Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.76.BIKIN KASUS.


__ADS_3

Bima kembali masuk ke dalam mobil dengan perasaan kesal. Sementara Bondet dan Iqbal tersenyum melihat wajah Bima yang kusut bagaikan kertas yang habis di remas remas anak kecil yang hendak di buang ke tong sampah.


"Ndet..!"


"Hmmm,"


"Lihat !"Kasian juga ya kak Bima?"


"Iya, Bal, kasian, malam ini dia tidak bisa pulang dan besok pasti akan terjadi perang, pasti Non Seila yang galak itu akan ngomel ngomel dan kak Bima pasti akan seperti kerbau diam saja,"


Bondet terkekeh


"Kayaknya seru, Bal jika kita vidioin,"


"Ha. .ha ..ha..!" ide bagus Ndet, trus siapa yang akan memvideo nya?"


"Jelas kamu lah, Bal, masak aku,"


"Lho, bukannya yang punya ide itu kamu !"


Bondet terkekeh mendengar ucapan iqbal.


"Iya, memang aku Bal, yang punya ide tapi kamu kan pembantu setia ku, jadi kamu saja yang memvidieo nya,"


"Enak saja..!"gue ganteng ganteng begini di anggap pembantu, ngak sopan kamu Ndet,"


Seru iqbal sambil tertawa.


"Hey...diam berisik sekali, kalian itu," Sunggut Bima kesal.


"Duh, kak, kalau marah dan emosi jangan lampiaskan pada kami, kami tidak bersalah iya kan Bal,"


"Ho,oh,kak, kami tidak bersalah,"


"Yang menyalahkan kalian itu siapa?" aku cuma bilang jangan berisik,"


"Ya, sama saja kak, itu marah,"Ucap Bondet seraya terkekeh.


"Menurut kalian, gimana?"lebih baik telpon


Seila apa tidak ya?"


"Wah, ini sudah malam kak, Non Seila pasti sudah tidur, jangan ngaggu kasian,"


"Bener, kak Bima jangan ganggu kasian Non Seila pasti sudah bobo,"


"Tapi. !"Aku kangen,"


"Ish, kangen apaan, sama Nafa begitu mesra nya," Timpal Bondet.


"Di bilangin ngak ada yang percaya, aku cuma membantu, saat itu,"


"iya...,ya..!" membantu, sekarang terserah kak Bima sajalah, aku kok jadi ikut pusing,"Keluh Bondet akhirnya.


Bima memandangi benda pipih yang ada di tangannya, antara ingin dan ragu lagi bercampur berkecamuk di dalam alam pikiran nya.


"Kalau ngak telpon, hatiku ngak tenang, kalau aku telpon, gimana ya, respon nya duh apa yang harus aku lakukan.


Bima mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Bismillahirrahmanirrahim, smoga ngak marah marah,"


Dengan sedikit bergetar tangan Bima mulai menekan satu nomor telpon.di tunggu nya


beberapa saat terdengar lah sebuah bunyi.


"Maaf...!" nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif silahkan tinggalkan pesan,"


"Kok, ngak aktif sih?" apa masih di cas ya ?"


Bima semakin gusar, tidak biasanya Seila


mematikan telpon, sekali lagi Bima mengacak acak rambutnya yang tidak gatal.


"Coba ku telpon lagi, smoga kali ini nyambung,"


"Maaf..! Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan tinggalkan pesan.


Bima mengepalkan tangannya untuk meluapkan rasa gundah dan kesal yang ada di hatinya.


"Aku tidak perduli, mau marah kek atau apa sekarang aku akan telpon rumah saja,"


Setelah Bima menekan Nomor rumah


tidak berapa lama terdengar suara dari sebrang. Bima menarik Nafas lega meskipun yang menerima telpon nya Bik Inah, setidaknya Bima bisa bertanya tentang kabar dan keadaan istri tercintanya.


"Halo..!"


"Halo, Bik Inah Assalamualaikum ?"


"Walaikumsalam, oh Den Bima, kenapa telpon malam malam begini,"


"Bik, Non Seila, apa sudah tidur ?"

__ADS_1


"Oh, Non Seila..!"Ngak tau Den, dari tadi sore murung terus,"


"Maksdnya, bagaimana Bik ?"


"Non Seila, kelihatan sedih, malah, Bibik sempat lihat Non Seila habis nangis,"


"Apa..?"Nangis..!"kenapa Seila menangis?"


"Dari tadi sore, Non Seila nungguin Den Bima


pulang, bahkan hari ini Non Seila dandan cantik banget buat Den Bima, tapi Den Bima di tunggu tunggu tidak pulang, di telpon hape katanya tidak aktif,"


Mendengar penjelasan dari Bik Inah


Tiba-tiba hati Bima serasa di tusuk tusuk jarum hatinya serasa sakit, pikiran nya sudah mulai kalut, resah gundah semua jadi satu.


Bima mengutuki kebodohan nya dan kesialan


nya hari ini.


Dengan suara sedikit paruh Bima berkata.


"Bik, Tolong panggilkan Non Seila, Sebentar,


aku mau bicara,"


"Baik Den,"


Bergegas Bik Inah menuju kamar lantai atas


dengan membawa telpon rumah, yang tanpa


kabel, sehingga telpon itu bisa di bawa kemana


mana.


"Non..!Non Seila..?"apa sudah tidur,"


Tanya Bik inah, yang komunikasi nya bisa


di dengar Bima.


Dengan jantung berdebar debar Bima menunggu jawaban dari pertanyaan Bik Inah


apakah Seila sudah tidur.


Tak lama kemudian terdengar sahutan dari


dalam kamar.


Hati Bima yang bisa mendengar jawaban dari


Seila bernafas dengan lega hatinya senang


bisa mendengar suara Istri nya.


"Saya masuk, apa boleh Non ?"


terdengar suara tawa kecil


"Masuklah, Bik,"


Melihat pembantu nya datang malam malam


ke kamar Seila segera turun dari ranjang dan


menghampiri Bik Inah.


"Ada apa?kok malam malam begini, Bik inah


belum tidur,"


Bik Inah tersenyum, santun.


"Ini Non Den Bima telpon mau bicara sama


Non Seila," Ucap Bik inah sambil Mengulurkan


telpon ke Seila.


Seila tidak langsung menerima dia menatap


benda kecil telpon yang ada di tangan Bik


Inah.


Tiba-tiba Seila teringat betapa teganya Bima


mematikan ponsel hapenya dan sekarang


di saat dia ingat, dia menelpon mau bicara.


wajah cantik Seila yang tadinya terlihat ramah

__ADS_1


dan manis tiba-tiba berubah memerah seolah


olah lagi menahan Amarah.


"Bilang saja aku sudah tidur,"Ucap Seila dingin.


Suara Seila yang keras dan mengatakan agar


Bik inah bilang dia sudah tidur.


Membuat jantung Bima seolah olah berhenti


berdetak.


"Deg...!"


Seila tidak mau menerima telpon ku, Dia marah.


"Tapi, Non Seila kan belum tidur ?"


"sudah Bik, bilang saja aku sudah tidur,


sekarang Bik inah keluarlah aku mau tidur,


"Tapi..!Non..!


Seila mendorong pelan tubuh Bik Inah ke


luar pintu.


"Maaf, aku mau beristirahat, selamat malam


Bik,"Ucap Seila sambil menutup pintu..


Sementara Bima yang mendengar kan semua


itu mengacak acak rambutnya sambil


mengepalkan tangan.


"Maaf ,Den, Non Seila nya sudah tidur,"


"Ya, gak apa apa bik Assalamualaikum,"


"Walaikumsalam," Jawab Bik inah.


Setelah telpon di matikan tanpa sadar Bima


Mengebrak kan tangannya dengan keras ke pintu mobil, sehingga menimbulkan bunyi


yang sangat keras.


"Braaaaakkkkk..!"


Bondet dan iqbal yang tadinya sudah terlelap


tidur tiba-tiba terperanjat kaget' mendengar


suara yang sangat keras.


Di lihatnya wajah Bima yang merah padam


"Ada apa kak ?"


"Iya, ada apa kak kenapa kamu begitu tegang,"


"Pulang sekarang..!" Teriak Bima keras.


Membuat kedua orang itu berpandangan.


"Bagaimana bisa pulang kak, kan Ban belakang


kempes,"


Bima keluar dari mobil dan menendang


nendang kan kakinya sambil berteriak.


"Arrrrraaaaaaaaaaaaaaa.gggg..!"


Bima meluapkan rasa kesal nya.


"Ndet..?"lihat,"


"Iya, Bal, tau, pasti sudah di diamin tuh sama


Non Seila,"


"Bener, Ndet, kak Bima itu tidak bisa kalau


Non Seila ngambek, tapi kak Bima nya


selalu saja cari masalah,"

__ADS_1


"Iya, Bal, kak Bima suka bikin Kasus saja,"


__ADS_2