
Seila keluar dari dalam kamar pengantin
wanita, yang di dalamnya terdapat banyak
hiasan dan bunga bunga yang berwarna
warni, suatu dekorasi yang sangat indah
sangat terlihat jelas, jika sang penata
dekorasi adalah orang yang sudah sangat
professional.
Begitu juga dengan penataan yang ada di
ruangan, benar benar sangat megah dan
indah, para tamu undangan di manjakan
dengan beraneka ragam masakan dan juga
kenyamanan sebagai tamu kondangan.
Hari sudah mulai merangkak sore, para
pengunjung kondangan sudah silih berganti
datang, wajah wajah ceria dan penuh
dengan senyuman tersungging di sana.
Dengan banyaknya para pengunjung yang
datang membuat Seila sedikit pusing harus
kemana mencari Bima.
Mata indahnya nanar menyapu keseluruh
ruangan, tapi tak juga dia temukan sosok
Bima, perasaan dan hati Seila mulai kesal
karena orang yang di cari tidak ada.
Sudah capek berputar putar menggelilingi
ruang keluar masuk para tamu, Namun Bima
tak jua terlihat batang hidungnya.
"Bima ada di mana ya...?' Kok ngak ada sih,
Bikin pusing orang saja, apa dia sudah
pulang, ah tidak.. tidak, kalau mau pulang
pasti memberi tau aku, lalu kemana Bima?
Bikin orang repot saja,"Dengus Seila kesal.
"Apa mungkin Bima nunggu di luar?"
coba aku lihat keluar,
Seila melangkah kan kakinya keluar dari
tempat pelaminan di mana banyak sekali
para undangan yang datang keluar masuk.
Mata indahnya segera menangkap sang
penjualan ES Doger, sebuah Jajanan Es
yang sudah menjadi favorit nya , bahkan
sejak masih sekolah.
Tak tahan melihat godaan dari Es Doger
yang menawarkan kesegaran, Seila segera
mendekati sang penjual.
"Es Doger nya pak ,satu..!"
"iya, Neng, mau yang size ukuran besar
apa yang sedang,"Tanya sang penjual
karena dia menyediakan Es Doger dengan
dua ukuran wadah yang berbeda, ada yang
sedang atau biasa ada yang besar dengan
isi yang pastinya lebih banyak meskipun
harganya juga pasti sedikit lebih mahal.
Karena sudah lama tidak makan Es Doger
dan rasanya sudah kangen dengan jajanan
itu, Seila memilih ukuran wadah yang besar.
"Yang besar, saja pak, biar puas makannya."
"Baik, Neng, tunggu sebentar,"
Seila yang sudah lama sekali tidak makan
jajanan Es Doger dengan sabar menunggu
sang penjual membuat kan untuk nya.
Untuk beberapa saat Seila lupa kalau tujuan
nya keluar Ingin mencari Bima.
"Neng, ini sudah jadi," Ucap sang penjual
Es Doger dengan menggulurkan Es Doger
kepada Seila.
__ADS_1
Dengan cepat Seila menerima es Doger
pemberian sang penjual.
"Berapa pak..?"
"20.000 rupiah Neng,"
"Sebentar, ya..!"
Seila merogoh sakunya, dan dia terkejut
ketika dompet nya tidak ada di dalam saku
nya.
"Astaga...!"dompet aku tertinggal di kamar Rini,
bersama tasku,"Gumam Seila dalam hati.
"Pak..!" Titip Es aku dulu ya, aku mau ambil
uang, tadi dompet ku tertinggal di kamar,"
"Iya, Neng silahkan,"
Ketika Seila melangkah pergi, baru dua
meter samar samar terdengar suara yang sangat tidak asing baginya.
"Ini, pak uangnya, dan sisa kembaliannya
Bapak ambil saja."
"Trimakasih Nak, tapi kembaliannya sangat
banyak, tidak usah saja Nak,"
"Tidak apa apa pak, anggap saja ini rejeki
dari Allah untuk bapak,"
"Wah, trimakasih banyak ya Nak, bapak
doain agar kamu hidup bahagia Nak dan
selalu bertambah rejekinya."
"Amin, trimakasih, pak,"
"Neng...!"Sini ini Es Doger nya sudah ada
yang bayarin," Teriak sang penjual Es Doger
Kepada Seila.
Membuat langkah kaki Seila yang tadinya
sudah berjalan dua meter, berbalik menoleh
Seila melangkah mendekati sang penjual.
"Siapa yang bayarin pak ?"
"Tuh," sang penjual menunjuk pada
mereka.
"Bima..!" Desis Seila .
Sedangkan Bima melihat Seila langsung
mengembangkan senyum nya sambil
ngedipin sebelah matanya.
Melihat tatapan Bima tiba-tiba hati Seila
sedikit berdesir. Namun dengan cepat dia
tepis rasa itu, rasa aneh yang tiba-tiba hadir.
Bukan balasan ramah atau seyum yang
di berikan Seila kepada Bima justru Seila
marah marah.
Sambil berjalan mendekati Bima, lengkap
dengan tampang yang galak bak pak
polisi yang habis menangkap basah sang
prncuri.
"Kamu dari mana saja..?Kemana saja ?
tau tidak, aku mencari mu sampai pusing.!
kalau mau pergi itu bilang bilang, punya
mulut kan, ada hape juga, ngomong dan
kasih tau, biar aku ngak pusing mencari,'
Teriak Seila keras pada Bima.
"Sssssttt....!"ini tempat umum sayang,
kalau marahi suami tuh, jangan keras keras
malu di dengar orang, yuk ikut aku?"
Tanpa menunggu jawaban Seila, Bima
langsung menarik tangan Seila pergi
dari tempat itu.
"iihh.. lepaskan..?"aku bisa jalan sendiri, ngak
usah pegang pegang,"
"Ya..ya, ayo..!"
Bima mengajak Seila duduk di samping
__ADS_1
rumah mempelai pengantin, di mana di
depan mereka terpampang sebuah
pemandangan alam yang indah, dengan
Anek warna bunga serta pemandangan
alam persawahan yang menghijau dengan
bulir bulir padi yang mulai merunduk.
"Mau apa ? membawa ku kesini ?"
"Duduk, sini !"Pinta Bima lembut.
"Ngak mau, berdiri begini juga tidak
apa apa kan? sekarang cepat mau
ngomong apa,"Ucap Seila ketus.
Bima menarik nafas panjang dan kemudian
dia menghembuskan nya dengan kasar.
"Makan Es Doger kamu, dengan duduk ? jika
dengan berdiri mana enak,"
Seila mengkrucutkan bibirnya, dia lupa
kalau lagi membawa Es Doger, melihat
pesona segar dari Es Doger nya yang
akan dia Nikmati, Seila lupa akan kekesalan
nya dengan santai duduk dan melahap Es
Doger nya, cara Seila menikmati Es Doger
membuat Bima iri, pasalnya sang istri
seakan akan lagi sendiri tidak ada teman
yang menemani, saking fokus nya dengan
menikmati Es Doger. Bima di cuekin.
Timbulah ide jahil nya, Bima duduk dengan
santai kemudian. Dengan cepat merampas
Es Doger yang ada di tangan Seila.
Dengan sekali tarik Es Doger lolos dari
tangan Seila.
"Punya ku, jangan di ambil,"Rengek Seila
Bima sangat gemas melihat dua sisi sikap
Seila yang berbeda, terkadang galak,
terkadang manja bagaikan anak kecil.
Seperti saat ini, galaknya tiba-tiba hilang
entah kemana yang ada sikapnya berubah
seperti anak kecil yang manja.
"Minta, dikit, aku juga ingin tau rasaanya
seperti apa ?
"Tidak boleh, beli saja sendiri!"
"Lho bukannya tadi yang bayarin aku,"
"Aku ngak nyuruh, salah sendiri,"Ucap
Seila ketus.
Tidak mau membuat masalah Bima
mengalah, di biarkan istrinya nya
menikmati Es Doger kesukaan nya.
Melihat Bima diam dan tak berulah tiba-tiba
Seila merasa kasian.
"Ini...!"cobalah enak kok,"
Bima tersenyum melihat sang istri
menggulurkan Es Doger nya.
"Kenapa di berikan semua, aku mau cicipin
sedikit saja, coba suapin aku,"
Bima membuka mulutnya.
Sedikit rikuh dan kaku karena Seila tidak
pernah menyuapin orang, terlebih tatapan
sendu Bima yang bikin jantung tiba tiba
seperti orang lari maraton naik turun tak
teratur. Seakan mengerti apa yang sedang
Seila rasakan.
"Makanya kalau sama suami itu, sering
sering yang romantis, biar ngak tegang
begitu,"Celetuk Bima yang sukses membuat
pipi Seila merah merona.
__ADS_1