Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.56.BERISTIGFAR MENDADAK.


__ADS_3

Setelah mematikan ponsel hapenya Bondet segera pergi masuk kedalam tenda meskipun


pikiran nya tidak tenang dia mencoba untuk,


memejamkan mata, dalam resah dan tidur


yang tidak tenang terbersit beberapa rencana,


yang ingin esok dia lakukan.


Malam yang dingin, udara yang berdatangan


silih berganti menerpa dedaunan dan pohon


yang sesekali juga menerpa tenda membuat


keadaan tenda menjadi sangat dingin.


Bondet yang tidak bisa tidur dengan nyenyak


karena pikiran nya yang masih saja selalu


melayang layang mejelajahi seluruh alam


khayal berharap bisa menemukan setitik


cahaya tentang keberadaan Bima, namun


sampai matahari mau terbit dari ufuk timur


ternyata tetap saja, alam khayalan nya tidak


mampu menembus keberadaan Bima,


Bondet bangkit dari tidurnya dan keluar


tenda, di tengok nya kebelakang di mana


Bondet masih melihat para penyelam itu


tertidur dengan pulas, wajah mereka nampak


kelelahan.


Rasa kasian dan iba, tiba tiba hadir menyapa.


Bagaimana pun juga dia telah merepotkan


mereka, meskipun menyelamatkan orang


lain adalah tugas dan kewajiban mereka


namun bisa di pastikan juga keluarga


mereka cemas dan pastilah memikirkan


keselamatan mereka juga, terlebih jika


harus melakukan penyelaman dan pencarian


suatu hal yang sangat berbahaya bagi diri


mereka sendiri pula.


Bondet pergi ke mushola kecil yang ada di


pantai, bangunan yang tidak terlalu besar


namun keberadaan nya di tunjukkan bagi


orang orang muslim yang hendak melakukan


kewajiban sholat nya.


Setelah mengambil Air Wudhu segera Bondet


melakukan sholat subuh, dalam doa nya


Bondet meminta di berikan petunjuk agar


bisa menggetahui di mana Keberadaan


Bima sekarang, setelah selesai Bondet


berniat hendak meninggalkan tempat


musholla itu, namun langkahnya terhenti


ketika sayup sayup telinga nya yang tajam


mendengar suara isak tangis.


"Hizk....Hizk...Hizk...!"


Dengan rasa penasaran Bondet mencari


sumber suara tangis itu.


"Siapa pagi pagi subuh begini sudah


menangis,"Desis Bondet dalam hati.


Matanya yang tajam menyapu keseluruh


ruangan yang ada di tempat itu.


"Suaranya berasal dari tempat sebelah,


dengan cepat Bondet menengok dan dia


melihat seorang gadis yang sedang duduk


dengan menggunakan mukena.


"Oh, dia sedang menangis dalam doa,


macam macam ya orang meluapkan


kesedihan nya, andai aku juga wanita


aku juga mau menangis sayangnya aku


bukan lah wanita, sehingga rasa sedihku


hanya mampu ku simpan dalam dada.


Bondet yang tadinya ingin menghampiri


suara orang yang menangis itu tiba tiba

__ADS_1


dia batalkan niatnya, pasalnya tidak benar


menemui seorang wanita di saat dia


sedang berdoa, akhirnya Bondet memilih


menunggu saja di luar musholla.


Tidak berapa lama keluar lah gadis itu


Dengan segera Bondet berdiri dan dia


datang menghampiri.


"Permisi Nona, kalau boleh tau apa yang


membuat Nona menangis dengan begitu


keras."


Sang gadis yang tidak menyadari ada orang


yang sedang menunggu nya tidak mampu


menyembunyikan keterkejutan nya sehingga


yang keluar dari bibirnya ucapan istighfar.


"Astagfirullahaladhim..!" kamu siapa? kenapa


kamu menungguku disini,"


"Saya yang bertanya, kenapa justru kini


Nona yang bertanya balik," Jawab Bondet.


"Maaf, bang ! saya hanya sedih saja, jodho


saya, belum bangun dari tidurnya sampai


sekarang,"


"Oh, jodho Nona sedang sakit,"Tanya Bondet


yang di jawab dengan anggukan.


"Dari kemarin malam belum sadarkan diri


aku takut, terjadi apa apa padanya,"Ucap


gadis itu yang kemudian tangisnya pecah


lagi.


Melihat gadis di depannya menangis lagi


Bondet menjadi Binggung, tanpa sadar


Bondet merengkuh gadis itu ke dalam


pelukannya.


"Sudah, cup.....cup... , jangan menangis


lagi,"Ucap Bondet menenangkan.


bagaimana? aku tidak punya mobil untuk


membawa nya berobat ke kota dan aku


tidak mau Jodho ku mati,"


"Tenang Nona, aku akan bantu kamu,


aku kemari membawa mobil biar nanti


aku bantu membawa ke kota,"


"aku, tidak mau Nanti aku takut ke buru


jodhohku mati, aku mau sekarang," Ucap


gadis itu.


Bondet pun di buat kebinggungan dengan


kemauan gadis di depannya, Bondet harus


mencari keberadaan Bima, belum juga


menemukan titik terang datang lagi satu


masalah, mana yang harus aku dahulu


kan dalam kebinggungan nya terlintas


wajah kurus Iqbal menari nari dalam


otaknya.


"Aku tau, sekarang,"


"Nona kamu tunggu sebentar disini, aku


mau meminta solusi temanku,"Tanpa


menunggu jawaban Bondet segera pergi


meninggalkan gadis itu.


"Aku harus menghubungi Iqbal, tanpa


menunggu lama Bondet segera memencet


Nomor telpon iqbal dan tidak menunggu


lama telpon pun sudah tersambung.


"Kring....kring....kring...!


"Halo, " Terdengar suara jawaban dari


sebrang.


"Halo, Bal !ini aku Bondet."


"Iya, bagaimana, Ndet ?sudah menemukan


keberadaan kak Bima !"

__ADS_1


"Belum, Bal ! Sekarang malah aku dapat


masalah baru lagi,"


"Masalah apa lagi, Ndet !"


"Ada, cewek, Jodho nya sakit mau mati,


harus cepat cepat di bawah ke rumah


sakit di kota, sedangkan aku ngak bisa


ngambil mobil, lagi pula aku harus


mencari Kak Bima, kasian Non Seila


sekarang aku harus bagaimana Bal,


pusing aku coba kamu kasih aku solusi,"


"Ndet...!Ndet...!kapan kamu pintarnya,"


Ucap Iqbal sambil tertawa.


"Sudah, jangan meledek saja, cepat aku


harus bagaimana?"


" Kamu bawa itu jodohnya, ke kapal nah


suru mereka membawa kesini dan kamu


bisa dengan tenang mencari Kak Bima lagi,"


"Waoo, otakmu benar benar top Bal, ya sudah


aku pergi dulu bye."Tanpa menunggu lagi


Bondet segera mematikan telponya.


Dia bergegas menghampiri gadis yang ada


di depan musholla.


"Nona, ayo, tunjukkan di mana Rumahmu


kita bawa Jodho mu, sekarang juga,"Ucap


Bondet menjelaskan.


Dengan mata berbinar gadis itu mengangguk.


Bondet di bawa gadis itu menyusuri jalan


kecil dimana jalan itu seperti jalan pintas


yang jarang di lewati orang.


Di sekeliling jalan itu masih penuh dengan


tumbuhan liar dan pohon liar.


"Busyet...!'berani amat ini gadis sholat di


musholla ini dengan melewati jalan sepi


begini,"desis Bondet dalam hati.


"Aku, sudah terbiasa lewat jalan ini,


untuk itu aku berani melewati jalan ini,"


Ucap gadis itu tiba tiba.


"Ih, dari mana gadis ini tau, aku berfikir


begitu, jangan jangan dia bukan manusia


Bondet tiba tiba merasa merinding bulu


kudunya tiba tiba berdiri.


"Kamu jangan berfikir yang macam macam


tuh, disana rumahku ayo cepat,"Ucap gadis


itu menggingatkan.


"Bener bener ajaib ini gadis knapa bisa


membaca pikiran orang,,"Gumam Bondet


dalam hati.


"Ayo, silahkan masuk,"


"Siapa yang kau bawa itu nak,"Tanya seorang laki-laki setengah baya.


"Dia, yang akan membantu membawa dia


berobat ke kota dengan mobilnya ayah."


"Kalau begitu ajak saja dia langsung ke


kamar,"


"Baik, ayah,"


"Ayo, masuk, dia ada di dalam,"Ajak gadis


itu.


Ketika gadis itu membuka pintu dan Bondet


menggikuti masuk di belakang nya


tiba tiba Bondet meloncat mundur ke


belakang sambil berteriak.


"Astagfirullahaladhim..!'


"Astagfirullahaladhim...!'


Sang gadis pun kebinggungan melihat


ulah Bondet.


"Orang ini kenapa," Desisnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2