Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.74. PERANG PAREGREK.


__ADS_3

"Auuuuuhh, sakit...!"


"Kenapa, Fa...?"


"Ini, resleting nya menjepit, kak Bima sih..!"


asal tarik saja, coba lihat merah merah


tidak,"Pinta Nafa pada Bima.


Bima mengaruk kepalanya yang tidak


gatal.


"Bukankah aku sudah bilang, minta bantuan


sama pelayan saja, pasti ngak gitu jadinya,"


Keluh Bima merasa bersalah tapi juga Ingin


tertawa.


"Harusnya kak Bima hati hati, di lihat gitu


resleting nya sudah pas belum, jangan


asal tarik saja,"Sunggut Nafa kesal,


Nafa benar benar kesal melihat sikap Bima


yang masih sok jual mahal, Nafa sangat


yakin jika sebenarnya Bima juga mau


Bima juga tergoda cuma mungkin lagi


pura pura saja, mana ada laki laki yang


kuat lihat gadis cantik, malah lebih cantik


dari Cinta laura Artis yang terkenal di


Indonesia lagi.


"Maaf, cuma kejepit sedikit, gak papa kan?"


"iya, gak papa !"tapi sakit kak, tuh jadi merah


merah tuh..!"


Nafa justru kembali membuka resleting


bajunya ke bawah memperlihatkan warna


merah bekas terjepit baju.


Bima yang tanpa sadar melihat semua itu


cepat cepat memalingkan muka nya dan


beristighfar mendadak.


"Astagfirullahaladhim, Nafa..!"Tutup kembali


tuh bajumu,"


"Ya, ngak bisa kak, tadi aja minta bantuan


sama Kak Bima..!"gimana sih, Kak Bima


tolongin dong, tapi pelan pelan harus di


lihat, biar ngak njepit lagi,"Ucap Nafa manja


pada Bima.i


Bima menarik nafas dalam dalam dan


menghembuskan nya dengan kasar.


"Ini, sudah malam, aku harus pulang,"


"Tapi, kak, bantuin dulu,"rengek Nafa manja.


Bima tidak lagi menghiraukan ucapan Nafa,


dengan cepat Bima melangkah ke pintu


Ketika Bima hendak keluar, tiba-tiba Nafa


berlari mengejar Bima, Namun Naas, gaun


panjang nya nyangkut di pinggir meja


Sehingga tanpa sadar hak tinggi sepatutnya


menginjak gaun denpannya sendiri tak aya


lagi Nafa pun terjatuh.


Suaranya yang keras bagaikan buah kelapa


yang jatuh dari pohon membuat Bima


menghentikan langkahnya dan menoleh


ke belakang.


"Buuugh...!"


Dilihatnya Nafa sedang meringis menahan


sakit. Cepat cepat Bima berlari mendekati


Nafa.


"Kamu tidak apa-apa ?"


"Sakit," Ucapnya sambil memegangi lutut


kakinya.


Dengan cepat Bima membantu Nafa untuk


berdiri.


"Ayo, ku bantu,"


"Sakit, kak !"


"Iya, pelan-pelan, sini pegangan biar ngak


limbumg jatuh lagi," Ucap Bima iba.

__ADS_1


Nafa langsung melingkar kan tangannya


di leher Bima.


"Ada untungnya juga aku jatuh,"Gumam


Nafa dalam hati sembari bibirnya tersenyum.


****


Sementara Bondet dan iqbal yang sudah


kenyang dengan aneka makanan yang di hidangkan di pesta itu mulai celingukan mencari.


"Ndek..!"Kak Bima mana ?"


Bondet segera menaikkan punggungnya


memberi kode sebagai tanda tidak tau.


"Ndet....! berhenti makan mu, ayo kita cari


Kak Bima?"


"Bal..!"kalau nuduh itu lihat fakta jangan


asal tuduh saja, aku bukan makan tapi


minum,"Sunggut Bondet tidak trima di


tuduh masih makan.


"Iya, sama saja, cepat kita cari kak Bima,


ini sudah malam,"


"Sebentar Bal, Kalau habis makan tidak


minum bisa keseleq, lagi pula


gilingan dalam perut kita jadi ngak lancar,"


"Halah Ndet...Ndet, aku lagi cemas ini,"


"Cemas kenapa, Bal ?"


"Non Seila telpon aku, itu artinya hape kak


Bima lagi tidak bisa di hubungi,"


"Trus kenapa?" Tanya Bondet Binggung.


"Ya, bisa ada, perang paregrek lagi Nanti


Ndet?"


"Apa itu Bal, perang paregrek?"


" Ya ampun Bondet..?"masak kamu tidak tau,"


Bondet menggelengkan kepalanya kuat kuat.


Iqbal pun kemudian Tertawa lebar.


"Apa sih Bal perang paregrek itu?"


Sambil terkekeh Iqbal pun menjawab


"Aku juga tidak tau Ndet, aku cuma pernah


saur sepuh,"


"Owalaaa, Bal..!'..Bal..! Ku pikir kamu tadi


itu pintar dengan banyak pengalaman


ternyata ngak jauh beda dengan aku, setau ku


Bal, perang paregrek itu perang saudara


kok bisa kamu gambaran antara Kak Bima


dan Non Seila?"


"Ya, bisa lah Ndet..!"mereka memang tidak


bersaudara, tapi mereka bersaudara dalam


hati dan cinta, hancur Ndet.... buyar Nanti,"


"Apanya yang hancur dan buyar Bal ?"


"Kepalamu itu yang hancur dan buyar,"


Ucap Iqbal gemes dengan kebodohan


dari Bondet.


"Kok, bisa ini kepala sangat keras lho,"


"Ya, Ampun, ndet yang di maksud hancur dan


buyar itu hubungan cinta mereka bisa


kacau kacau,"


"Oh, begitu..!"Knapa ngak ngomong dengan jelas sih,"


"Sudah, ayo kita cari kak Bima,"


Bondet segera menyeruput habis minum


mannya kemudian beranjak pergi menggikuti


langkah kaki Iqbal.


"Mbak...mbak, permisi !" lihat kak Bima


apa tidak?"Tanya Bondet pada salah satu


pelayan yang kebetulan lewat.


Sang pelayan itupun segera menggelengkan,


kepalanya tanda tidak tau.


melihat cara Bondet mencari Bima dengan


bertanya begitu, iqbal terkekeh.


"Ha..ha...ha .ha..!"


"Kenapa tertawa," apa ada yang salah,"

__ADS_1


Tanya Bondet tersinggung.


"Caramu bertanya Ndet, ngak good job,"


"Maksud kamu apa?"


"Coba kau lihat caraku,"


"Suit..suit..!"


Mendengar suit salah satu pelayan menoleh


ke arah Bondet dan Iqbal, dengan cepat Iqbal


melambaikan tangan, maka bergegas lah


pelayan itu mendekat.


"Apa ada, yang bisa saya bantu," Tanya


pelayan itu ramah.


Iqbal mengagguk, membuat sang


pelayan maju lebih dekat.


"Nona cantik, yang mengadakan pesta ini


ada di mana ?"


"Oh, putri Babak Boss ya, dia tadi masuk


ke dalam kamar hotel di ujung sana ,"


Mendengar jawaban pelayan itu tanpa


menunggu lama Iqbal segera berlari ke


kamar hotel, Bondet yang melihat


Iqbal berlari menjadi ikutan berlari.


Tanpa mengetuk pintu Iqbal langsung


mendobrak kamar di mana Bima dan Nafa


berada di dalam nya.


Ketika pintu terbuka terpampanglah sebuah


pemandangan yang sangat syurr.


Dimana Nafa berada di atas ranjang dengan


gaun belakang terbuka dan tangannya


melingkar di leher Bima yang ada di atasnya.


"Apa yang kalian lakukan ?"Seru Iqbal


emosi.


Bima terperanjat kaget, ketika pintu di


buka dengan keras sedangkan posisinya


kala itu sangat buruk di mana Nafa


meminta agar di bantu di baringkan di


ranjang, bagi yang tidak memahami


pasti akan menduga dan berprasangka


yang tidak tidak.


Bima segera melepaskan tangan Nafa


yang melingkar di lehernya.


"Aku ngak nyangka kelakuan kak Bima


sangat tidak patut, ayo, Ndet kita pulang,"


Seru iqbal emosi.


Bondet juga memandang sinis ke Bima


"Kau, penghianat kak Bima !" kami akan


pulang, terserah kau ikut pulang bersama


kami atau kau lanjutkan bersenang senang


mu,"


"Bondet..!"iqbal..!"jaga Bicara mu?"kenapa


kalian bicara tidak sopan, apa yang kalian


lihat tidak seperti apa yang kalian bayangkan.


"Oh, ya kami salah lihat, begitu maksud nya,"


"Kak Bima laki-laki Normal jadi wajar jika


masih tergiur dengan wanita lain,"


Ucap Bondet memimpali, kekesalan nya


karena melihat orang yang dia kagumi


telah berbuat hina dan rendah.


Wajah Bima mendadak berubah menjadi


merah padam mendengar ucapan


Bondet, tanpa berfikir Bima melayang kan


sebuah tamparan keras ke wajah Bondet.


"Plaaaakkk..!"


"Jaga bicaramu?"Ucap Bima emosi.


Bondet dan iqbal saling berpandangan, tanpa


bicara lagi mereka berdua berlari keluar.


Bima merasa bersalah telah menampar


Bondet, dengan cepat Bima mengejar

__ADS_1


Bondet dan Iqbal yang berjalan menuju


keluar Hotel.


__ADS_2