Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.160.BUNUH DIRI


__ADS_3

Di dalam mobil Bondet yang penasaran tak mampu lagi menahan segala pertanyaan yang ada di hatinya.


"Kak Bima, apa benar gadis itu tadi Non Seila?" jawablah Kak, aku jadi merasa bersalah sedari tadi aku menggacuhkannya dan aku yakin Non Seila terluka dengan kata-kata ku aku harus bagaimana....aku merasa....


"Bondeeeet....!"bisa tidak kamu diam, aku lagi berfikir kemana Seila pergi jangan menambah beban pikiran ku kamu mengerti lah."bentak Bima.


"Maaf, Kak Bima!" aku juga begitu panik dan khawatir bahkan aku merasa bersalah."


"Bukan saatnya mencari dan menyalahkan satu sama lainnya, yang di harapkan sekarang kemana kita harus mencari Seila."


"Kemana, ya Kak, aku juga binggung."


"Araaaaaagggghhhh.....!" kenapa semua menjadi kacau begini." geram Bima sambil memukul mukul stir mobilnya.


Di sudut kota di pinggir jembatan tampak seorang gadis sedang sesenggukan, wajahnya nanar menatap ke bawah di mana sungai yang berwarna biru menandakan sungai itu cukup dalam dengan ketinggian dari atas sekitar limapuluh meter, dari arah berlawanan tampak sebuah mobil yang akan melintasi jembatan dia begitu terkejut ketika melihat seorang gadis sedang sesenggukan menangis di pinggir jembatan.


"Waduuuuh, ada yang mau bunuh diri itu!" aku harus menolong nya tapi apa yang harus aku lakukan."


Si pengendara mobil berfikir dengan keras langkah apa yang akan dia gunakan untuk menyelamatkan gadis di jembatan itu.


"Jaman sekarang banyak orang orang sakit, patah hati sedikit saja sudah pada nekad bunuh diri, apa ngak ada yang takut dosa apa ya?" lagi pula apa untungnya coba mati dengan bunuh diri begitu, memang sih di kehidupan dunia semua bisa selesai masalah dah hilang tapi dikehidupan akhirat, pasti akan jadi hantu gentayangan, otak pada konslet semu ini orang orang yang berfikir picik dan mau bunuh diri mereka hanya memburu bebas dari masalah dunia tapi masalah akhirat tak mereka pikir kan


benar benar mereka menjadi manusia bodoh di perbudak naf....suu setan dan iblis kok mau saja, apa mereka tidak ada yang tau kalau iblis dan setan memang bertugas menyesatkan manusia aduh aku harus bagaimana."


Laki-laki si pengendara mobil pun menghentikan mobilnya dia memijit mijit kepala nya agar bisa memecahkan masalah yang dia alami.


"Ahay.... kenapa aku bodoh kuwadrat, lihat geogel saja tanya sama Mbah Geogel cara menolong orang yang mau bunuh diri terjun ke sungai," gumam laki-laki si pengemudi mobil.


"Wah....parah nih Mbah Geogel aku tanya kok cuma di kasih tiga tip seharusnya sepuluh tips mana tips nya semua gak bisa ku kerjain, tips satu aku aku mendengar kan itu artinya aku harus bertanya kalau dianya langsung emosi dan langsung mencebur sungai bagaimana, ke dua jangan membantah aku tidak mungkin membahtah tambah nekad nanti ke tiga cari bantuan lha di sini sepi kalau ku tinggal cari bantuan sudah pasti aku kembali dia sudah det, tidak ada cara lain aku harus mendekati diam diam dan membawa kabur seperti aksi penculikan, ya itu yang benar dan lngsung bisa menolong gadis itu dari dekat sungai yang mengerikan itu.


Setelah laki-laki itu yakin dengan tujuan nya dengan cepat menghentikan mobil dengan posisi pintu belakang sudah terbuka, dia keluar dengan membawa kain panjang sebagai pengikat lalu dengan perlahan lahan mendekati sang gadis yang lagi sesenggukan menangis di pinggir sungai yang seperti nya hendak dia gunakan untuk aksi bunuh diri.


Ketika laki-laki itu sudah dekat dia mencoba untuk menyapa dengan sopan.


"Mbak nya Kenapa menangis?'


Sudah bisa di tebak laki-laki si pengemudi dia tidak akan mendapatkan Jawaban dan gadis itu pasti langsung membelakangi nya dan ternyata dugaannya benar gadis itu tidak mau menjawab dan dia juga langsung membelakangi laki-laki si pengemudi mobil sesuai rencana laki-laki itu pura pura perduli dan masih bertanya tapi pada detik berikutnya, laki-laki si pengemudi dengan cepat menggikat tangan gadis itu.


"Lepaskan, kau mau apa ha?"

__ADS_1


Tanpa bicara banyak laki-laki si pengemudi pun mendorong tubuh gadis itu mendekati mobil nya, sekuat tenaga gadis itu memberontak, tapi laki-laki yang ada di depannya adalah seorang yang pandai dalam karate sehingga tenaganya cukup kuat, setelah berhasil mendorong ke dekat mobil dan didorong nya masuk cepat cepat laki-laki itu menutup pintu mobil.


"Aman dia tidak akan bisa membuka pintu," serunya dalam hati.


"Hei.... lepaskan kau mau bawa aku ke mana?"


"Aduh,aku lupa tidak menyumpal mulutnya tapi tidak apa-apa mobilku kan ada peredam suara jadi suara wanita itu tidak akan bisa di dengar dari luar."


"Hei.... turunkan aku, kau siapa dan mau apa?'


"Sudah, diam lah Nona jangan beisik, kamu lebih baik jadi pembantu ku di rumah saja,dari pada kau mati bunuh diri."seru laki-laki si pengemudi dengan santainya.


"Apa?" jadi pembantumu, sudah gila kamu, aku tidak mau cepat turunkan aku atau aku akan berteriak."


"Berteriak lah sesukamu karena tak kan ada yang bisa mendengar suaramu, mobilku memiliki peredam suara jadi silahkan berteriak sesukamu."


"Sialan...kau!"


"Sudah duduk yang manis aku tidak akan berniat jahat padamu."


Suasana tiba-tiba Hening gadis itu tak lagi berteiak dan marah dia diam di dalam mobil membuat si pengemudi mobil Tersenyum. Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan akhirnya berhenti di depan sebuah toko baju yang sangat besar dan luas.


"Kamu tunggu di sini, sebentar aku temui seseorang dulu."


Sampai di dalam laki laki itu segera menemui temannya.


"Cepat bantu aku, tadi aku menemukan gadis yang mau bunuh diri, jadi untuk menyelamatkan kekonyolan nya aku ikat dan aku culik dia, tidak tau harus dengan cara apa menolong nya jadi aku ikat dia."


"Busyet...! apa dia tidak memberontak?"


"tentu saja memberontak dan berteiak tapi aku cuek saja."


"Dasar cowok bodoh."


"He...he.he...pacar siapa dulu."


"Sudah ayo kita lihat."


"Tuh...!" dia ada di jog belakang,"

__ADS_1


Dengan cepat gadis itu membuka pintu mobil.


"Duh...maaf mba ya, cowok itu memang rada rada kurang penuh sini aku bantu melepaskan ikatan nya, nah sudah, ayo sekarang masuk ke butik ku."


"Win...!" apa kau juga tak mengenaliku."


Mendengar perkataan gadis di dalam mobil Wina menghentikan langkah kakinya dan memejamkan mata menghayati kembali suara gadis yang ada di dalam mobil.


"Kau juga tidak menggenaliku kan Win?"


"Seila," desis Wina yang kemudian dengan cepat menoleh kebelakang dan menatap gadis yang ada di dalam mobil.


"Seila..!" apa ini kau?"


"Kau, mengenaliku Win?


"Tentu saja, suaramu tatapan matamu aku tak kan lupa, Seila aku kangen padamu...?"Seru Wina sambil menitikkan air mata dan memeluk sahabat lamanya.


"Kenapa kamu jadi begini ayo masuk, kita ngobrol di dalam."


Wina langsung mengajak Seila masuk ke dalam butiknya.


"Duduklah aku akan buatkan minum untuk mu,"


"Trimakasih."


Di dapur pribadi Wina langsung menarik tangan temannya.


"Bagaimana kau bisa menemukan Seila dia temanku,"


"Mau bunuh diri dari atas jembatan."


"Serius...!'


"Iya,"


"Ya, sudah kamu keluar teman teman ku."


Laki-laki teman Wina pun pergi meninggalkan Wina sendiri.

__ADS_1


"Apakah Bima sudah tau, Seila yang sekarang lebih baik aku telpon Bima dan memberi taunya kalau Seila ada di sini."


Setelah melakukan panggilan telepon Wina kembali keluar menemui Seila dengan membawa secangkir minuman segar.


__ADS_2