
"Ba... wa... Ang... Angga ke... sini,"
Suara Ibu yang terdengar parau itu terus seolah terngiang-ngiang di telinga Temmi,
Sudah beberapa hari Ibu terus mengatakannya seolah tanpa henti, dan tentu saja hal itu membuat Temmi hari ini akhirnya memutuskan untuk benar-benar pergi mencari Laras dan Angga,
Temmi melajukan mobilnya dengan cepat,
Temmi telah menghubungi pengacara Hendrawan, temannya, yang memberitahunya jika saudara temannya yang merupakan pemilik rumah makan itu memang benar adalah sahabat baik Laras sejak sekolah dulu,
Berdasarkan informasi saudara Hendrawan juga, Laras belakangan diketahui tinggal di rumah makan milik sahabatnya itu juga,
Temmi begitu mengetahui informasi tersebut, tentu saja tak menunda-nunda lagi untuk langsung mendatangi tempat tinggal Laras dan Angga,
Tujuannya tentu saja adalah membawa mereka pulang lagi ke rumah, terutama Angga yang kini sangat diharapkan kehadirannya oleh sang Ibu yang tengah jatuh sakit,
Ya, Ibunya, yang sakit karena terlalu sedih atas kepergian Yoga yang ia anggap begitu malang nasibnya,
Sekitar hampir satu jam perjalanan dari tempat tinggal Temmi, akhirnya laki-laki muda berparas tampan itupun sampai juga di pelataran parkir rumah makan Arin, sahabat Laras,
Temmi memarkirkan mobilnya di antara mobil pengunjung lain, lantas cepat turun dari mobilnya sendiri untuk bergegas masuk ke dalam rumah makan tersebut,
Rumah makan yang sebetulnya tak begitu mewah namun cukup besar itu kini tampak dipenuhi pelanggan yang makan siang,
Begitu Temmi masuk, seorang pelayan langsung mendatangi dan menyambut ramah,
Hmm pelayanannya sangat baik. Batin Temmi.
Ia lantas meminta satu tempat untuk duduk, sang pelayan mengantarkan Temmi ke satu meja dekat dengan meja kasir yang di sana memang hanya meja untuk dua orang saja,
"Berhubung Tuan datang sendirian, mungkin meja di sini cukup,"
Kata si pelayan ramah,
Temmi mengangguk, matanya memandang Arin, sosok perempuan yang lumayan familiar karena mereka pernah bertemu,
__ADS_1
"Boleh saya bicara dengan pemilik rumah makan ini sebentar?"
Tanya Temmi berusaha sopan,
Pelayan menatap Temmi sejenak, memastikan laki-laki di depannya bukan orang jahat atau semacamnya,
"Saya sampaikan pada Bu Arin lebih dulu,"
Ujar si pelayan akhirnya,
Temmi mengangguk,
"Ya, baiklah,"
Kata Temmi,
Pelayan pun beranjak dari hadapan Temmi yang kemudian terlihat duduk di depan meja dekat meja kasir,
Pelayan menghampiri atasannya yang tengah duduk seraya sibuk menata nota,
Tanya Arin,
"Tuan itu ingin bicara dengan Bu Arin,"
Kata si pelayan seraya memberikan isyarat dengan matanya ke arah Temmi yang duduk tak jauh dari posisi Arin,
Tampak Arin pun menoleh ke arah yang dimaksud si pelayan, dan Arin tentu saja mengenali siapa yang ada di sana,
"Oh Tuan Temmi,"
Kata Arin sembari berdiri,
Merasa sang atasan mengenal tamunya, maka pelayan pun memutuskan undur diri dan melakukan tugasnya lagi pada pengunjung yang lain,
Arin berjalan menuju meja di mana Temmi berada,
__ADS_1
Melihat Arin datang, Temmi pun segera berdiri,
Laki-laki muda yang wajahnya begitu tampan itu terlihat membungkuk sopan, setelahnya mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan Arin,
"Tuan Temmi,"
Sambut Arin,
"Maaf mengganggu Nyonya Arina,"
Ujar Temmi,
"Oh tidak, sama sekali tidak,"
Kata Arin yang kemudian mempersilahkan Temmi kembali duduk,
Mereka pun lantas duduk berhadapan,
Arin memanggil pelayan yang tadi, memintanya menyiapkan sajian untuk tamunya, dan juga memanggil kasir pengganti,
"Tidak usah repot-repot Nyonya Arina, saya hanya sebentar saja, saya..."
"Laras,"
Arin langsung memotong kalimat Temmi, seolah tahu betul apa yang akan dikatakan Temmi, dan apa sebetulnya tujuan Temmi datang ke rumah makannya hari ini,
Temmi memandang Arin, tak menyangka perempuan itu langsung memahami tujuannya datang,
Arin tersenyum tipis, lalu...
"Laras baru saja kemarin sore pergi dari sini, ia pindah ke Bali, ia akan mengelola rumah makan saudaraku, ia pergi mengajak Angga, maaf anda terlambat Tuan Temmi,"
Ujar Arin.
...****************...
__ADS_1