
IQbal terperanjat kaget, ketika tubuh Seila
sudah terperosok jatuh.
Dengan berlari kecil Iqbal,
bersusah payah mencari sosok Seila, lubang
yang terlihat tidak terlalu dalam namun, faktanya mengarah kecurah dasar yang dalam.
Tumbuhan liar yang sangat rimbun, yang ada di sekitar situ menghalangi
pandangan mata.
Sehingga sosok Seila, tidak terlihat sama sekali.
Dalam kekalutan yang dalam dan dengan penuh hati hati iqbal menuruni tebing bukit yang berdampingan arahnya dengan lubang di mana Seila terjatuh.
Bagaikan, seorang tentara angkatan perang bersenjata yang lagi mendapatkan tugas latihan, Iqbal
merangkak mundur.
Tentu saja Iqbal merangkak mundur, jika merangkak maju bisa terjungkal dia.
Sangat payah, dan sangat susah ternyata
belum mendapatkan sepertiganya jarak antara atas dan bawah, Iqbal sudah seperti orang
yang kehabisan nafas.
Dengan berpegang pada dahan ranting yang cukup besar Iqbal berhenti.
Tangannya meraih sebuah ponsel hape yang
di bawah nya.
Dengan posisi tangan satu berpegang pada dahan ranting dan yang satu memegang hape.
Hanya menggunakan satu tangan Iqbal
menekan sebuah nomor telpon, Iqbal lagi menghubungi Bima.
Tik...tik...tik...tik....!!!
Tangan Iqbal, menekan nomor ponsel Bima.
Di tempat yang berbeda, terdengar sebuah nada dering yang sangat syahdu.
Ingin ku sentuh, hatimu sayang dalam rinduku,
smoga kau tau, hebatnya cinta, di hati ini, sekian lama, payah kurasa, menyiksa jiwa
Gelora cinta, menghayal rasa, dalam anganku
setiap waktu, hanya namamu, berkat di kalbu
sayang menyayang setia rasa antara kita.
Sebuah syair lagu top Malaysia dari Siti Noerdiana dan Achik.
Menjadi pilihan Bima untuk nada dering ponsel hapenya.
Lagu syahdu yang manis menurut nya,
terlebih kala syair lagu itu di nyanyikan oleh
Baby Shima dan Khai Bahar.
Sangat pas dan cocok dengan suasana hati Bima yang kala itu, lagi, di lamun gelora cinta.
Mendengar dering nada pada ponsel nya
Bima segera mengaggat telpon.
"Halo...!"
"Halo.."Kak Bima, cepat kesini...?"
Suara dari sebrang dengan nada cemas.
__ADS_1
"Iqbal...? ada apa ?"
"Non Seila, kak..?"Cepat tolong dia ?"
"Seila ..?" Seila kenapa?"
Tanya Bima cemas.
"Non Seila, jatuh ke balik bukit."
"Apa...???
Sekarang, kamu ada di mana..???
Halo....!" Bal,halo..!"
"Kenapa tidak ada Jawaban.
Halo... halo...Bal, woi....!" kamu dengar suaraku apa tidak?"
Telpon nya tidak mati, tapi kenapa tidak ada jawaban.
"Ada apa, kak Bima ?"
Tanya Bondet.
"Iqbal, telpon, katanya Seila jatuh dari tebing.
tapi saat ku tanya di mana, tidak ada jawaban.
ayo, cepat kita cari.
Ajak Bima cemas.
Dengan menggunakan hape pelacak, kita bisa mendikteksi posisi keberadaan nya.
******
Sementara di dalam rimbunnya hutan dengan beraneka pohon kecil namun rindang dan dengan tumbuhan daun hijau nya yang lebat
tampak sesosok tubuh lagi bergelantungan
seperti tarzan.
Coba kalau tidak, pasti aku sudah jatuh kesana
Mengerikan sekali, tidak bisa kubayangkan jika
aku sampai jatuh.Gumam Seila dalam hati.
"Tapi model bergelantungan seperti ini, aku jadi
seperti monyet atau tarzan.
Di sela sela kesialannya, Seila masih sempat
tersenyum.
Menertawakan dirinya sendiri.
"Untuk naik kembali keatas, itu mustahil, karena
terlalu sulit dan Tinggi.
jalan satu satunya,, terpaksa aku harus turun
kebawah dengan hati hati.
Dengan cara, merangkak mundur, susah juga,
Aku harus tiarap seperti tentara yang sedang latihan, seandainya dulu aku masuk dalam akademi kemiliteran pasti hal seperti ini,
sangat mudah dan gampang, menyesal juga
dulu aku tidak masuk sekolah di bidang kemiliteran.
Semakin aku dekat dengan arah bawah, kenapa
hatiku berdebar debar ya...!"
__ADS_1
ada rasa takut, yang tiba tiba muncul,
jika di lihat dengan seksama, dibawah itu
seperti angker. hiiii... Seila bergidik sendiri
membayangkan.
"Iqbal mana sih ?masa tidak mencari ku?
Berteriak pun seperti nya percuma, jarak antara
atas dan bawah sangat tinggi, tidak mungkin
suara bisa terdengar disana.
*****
Di tempat yang berbeda pula, Iqbal lagi mengumpat pada dirinya sendiri.
"Dasar tangan bodoh, pegang hape saja tidak becus.
Haduh, jatuh kemana hapeku !"
Aku harus cepat sampai ke Bawah, dan mencari
Non Seila dan hapeku, tidak boleh terlambat
Merangkak seperti ini, susah karena aku tidak
berpengalaman.
Tinggal tiga meter, apa aku berani meloncat
ya? tidak tidak..!
Aku tidak berani meloncat aku
merangkak satu meter lagi saja.
Baru nanti meloncat.
****
Di tempat belahan bumi yang berbeda,
Tampak seorang Wanita sedang bergelayut
manja pada seorang laki laki yang ada di sampingnya.
"Rasanya aku ingin kau lebih lama lagi di sini."
Ucap Wanita itu.
"Sabarlah, sayang, aku akan selalu menemuimu, setiap waktu, cuma kali ini
aku ada janji dengan patner kerjaku jadi,
lain kali kita akan menghabiskan waktu berdua.
"Baiklah, sayang, aku akan menunggu kedatangan mu."
Setelah memberikan kecupan di bibir, laki laki
itu masuk ke dalam mobil Sebelum mengemudi kan mobilnya.
laki laki itu melambaikan tangannya dan memberikan kiss cium jauh yang kemudian
di sambut dengan balasan kiss jauh pula
dari Ratna.
Setelah mobil itu menjauh, Ratna masuk ke dalam rumah.
Senyuman nya mengembang.
Sambil bernyanyi nyayi kecil, di depan cermin
dia bergumam.
__ADS_1
"Jangan salahkan aku, jika aku selingkuh darimu Pa..!"
pasti saat ini pun, kau juga berselingkuh dengan Wanita lain di belakangku."