Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab 195. BAHAGIA


__ADS_3

Malam semakin gelap dan udara semakin dingin, Bondet yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi akhirnya sampai di halaman depan Rumah ibu Angkat Seila.


Dengan sedikit terburu-buru Bondet segera membuka pintu mobil belakang dan membantu Bima keluar dari mobil dengan cara memapahnya.


Seila yang menunggu sudah cukup lama mendengar suara mobil berhenti bergegas membuka pintu, meskipun hatinya sangat kesal dengan sikap sang Suami yang tidak menggajaknya pergi, tapi di dasar hatinnya yang paling dalam Seila merasa ikut cemas dan khawatir dengan keadaan Bima yang mana Bondet bilang sedang sakit.


"Non Seila, buka pintunya yang lebar berat ini bawa orang Segede ini."keluh Bondet yang mana tubuhnya yang pendek harus menumpang tubuh tinggi besar Bima.


"Kak Bima kenapa?"


"Sudah Non tanyanya Nanti saja cepat tunjukkan kamar Non Seila dimana."


"Ayo, ikuti aku cepat..!"


"Baik, Non."


Dengan sedikit tertatih Karena menanggung beban berat, Bondet membawa Bima masuk ke dalam kamar Seila.


Setelah sampai di dalam kamar Seila, Bondet langsung mendorong tubuh tinggi Bima ke atas Ranjang yang mana bibir Bima merancau tak karuan.


"Kak Bima kok bisa begitu sih, ada apa dengan nya?"


"Non sudah tidak ada waktu lagi aku harus cepat pergi dan jika Non Seila tidak ingin kak Bima mati Non Seila harus cepat melakukan kewajiban Non Seila sebagai seorang istri karena kak Bima telah di jebak orang dengan memberikan obat perangsang padanya."


"Apa?" kok bisa, memangnya dia langsung nyosor saja ngak di cek minuman apa yang akan dia minum."


"Sudahlah Non, jangan marah-marah ini bukan waktu nya aku pamit pulang dulu, selamat menikmati malam indah Non."ledek Bondet dengan senyum nyengir


"Kau...!"Sungut Seila hendak memukul tubuh Bondet yang ternyata lebih cepat larinya sehingga Seila tak mampu menjangkau nya.


Seila menutup pintu depan dengan cepat kemudian melangkah masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu tak lupa mengunci nya dari dalam.

__ADS_1


"Apakah ini tidak memalukan jika aku menerima dan melakukan tugasku sebagai seorang istri, tidak tidak aku tidak mau, kak Bima kan lagi tidak sadar itu artinya kak Bima dalam keadaan tidak ingat, jadi aku tidak mau ini memalukan, tapi kak Bondet bilang Nanti bisa mati, bagaimana ini." keluh Seila binggung.


"Peduli salah sendiri tidak hati-hati, lebih baik aku tinggal pergi saja biarin saja dia di kamar ini Nanti pasti juga sembuh sendiri."Gumam Seila yang kemudian hendak melangkah pergi, tapi ketika tangannya hendak membuka pintu tiba-tiba sebuah tangan kekar menariknya hingga jatuh terjerembab ke atas Ranjang.


Seila berusaha bangkit dan menghindar.


"Kau mau kemana, Ayo sayang layani aku panas ini."


"Kak, kamu sedang mabuk jadi jangan aneh-aneh, lepaskan aku, tunggu sampai otak kamu waras, sapa suruh minum obat yang bikin konslet otak kepala mu."seru Seila tegas dan keras yang kemudian langsung bangkit dan hendak turun dari Ranjang nya.


Namun usahanya gagal karena Bima menahannya dengan kuat, entah kekuatan apa yang sedang digunakan Bima hingga tubuh Seila tak mampu sedikit pun untuk bergerak.


Tanpa intrusi lagi Bima segera menarik baju yang di kenakan Seila kala itu, melihat kebrutalan Bima yang terpengaruh oleh obat perangsang membuat Seila menjadi takut dan was-was, dengan sekuat tenaga Seila menghindar tapi apalah daya tenaga seorang wanita yang masih kalah jauh dengan tenaga pria, karena pengaruh obat yang di minum nya Bima mencumbu Seila dengan sangat buas dan bersemangat membuat Seila tak berdaya.


Seila menggumpat dan merutuki kebodohan nya di mana mulutnya menolak dan ingin memberontak dengan segala sentuhan yang Bima berikan akan tetapi tubuhnya justru merespon dan menikmati nya hingga tanpa sadar keluar lah suara suara indah dari bibirnya yang mana semakin membuat Bima bersemangat untuk terus mencumbunya serta menghentakkan miliknya hingga berkali-kali mencapai puncak kenikmatan.


Malam itu Bima melakukan dengan sangat rakus hingga tak mau berhenti sebelum dia benar-benar puas dan semua nya baru berakhir menjelang pagi.


Kokok Ayam belum juga mengeluarkan suara indahnya akan tetapi Bima yang terbiasa bangun pagi dan melakukan sholat subuh terbangun lebih dulu.


Senyum nya mengembang ketika melihat istrinya tertidur pulas di sampingnya dalam keadaan masih telanjaang akibat perbuatannya, ingin rasanya mencium sang istri dan mengucapkan terimakasih, akan tetapi Niat itu dia urungkan menyadari hal itu bisa membuat Istrinya terbangun.


Dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan Bima turun dari Ranjang nya dan melangkah menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Bima menguyur tubuhnya.


"Ternyata bercinta itu sangat enak dan bikin ketagihan, Seila tidak tau jika di babak kedua dan seterusnya aku sudah melakukan nya dengan sadar, sebenarya kasian jika melihat nya kelelahan tapi apalah dayaku aku masih ingin dan ingin," desis Bima bermolog sendiri.


Duapuluh menit sudah ritual mandi sudah Bima selesai kan dengan rambut basah yang masih menetes Bima keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya.


Ketika keluar Bima melihat Seila sudah mulai bangun dengan sedikit tertatih dan bibir meringis seolah Manahan sakit cepat-cepat Bima menghampiri.

__ADS_1


"Sayang, apa sangat sakit?"padahal kamu kan sudah tidak perawan lagi."Ciletuh Bima yang mana langsung membuat Seila melotot ke arahnya.


"Aku memang sudah tidak perawan tapi kan tidak pernah di pakai dan sekali pakai di gunakan berkali-kali apa itu tidak akan sakit."


Bima nyegir mendengar ucapan istri nya.


"Iya, habisnya enak dan bikin nagih."


"Tau apa kamu kak, kamu kan lagi tidak sadar atau jangan jangan....


Seila menatap lekat lekat wajah suaminya sementara Bima yang di tatap cuma tersenyum nyengir.


"Kenapa tertawa apakah ucapanku benar."


"Sssttt.... jangan di bahas lagi, Nanti bisa bikin junior ku berdiri, ayo aku bantu ke dalam kamar mandi."


"Ngak usah aku bisa."


"Jangan keras kepala jalan sudah kayak siput begitu kok, ayo....


Tanpa menunggu jawaban Bima langsung menggendong tubuh Seila masuk ke dalam kamar mandi.


Jantung Serasa mau copot ketika dengan tiba-tiba Bima mengendong nya terlebih Bima hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya, di mana gesekan kulit poloos yang tak tertutup apapun menimbulkan gelayar aneh yang sangat indah.


"Kak, turunkan Nanti junior kamu bagun lho," ucap Seila menutupi kegelisahan hatinya."


"Terlambat sayang, ini juga sudah bangun lagi, ayo kita tuntaskan di dalam kamar mandi."


"Tapi kak, aku masih sakit.'


"Tenang aku akan pelan-pelan.",Bisik. Bima yang mana mulai mencumbu lagi tubuh istri yang kini mulai menjadi candunya.

__ADS_1


__ADS_2