
"Auuuuuhh, sakit...!"
"Kenapa, Fa...?"
"Ini, resleting nya menjepit, kak Bima sih..!"
asal tarik saja, coba lihat merah merah
tidak,"Pinta Nafa pada Bima.
Bima mengaruk kepalanya yang tidak
gatal.
"Bukankah aku sudah bilang, minta bantuan
sama pelayan saja, pasti ngak gitu jadinya,"
Keluh Bima merasa bersalah tapi juga Ingin
tertawa.
"Harusnya kak Bima hati hati, di lihat gitu
resleting nya sudah pas belum, jangan
asal tarik saja,"Sunggut Nafa kesal,
Nafa benar benar kesal melihat sikap Bima
yang masih sok jual mahal, Nafa sangat
yakin jika sebenarnya Bima juga mau
Bima juga tergoda cuma mungkin lagi
pura pura saja, mana ada laki laki yang
kuat lihat gadis cantik, malah lebih cantik
dari Cinta laura Artis yang terkenal di
Indonesia lagi.
"Maaf, cuma kejepit sedikit, gak papa kan?"
"iya, gak papa !"tapi sakit kak, tuh jadi merah
merah tuh..!"
Nafa justru kembali membuka resleting
bajunya ke bawah memperlihatkan warna
merah bekas terjepit baju.
Bima yang tanpa sadar melihat semua itu
cepat cepat memalingkan muka nya dan
beristighfar mendadak.
"Astagfirullahaladhim, Nafa..!"Tutup kembali
tuh bajumu,"
"Ya, ngak bisa kak, tadi aja minta bantuan
sama Kak Bima..!"gimana sih, Kak Bima
tolongin dong, tapi pelan pelan harus di
lihat, biar ngak njepit lagi,"Ucap Nafa manja
pada Bima.i
Bima menarik nafas dalam dalam dan
menghembuskan nya dengan kasar.
"Ini, sudah malam, aku harus pulang,"
"Tapi, kak, bantuin dulu,"rengek Nafa manja.
Bima tidak lagi menghiraukan ucapan Nafa,
dengan cepat Bima melangkah ke pintu
Ketika Bima hendak keluar, tiba-tiba Nafa
berlari mengejar Bima, Namun Naas, gaun
panjang nya nyangkut di pinggir meja
Sehingga tanpa sadar hak tinggi sepatutnya
menginjak gaun denpannya sendiri tak aya
lagi Nafa pun terjatuh.
Suaranya yang keras bagaikan buah kelapa
yang jatuh dari pohon membuat Bima
menghentikan langkahnya dan menoleh
ke belakang.
"Buuugh...!"
Dilihatnya Nafa sedang meringis menahan
sakit. Cepat cepat Bima berlari mendekati
Nafa.
"Kamu tidak apa-apa ?"
"Sakit," Ucapnya sambil memegangi lutut
kakinya.
Dengan cepat Bima membantu Nafa untuk
berdiri.
"Ayo, ku bantu,"
"Sakit, kak !"
"Iya, pelan-pelan, sini pegangan biar ngak
limbumg jatuh lagi," Ucap Bima iba.
__ADS_1
Nafa langsung melingkar kan tangannya
di leher Bima.
"Ada untungnya juga aku jatuh,"Gumam
Nafa dalam hati sembari bibirnya tersenyum.
****
Sementara Bondet dan iqbal yang sudah
kenyang dengan aneka makanan yang di hidangkan di pesta itu mulai celingukan mencari.
"Ndek..!"Kak Bima mana ?"
Bondet segera menaikkan punggungnya
memberi kode sebagai tanda tidak tau.
"Ndet....! berhenti makan mu, ayo kita cari
Kak Bima?"
"Bal..!"kalau nuduh itu lihat fakta jangan
asal tuduh saja, aku bukan makan tapi
minum,"Sunggut Bondet tidak trima di
tuduh masih makan.
"Iya, sama saja, cepat kita cari kak Bima,
ini sudah malam,"
"Sebentar Bal, Kalau habis makan tidak
minum bisa keseleq, lagi pula
gilingan dalam perut kita jadi ngak lancar,"
"Halah Ndet...Ndet, aku lagi cemas ini,"
"Cemas kenapa, Bal ?"
"Non Seila telpon aku, itu artinya hape kak
Bima lagi tidak bisa di hubungi,"
"Trus kenapa?" Tanya Bondet Binggung.
"Ya, bisa ada, perang paregrek lagi Nanti
Ndet?"
"Apa itu Bal, perang paregrek?"
" Ya ampun Bondet..?"masak kamu tidak tau,"
Bondet menggelengkan kepalanya kuat kuat.
Iqbal pun kemudian Tertawa lebar.
"Apa sih Bal perang paregrek itu?"
Sambil terkekeh Iqbal pun menjawab
"Aku juga tidak tau Ndet, aku cuma pernah
saur sepuh,"
"Owalaaa, Bal..!'..Bal..! Ku pikir kamu tadi
itu pintar dengan banyak pengalaman
ternyata ngak jauh beda dengan aku, setau ku
Bal, perang paregrek itu perang saudara
kok bisa kamu gambaran antara Kak Bima
dan Non Seila?"
"Ya, bisa lah Ndet..!"mereka memang tidak
bersaudara, tapi mereka bersaudara dalam
hati dan cinta, hancur Ndet.... buyar Nanti,"
"Apanya yang hancur dan buyar Bal ?"
"Kepalamu itu yang hancur dan buyar,"
Ucap Iqbal gemes dengan kebodohan
dari Bondet.
"Kok, bisa ini kepala sangat keras lho,"
"Ya, Ampun, ndet yang di maksud hancur dan
buyar itu hubungan cinta mereka bisa
kacau kacau,"
"Oh, begitu..!"Knapa ngak ngomong dengan jelas sih,"
"Sudah, ayo kita cari kak Bima,"
Bondet segera menyeruput habis minum
mannya kemudian beranjak pergi menggikuti
langkah kaki Iqbal.
"Mbak...mbak, permisi !" lihat kak Bima
apa tidak?"Tanya Bondet pada salah satu
pelayan yang kebetulan lewat.
Sang pelayan itupun segera menggelengkan,
kepalanya tanda tidak tau.
melihat cara Bondet mencari Bima dengan
bertanya begitu, iqbal terkekeh.
"Ha..ha...ha .ha..!"
"Kenapa tertawa," apa ada yang salah,"
__ADS_1
Tanya Bondet tersinggung.
"Caramu bertanya Ndet, ngak good job,"
"Maksud kamu apa?"
"Coba kau lihat caraku,"
"Suit..suit..!"
Mendengar suit salah satu pelayan menoleh
ke arah Bondet dan Iqbal, dengan cepat Iqbal
melambaikan tangan, maka bergegas lah
pelayan itu mendekat.
"Apa ada, yang bisa saya bantu," Tanya
pelayan itu ramah.
Iqbal mengagguk, membuat sang
pelayan maju lebih dekat.
"Nona cantik, yang mengadakan pesta ini
ada di mana ?"
"Oh, putri Babak Boss ya, dia tadi masuk
ke dalam kamar hotel di ujung sana ,"
Mendengar jawaban pelayan itu tanpa
menunggu lama Iqbal segera berlari ke
kamar hotel, Bondet yang melihat
Iqbal berlari menjadi ikutan berlari.
Tanpa mengetuk pintu Iqbal langsung
mendobrak kamar di mana Bima dan Nafa
berada di dalam nya.
Ketika pintu terbuka terpampanglah sebuah
pemandangan yang sangat syurr.
Dimana Nafa berada di atas ranjang dengan
gaun belakang terbuka dan tangannya
melingkar di leher Bima yang ada di atasnya.
"Apa yang kalian lakukan ?"Seru Iqbal
emosi.
Bima terperanjat kaget, ketika pintu di
buka dengan keras sedangkan posisinya
kala itu sangat buruk di mana Nafa
meminta agar di bantu di baringkan di
ranjang, bagi yang tidak memahami
pasti akan menduga dan berprasangka
yang tidak tidak.
Bima segera melepaskan tangan Nafa
yang melingkar di lehernya.
"Aku ngak nyangka kelakuan kak Bima
sangat tidak patut, ayo, Ndet kita pulang,"
Seru iqbal emosi.
Bondet juga memandang sinis ke Bima
"Kau, penghianat kak Bima !" kami akan
pulang, terserah kau ikut pulang bersama
kami atau kau lanjutkan bersenang senang
mu,"
"Bondet..!"iqbal..!"jaga Bicara mu?"kenapa
kalian bicara tidak sopan, apa yang kalian
lihat tidak seperti apa yang kalian bayangkan.
"Oh, ya kami salah lihat, begitu maksud nya,"
"Kak Bima laki-laki Normal jadi wajar jika
masih tergiur dengan wanita lain,"
Ucap Bondet memimpali, kekesalan nya
karena melihat orang yang dia kagumi
telah berbuat hina dan rendah.
Wajah Bima mendadak berubah menjadi
merah padam mendengar ucapan
Bondet, tanpa berfikir Bima melayang kan
sebuah tamparan keras ke wajah Bondet.
"Plaaaakkk..!"
"Jaga bicaramu?"Ucap Bima emosi.
Bondet dan iqbal saling berpandangan, tanpa
bicara lagi mereka berdua berlari keluar.
Bima merasa bersalah telah menampar
Bondet, dengan cepat Bima mengejar
__ADS_1
Bondet dan Iqbal yang berjalan menuju
keluar Hotel.