Kabut Cinta

Kabut Cinta
38. Yang Teristimewa


__ADS_3

Laras hari ini terlihat sibuk di tempat penginapan dan resto yang ia kelola, untuk kesekian kali tempat usaha itu diberi kesempatan untuk mendapatkan pesanan kamar cukup banyak dari luar kota, dan juga menyiapkan untuk beberapa acara yang akan mereka gelar pula,


Sungguh tentu saja ini adalah satu kehormatan untuk Laras, mengingat sebagai pemain baru dalam bisnis ini, ia sudah mendapat kepercayaan sebaik itu,


"Sudah dipastikan semuanya rapi kan? Sprei, air minum, ac, tv, shower, sabun dan sebagainya?"


Tanya Laras sembari langsung melihat sendiri bagaimana keadaan setiap kamar yang telah dipesan,


Dua staf yang menemani terlihat mengangguk,


Laras masuk ke satu persatu kamar yang telah dipesan rombongan tamu dari sebuah perusahaan yang cukup besar itu,


Tentu saja, ia ingin memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin, agar tamu tak sampai kecewa, bahkan tentu ini adalah bagian promosi terbaik agar kelak nama penginapan dan resto yang ia kelola bisa menjadi pilihan yang cukup layak dimasukkan ke dalam daftar perusahaan-perusahaan besar saat mereka akan mengadakan satu acara di Bali,


"Ini tolong dilap lagi ya kaca jendelanya,"


Kata Laras saat melihat bagian kaca kamar penginapan yang menurutnya masih kurang bersih,


"Iya Bu Laras, baik,"


Kata salah satu staf yang bersama Laras,


Tampak Laras mengangguk,


"Ya sudah, baik, semua sudah baik, hanya itu saja tadi catatannya, oh juga handuk di kamar 37 itu nanti jangan lupa ganti saja yang satunya, itu sepertinya sudah tidak terlalu bagus, dan sandal kamar hotel tadi di kamar 45 kurang satu pasang,"


Ujar Laras,


Dua staf yang bersamanya mengangguk lagi, setelah itu mereka pun mengikuti Laras keluar dari kamar,


Mereka lantas berjalan menuju lift untuk turun ke lantai satu, di depan lift mereka bertemu dengan tamu laki-laki dari negeri ginseng yang sempat membungkuk ke arah Laras dengan sopan,


Laki-laki itu sudah menginap lebih dari tiga hari bersama isterinya, dan tampaknya mereka sangat nyaman tinggal di sana selama berlibur di Bali hingga tak pindah tempat penginapan meskipun terkadang setiap harinya mereka jalan-jalan di tempat yang cukup jauh,


Laras dan dua staf yang ikut bersamanya pun masuk ke dalam lift,


Begitu mereka masuk ke dalam lift, terdengar kemudian dering hp milik salah satu staf,


Cepat staf itupun meraih hp di saku celananya,


"Ya Halo, gimana Ris?"


Tanya salah satu staf Laras tersebut, sedangkan staf yang satunya menekan tombol turun untuk mereka,

__ADS_1


Laras berdiri di dalam Lift sembari mengecek hp nya juga, barangkali ada pesan penting masuk,


"Oh, sudah datang? Baik, siap, sambut dulu saja,"


Kata si staf yang sepertinya mendapatkan kabar dari staf yang ada di lantai satu,


Lalu...


"Bu Laras, tamu dari luar kota sudah datang,"


Kata si staf tersebut melapor pada atasannya,


Laras terlihat menoleh ke arah staf tersebut, setelah itu sekilas ia kemudian melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya,


"Hmm lebih cepat lima belas menit daripada perkiraan waktu datang,"


Kata Laras cukup takjub karena biasanya susah untuk orang-orang kita disiplin dan on time.


Laras dan dua stafnya tak butuh waktu lama pastinya untuk kemudian sampai di lantai satu, yang tentu saja benar dengan laporan staf yang bertugas di lantai satu, jika para tamu telah datang dan kini tengah cek in di resepsionis,


Melihat tamu-tamu istimewa dari luar kotanya telah berdatangan, tentu saja Laras pun kemudian berjalan dengan anggun menuju para tamu untuk beramah-tamah sebagai bentuk penyambutan untuk mereka,


Staf yang diberikan tugas untuk menyambut para tamu, begitu melihat Laras telah tiba di lantai satu langsung sigap mengikuti Laras menyambut,


"Selamat pagi Tuan-Tuan, Nona dan Nyonya semua,"


Ramah Laras menyapa para tamu yang masih di lobby,


Mereka rombongan tamu dari luar kota itupun langsung menoleh ke arah Laras begitu melihat Laras sendiri yang menyambut,


"Oh Bu Laras ya?"


Tanya ketua rombongan yang seketika menghampiri Laras lalu mereka berjabat tangan,


Dan...


Laras tampak baru akan bicara lagi untuk beramah tamah dengan ketua rombongan dari para tamu yang datang dari luar kota itu, saat tiba-tiba ia menangkap sosok yang tak asing sama sekali di matanya,


Sosok yang baru saja selesai di meja resepsionis itu tampak sama memandang ke arah Laras,


Keduanya tampak sama-sama terkejut, seolah tak menyangka akan di pertemukan lagi,


"Mbak Laras,"

__ADS_1


Sosok laki-laki muda tampan itupun mendahului Laras,


Sementara Laras yang matanya langsung berkaca-kaca tampak kini mengangguk,


Laki-laki muda tampan yang tak lain adalah Temmi itupun cepat menghampiri Laras,


Dan tepat saat itu, Angga yang baru pulang bersepeda terlihat masuk dari pintu utama tempat penginapan,


Anak itu berlari sambil tersenyum hangat ke semua staf yang ada di sana,


Laras dan Temmi sama-sama memandangi kedatangan Angga, lalu masing-masing dari mereka memanggil Angga seraya tersenyum,


Dan...


Angga tertegun sejenak saat ia melihat Temmi, Pamannya yang tiba-tiba ada di sana,


"Pa... Paman Temmiiii..."


Angga begitu bahagia melihat sosok Temmi ada di sana,


Temmi pun cepat berjongkok dengan menghadap ke arah kedatangan Angga yang menghambur ke arahnya,


Temmi merentangkan kedua tangannya dan begitu Angga sampai kepadanya, ia pun cepat memeluk keponakannya itu,


"Paman kangen sekali,"


Kata Temmi begitu Angga berada di pelukannya,


"Angga dan Mama juga kangen sekali dengan Paman,"


Ujar Angga,


Laras yang mendengar dan melihat Angga berpelukan dengan Temmi itupun tampak tersenyum,


Ya, kangen. Laras nyatanya selama tiga tahun ini terus memikirkan perasaannya yang entah kenapa memang seperti menyadari sesuatu,


sesuatu yang tak lain adalah perasaan nya terhadap mantan adik iparnya itu.


Temmi,


Ya Temmi,


Laki-laki yang selama ini menjaga Laras dan memperlakukan Laras dengan lebih baik daripada mendiang suami Laras sendiri.

__ADS_1


...S E L E S A I...


__ADS_2