang memegang pistol dia sangat terkejut, pistol yang ada di dalam genggaman tangannya terlempar dan kesempatan itu digunakan sang pengendara motor yang gagal menculik bayi Vira kabur.
__ADS_1
Bima yang menyadari mangsanya kabur dengan cepat mengakhiri pertarungan nya dengan anak buah yang mendapat kan tugas untuk membunuh hanya dengan dua jurus serangan saja.
Setelah musuhnya tumbang dengan kecepatan tinggi Bima melompat dari satu ranting pohon ke ranting pohon lain untuk mengejar kaburnya sang pengendara motor, ketika sudah melihat dan dekat dengan si pengendara motor dengan cepat seperti gerakan sedang meluncur, Bima turun dengan memberikan satu tendabgan kuat pada tubuh laki-laki itu.
Tak ayah lagi si pengendara motor pun akhirnya jatuh tersungkur, dia tidak pernah mengerti jika larinya yang sudah sangat kencang dan sudah jauh masih bisa terkejar.
Satu tendangan kuat yang membuat sangat pengemudi motor langsung jatuh terjerembab, belum juga sempat sangat pengedara motor bangkit berdiri, Bima sudah kembali menyerang dengan memberikan satu pukulan yang cukup keras pada punggung sang pengendara motor.
"Mau lari kemana kau...? duuuuzz... duuuz. " beberapa kali sebuah pukulan mendarat sempurna di tubuh sang pengemudi motor , tidak ada kata ampun Bima tidak melepaskan sedikit pun orang yang telah berani mengaggu keluarga nya.
Dengan geram setelah puas memukul dengan beberapa kali pukulan, Bima menarik baju sang pengemudi motor untuk bangkit, setelah bangkit karena kesal yang masih menyelimuti hatinya dengan kasar Bima lagi-lagi memberikan pukulan hingga membuat sang pengemudi motor tubunya berputar sebelum kembali jatuh tersungkur.
Erangan kesakitan keluar dari mulut dang pengemudi motor.
"Aku hanya disuruh,"jawab sang pengemudi motor dengan wajah yang sudah babak belur, akibat dari beberapa kali Bima memukul nya.
"Baik, ikut Aku," setelah menggikat tangan sang pengemudi motor dengan cepat Bima membawa nya ke tempat di mana motor nya ditaruh.
Di sisi lain Bondet yang memberikan perlawanan pada sang Boss juga harus menghadapi kedua anak buah dari Boss itu juga akibatnya Bondet kewalahan, hal itu di gunakan sang Boss untuk kabur meninggalkan tempat itu, setelah memiliki kesempatan dan tinggalah sang Anak buah yang ditugaskan untuk menghalangi Bondet.
Karena Lawan yang di hadapi cukup tinggi ilmu bela dirinya, dengan cepat kedua anak buah itupun kabur melarikan diri setelah mampu memberikan serangan balasan yang membuat Bondet jatuh tersungkur.
Melihat Bondet terjatuh Bima menghampiri dengan cemas.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa? "
"Tidak kak, Aku baik-baik saja tapi mereka kabur. " jawab Bondet dengan perasaan bersalah karena tidak mampu menghadang dan melawan mereka, hatinya sedih karena telah mengecewakan Bima.
Bima tersenyum melihat penutursn dari Bondet.
"Jangan khawatir tidak masalah, ayo kita pergi Aku sudah ada satu tawanan. "
"Kemana kak tujuan kita membawa orang ini, " tanya Bondet karena tidak mungkin membawa musuh pulang ke Rumah, karena hal itu bisa membuat cemas dan takut orang orang yang ada di dalam Rumah.
"Ikuti, Aku, " jawab Bima seraya melajukan motor nya menembus rimbunnya dedaunan yang ada di dalam hutan itu.
Sementara disisi lain jauh dari perkotaan B yang mana terdapat mansion mansion mewah dengan dihuni orang orang yang sebagai elit dan terpandang dengan berjajar mobil di luar garasi tampak seorang wanita sedang berdiri diatas balkon memandang lurus ke bawah, tatapan matanya begitu kosong, tak terlihat sedikit pun senyum di wajahnya, seolah olah sedang menahan satu kesedihan.
"Jika kamu tidak bisa, lebih baik kamu batalkan niatmu itu," ucap seorang gadis yang baru Naik ke atas balkon, mungkin dia sedang mencari dan baru menemukan ketika dia ikut Naik dan berdiri di atas balkon.
Sebenarnya diatas Balkon ada beberapa kursi dan meja serta di kanan kiri banyak terdapat bunga bunga yang menjuntai indah bak angrek bulan.
"Bagaimana Aku bisa membatalkan nya, itu tidak mungkin sekali dan Hendrato akan menertawakan ku, tidak Aku lebih baik tidak melakukan itu."
"Tapi kau masih mencintai nya kan? kamu harus bisa membuat hatinya luluh, jangan biarkan rumah tangga mu bener-bener hancur."
"Bicara itu muda tapi untuk melakukan nya Aku sungguh tidak bisa, biarkan Aku ihklas saja Aku tidak mau menjadi bahan tertawaan apalagi harus merendah demi sebuah cinta, Hendrato tidak mencintai ku jadi biarkan saja semua terjadi, mungkin dengan kami berpisah dia bisa merasakan hidup bahagia, bukan kah dia menikah dengan ku juga karena terpaksa jadi untuk saat ini biarkan Aku ihklas kan saja. " jawab Ratna pada santi sahabat nya.
__ADS_1
Terdengar Santi menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan sangat kasar, mungkin dia sedang kesal dengan pemikiran sahabat nya yang di rasa bertolak belakang dengan apa yang ada di dalam hatinya.