
Bima membawa Seila masuk ke dalam kamar nya, langkah kaki Seila terhenti di depan pintu, Seila yang berhenti mendadak membuat Bima juga menghentikan langkah kakinya.
"Kenapa berhenti dan diam di situ, ada apa?"
"Tidak ada, aku hanya tidak percaya aku bisa berada di sini lagi,"
"Ini kan rumah mu, rumah kita sudah pasti kamu akan ada di sini Nona, ayo masuk apa kamu tak merindukan tempat ini?" tanya Bima sambil berdiri l di dekat jendela tapi pandangan matanya menatap gadis yang masih terpaku di depan pintu.
Perlahan-lahan Seila melangkah kan kakinya dan berjalan masuk ke dalam kamar, ruangan kamar yang sangat rapi dan bersih, Seila mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Bima melangkah menuju Almari tempat di mana semua baju di simpan dan membuka nya dengan lebar.
"Lihat.... !"semua baju mu masih berada di tempat yang sama." seru Bima sambil menunjukkan semua baju yang Seila punya.
"Kenapa tidak berubah Kak, istri mu yang itu bajunya di taruh di mana?'
"Tentu saja di taruh di dalam kamar nya."
" lho, memangnya wanita itu tidak tinggal di kamar ini kah?"
"Tentu saja tidak sayang, kan kamar ini milik kita berdua orang lain sudah pasti aku hempaskan, tidak kuijinkan sama sekali ada di sini."
Seila menatap Bima tak percaya dengan apa yang telah di lakukan suaminya, ternyata selama ini suaminya masih setia padanya, Seila semakin merasa bangga mendapatkan cinta dari Bima, pemuda yang awal mula nya sangat dia benci dan dia acuhkan diam diam Seila Tersenyum senang dengan apa yang terlihat mata semua masih sama tak ada yang berubah.
Bima memperhatikan Seila tanpa berkedip di tatapnya lekat lekat gadis yang ada di depannya yang sedang berdiri membelakangi dirinya di karenakan Seila sibuk melihat tatanan.buku buku novel kesukaan nya yang masih berada di tempat yang sama.
"Kak Bima,!"
"Hmmmmm.!"
"Aku kangen sama Vira apa bisa malam ini aku tidur dengan nya.'
"Tentu saja bisa, kamu tenang saja dan tunggu di sini aku akan bawa Vira untuk mu."
__ADS_1
Bergegas Bima Keluar kamar dan menuruni anak tangga, sampai di ruang tamu, Bima melihat Seila palsu, itu karena dia telah merubah wajah nya mirip dengan Seila istrinya sebelum Seila kecelakaan dan berhasil masuk ke dalam rumahnya mengaku sebagai istrinya dan mengecoh dirinya dengan wajah palsunya, ada rasa kesal dan benci melihat gadis itu masih berada di dalam rumah nya.
"Kali ini aku tidak akan memberikan maaf untuk mu dan ku pastikan kamu akan mendapatkan balasan atas apa yang telah kamu lakukan pada istriku, meskipun aku tidak memiliki bukti bahwa kaulah dalang di balik kecelakaan yang menimpa istriku tapi aku tetap yakin kamu terlibat didalamnya dan aku akan membuat mu membayar semua yang telah kau lakukan hingga membuat aku dan istriku terpisah selama ini," geram Bima hingga rahangnya mengeras dengan Tatapan mata yang tajam dan dingin.
Seila yang melihat kehadiran Bima di ruang tamu dan melihat tatapan matanya yang begitu menakutkan membuat Seila cepat cepat masuk ke dalam kamar nya.
Di dalam kamar Seila mondar mandir dan berfikir keras apa yang akan dilakukan, tatapan mata tajam Bima yang tak biasanya membuat dirinya takut dan was was tatapan mata itu seperti bara Api dan bom waktu yang siap meledak kapan saja.
"Besok, aku harus cepat pergi dari rumah ini, seperti nya Bima tidak main main aku dapat melihat jelas kemarahan nya, dari pada sesuatu yang buruk terjadi padaku aku harus cepat pergi.' Gumam Seila dalam hati, kini tangan nya sibuk memasukkan semua baju baju yang ada di dalam Almari ke dalam koper, tekad Seila sudah bulat pergi dari rumah ini, ketiika Seila sedang sibuk memasukkan baju ke dalam koper tiba-tiba Pintu kamar di buka tanpa ada yang mengetuk pintu terlebih dahulu membuat Seila langsung menoleh ke arah pintu dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui siapa yang datang menemuinya.
"Mas, Bima?" ada apa ke sini?" tanya Seila gugup.
"Kau mau kemana?" kenapa kau memasukkan semua bajumu ke dalam koper."
"A-aku, ya aku mau berlibur beberapa hari ke Bali?"
"Oh, berlibur, dengan siapa dan harus kah membawa baju sebanyak itu."
Bima Tersenyum mendengar jawaban dari Seila.
"Aku memberi mu ijin pergi tapi tidak untuk besok, karna besok kamu harus berada di rumah karena kita lagi kedatangan tamu yang spesial, ku harap kamu mengerti, kamu tidak akan membantah permintaan ku kan."tanya Bima.
"iya, mas, untuk besok aku akan berada di rumah"
"Baguslah kalau begitu beristirahat lah."ucap Bima seraya melangkah pergi.
Di sebuah Rumah megah Tampak mobil taksi berhenti di halaman rumah, tak lama kemudian muncullah dari dalam taksi sosok pemuda tampan dengan di ikuti dari belakang nya seorang wanita cantik dengan menenteng sebuah koper kecil di tangan kirinya.
"Apa kamu mau menginap di rumah ku?" tanya laki laki itu pada seorang wanita yang sedang menenteng koper kecil di tangan kirinya.
"Apa kamu melarang ku untuk tinggal dengan mu sementara di sini."
__ADS_1
"Untuk saat ini tidak tapi jika istriku sudah kembali kamu harus pergi."ucap laki-laki itu sambil membuka pintu rumah nya yang kemudian di ikuti wanita yang ada di belakang nya.
"Ini, kamarmu kamu boleh beristirahat untuk sementara waktu, aku pergi dulu, oh ya jika lapar kamu cari makan sendiri di dapur."
"iya,"
"Baiklah aku tinggal dulu selamat beristirahat Novi."
"Ya, selamat beristirahat Arya."
ucap Novi, setelah kepergian Arya Novi segera menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.
"Akhirnya sampai juga dan aku bisa beristirahat dengan santai tapi kenapa Arya masih memikirkan Arina apakah Arya masih mencintai Arina? kenapa sih laki-laki itu bodoh sekali, sudah di celakai dan di rampas semua hartanya masih juga memikirkan istri nya itu, sungguh kau beruntung Arin, suamimu tidak memiliki kebencian dan dendam padamu padahal apa yang kamu lakukan adalah suatu kejahatan yang nyata dan aku apa bagaikan punguk merindukan bulan, Arya tak bergeming sedikitpun bahkan tak ada rasa atas semua yang telah ku lakukan, dia hanya mengaggap aku sebagai perawatat nya tidak lebih dari itu bahkan rasa simpati untuk ku sama sekali tidak ada." Novi berkali-kali menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar. Aku akan telpon Arina dia harus tau kalau kami sudah kembali lagi.
Novi meraih benda pipih yang ada di samping ranjang nya dan mulai menekan nomor telpon Arina. tidak menunggu lama sambungan telepon pun terhubung.
"Halo...!'
"Halo..!"Arin ini gue,"
"Novi..!" ada apa malam malam telpon, ganggu orang saja "Sungut Arina kesal karena merasa istirahat nya terganggu.
"Aku cuma mau ngasih tau sama kamu, laki lo sudah balik ke sini."
"Apa?" Arya sudah kembali?"
"Ya, dia sekarang lagi tidur di kamar nya.
"Kamu tidak main-main kan Nov."
"Tentu saja tidak dan aku ingatkan bersiap siaplah kamu menghadapi amukan suamimu."setelah mengucapkan itu Novi menutup panggilan telepon nya.
__ADS_1
"Halo...Novi..!" Halo...ya..di matikan deh telpon nya, Arya pulang aku harus bagaimana ini."lirih Arina gusar.