Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bsb.120.DOA BIMA


__ADS_3

Bima terus memanggil manggil nama Seila, Bondet pun ikut memangil manggil Nama Seila meskipun hari hampir gelap tak juga mereka menemukan titik terang di mana keberadaan Seila dalam hati Bondet pun sudah putus asa, sudah tidak yakin lagi, jika Seila masih hidup, Bondet melihat Bima mencari seperti orang yang sedang kesurupan tangan kaki mengais dan menendang semua yang jadi penghalang, Bondet pun tak punya keberanian untuk mengajak dan menghentikan kegiatan Bima , Bondet sangat hafal dengan sikap dan keteguhan Bima sebelum dia bener bener yakin gagal dia akan terus berjuang dan berjuang sama ketika berjuang keras mendapatkan cinta Seila, Bima menunggu dan menjalani kehidupan nya dengan sabar, bentakan, sikap dingin bahkan terlihat seperti di remehkan dan tidak di hargai tak mampu mengubah perasaan cintanya apalagi surut dan mundur, Bima tetap berusaha semampunya karna Bima memiliki satu keyakinan setiap usaha pasti akan mendapatkan hasil, kerja keras yang baik akan mendapatkan hasil yang baik begitu juga dengan rona rona kehidupan cinta sekeras apapun pendirian seseorang jika selalu di ketuk tanpa kenal lelah pastilah suatu saat hati itu akan mencair juga, sama halnya dengan sebuah batu yg besar jika setiap hari mendapatkan tetesan air lama kelamaan keras batu itupun akan hancur.


Bondet melihat Bima duduk bersimpuh, tak lama kemudian kedua tangan Bima terangkat ke atas.


"Ya, Allah...!" di manaaa?. .. istriku..!" kemana aku harus mencari, Ya Allah tolonglah aku berikanlah perlindungan padanya, aku mohon, berikan lah pertolongan mu, kepada siapa aku harus mengadu...! kepada siapa aku harus meminta tolong, kalau bukan kepada mu, tolong jangan pisahkan kami dengan cara seperti ini aku mohon, tolong lah kami, ya Allah aku mohon lindungilah istriku di manapun dia berada jangan...jangan.. kau ambil dia dariku."


Suara Bima terdengar serak dan berat, Bima sedang menangis melihat semua itu hati siapa yang tega hati siapa yang kuat mendengar nya


Bondet yang melihat Bima berteriak histeris, mengeluarkan segala kesedihan nya kepada sang pencipta membuat Bondet menitikkan air mata yang juga, diam diam Bondet menyatukan kedua tangan nya di depan dada.


" Ya, Allah, tolong kabulkan lah doa kak Bima tolong selamatkan Non Seila, kami sadar, kami tidak akan bisa melawan semua takdir mu akan tetapi bukan kah engkau maha mendengar dan juga maha mengabulkan segala doa, tolong lah kami, kabulkan lah doa kami, jangan pisahkan kak Bima dan Non Seila dengan cara seperti ini berikan lah kesempatan untuk mereka hidup bahagia sekali lagi Amin."


"Aku tidak boleh ikut menangis, aku harus terlihat kuat agar aku bisa menghibur kak Bima, aku harus bisa menenangkan hatinya," perlahan lahan Bondet melangkah mendekati Bima yang masih terisak meskipun tangis Bima tidak keras seperti tangis cewek pada umumnya, akan tetapi air mata Bima terus mengalir dengan tangan kini membekap mulutnya, wajah menunduk dengan tatapan mata yang kosong.


"Kak Bima! sabar ya, besok pasti kita bisa menemukan Non Seila."

__ADS_1


"Apa, kau yakin dan apakah sudah tidak terlambat."


"Kita tidak bisa melawan takdir, kak, jika Allah berkehendak, mengizinkan Non Seila hidup pasti lah dia bisa selamat tapi jika tidak kita harus ihklas kak, kak Bima harus ihklas bukankah apa yang ada di dunia ini miliknya jika sudah diambil kita bisa apa?ayo, kak, kita sholat isya lalu kak Bima bisa melakukan sholat hajat, kak Bima minta sama Allah agar di berikan kesempatan untuk bisa bersama Non Seila, percayalah Allah maha mengabulkan segala doa."


"Kamu, benar, Ndet, ayo, kita sholat."


******


Di depan cermin seorang gadis sedang tersenyum menatap wajah nya.


Ketika sang gadis lagi asik menatap wajahnya di cermin tiba-tiba telfonnya berbunyi.


"Halo..!


"Halo, Boss, semua sudah beres, mobil wanita itu sudah masuk jurang dan terbakar dan sudah pasti wanita itu juga mati ikut terbakar di dalam nya."

__ADS_1


"Bagus, ini berita menyenangkan yang aku tunggu tunggu, baiklah untuk menghilangkan jejak kalian cepat bakar mobil Poso kalian dan cepatlah bersembunyi ke luar negeri sampai keadaan aman."


"Baik, boss."


Setelah sambungan telepon di matikan gadis itupun tersenyum dengan lebar dan penuh kemenangan.


"Ha .ha .ha.. Selamat jalan Seila yang malang, kini posisimu akan ku gantikan akulah yang akan menjadi istri Bima, seandainya kau mau menggalah dan pergi dengan baik baik pastilah Nasibmu tidak akan seburuk ini, jika kau melihat kami bersama dan kau mau marah di akhirat sana, marah saja karena Bima akan mencintai ku, Karena dia tidak pernah tau jika wajah ini, bukan wajah istrinya aku sudah melakukan operasi wajah seperti wajahmu jadi aku bisa dengan mudah mengganti kan posisimu jika kau hidup pun Bima tidak mungkin lagi bersamamu, Selamat menikmati penderitaan mu Seila yang malang, itu jika kau masih hidup, karena kau akan melihat suamimu dengan wanita lain ha...ha .ha..aku akan segera terbang ke Indonesia akan ku tenui Suamiku Bima."


Perjalanan hidup dan cinta anak manusia sangatlah rumit, cinta yang buta bisa membuat orang khilaf melakukan segala cara demi suatu obsesi agar tercapai tujuan nya, itulah yang di lakukan Arina, gadis yang dulunya baik santun dan ramah kini berubah menjadi Monster iblis yang tidak memiliki hati, ketika sebuah hati tersakiti ketika tidak bisa menerima kenyataan bahwa cintanya tidak terbalaskan, sakit hati yang sangat dalam ketiika mengetahui orang yang mampu merebut hati pujaan hatinya adalah teman sekolah nya sendiri yang dulunya mereka saling menghargai dan menghormati kini berubah menjadi saling memusuhi, dengan akal licik Arina meminta orang untuk mencelakakan Seila dan dengan akal licik pula Arina melakukan operasi wajah yang sama agar bisa menjadi bagian dari Bima dua kemungkinan sudah dia pikirkan dengan matang jika Seila hidup pun, sudah tidak mungkin lagi Bisa menjadi istri Bima karena yang akan menjadi istri Bima kini Arina dengan mengubah Wajah menjadi Seila.


******


Suara bising kapal yang sudah lepas landas hendak melakukan pendaratan memenuhi ruangan kapal yang membuat semua telinga sedikit terganggu, tidak lama kemudian kapal pun mendarat dengan sempurna.


Semua penumpang berhamburan turun kemudian mencari kopernya masing masing, udara yang sejuk dan dingin menyapa dan nenyambut kehadiran Hendrato yang baru tiba di bandara Hongkong. Setelah memesan taksi

__ADS_1


Hendrato pergi ke hotel untuk menginap sebelum pergi menemui teman lamanya yang bekerja sebagai seorang dokter bedah, Hendrato yang juga pandai dalam bidang kedokteran pun ingin lebih mengasah kemampuan nya tentang beda atau operasi untuk itu dia datang jauh jauh dari Indonesia untuk belajar kepada temannya yang sudah ahli dalam bidang pembedahan.


__ADS_2