Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.114.SURGA DUNIA


__ADS_3

Suasana yang ramai dengan banyaknya para pengunjung yang datang di butik Wina semakin membuat para pengunjung nya suka bukan hanya sekedar melihat dan menikmati keindahan beraneka ragam model gaun, akan tetapi juga banyak yang tiba-tiba berbondong bondong untuk langsung membeli, semua berkat peragaan model yang di bawakan Seila dan Bima.


Bima mengizinkan Seila menjadi foto modelnya asal di pasangkan dengan nya dan kebetulan busana yang lagi di promosikan bukan sekedar untuk remaja dewasa tapi juga untuk para pemuda keren ada juga untuk ukuran para pemuda yang memiliki wajah setandar dengan kulit yang juga standar busana itu di peragakan oleh Bondet sedangkan baju dengan ukuran orang yang sangat langsing atau bisa di sebut kurus itu di peragakan oleh iqbal, keempat peraga sangat menjiwai sehingga para pengunjung tak hanya di buat kagum tapi juga terhibur dengan beberapa kekonyolan lelucon yang sengaja di buat bondet dan Iqbal.


Semua mata menatap kagum dan sering di buat baper dengan keromantisan yang juga sengaja disajikan Bima di depan umum tanpa ada skip, tidak menunggu lama hanya tiga jam sudah banyak baju yang terjual, semua tak pernah Wina bayangkan jika awal pembukaan toko butiknya menjadi sekaligus ajang penjualan besar besaran.


Acara demi acara sudah di lewati tibalah saatnya untuk bersantai, setelah mencuci muka dan membersihkan diri kini tibalah Acara makan bersama.


Wina, Iqbal, Bondet, Bima dan Seila sudah berada di meja makan dengan beraneka menu makanan yang ada.


"Sayang, buka mulut nya, coba rasakan ini enak,"Ucap Bima kepada Seila.


"Diiih, Bima?sudah di bilang jangan pamer kemesraan tetep saja pamer,"


Bima terkekeh mendengar perkataan Wina.


"Win, jangan ngiri kamu juga bisa minta di suapin sama Bondet kurasa Bondet juga mau tuh,"


"Uuh, ogahlah, Bondet bukan levelku," ucap Wina terkekeh.


"Halaa, Win, bohong kalau ngak ada orang loe juga perhatian ke gue," timpal Bondet tanpa merasa tersinggung.


Lagi asiknya ngobrol dan bercanda tiba-tiba...


"Huek....huek...huek..!"Seila merasa tiba-tiba perutnya mual dengan cepat Seila lari ke kamar mandi.


Melihat Seila tiba-tiba Wina, Bondet, Iqbal dan Bima saling berpandangan sebelum.


"Yes...!Seila pasti hamil," ucap Bima kegirangan.


Wina, Bondet dan Iqbal segera silih berganti mengucapkan selamat ke pada Bima.


"Selamat, kak Bima!"


"Trimakasih, Ndet!


"Selamat kak Bima!ucap Wina dan Bondet bersamaan.


Bima tersenyum senang hatinya begitu bahagia dengan cepat segera dia menyusul Seila ke kamar mandi dengan diikuti teman-teman nya."


"Sayang, kau tidak apa apakan?


Seila mengelengkan kepalanya


"Aku, tidak apa-apa, tapi kepala ku pusing kak,"


"Iya, kita akan ke dokter ya,"


"Ngak usah di bawa ke dokter Bim, bawa Seila ke kamar saja, kita panggil kan dokternya saja biar datang kesini,"

__ADS_1


"kamu benar di mana, kamarnya,"


"Di sana," Wina menujuk kamar ruang tamu.


Tanpa menunggu lagi Bima langsung menggendong istrinya, membuat mereka yang ada di situ melongo.


"Kak Bima! turunin malu sama mereka,"


"Sudah, cuek saja biarkan mereka yang lagi melongo gitu," jawab Bima terkekeh tapi sebelum melangkah ke kamar tamu.


"Ndet!" awas ada lalat masuk mulut loe,"


Dengan cepat Bondet segera menutup mulut nya tak bisa dia bayangkan jika tiba-tiba ada seekor.lalat masuk dan menciumnya bisa bisa ikut Hoek...Hoek juga nanti. Dengan sangat pelan dan hati-hati Bima menurunkan Seila dan duduk di sampingnya.


" Kamu, jangan cemas ya,"


"Aku, takut kalau aku ternyata memiliki penyakit,"


Bima, tersenyum, seraya mengecup lembut kening istrinya.


"Kamu ngak akan kenapa napa, percayalah,"


"Kak Bima, dokternya sudah datang,"


"Oh, silahkan masuk Dok,"


"Maaf, silahkan Mas tunggu di luar biar aku cek keadaan istri mas,"


Bondet, Iqbal, Wina dan Bima segera keluar kamar.


"Kak Bima, yakin, kalau Non Seila hamil?"


"Tentu saja, yakin Ndet, kan sudah sering kami bercinta dan seperti nya cukup untuk buat benih berkrmbang,"ucap Bima bangga.


"Wah, kak Bima gass full ya," tanya Bondet polos.


"Tentu saja, enak kok,"


" Wah, jadi pingin ngrasain gimana rasanya ya,"


"Nah, makanya cepat punya pacar trus nikah biar bisa menikmati surganya dunia," ucap Bima terkekeh.


Wina yang merasa obrolan para bapak bapak itu tidak penting untuk di dengar segera dia melangkah menjauh pergi.


"Hei, Win! mau kemana loe, apa loe ngak ingin mendengar cerita nikmatnya surga dunia," ucap Bima meledek, membuat Wina membulatkan kedua bola matanya dengan tatapan tajam yang siap menerkam.


Wina memilih tak meladeni ledekan Bima toh percuma posisinya sulit, karena dia belum memiliki pacar, jadi tidak ada bahan untuk bisa membalas Ledeknya Bima.


Tidak berapa lama, dokter yang memeriksa Seila pun keluar, dengan cepat di sambut Bima Iqbal dan Bondet mereka sudah tidak sabar ingin mendapatkan penjelasan lngsung dari dokter.

__ADS_1


"Bagaimana, dok?"istri saya apakah benar benar sudah positif hamil," tanya Bima tak sabar.


"Mas, suaminya kah,"


"iya, Dok, saya suaminya,"


"Begini, istri mas bukan hamil tapi lagi kena asam lambung mungkin dia makan sesuatu yang memicu asam lambung nya naik,"


"Apa? bu- bukan hamil,"


"Iya, ini resepnya tolong berikan tepat waktu, biar cepat normal lagi, karena saya juga ada pasien saya pulang dulu,"


"Oh, ya, trimakasih Dok,"


Setelah kepergian Sang Dokter Wina berjalan mendekati Bima yang terduduk lesu, keceriaan nya yang tadinya bersinar tiba-tiba hilang memudar hal itu membuat Wina gemes ingin mengoda ingin membalas semua ledekan Bima.


"Ehem..ehem!" gimana boss kok bibitnya ternyata ngak berkembang itu artinya bibit boss Bima kurang super," Ledek Wina sambil terkekeh.


"Iya, kenapa belum bisa membuat Seila hamil ya, apa yang salah," Keluh Bima sedih.


Melihat tampang Bima yang sedih Wina tak sampai hati meledek nya lagi di dekatnya pemuda tampan itu yang lagi tertunduk lesu, Wina bisa melihat dan merasakan betapa inginnya Bima memiliki seorang anak dari rahim Seila entah apa yang membuat nya begitu berambisi dan sangat ingin seakan akan tidak sabar dan berharap cepat mendapatkan nya.


"Kamu, sedih Bim?"tanya Wina iba.


Bima tidak menjawab dia hanya tersenyum kecut.


"Kan bisa lain kali tidak usah buru buru,"


"Kau tidak mengerti posisi ku, jadi kamu bisa bilang begitu,"


"Apa, maksd dari ucapanmu, aku ngak paham,"


"Aku, takut jika Seila tidak cepat hamil dan diantara kami tidak ada hubungan yang mengikatnya, aku khawatir dia akan kembali ke mantan kekasihnya,"


"Mana mungkin begitu, bukankah kekasihnya sudah tidak mencintai nya dan sudah menikah lagi,"


"Iya, benar tapi di hatinya masih, apa kau lupa kejadian di paris, sangat terlihat jelas jika mantan kekasihnya masih sangat mencintai Seila dan aku bisa apa, jika seandainya Seila pun masih mencintainya, dia akan meninggalkan aku tidak ada yang bisa menghalanginya kalau Seila hamil anakku setidaknya dia akan memikirkan anaknya tap ternyata, aku tidak becus membuat nya hamil, aku gagal," ucap Bima sambil menunduk.


.


Wina sangat tersentuh dengan apa yang Bima ucapkan, Wina sangat kagum dengan cinta Bima kepada Seila bahkan dengan sangat jujur


mengatakan apa daya dirinya seandainya Seila memilih meninggalkan nya karena diantara mereka belum ada anak yang bisa menggikat hubungan mereka.


"Bim!" maaf kan, Seila ya?sebenarnya bukan kamu yang gagal tidak bisa membuat Seila hamil tapi, karena keegoisan Seila yang tidak ingin memiliki anak lebih dulu, aku pernah melihat Seila pergi ke toko obat dan aku sempat bertanya obat apa yang dia beli, dia membeli obat anti hamil, karena dia bilang belum siap punya anak,"


"Apa..?" jadi selama ini Seila minum obat anti hamil, keterlaluan sekali,"


Dengan wajah yang memerah karena menahan marah, Bima hendak masuk ke dalam kamar untuk menemui Seila, tapi tangan Wina dengan cepat menahannya.

__ADS_1


"Jangan..!jangan marahi dia, jika Seila cerdik menyembunyikan nya kau pun harus lebih cerdik untuk bisa membuang dan menganti obat yang di minum nya, Seila itu keras kepala jika tau tidak mengkonsumsi obat itu sudah bisa di pastikan, dia tidak akan mau melayanimu setiap waktu,"


"Kau, benar, kenapa aku bodoh, trimakasih ternyata kau sahabat yang baik juga,"


__ADS_2