Kabut Cinta

Kabut Cinta
39. Bonus Bab


__ADS_3

Temmi tampak berjalan di samping Laras sembari menggandeng tangan Angga,


Mereka tampak menuju ke sebuah rumah minimalis lantai dua yang halamannya tampak luas dengan hamparan rumput hijau dan beberapa pohon yang teduh dan tanaman serta bunga beraneka ragam yang sejuk dipandang mata,


Pohon, tanaman dan bunga-bunga itu ditata dengan sedemikian rapi menghiasi halaman rumah minimalis tersebut,


Sungguh indah dipandang mata siapapun yang melihatnya, terutama untuk Temmi yang setiap hari dalam hidupnya seolah hanya bertemu kantor, dan juga gedung-gedung saja,


"Rumah kecilku,"


Kata Laras tersenyum pada Temmi, yang tampak mengangguk dan seketika membalas senyum Laras pula,


Setelah sampai di depan pintu utama, Laras pun membuka pintu rumahnya yang meskipun bukan rumah mewah, namun kunci di rumah Laras itu sudah modern dengan hanya menekan beberapa nomor saja di alat yang berfungsi sebagai kunci,


Temmi menatap sekeliling tak bosan-bosannya, sampai kemudian tak merasa pintu rumah Laras sudah terbuka lalu Laras pub terdengar mempersilahkan Temmi untuk masuk ke dalam rumah,


"Hanya tinggal dengan Angga?"


Tanya Temmi,


Laras menggeleng,


Temmi mengerutkan kening, dadanya berdegup kencang menatap mantan kakak iparnya itu,


Perempuan itu, kini tak lagi sekurus dulu, dan terlihat ia jauh lebih cantik,


Temmi pun tentu seperti merasa tak rela jika nantinya mendapati kenyataan Laras kini telah menikah lagi, dan rumah ini adalah rumahnya tinggal bersama suami barunya,


"Aku tinggal bersama Angga dan juga sepasang Bibi dan Paman yang membantu mengurus rumah, hanya saja saat ini mereka tengah pulang,"


Kata Laras,


Mendengarnya tentu saja Temmi langsung terlihat lega,


Angga melepaskan tangannya dari gandengan Temmi dan berlari ke dalam,


"Es krim, Angga punya es krim Paman,"


Kata Angga semangat, Temmi tersenyum melihat Angga yang kini juga tumbuh menjadi anak yang lebih ceria,


"Masuklah, akan Mbak Masakkan sesuatu,"

__ADS_1


Kata Laras pula pada Temmi,


Tampak Temmi pun mengangguk,


Kebetulan ia memang masih lapar, tadi di resto penginapan ia hanya sempat makan sedikit karena memang ada rencana berkunjung ke rumah Laras,


Tentu saja, nyatanya Temmi memang berharap Laras akan menawarinya makan masakannya,


Masakan Laras yang baginya layak untuk dirindukan,


Temmi duduk di ruangan makan yang mana dekat dengan dapur,


Rumah yang nyaris tanpa sekat antara ruangan satu dengan yang lain itu membuat mata lebih mudah melihat ke sana ke mari,


"Bagaimana kabar Ibu?"


Tanya Laras yang sambil melepas blazer hitam dari tubuhnya, memperlihatkan kemeja putih dengan bahan tipis yang membentuk jelas tubuhnya yang kini lebih berisi,


Temmi menatap Laras sekali lagi, tatapan yang tentu tak biasa jika Laras menyadarinya,


Namun...


"Paman, es krim,"


"Aku sempat dengar Ibu sakit saat aku dan Angga baru saja berangkat ke Bali, maafkan aku karena waktu itu tak mungkin untuk pulang lagi,"


Lirih Laras menyesal,


Temmi tersenyum tipis saja menatap Laras,


"Tidak apa Mbak, aku mengerti,"


Kata Temmi, lalu...


"Ibu pasti juga mengerti, apalagi ia juga pasti menyadari apa yang telah ia lakukan selama ini pada kalian,"


Ujar Temmi pula,


Laras tersenyum sambil menggelengkan kepalanya,


"Itu adalah bagian dari skenario hidupku Temmi, nyatanya setiap manusia pasti akan ada momen menemukan episode yang tak menyenangkan dalam hidup,"

__ADS_1


Kata Laras berusaha bijaksana, Temmi pun mengangguk setuju,


"Maafkan Ibu ya Mbak, aku mewakili dia, semoga dengan begitu Ibu bisa tenang di sana,"


Mendengar hal itu Laras pun terkesiap,


Tenang di sana? Maksudnya?


Tanya itu bahkan rasanya berat untuk Laras sampaikan, namun Temmi yang masih menatap Laras seperti tahu apa yang ingin Laras ingin tanyakan,


Lalu...


"Ibu meninggal karena sakit selang beberapa hari setelah meninggalnya Mas Yoga,"


Kata Temmi,


"Oh, Ibu me... ninggal?"


Laras terduduk lemas, tak menyangka mantan Ibu mertuanya telah tiada,


Temmi mengangguk,


"Ya, Ibu nyatanya sangat menyayangi anaknya, jadi mungkin ia ingin segera menyusul juga,"


Ujar Temmi,


Laras pun kemudian hanya bisa menghela nafas, tak tahu apa yang ingin ia katakan lagi.


Temmi kemudian mengalihkan pandangannya kepada Angga di sampingnya yang kini memakan es krim,


Temmi mengusap lembut rambut kepala keponakannya itu dengan penuh kasih sayang,


Angga menatap sang Paman sambil tersenyum dengan bibir yang dipenuhi coklat dari es krim,


"Paman, tinggal sama Angga dan Mama ya, biar Angga tidak kesepian, dan biar Angga bisa punya Papa,"


Kata Angga polos membuat Laras dan Temmi saling berpandangan satu sama lain lalu sama-sama jadi salah tingkah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Thank u Gaes sudah baca novel Kabut Cinta, see u di novel-novel berikutnya,

__ADS_1


Cilamici masih punya banyak judul novel yang akan terbit di noveltoon, dari horor, drama rumah tangga, remaja dan fantasi serta time traveler, jadi temani kita berkarya ya... lop lop lop yu all...


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2