
Dengan cepat Bondet membuka matanya
dan benar kapal sudah mulai menepi,
Dilihatnya beberapa orang berlari menuju
kapal yang di tumpanginya, mungkin
mereka penasaran dengan pekerjaan para
penyelam, apakah mereka sudah bisa
berhasil membawa para korban yang
tengelam di laut pantai, ataukah tidak.
Dari beberapa kerumunan nampak seorang
wanita muda bergandengan tangan dengan
seorang laki-laki mungkin dia adalah suami
nya sedang menerobos kerumunan dengan
liar, sangat terlihat mereka begitu tergesa
gesa, sang wanita wajahnya tampak kusut
dan matanya bengkak seperti menangis
tiada henti.
Dengan mudah mereka berdua langsung
di berikan jalan sehingga mereka muda
bisa langsung mendekati kapal yang
kami tumpangi.
Wanita itu segera berlari ke kapal dan
menaikinya dia berteriak dengan sangat
histeris dan kencang, sehingga suaranya
memekakkan telinga.
"Di mana..??? Di mana putraku !!!"apakah kalian
sudah menemukan jasadnya, oh putraku yang
malang, maafkan ibu yang tak bisa menjaga
dirimu dengan baik hizk...hizk ..hizk."
Suara tangis wanita itupun pecah.
Para penyelam pun tertegun melihat
pemandangan yang sangat menghiris hati
sehingga mereka pun lupa jika sesungguhnya
para korban itu telah selamat.
Kehadiran sang wanita yang tiba-tiba dengan
teriakkan dan tangis yang sangat memelas
membuat para penyelam silih berganti
justru duduk berjongkok menghibur sang
wanita yang menangis dengan kencang.
Tangis nya yang kencang dan meraung
raung mampu menghipnotis ketiga penyelam
itu, mereka bertiga tak henti hentinya
membujuk agar sang wanita jangan menangis
lagi, namun usaha mereka gagal karena
sang wanita tetap menangis dan meraung
__ADS_1
raung, suaranya yang keras bak halilintar
membuat seluruh penghuni kapal keluar
ketika Bapak paruh baya keluar dan melihat
seorang wanita yang menangis dengan
keras berusaha menenangkan nya.
"Maaf, Bu, kenapa kau menangis ?" berhenti
lah menangis bu."
"putraku sudah pergi...!"Hizk....hizk..mana
jasad putraku ?"
kalian menemukan nya kan, aku akan
menguburkannya dengan baik, jasadnya
masih utuh kan ?"Ucapnya masih sambil
tetap menangis.
"jasad apa bu ..?" yang kau tanyakan,"
"Jasad putraku pak penyelam,"
"Oh, putra yang tercebur itu?"
"Ia, benar !"Hizk...hizk jasadnya tidak
hancur kan pak penyelam, kasian sekali
putraku nasibnya begitu malang, aku
memang ibu yang bodoh dan tidak
bertanggung jawab," Ucapnya sambil terisak
wanita itu memukuli dadanya sendiri.
"Bu..! Bu..!Tolong, jangan menangis,"
"Bapak, ini aneh, orang sedih kok di larang
Bapak tidak mengerti bagaimana perasaan
seorang ibu, Hizk....hizk...hizk,"
"Bukan begitu bu, pasalnya anak ibu,
putra ibu selamat, jadi jangan menangis lagi,"
"Apa..?"apa aku, tidak salah dengar pak?"Tanya wanita itu."
"Tidak, coba lihat kesana, itu anak ibu kan?"
"Benar, itu putraku,"
Dengan cepat wanita itu hendak berlari
menghampiri namun, langkahnya di tahan
Bapak prnyelam.
"Kenapa kau menghalangi langkah ku, aku
mau melihat anakku,"
"Tenanglah, Bu ! dan dengarkan aku, putra
itu sepertinya hilang ingatan, mohon ibu
bersabar dalam merawat nya."
"Apa...?"Putraku Amnesia,Hizk...hizk..hizk
dia tidak akan menggenaliku lagi," Ucapnya
dengan tersedu.
"Ibu, bisa menggatakan kalau ibu, adalah
ibunya, nanti setelah perawatan, pasti
__ADS_1
putra ibu, akan ingat kembali, sekarang
silahkan temui putra ibu."
Sang Wanita pun segera menghampiri
tempat di mana Bondet Bima dan anak
kecil itu berada.
Dengan serta merta wanita itu memeluk
Putranya.
"Putraku, kau selamat Nak, ibu sangat
menghawatirkan mu,"Ucapnya dengan
tersedu.
Kemudian wanita itu menatap ke arah Bima.
"Kaukan!"yang telah menyelamatkan putraku ?"
"Bukan, Bu ..!"putra Ibu selamat karena
Allah lah yang menyelamatkan nya bukan
saya,'Ucap Bima.
"Tapi, lewat kamulah putraku selamat, trimakasih ya,"Ucap wanita itu haru.
"Sama sama Bu...!"
"Istrimu, juga menangis seperti ku, dia
juga sangat sedih, bahkan dia juga tidak
mau makan," Ucap wanita itu menjelaskan.
"Seila..!"di...dimana dia ?kenapa aku tidak
melihat nya," Ucap Bima Binggung.
"Mungkin dia, tidak sanggup melihat
jasad mu, sehingga dia tidak ikut kesini,"
Mendengar pernyataan wanita itu Bima
segera meloncat turun dari kapal, dengan
tergesa gesa, dia menyibak semua orang
yang lagi berkerumun di sekitar kapal.
Dengan berlari sambil matanya menyapu
keseluruh tempat, Bima mencari keberadaan
Seila. hatinya semakin khawatir karena
Keberadaan Seila tak juga dia temukan.
Bondet yang melihat Bima berlari dengan
cepat menggikuti dari belakang.
Bondet pun khawatir dengan Bima yang
tidak ada angin tidak ada hujan, berlari
seperti orang kesetanan.
"Kak, Bima !" Kenapa kau berlari lari,
ada apa ?" Tanya Bondet penasaran.
"Seila, Ndet..! Seila di mana ?" kenapa
dia tidak ada,"
"Tenang Kak, jangan panik begitu biar
ku telpon dulu,"
"Astaga ?" Kenapa aku lupa, benar juga
__ADS_1
seharusnya aku telpon," Bima memijit
dahinya sendiri.