Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.72.SEMUA HALAL DALAM CINTA


__ADS_3

Nafa tersenyum penuh kemenangan


"Tinggal satu langkah lagi, apa yang aku


inginkan akan selalu ku dapatkan," Gumam


Nafa dalam hati.


Setelah memberikan perintah pada salah


satu pelayan hotel, Nafa kembali menemui


Bima, wajah cantiknya semakin terlihat


berseri dengan senyum yang selalu dia


sunggingkan.


Melihat kehadiran Nafa, Bima segera


bangkit dari tempat duduknya.


"Bagaimana..?"Apa kamu sudah bilang


pada Bondet, agar dia menghubungi Seila,"


Tanya Bima.


"Sudah kak, semua sudah beres, kak Bima


tidak usah khawatir lagi,"


Bima menarik nafas lega dan bibirnya


menyunggingkan sebuah senyuman.


"Trimakasih, Fa..!"Ucap Bima lembut.


"Ya, kak, sama sama,"


Melihat Bima tersenyum dengan lesung


Pipit di pipi, semakin membuat Nafa


terpesona, Wajah Tampan Bima benar


benar telah menjerat hatinya, dunia


seakan indah jika selalu bersamanya.


Meskipun banyak laki laki yang mengejar


cintanya, Namun hanya Bima yang mampu


membuat nya benar benar merasa kan


jatuh cinta, siang dan malam hanya Bima


yang selalu bermain dalam ruang hayalan


nya.


Tapi sayang nya orang yang telah membuat


hatinya bertekuk lutut, dia sudah ada yang


punya, berkali kali Nafa berusaha agar Bima


jauh dari dalam hati dan pikiran nya, Namun


semakin mencoba Nafa semakin merasa


tersiksa, cinta yang kini bersemi dan hadir


dalam hatinya tak mampu dia tepis kan


lagi, tak mampu dia bendung lagi.


Cinta memang sangat indah tapi juga


sangat menyiksa, ketika kita tau cinta


yang kita punya ternyata tidak bersambut


tapi bukankah banyak orang yang bilang


semua halal dalam cinta.


Hal itulah yang kini Nafa lakukan, dia


akan memperjuangkan cinta nya,


Bima pantas di kejar, Bima pantas


di gapai dan di perjuangkan agar


cinta nya bisa bersambut agar Bima


bisa menjadi milik Nafa seutuhnya.


Cinta memang benar benar membuat

__ADS_1


orang gila dan lupa daratan. itulah kini


yang terjadi pada Nafa dia sudah di


butakan oleh sebuah cinta.


Wajah Tampan Bima, sudah benar benar


mampu memporak porandakan seluruh


aliran darah dan jaringan nafasnya.


Terlahir sebagai gadis berketurunan bule


sedikit banyak adat ketimuran, tidak bisa


dia lakukan, yang justru hadir dan menjadi


tongak prilaku kehidupan nya adalah


adat kebarat baratan, sehingga bukan hal


yang aneh dan memalukan jika, Nafa


menjadi agresif dalam persoalan cinta.


Melihat Nafa menatapnya dengan


tatapan aneh, Bima memainkan jari


tangannya tepat di depan wajah Nafa


Sehingga jari tangan itu menimbulkan


sebuah suara bunyi.


"Cetok..!" Suara bunyi jari tangan Bima


yang tiba-tiba mrmbuat Nafa tersadar


dari lamunannya yang sudah berfantasi


entah kemana.


"Lagi, mikirin apa ?" Tanya Bima.


"Ngak ada kak, aku cuma sedih,"


"Sedih krnapa?"Tanya Bima penuh selidik.


"Aku akan kembali ke London, itu artinya


lagi," Ucap Nafa paruh.


Bima terkekeh mendengar ucapan Nafa.


"Kenapa harus sedih, kan ada hape, kamu


bisa kapan saja menghubungi ku," Ucap


Bima menjelaskan.


"Iya, sih kak, tapi kita tidak bisa bertemu


dan bersama lagi,"


"Kamu bisa berkunjung saat liburan, jadi


ngak ada masalah lagi kan,"


Nafa tersenyum kecut mendengar ucapan


Bima.


"Kita makan sekarang ya, kak,"


"Boleh, ayo,"


Bima bangkit dari tempat duduknya dan


hendak melangkah, namun kembali Nafa


menghalagi.


"Mau, kemana ?"


"Katanya mau ngajak makan ?"


Ucap Bima bingung.


"Makan nya disini saja, tunggu..!"aku


panggil pelayan,"


Nafa segera melambaikan tangan pada


salah satu pelayan hotel yang tak lama langsung salah satu pelayan hotel segera


berlari mendekat, Nafa meminta kepada


pelayan untuk menyediakan beberapa

__ADS_1


menu makanan di atas meja mereka.


Tidak menunggu berapa lama pesanan


makanan mereka pun tiba, segera Nafa


mengajak Bima untuk makan.


"Kak..!"


"Hmmm,"


Jawab Bima karena mulutnya lagi penuh


terisi makanan.


"Apa, yang kak Bima makan itu ?"


"Ini..!" sama lah dengan lauk yang ada di


depan mu itu,"Ucap Bima sambil


mengangkat sendok yang terisi lauk


"Ngak sama lah kak, coba lihat lebih dekat,"


Akhirnya Bima mendekatkan sendok berisi


lauk ke dekat Nafa, Bima tidak pernah


menyadari jika apa yang di ucapkan Nafa


hanya sebagai suatu jebakan agar Bima


mendekatkan sendok berisi lauk ke dekat


mulut Nafa, dengan lembut Nafa


menyentuh tangan Bima.


"Coba ku cicipi," Ucap Nafa seraya


mengarahkan tangan Bima yang lagi


memegang sendok ke arah mulut nya.


Satu taktik minta di suapin dengan cara


yang lebih halus, Bima yang tidak paham


hanya menurut saja.


"Sekarang coba kak Bima rasakan yang


punya ku ini, aku ngak tau rasanya kok


aneh begini,"


"masak, sih ?"


"iya, ngak tau nih restoran mewah tapi


masakan nya aneh begini,"Nafa berucap


sambil mengerucutkan Bibirnya.


"biar ku coba sedikit,"


Ketika Bima hendak mengambil dengan


sedoknya Nafa menghalagi dengan


memegang tangan Bima.


"Bukan yang itu, tapi yang ini yang ada di


sendok ku ini yang aneh rasanya,"


Nafa segera mendekat kan sendok nya


ke mulut Bima, tanpa berfikir aneh Bima


pun menerima suapan dari Nafa, jadilah


Nafa sukses dengan rencana pertama


nya makan dengan orang yang di cintai


dengan suap suapan.


Satu demi satu rencana Nafa sukses


tanpa ada hal yang mengecewakan


Nafa tersenyum dengan penuh


kepuasan, dia sangat yakin malam


perpisahan ini Bima akan bisa menjadi


milik nya.

__ADS_1


__ADS_2