
Seila mengantar kepergian Bima sampai depan pintu, awalnya Bima ingin membawa mobil tapi dia merasa akan sangat tidak nyaman dan pasti akan lebih lama, kalau Naik motor akan sangat cepat sampai pada tujuan. Sebelum menaiki motornya Bima mendekati istrinya.
"Cepat bobo, sayang! jangan baca Novel lagi, ini sudah malam aku pergi dulu," ucap Bima sambil mengecup kening istrinya.
"Hati-hati di jalan kak..?"
Bima tersenyum sembari memberikan kiss jarak jauh dengan kedua tangan nya.
"I love you..!"ucap Bima sebelum pergi. Seila hanya mengkrucutkan bibirnya melihat ulah suaminya. Seila kembali masuk ke dalam rumah sementara Bima sudah melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar dia bisa cepat sampai di Rumah sakit Sehat sentosa Mawardi Nomor tujuh, dingin dan gelapnya malam Bima terus melajukan motornya hingga satu jam kemudian sampailah Bima di Rumah Sakit Sehat Sentosa. Bima segera menempatkan mobilnya di parkiran, kemudian dia berjalan menyusuri trotoar lorong lorong Rumah Sakit, Bima segera mencari kamar Nomor tujuh di mana iqbal di rawat inap.
Tidak lama kemudian Bima menemukan kamar Nomor tujuh, perlahan-lahan Bima membuka pintu kamar. Mendengar suara derit pintu ada yang membuka segera Bondet menoleh ke pintu.
"Kak Bima..!kau benar-benar datang,?"tanya Bondet seakan tak percaya.
"Kamu, lihat, aku sudah di sini kan?"tanya Bima.
"Iya, kak Bima sudah di sini,"
"Nah, itu artinya aku datang,"ucap Bima kesal sambil menonjok lembut kepala Bondet.
"Sudah tau masih juga tanya,"ucap Bima kesal campur gemas.
Bondet terkekeh mendengar ucapan Bima,
"Cuma basa basi kak ?"
"bagaimana keadaan iqbal, kenapa bisa sampai di tabrak begitu,"
"Kejadian nya sangat cepat waktu itu Iqbal lagi mau pulang dan banyak saksi mata yang mengatakan kalau mobil Iqbal sengaja di tabrak, dan sekarang pihak kepolisian lagi menyelidiki.
"jika itu benar, Iqbal sengaja di tabrak, itu artinya orang itu sudah merencanakan nya, dan hal itu bisa di ambil kesimpulan bahwa orang yang telah menabrak Iqbal adalah orang yang sangat mengenal Iqbal dan bisa dikatakan dia orang terdekat."
__ADS_1
"Wah...." kau hebat kak bisa dengan mudah bisa membaca dan menebak siapa dalangnya, kak Bima benar pasti dia orang terdekat Iqbal, tapi pertanyaan nya adalah siapa orang itu, sedangkan kita tau Iqbal tidak memiliki orang terdekat."
"Iqbal memang tidak memiliki orang terdekat, tapi Iqbal memiliki saudara terdekat, yaitu saudara tirinya, tapi mana mungkin saudara tirinya bisa mencelakai iqbal, sedangkan saudara tirinya sudah masuk ke dalam penjara."
"kak Bima kok tau?"aku saja tidak tau.
Bima tersenyum simpul mendengar pertanyaan Bondet, Bima melangkah mendekati Ranjang rumah sakit di mana Iqbal sedang tertidur dengan pulas.
"luka Iqbal tidak begitu parah kan?
"Iya, kak benar?"obat tidur yang di berikan dokter sudah membuat Iqbal tertidur dengan pulas,"
"Sudah malam,ayo kita juga tidur,"ajak Bima pada Bondet.
Dengan mengelar tikar di samping ranjang Bima dan iqbal merebahkan diri.
"Kak Bima..?"
"Kak Bima ngak jadi bercinta dengan Non Seila dong kalau disini,"
"Sudah diam, jangan bertanya macam macam,ayo tidur,"
Akhirnya mereka berdua pun tertidur di kamar rumah sakit.
****
Di ujung perkotaan yang penuh dengan gedung gedung pencakar langit tampak seorang wanita dan seorang pria sedang tersenyum manis dengan menjabat tangan para pengunjung yang memberikan ucapan selamat kepada pernikahan mereka berdua, para tamu yang datang silih berganti dan para kerabat dekat semua berkumpul dalam Acara pernikahan seorang pemuda tampan dan kaya, pewaris tunggal dari harta Tuan Robert chart dia adalah
Arya chart. Acara demi Acara telah usai, para tamu undangan sahabat dan kerabat dekat semua sudah undur diri, ruangan yang tadinya
penuh sesak, dengan kehadiran para tamu undangan kini sudah sepi, malam sudah semakin larut, Arya dan Arina kini sudah resmi menjadi suami istri, perjuangan Arya untuk mendapatkan Arina kini tergapai sudah, setelah sekian lama meminta dan melamarnya tak kunjung di berikan jawaban, senyum manis dan kebahagiaan mengembang dari sudut bibir Arya, setelah sepanjang hari menjalani proses pernikahan yang sangat melelahkan kini mereka yang telah sah menjadi pasangan suami istri kini bisa bernafas dengan lega karena akhirnya mereka bisa beristirahat juga.
__ADS_1
Setelah mandi Arya, memandangi wajah gadisnya yang entah mengapa di rasa tak sebahagia dirinya.
"Arina..Cepat kau mandi ini sudah malam, jangan bengong di cermin saja,"
Arina menoleh kearah suaminya tanpa memberikan jawaban, dia langsung pergi ke kamar mandi. Sikap Arina yang terlihat dingin sangat membuat hati Arya sesak tapi Arya sudah tau konsekwensinya menikahi gadis yang sesungguhnya tidak mencintai nya adalah suatu yang sangat menyiksa sekali, tapi Arya yakin setelah malam pertama ini, setelah dia berhasil memiliki Arina seutuhnya, maka dengan sendirinya cinta akan hadir dan tumbuh untuk nya, Arya tidak sabar menunggu Arina keluar dari kamar mandi.
Setelah pintu kamar mandi terbuka, Arya tersenyum dan mendekati istrinya.
"Kau sangat cantik,"puji Arya kepada Arina.
Arina hanya tersenyum simpul, tanpa menjawab pertanyaan Arya, Arina langsung tidur, Arya yang sudah tidak lagi sabar segera mendekati istrinya.
"Ayo, Arina! malam ini kita lakukan?"
"Apa..?"aku Belum siap Arya! beri aku waktu,"ucap Arina sambil menarik selimut tebalnya.
"Tidak, bisa?aku mau malam ini,"
"Tapi Arya.."bukankah kau berjanji akan menunggu sampai aku siap,"ucap Arina dengan bibir bergetar, ada rasa takut dan was was yang tiba-tiba hadir dalam dirinya.
Arya seakan tuli, dia tidak mendengar kan perkataan Arina, dengan kasar di tariknya selimut yang menutupi tubuh Arina, melihat Arya seperti nya nekad, Arina semakin ketakutan.
"Jangan Arya, jangan sekarang," ucap Arina memelas.
Namun Arya tidak memperdulikan perkataan istrinya, dengan sedikit kasar Arya mulai melepaskan semua penutup yang ada pada diri Arina sampai tak ada satu helai benangpun yang tertinggal, Arina menarik selimut yang ada di sampingnya agar mampu menutupi dirinya yg kini telah polos,tapi Arya dengan sigap menyingkirkan nya, dengan sangat rakus Arya menjelajahi seluruh aset yang ada di depannya tanpa ada satupun yang terlewati, permainan Arya yang sangat kasar dan begitu liar membuat Arina menitikkan Air mata, terlebih ketika Arya menanamkan bibit unggul di daerah sensitif nya, daerah yang masih sangat sempit dan rawan karena belum terjamah siapapun juga. Arya begitu menikmati permainannya dan tidak memperdulikan Arina yang menahan rasa sakit.
" Ar..ya, sakit!"
"Tenanglah, ini cuma sebentar,"Tidak berapa lama akhirnya Arya mencapai puncak surgawi yang memabukkan, suatu perjalanan akhir yang sangat memabukkan karena kenikmatan nya mampu membuat orang merasa kurang dan kurang, itu lah yang dirasakan Arya di malam pertama nya dia melakukan berulang ulang
sampai pagi, sampai tenaga terkuras habis,
__ADS_1
Arya tertidur dengan penuh kepuasan, sementara Arina terkulai lemas meskipun permainan Arya sangat kasar, tapi permainan itu masih dalam batas batas kewajaran, kasar yang tidak terlalu menyakitkan, sehingga rasa kenikmatan nya pun masih mampu di rasakan Arina meskipun lebih bayak rasa sakitnya dari pada nikmatnya. Mahkota yang selama ini dia jaga dengan baik hilang sudah di renggut suami yang tidak pernah di cintanya.