Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.201.TAKUT


__ADS_3

Bima yang melihat istrinya tidak memiliki selera makan menatap cemas.


"Sayang aku antar ke dokter ya?"


"Aku tidak apa-apa kok kak, cuma lagi malas makan saja,"


"Barangkali kamu mau makan diluar."Mendengar tawaran Bima yang mengajak makan di luar mata Seila langsung berbinar senang.


"Serius?'


Bima mengaggukkan kepala, sebagai tanda setuju.


"Kalau begitu aku akan bersiap."ucap Seila dengan wajah berbinar berlari kecil menaiki tangga masuk ke dalam kamar nya.


Bima yang melihat kebahagiaan sang istri mengulum senyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Bibik tolong jaga Vira ya aku akan pergi sebentar."


"Baik, den!


"Vira sayang...papa pergi makan malam dulu bersama mama ya, Vira cepat bobo." Ucap Bima seraya mengecup lembut pipi gembul putrinya.


"Ayo, kak, aku sudah siap, Hai cantik, mama pergi dulu ya, cepat bobo, Bik tolong jaga Vira ya."


"Baik, Non!"


Bima dan Seila sengaja memilih menaiki mobil dari pada motor, semua Bima lakukan agar Seila jika lelah bisa tidur dengan nyaman.


"Kau mau kita makan di Restoran mana sayang."


"Restoran mana saja yang kak aku mau makan Ayam bakar dengan sambel yang banyak."


"Baiklah, tapi jangan terlalu pedas Nanti sakit lho."

__ADS_1


"Enggaklah, aku kan sudah biasa dengan makanan pedas."


"Baiklah kita ke Restoran itu saja, di sana makanannya sangat lezat lezat."


Setelah menaruh mobil di tempat parkir, Seila dan Bima memilih tempat duduk paling ujung, entah mengapa dari dulu paling suka dengan yang namanya tempat duduk paling ujung, selain tidak berisik di sana juga bisa melihat keadaan luar dengan leluasa.


"Sayang.. bagaimana kalau kita pergi honeymoon."


"Kemana?'


"Terserah kamu maunya ke mana."


"Ngak usahlah kak, buat apa honeymoon segala lak Bima kan harus masuk dan melatih murid kk, masak mau di tinggal terus, di Rumah saja honeymoon nya."


"Tidak apa-apa, kan ada bondet sama Iqbal mereka masih bisa kalau harus ngajar karate."


"Aku sudah lama tidak ke tempat karate besok aku ikut kesana."


"Mau ngapain, cewek itu tidak perlu terlalu serius dalam belajar bela diri Cukup yang laki saja, aku tidak ijinkan, kamu di rumah saja sayang, kasian Vira ditinggalkan terus."


"Ada, aku semua aman."


Seila mengkrucutkan bibirnya tanda kesal, sementara Bima mengulum senyum semakin gemas dengan istri nya.


****


Jauh di tempat yang berbeda tampak seorang wanita sedang menangis dengan kedua tangan terikat.


"Tolong lepaskan aku Mas, jangan hukum aku seperti ini, aku mohon lepaskan ikatanku."


"Diam, kau....!aku sudah pernah memperingati dirimu jangan coba-coba kau mempermainkan ku, ternyata kau ingin kabur, itu hukuman yang pantas untuk mu."


"Mas...aku mohon lepaskan aku, aku janji aku tidak akan melawan lagi."

__ADS_1


"Apa? berjanji, hahaha...aku bisa dapat kan wanita yang lebih cantik darimu dan sekarang aku tidak memiliki selera padamu jadi trimalah hukuman mu."Seru seorang laki-laki bertubuh sedikit gemuk dengan kulit hitam, tangan nya sibuk menyulut rokok.


Tiba-tiba datang dengan tergesa-gesa seorang laki-laki yang juga tak kalah menyeramkan wajah mereka, Mungkin Karena merasa berkulit hitam sehingga terlihat sangat menyeramkan hanya barisan giginya yang putih bersih.


"Boss...sudah saya dapatkan informasi nya."


"Bagus, ayo kita bicara di dalam." sebelum melangkah laki-laki bertubuh tinggi gemuk itu mendekati seorang wanita yang sedang terikat kedua tangan nya." aku pergi dulu cantik dan tunggu lah kau akan mendapatkan hukuman atas kelancanggan sikapmu pada saudara ku dan aku pastikan kali ini kau tidak akan bisa menolaknya lagi." Seru laki-laki itu lantang sambil menepuk-nepuk pipi wanita yang sedang terikat sebelum pergi.


Setelah kepergian dari laki-laki yang ada di depannya, wanita itu menangis buliran buliran bening air matanya terus jatuh membasahi pipi.


"Dia benar-benar menakutkan, smoga dia tidak pernah menggetahui keberadaan putri ku sehingga kehidupan putriku tidak terancam," lirih nya dalam Isak tangis.


*****


Di kamar Rahasia laki-laki itu duduk di kursi kebesaran nya.


"Sekarang katakan, informasi apa yang sudah kau dapatkan."


"Begini Boss, Istri Boss itu menyimpan anaknya di Rumah seorang guru karate, anak nya sudah besar Boss."


"Bagus.... culik anak itu, biar wanita ini tidak lagi bisa menolak semua keinginan saudara ku."


"Boss...!


"Apa?"


"Maaf Boss, cuma mau bertanya kenapa Boss tidak sedih jika Istri cantik Boss di sentuh saudara Boss."


"Untuk apa aku sedih aku sudah sering memakainya lagi pula kakakku Meminta bukan dengan gratis dia sudah bayar mahal dan anaknya juga akan menghasilkan uang aku akan paksa wanita penipu itu untuk bicara siapa bapak dari anak nya kemudian aku peras mereka bukan kah ini akan jadi pohon uang."


"Benar, Boss memang hebat."


"Aku sudah lama kecewa dengan wanita itu karena dia ternyata sudah bukan gadis perawan lagi, keluarga nya benar benar menipuku dan sekarang Pembalasan ku, wanita itu akan membayar semua sakit hatiku cepat culik anak itu, kerjakan dengan rapi."

__ADS_1


"Baik, Boss."


Bergegas laki-laki yang menjadi anak buah dari laki-laki bertubuh tinggi dan gemuk segera pergi.


__ADS_2