Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.80.ES DOGER


__ADS_3

Seila keluar dari dalam kamar pengantin


wanita, yang di dalamnya terdapat banyak


hiasan dan bunga bunga yang berwarna


warni, suatu dekorasi yang sangat indah


sangat terlihat jelas, jika sang penata


dekorasi adalah orang yang sudah sangat


professional.


Begitu juga dengan penataan yang ada di


ruangan, benar benar sangat megah dan


indah, para tamu undangan di manjakan


dengan beraneka ragam masakan dan juga


kenyamanan sebagai tamu kondangan.


Hari sudah mulai merangkak sore, para


pengunjung kondangan sudah silih berganti


datang, wajah wajah ceria dan penuh


dengan senyuman tersungging di sana.


Dengan banyaknya para pengunjung yang


datang membuat Seila sedikit pusing harus


kemana mencari Bima.


Mata indahnya nanar menyapu keseluruh


ruangan, tapi tak juga dia temukan sosok


Bima, perasaan dan hati Seila mulai kesal


karena orang yang di cari tidak ada.


Sudah capek berputar putar menggelilingi


ruang keluar masuk para tamu, Namun Bima


tak jua terlihat batang hidungnya.


"Bima ada di mana ya...?' Kok ngak ada sih,


Bikin pusing orang saja, apa dia sudah


pulang, ah tidak.. tidak, kalau mau pulang


pasti memberi tau aku, lalu kemana Bima?


Bikin orang repot saja,"Dengus Seila kesal.


"Apa mungkin Bima nunggu di luar?"


coba aku lihat keluar,


Seila melangkah kan kakinya keluar dari


tempat pelaminan di mana banyak sekali


para undangan yang datang keluar masuk.


Mata indahnya segera menangkap sang


penjualan ES Doger, sebuah Jajanan Es


yang sudah menjadi favorit nya , bahkan


sejak masih sekolah.


Tak tahan melihat godaan dari Es Doger


yang menawarkan kesegaran, Seila segera


mendekati sang penjual.


"Es Doger nya pak ,satu..!"


"iya, Neng, mau yang size ukuran besar


apa yang sedang,"Tanya sang penjual


karena dia menyediakan Es Doger dengan


dua ukuran wadah yang berbeda, ada yang


sedang atau biasa ada yang besar dengan


isi yang pastinya lebih banyak meskipun


harganya juga pasti sedikit lebih mahal.


Karena sudah lama tidak makan Es Doger


dan rasanya sudah kangen dengan jajanan


itu, Seila memilih ukuran wadah yang besar.


"Yang besar, saja pak, biar puas makannya."


"Baik, Neng, tunggu sebentar,"


Seila yang sudah lama sekali tidak makan


jajanan Es Doger dengan sabar menunggu


sang penjual membuat kan untuk nya.


Untuk beberapa saat Seila lupa kalau tujuan


nya keluar Ingin mencari Bima.


"Neng, ini sudah jadi," Ucap sang penjual


Es Doger dengan menggulurkan Es Doger


kepada Seila.

__ADS_1


Dengan cepat Seila menerima es Doger


pemberian sang penjual.


"Berapa pak..?"


"20.000 rupiah Neng,"


"Sebentar, ya..!"


Seila merogoh sakunya, dan dia terkejut


ketika dompet nya tidak ada di dalam saku


nya.


"Astaga...!"dompet aku tertinggal di kamar Rini,


bersama tasku,"Gumam Seila dalam hati.


"Pak..!" Titip Es aku dulu ya, aku mau ambil


uang, tadi dompet ku tertinggal di kamar,"


"Iya, Neng silahkan,"


Ketika Seila melangkah pergi, baru dua


meter samar samar terdengar suara yang sangat tidak asing baginya.


"Ini, pak uangnya, dan sisa kembaliannya


Bapak ambil saja."


"Trimakasih Nak, tapi kembaliannya sangat


banyak, tidak usah saja Nak,"


"Tidak apa apa pak, anggap saja ini rejeki


dari Allah untuk bapak,"


"Wah, trimakasih banyak ya Nak, bapak


doain agar kamu hidup bahagia Nak dan


selalu bertambah rejekinya."


"Amin, trimakasih, pak,"


"Neng...!"Sini ini Es Doger nya sudah ada


yang bayarin," Teriak sang penjual Es Doger


Kepada Seila.


Membuat langkah kaki Seila yang tadinya


sudah berjalan dua meter, berbalik menoleh


Seila melangkah mendekati sang penjual.


"Siapa yang bayarin pak ?"


"Tuh," sang penjual menunjuk pada


mereka.


"Bima..!" Desis Seila .


Sedangkan Bima melihat Seila langsung


mengembangkan senyum nya sambil


ngedipin sebelah matanya.


Melihat tatapan Bima tiba-tiba hati Seila


sedikit berdesir. Namun dengan cepat dia


tepis rasa itu, rasa aneh yang tiba-tiba hadir.


Bukan balasan ramah atau seyum yang


di berikan Seila kepada Bima justru Seila


marah marah.


Sambil berjalan mendekati Bima, lengkap


dengan tampang yang galak bak pak


polisi yang habis menangkap basah sang


prncuri.


"Kamu dari mana saja..?Kemana saja ?


tau tidak, aku mencari mu sampai pusing.!


kalau mau pergi itu bilang bilang, punya


mulut kan, ada hape juga, ngomong dan


kasih tau, biar aku ngak pusing mencari,'


Teriak Seila keras pada Bima.


"Sssssttt....!"ini tempat umum sayang,


kalau marahi suami tuh, jangan keras keras


malu di dengar orang, yuk ikut aku?"


Tanpa menunggu jawaban Seila, Bima


langsung menarik tangan Seila pergi


dari tempat itu.


"iihh.. lepaskan..?"aku bisa jalan sendiri, ngak


usah pegang pegang,"


"Ya..ya, ayo..!"


Bima mengajak Seila duduk di samping

__ADS_1


rumah mempelai pengantin, di mana di


depan mereka terpampang sebuah


pemandangan alam yang indah, dengan


Anek warna bunga serta pemandangan


alam persawahan yang menghijau dengan


bulir bulir padi yang mulai merunduk.


"Mau apa ? membawa ku kesini ?"


"Duduk, sini !"Pinta Bima lembut.


"Ngak mau, berdiri begini juga tidak


apa apa kan? sekarang cepat mau


ngomong apa,"Ucap Seila ketus.


Bima menarik nafas panjang dan kemudian


dia menghembuskan nya dengan kasar.


"Makan Es Doger kamu, dengan duduk ? jika


dengan berdiri mana enak,"


Seila mengkrucutkan bibirnya, dia lupa


kalau lagi membawa Es Doger, melihat


pesona segar dari Es Doger nya yang


akan dia Nikmati, Seila lupa akan kekesalan


nya dengan santai duduk dan melahap Es


Doger nya, cara Seila menikmati Es Doger


membuat Bima iri, pasalnya sang istri


seakan akan lagi sendiri tidak ada teman


yang menemani, saking fokus nya dengan


menikmati Es Doger. Bima di cuekin.


Timbulah ide jahil nya, Bima duduk dengan


santai kemudian. Dengan cepat merampas


Es Doger yang ada di tangan Seila.


Dengan sekali tarik Es Doger lolos dari


tangan Seila.


"Punya ku, jangan di ambil,"Rengek Seila


Bima sangat gemas melihat dua sisi sikap


Seila yang berbeda, terkadang galak,


terkadang manja bagaikan anak kecil.


Seperti saat ini, galaknya tiba-tiba hilang


entah kemana yang ada sikapnya berubah


seperti anak kecil yang manja.


"Minta, dikit, aku juga ingin tau rasaanya


seperti apa ?


"Tidak boleh, beli saja sendiri!"


"Lho bukannya tadi yang bayarin aku,"


"Aku ngak nyuruh, salah sendiri,"Ucap


Seila ketus.


Tidak mau membuat masalah Bima


mengalah, di biarkan istrinya nya


menikmati Es Doger kesukaan nya.


Melihat Bima diam dan tak berulah tiba-tiba


Seila merasa kasian.


"Ini...!"cobalah enak kok,"


Bima tersenyum melihat sang istri


menggulurkan Es Doger nya.


"Kenapa di berikan semua, aku mau cicipin


sedikit saja, coba suapin aku,"


Bima membuka mulutnya.


Sedikit rikuh dan kaku karena Seila tidak


pernah menyuapin orang, terlebih tatapan


sendu Bima yang bikin jantung tiba tiba


seperti orang lari maraton naik turun tak


teratur. Seakan mengerti apa yang sedang


Seila rasakan.


"Makanya kalau sama suami itu, sering


sering yang romantis, biar ngak tegang


begitu,"Celetuk Bima yang sukses membuat


pipi Seila merah merona.

__ADS_1


__ADS_2