Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.214.KESAL


__ADS_3

Malam semakin larut udara malam mulai menusuk tulang sumsum, angin kencang dengan disertai tiupan daun yang melambai-lambai, bintang yang bertaburan di langit dengan di temani sinar Rembulan yang menampakkan diri dengan dengan malu-malu kini telah tergantikan dengan kicauan burung dan suara Kokok Ayam yang mulai bersahut-sahutan.


Pagi telah tiba Arina segera pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi dan ketika dia hendak mengambil bahan-bahan yang ada di dalam kulkas sebuah suara menghentikan pergerakan tangan nya.


"Arina, apa yang kau lakukan disitu?"sebuah suara yang berasal dari pintu masuk dan ketika Arina menoleh, dirinya sangat terkejut dengan kehadiran sang Nenek yang tiba-tiba ada di belakang dirinnya.


"Nenek, Aku mau menyiapkan sarapan pagi,"


"Tidak perlu, cepat kau kembali ke kamarmu, biar Novi yang akan menyiapkan semuanya." ucap Nenek memberitahu.


Arina Tersenyum kecut dengan perintah yang diberikan Sang Nenek kepadanya.


"Tadi Mas Arya minta dibuatkan sarapan Nasi goreng Nek, jadi biarkan saya membuat nasi goreng untuk Mas Arya lebih dulu." pinta Arina pada sang Nenek.


"Tidak usah, biar Novi Nanti yang akan buatkan."


"Tapi Nek, Mas Arya meminta Aku untuk membuat nya."


Sudah Aku bilang biar Novi yang melakukan semuanya apa kamu tidak dengar?"


"Baik, Nek," dengan langkah sedikit kecewa Arina pergi meninggalkan dapur dan kembali masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kecewa.


Arya yang kala itu baru saja keluar dari dalam kamar mandi mengeryitkan dahinya melihat sang istri duduk melamun di dekat jendela.


Dengan perlahan-lahan meskipun Arya belum mengenakkan baju atas hanya menguntungkan handuk untuk melilit tubuhnya, mendekati sang istri yang terlihat murung.


"Arina, apa yang kamu lakukan di sini, bukankah tadi kamu bilang mau masakin Aku nasi goreng,"

__ADS_1


Mendengar sebuah suara menggajaknya bicara dengan gerakan refleks Arina menoleh ke sumber suara.


"Arya....!


"Hmmm, sedang apa kamu disini bukankah tadi bilang mau bikinkan Aku nasi goreng."


Arina menelan ludahnya dengan kasar sebelum tersenyum simpul.


"Nenek meminta Novi yang membuat kan Nasi goreng untuk mu,"


Arya mengeryitkan dahinya sambil memakai kemeja atasnya.


"Kenapa kamu tidak bilang sama Nenek, jika Aku mau Istriku yang masak buat Aku."


"Kamu jangan bercanda kita sama-sama tau sifat Nenek sekali menolak dan bilang tidak boleh maka kita harus menggikuti nya tidak bisa kita membantah nya."


Tanpa banyak bicara Arina menggikuti langkah kaki sang suami menuruni anak tangga menuju Ruang Makan.


Di dalam ruang makan ternyata benar sang Nenek dan Novi sudah berdiri menunggu.


"Lama sekali turunnya, cepat Arya kamu makan mumpung masih hangat Nanti kalau sudah dingin pasti rasanya tidak akan enak."


"Iya, Nek,"


Arya duduk di samping sang istri, didepannya sang Nenek dan Novi, ketika Arina hendak mengambilkan Nasi goreng buat sang suami tiba-tiba sang Nenek menghentikan tangan Arina yang ketika itu hendak mengambil Nasi goreng, kemudian menyuruh nya untuk duduk kembali.


"Biar, Novi yang melakukan kamu duduk saja." titah sang Nenek kepada Arina.

__ADS_1


Arina yang mendengarkan perintah dari sang Nenek menatap pada sang suami dan Arya memberikan jawaban dengan bahasa isyarat agar Arina menurut dan kembali duduk, dengan berat hati Akhinya Arina duduk.


Sementara Sang Nenek menyungingkan sebuah senyuman kemenangan. Novi langsung mengantikan Arina dengan sangat lembut dan penuh perhatian memberikan Nasi goreng kepada Arya setelah itu Novi duduk dan bertanya.


"Bagaimana rasa Nasi goreng buatanku, enak tidak." tanya Novi pada Arya seolah olah Arya tidak lagi bersama istrinya.


"Cukup enak," puji Arya yang mana langsung membuat Arina kesal dan tanpa sadar menginjak kaki Arya dengan cukup keras sehingga Arya mengeluarkan rintihan kecil.


"Auuuwh,"


"Arya, kau kenapa?" tanya sang Nenek yang kemudian di timpali Novi.


"Ada apa?"


Arya menatap wajah sang istri yang cuek dan pura-pura tidak tau.


"Ah, bukan apa-apa mari kita lanjutkan makan,"ucap Arya kemudian.


"Maaf, saya sudah kenyang saya permisi dulu."ucap Arina yang kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah pergi tanpa memperdulikan tatapan mata suaminya.


Sang Nenek menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Sudah , Nenek juga sudah kenyang kalian lanjutkan makan saja dulu,"ucap Nenek sambil tersenyum.


Arya yang tidak memahami maksud dari Sang Nenek tetap fokus menikmati makan Nasi goreng nya sementara Novi tersenyum senang karena akhirnya ada kesempatan untuk duduk berdua saja tanpa ada siapapun yang akan menggaggu.


Dengan sangat manja seolah olah dirinya adalah istri dari Arya, Novi melayani semua yang Arya butuhkan dan Arya tidak menyadarinya, sementara Apa yang dilakukan Novi tak lepas dari pengawasan Arina.

__ADS_1


__ADS_2