Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.158.RUMAH SAKIT


__ADS_3

Melihat gadis di depannya tiba-tiba pingsan Bergegas sang pengemudi mobil turun dari mobil dan dengan cepat hendak menghangat tubuh gadis itu akan tetapi dari kejauhan teriakan seorang laki laki yang tak lain Hendrato yang mengejutkan dirinya membuat nya tidak jadi menolong gadis yang pingsan, bahkan laki-laki itu berniat akan kabur dan lari.


"Hei...!" berhenti kau, kurang ajar apa yang kau lakukan pada pacarku hah."


"Hah... orang itu lagi aku harus cepat pergi ini."


"Berhenti, kau! apa yang kau lakukan pada pacarku."


"Aku tidak melakukan apa-apa dia pingsan sendiri."


"Brengsek, kamu memang harus di beri pelajaran sejak dulu selalu saja menghalagi kebahagiaan ku."


"Buuuuugh...!" sebuah pukulan bogem mendarat tepat di wajah sang pengemudi mobil."


"Buuuuugh....!" serangan balasan yang tak kalah kerasnya mendarat di wajah Hendrato."seakan mereka berdua adalah musuh bebuyutan mereka saling pukul dan saling tendang, sungguh adegan yang menarik untuk di jadikan ajang tontonan pasalnya kedua orang itu sama sama pandai dalam karate.


Ketika mereka berdua asik saling pukul dan saling serang Ningsih yang tergeletak pingsan akhirnya sadar, dengan langkah lunglai Ningsih berjalan pergi menjauh dari area bogem antara Hendrato dan Si pengemudi mobil. Dari arah berlawanan tampak seorang laki-laki dengan motor trail nya tiba-tiba melaju dengan sangat kencang ke arah Ningsih yang sedang berjalan lunglai, keberadaan motor tril yang melaju dengan kencang terlihat Hendrato sontak saja hal itu membuat Hendrato melompat dan mendorong Ningsih agar tidak tertabrak motor trail yang seperti nya di sengaja untuk menabrak gadis di depannya.


"Bruaaaaaakk...!"Suara motor yang akhirnya menabrak Hendrato dan Ningsih yang di dorong dengan kuat oleh Hendrato pun jatuh pingsan untuk kedua kali dengan luka di kening kepala nya terbentur batu.


Peristiwa yang sangat cepat itu membuat Si pengemudi mobil akhirnya membawa kedua nya ke Rumah sakit.


"Sial, amat sih!" nasib ku, masak aku harus bertanggung jawab pada dua korban andai aku tak kasian sama tuh cowok sudah ku abaikan dia biar mati saja, setiap bertemu ngajak ribut saja, aku harus menghubungi kak Bima ini gara gara dua ekor orang ini aku jadi ngak bisa datang."


Laki-laki itu langsung memencet satu nomor dan tersambung tak lama kemudian terdengar suara.


"Halo..!"


"Halo, kak Bima aku tidak bisa datang kak, ini ada dua korban kecelakaan di depan mobil gue, sekarang mereka aku bawa ke rumah sakit."


"Ngak papa deh, kalau begitu aku pulang sendiri, emangnya kamu ada di Rumah sakit mana nanti aku datang kalau ada waktu."


"Rumah sakit sehat jaya abadi kak Bima tau tidak hari ini aku bertemu dengan siapa?'


"Tidak!", memangnya kamu ketemu dengan siapa?"

__ADS_1


"Itu, kak yang dulu main bogem sama kita dulu itu.'


"Main bogem sama kita?" aku ngak paham maksud mu deh, coba ngomong yang jelas."


"Aku bertemu dengan mantan pacar nya Non Seila dia seperti nya lagi ada masalah dengan pacarnya yang sekarang dan tiba-tiba dari arah lain ada motor yang seperti nya sengaja mau menabrak pacar orang itu makannya tadi orang itu melompat dan mendorong melindungi pacarnya agar tidak tertabrak dan sekarang dia sendiri yang luka parah."


"Tadi kamu bilang apa? Mantan pacar Non Seila itu artinya dia Hendrato dan pacarnya sekarang itu pasti yang di maksud Ningsih, Ningsih kecelakaan aku akan datang ke sana sekarang juga."


"Lho katanya kak Bima sibuk, kok mau ke sini."


"Sudah, Diam kamu Ndet kamu ngak ngerti apa apa tunggu saja aku akan segera datang."


"Baik, kak!"


"Heran sama orang jaman sekarang tadi sepertinya tidak mau datang eh sekarang bersemangat ingin datang ya sudahlah, lebih baik aku lihat pasien cowok konyol itu karena dia yang seperti nya sedikit parah, sok sok an juga menjadi dewa penyelamat."


Pintu kamar di buka dan Hendrato sudah sadar dari pingsannya masa kritis pun telah terlewati, melihat kedatangan laki-laki di depannya Hendrato berusaha duduk.


"Tidak perlu banyak bergerak, aku tau kamu mau bilang trimakasih padaku kan?" tidak perlu karena aku melakukan semua ini demi kemanusiaan." Ucap laki-laki di depannya dengan angkuh.


"Bagaimana keadaan gadis yang ku dorong apa dia terluka parah?"


"Aku, tidak tau!" karena aku belum melihat nya dan ya cepat sembuh karena kamu harus mengganti semua biaya yang telah aku keluarkan, ingat! aku sekedar memberikan pinjaman sementara untuk kamu dan gadis mu itu," sungut laki-laki di depannya masih dalam nada dingin.


"Iya, tenang saja, aku akan bayar dua kali lipat bagaimana, apa kau senang sekarang."


"Cukup menggiurkan, tapi aku tidak suka bunga jadi cukup kamu bayar yang sudah ku keluarkan saja itu sudah cukup aku tidak mau kamu menuduh aku cari kesempatan dalam kesempitan, sekarang beristirahat lah dan cepat sembuh akan ku lihat kondisi gadis itu."


"Iya, cepat lihat dan kabari aku,"


"Ya..!"nanti aku kabari kamu bahkan kalau dia di katakan tidak apa-apa akan ku minta dia menjenguk mu karena kamu pahlawan nya."


"Trimakasih."


"Tidak perlu berterimakasih, kan sudah kubilang aku melakukan demi kemanusiaan."

__ADS_1


Pintu Kamar Hendrato di tutup kembali setelah laki-laki itu Keluar dari kamar nya tak berselang lama ponsel nya bergetar tanda ada panggilan masuk.


"Siapa lagi ini ganggu saja. Halo...!"siapa nih?"


Terdengar suara tawa dari sebrang.


"Ha...ha .ha ..Halo...Ndet apa kabar aku sudah dalam perjalanan pulang kamu di mana?'


"Iqbal,si kurus...kapan kamu datang nya?"


"Aku sudah terbang dari semalam sekarang sudah ada di bandara internasional kamu mau menjemput ku?"


"Tidak...aku tidak bisa aku lagi ngurus dua pasien kecelakaan."


"Oh, baiklah aku langsung ke tempat mu saja di Rumah sakit mana aku sudah kangen banget sama kamu Ndet, apa kamu masih gemuk seperti dulu."


"Diet, sudah ngak gemuk grmuk lagi tapi tetap ngak bisa tinggi kalau kamu bagaimana? apa masih kurus kering seperti orang yang kurang makan."


"Enak saja, kurang makan sekarang aku lebih keren dan lebih segar."


"Kamu sudah punya bini belum?"


"Ha .ha ..ha...belum belum laku ."


"Ha ..ha ..ha... sama , ya sudah aku tunggu kamu di sini nanti kak Bima juga mau datang katanya."


"Wah, seru! rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu kamu dan Kak Bima."


"Ya, sudah sampai ketemu nanti ya bye...!"


"shiiiff....!" pakai bahasa Inggris juga tambah pintar kamu Ndet."


"Sudah pasti dong siapa dulu Bondet. ha..ha...ha...


Tak lama kemudian sambungan telepon pun di matikan Bondet bergegas ke kamar pasien gadis yang pingsan akibat di dorong Hendrato agar tidak tertabrak motor.

__ADS_1


__ADS_2