
Nafa tersenyum penuh kemenangan
"Tinggal satu langkah lagi, apa yang aku
inginkan akan selalu ku dapatkan," Gumam
Nafa dalam hati.
Setelah memberikan perintah pada salah
satu pelayan hotel, Nafa kembali menemui
Bima, wajah cantiknya semakin terlihat
berseri dengan senyum yang selalu dia
sunggingkan.
Melihat kehadiran Nafa, Bima segera
bangkit dari tempat duduknya.
"Bagaimana..?"Apa kamu sudah bilang
pada Bondet, agar dia menghubungi Seila,"
Tanya Bima.
"Sudah kak, semua sudah beres, kak Bima
tidak usah khawatir lagi,"
Bima menarik nafas lega dan bibirnya
menyunggingkan sebuah senyuman.
"Trimakasih, Fa..!"Ucap Bima lembut.
"Ya, kak, sama sama,"
Melihat Bima tersenyum dengan lesung
Pipit di pipi, semakin membuat Nafa
terpesona, Wajah Tampan Bima benar
benar telah menjerat hatinya, dunia
seakan indah jika selalu bersamanya.
Meskipun banyak laki laki yang mengejar
cintanya, Namun hanya Bima yang mampu
membuat nya benar benar merasa kan
jatuh cinta, siang dan malam hanya Bima
yang selalu bermain dalam ruang hayalan
nya.
Tapi sayang nya orang yang telah membuat
hatinya bertekuk lutut, dia sudah ada yang
punya, berkali kali Nafa berusaha agar Bima
jauh dari dalam hati dan pikiran nya, Namun
semakin mencoba Nafa semakin merasa
tersiksa, cinta yang kini bersemi dan hadir
dalam hatinya tak mampu dia tepis kan
lagi, tak mampu dia bendung lagi.
Cinta memang sangat indah tapi juga
sangat menyiksa, ketika kita tau cinta
yang kita punya ternyata tidak bersambut
tapi bukankah banyak orang yang bilang
semua halal dalam cinta.
Hal itulah yang kini Nafa lakukan, dia
akan memperjuangkan cinta nya,
Bima pantas di kejar, Bima pantas
di gapai dan di perjuangkan agar
cinta nya bisa bersambut agar Bima
bisa menjadi milik Nafa seutuhnya.
Cinta memang benar benar membuat
__ADS_1
orang gila dan lupa daratan. itulah kini
yang terjadi pada Nafa dia sudah di
butakan oleh sebuah cinta.
Wajah Tampan Bima, sudah benar benar
mampu memporak porandakan seluruh
aliran darah dan jaringan nafasnya.
Terlahir sebagai gadis berketurunan bule
sedikit banyak adat ketimuran, tidak bisa
dia lakukan, yang justru hadir dan menjadi
tongak prilaku kehidupan nya adalah
adat kebarat baratan, sehingga bukan hal
yang aneh dan memalukan jika, Nafa
menjadi agresif dalam persoalan cinta.
Melihat Nafa menatapnya dengan
tatapan aneh, Bima memainkan jari
tangannya tepat di depan wajah Nafa
Sehingga jari tangan itu menimbulkan
sebuah suara bunyi.
"Cetok..!" Suara bunyi jari tangan Bima
yang tiba-tiba mrmbuat Nafa tersadar
dari lamunannya yang sudah berfantasi
entah kemana.
"Lagi, mikirin apa ?" Tanya Bima.
"Ngak ada kak, aku cuma sedih,"
"Sedih krnapa?"Tanya Bima penuh selidik.
"Aku akan kembali ke London, itu artinya
lagi," Ucap Nafa paruh.
Bima terkekeh mendengar ucapan Nafa.
"Kenapa harus sedih, kan ada hape, kamu
bisa kapan saja menghubungi ku," Ucap
Bima menjelaskan.
"Iya, sih kak, tapi kita tidak bisa bertemu
dan bersama lagi,"
"Kamu bisa berkunjung saat liburan, jadi
ngak ada masalah lagi kan,"
Nafa tersenyum kecut mendengar ucapan
Bima.
"Kita makan sekarang ya, kak,"
"Boleh, ayo,"
Bima bangkit dari tempat duduknya dan
hendak melangkah, namun kembali Nafa
menghalagi.
"Mau, kemana ?"
"Katanya mau ngajak makan ?"
Ucap Bima bingung.
"Makan nya disini saja, tunggu..!"aku
panggil pelayan,"
Nafa segera melambaikan tangan pada
salah satu pelayan hotel yang tak lama langsung salah satu pelayan hotel segera
berlari mendekat, Nafa meminta kepada
pelayan untuk menyediakan beberapa
__ADS_1
menu makanan di atas meja mereka.
Tidak menunggu berapa lama pesanan
makanan mereka pun tiba, segera Nafa
mengajak Bima untuk makan.
"Kak..!"
"Hmmm,"
Jawab Bima karena mulutnya lagi penuh
terisi makanan.
"Apa, yang kak Bima makan itu ?"
"Ini..!" sama lah dengan lauk yang ada di
depan mu itu,"Ucap Bima sambil
mengangkat sendok yang terisi lauk
"Ngak sama lah kak, coba lihat lebih dekat,"
Akhirnya Bima mendekatkan sendok berisi
lauk ke dekat Nafa, Bima tidak pernah
menyadari jika apa yang di ucapkan Nafa
hanya sebagai suatu jebakan agar Bima
mendekatkan sendok berisi lauk ke dekat
mulut Nafa, dengan lembut Nafa
menyentuh tangan Bima.
"Coba ku cicipi," Ucap Nafa seraya
mengarahkan tangan Bima yang lagi
memegang sendok ke arah mulut nya.
Satu taktik minta di suapin dengan cara
yang lebih halus, Bima yang tidak paham
hanya menurut saja.
"Sekarang coba kak Bima rasakan yang
punya ku ini, aku ngak tau rasanya kok
aneh begini,"
"masak, sih ?"
"iya, ngak tau nih restoran mewah tapi
masakan nya aneh begini,"Nafa berucap
sambil mengerucutkan Bibirnya.
"biar ku coba sedikit,"
Ketika Bima hendak mengambil dengan
sedoknya Nafa menghalagi dengan
memegang tangan Bima.
"Bukan yang itu, tapi yang ini yang ada di
sendok ku ini yang aneh rasanya,"
Nafa segera mendekat kan sendok nya
ke mulut Bima, tanpa berfikir aneh Bima
pun menerima suapan dari Nafa, jadilah
Nafa sukses dengan rencana pertama
nya makan dengan orang yang di cintai
dengan suap suapan.
Satu demi satu rencana Nafa sukses
tanpa ada hal yang mengecewakan
Nafa tersenyum dengan penuh
kepuasan, dia sangat yakin malam
perpisahan ini Bima akan bisa menjadi
milik nya.
__ADS_1