Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.61.AMNESIA


__ADS_3

Dengan cepat Bondet membuka matanya


dan benar kapal sudah mulai menepi,


Dilihatnya beberapa orang berlari menuju


kapal yang di tumpanginya, mungkin


mereka penasaran dengan pekerjaan para


penyelam, apakah mereka sudah bisa


berhasil membawa para korban yang


tengelam di laut pantai, ataukah tidak.


Dari beberapa kerumunan nampak seorang


wanita muda bergandengan tangan dengan


seorang laki-laki mungkin dia adalah suami


nya sedang menerobos kerumunan dengan


liar, sangat terlihat mereka begitu tergesa


gesa, sang wanita wajahnya tampak kusut


dan matanya bengkak seperti menangis


tiada henti.


Dengan mudah mereka berdua langsung


di berikan jalan sehingga mereka muda


bisa langsung mendekati kapal yang


kami tumpangi.


Wanita itu segera berlari ke kapal dan


menaikinya dia berteriak dengan sangat


histeris dan kencang, sehingga suaranya


memekakkan telinga.


"Di mana..??? Di mana putraku !!!"apakah kalian


sudah menemukan jasadnya, oh putraku yang


malang, maafkan ibu yang tak bisa menjaga


dirimu dengan baik hizk...hizk ..hizk."


Suara tangis wanita itupun pecah.


Para penyelam pun tertegun melihat


pemandangan yang sangat menghiris hati


sehingga mereka pun lupa jika sesungguhnya


para korban itu telah selamat.


Kehadiran sang wanita yang tiba-tiba dengan


teriakkan dan tangis yang sangat memelas


membuat para penyelam silih berganti


justru duduk berjongkok menghibur sang


wanita yang menangis dengan kencang.


Tangis nya yang kencang dan meraung


raung mampu menghipnotis ketiga penyelam


itu, mereka bertiga tak henti hentinya


membujuk agar sang wanita jangan menangis


lagi, namun usaha mereka gagal karena


sang wanita tetap menangis dan meraung

__ADS_1


raung, suaranya yang keras bak halilintar


membuat seluruh penghuni kapal keluar


ketika Bapak paruh baya keluar dan melihat


seorang wanita yang menangis dengan


keras berusaha menenangkan nya.


"Maaf, Bu, kenapa kau menangis ?" berhenti


lah menangis bu."


"putraku sudah pergi...!"Hizk....hizk..mana


jasad putraku ?"


kalian menemukan nya kan, aku akan


menguburkannya dengan baik, jasadnya


masih utuh kan ?"Ucapnya masih sambil


tetap menangis.


"jasad apa bu ..?" yang kau tanyakan,"


"Jasad putraku pak penyelam,"


"Oh, putra yang tercebur itu?"


"Ia, benar !"Hizk...hizk jasadnya tidak


hancur kan pak penyelam, kasian sekali


putraku nasibnya begitu malang, aku


memang ibu yang bodoh dan tidak


bertanggung jawab," Ucapnya sambil terisak


wanita itu memukuli dadanya sendiri.


"Bu..! Bu..!Tolong, jangan menangis,"


"Bapak, ini aneh, orang sedih kok di larang


Bapak tidak mengerti bagaimana perasaan


seorang ibu, Hizk....hizk...hizk,"


"Bukan begitu bu, pasalnya anak ibu,


putra ibu selamat, jadi jangan menangis lagi,"


"Apa..?"apa aku, tidak salah dengar pak?"Tanya wanita itu."


"Tidak, coba lihat kesana, itu anak ibu kan?"


"Benar, itu putraku,"


Dengan cepat wanita itu hendak berlari


menghampiri namun, langkahnya di tahan


Bapak prnyelam.


"Kenapa kau menghalangi langkah ku, aku


mau melihat anakku,"


"Tenanglah, Bu ! dan dengarkan aku, putra


itu sepertinya hilang ingatan, mohon ibu


bersabar dalam merawat nya."


"Apa...?"Putraku Amnesia,Hizk...hizk..hizk


dia tidak akan menggenaliku lagi," Ucapnya


dengan tersedu.


"Ibu, bisa menggatakan kalau ibu, adalah


ibunya, nanti setelah perawatan, pasti

__ADS_1


putra ibu, akan ingat kembali, sekarang


silahkan temui putra ibu."


Sang Wanita pun segera menghampiri


tempat di mana Bondet Bima dan anak


kecil itu berada.


Dengan serta merta wanita itu memeluk


Putranya.


"Putraku, kau selamat Nak, ibu sangat


menghawatirkan mu,"Ucapnya dengan


tersedu.


Kemudian wanita itu menatap ke arah Bima.


"Kaukan!"yang telah menyelamatkan putraku ?"


"Bukan, Bu ..!"putra Ibu selamat karena


Allah lah yang menyelamatkan nya bukan


saya,'Ucap Bima.


"Tapi, lewat kamulah putraku selamat, trimakasih ya,"Ucap wanita itu haru.


"Sama sama Bu...!"


"Istrimu, juga menangis seperti ku, dia


juga sangat sedih, bahkan dia juga tidak


mau makan," Ucap wanita itu menjelaskan.


"Seila..!"di...dimana dia ?kenapa aku tidak


melihat nya," Ucap Bima Binggung.


"Mungkin dia, tidak sanggup melihat


jasad mu, sehingga dia tidak ikut kesini,"


Mendengar pernyataan wanita itu Bima


segera meloncat turun dari kapal, dengan


tergesa gesa, dia menyibak semua orang


yang lagi berkerumun di sekitar kapal.


Dengan berlari sambil matanya menyapu


keseluruh tempat, Bima mencari keberadaan


Seila. hatinya semakin khawatir karena


Keberadaan Seila tak juga dia temukan.


Bondet yang melihat Bima berlari dengan


cepat menggikuti dari belakang.


Bondet pun khawatir dengan Bima yang


tidak ada angin tidak ada hujan, berlari


seperti orang kesetanan.


"Kak, Bima !" Kenapa kau berlari lari,


ada apa ?" Tanya Bondet penasaran.


"Seila, Ndet..! Seila di mana ?" kenapa


dia tidak ada,"


"Tenang Kak, jangan panik begitu biar


ku telpon dulu,"


"Astaga ?" Kenapa aku lupa, benar juga

__ADS_1


seharusnya aku telpon," Bima memijit


dahinya sendiri.


__ADS_2