Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.40 NAAS.


__ADS_3

Bergegas Bondet, Iqbal dan Bima, berlari keluar


Raut wajah mereka memancarkan kekhawatiran yang dalam.


Terlebih dalam satu cerita yang pernah terdengar dan beredar di desa itu, lereng bukit


yang mereka jadikan tempat untuk Acara Bakaran terkenal angker dan seram.


Bima melihat semua temannya sudah pada


berkumpul, kabar menghilangkannya Nafa


membuat mereka, tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Kak Bima, Nafa hilang bagaimana ini?


Ucap Mira sambil tersedu dia yang pling


kehilangan karena Nafa adalah teman terdekatnya.


"Coba ceritakan awal mula kejadiannya, dan di mana terakhir kali kalian bertemu."


Dengan sesenggukan Mira menceritakan dari awal sampai akhir saat bersama Nafa.


sampai pada saat Nafa meninggalkannya sendiri dengan pacarnya.


"Bondet...,! kau ikut aku mencari Nafa dan kau Iqbal kamu tunggu disini temani para gadis disini dan jaga juga Seila ya?


pinta Bima kepada Iqbal sambil menepuk nepuk bahunya.


"Ayo ,kita berpencar mencari.Ucap Bima memberikan komando.


"Kak Bima...!Mbak Seila biar Bersama ku


Kak bima bisa ajak iqbal juga, semakin banyak


yang mencari pasti akan semakin cepat kita temukan.


"Tapi di disini juga harus ada laki lakinya bukan.


Jadi kalau ada apa bisa di andalkan.


"Ayo sekarang kita berpencar kalian boleh pergi masing masing empat orang sedangkan


aku berdua sama Bondet saja.


"Baik ,Kak!


Ayo teman teman, kita berangkatl berpencar sekarang.


Seru salah seorang di antara mereka.


"Ayo, Ndet, kita pergi."


"Tunggu....!Kak Bima, kalau Non Seila bangun dan menanyakan kak Bima bagaimana?"


"Bilang saja aku lagi mencari Nafa dia hilang


dari semalam.


"Baik Kak..!"

__ADS_1


Bima dan Bondet mencari Nafa di sekitar Bukit


tapi sudah satu jam perjalanan mereka belum


melihat tanda tanda keberadaan Nafa.


"Aduh, berhenti dulu kak Bima capek.


Bondet berhenti dengan memegangi kedua lututnya.Melihat bondet berhenti


Bima pun menghentikan langkahnya.


"Baiklah, kita istirahat disini dulu.


Ucap Bima kemudian.


Bondet yang di ijinkan istirahat, dengan cepat


duduk di tanah dengan kaki


terlentang lurus.


"Kira kira, kemana menghilangnya Nafa ya kak?


kok tidak ada jejak nya sama sekali.


Bima menarik nafas Panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Aku juga tidak tau."


Ucap Bima sambil duduk di bawah pohon rindang.


Dengan sedikit mengerjap ngerjapkan mata,


seila keluar dari tenda.


"Kenapa sepi sekali, pada kemana mereka?


Bima juga tidak terlihat.


Aku mau ke sungai itu saja mau cuci muka


kalau mandi juga disana pasti airnya segar.


Bergegas Seila menenteng peralatan mandi dan


di bawanya ke sungai yang tidak jauh dari tempat mereka mendirikan tenda dan melakukan bakaran.


Belum ada tiga langkah, iqbal sudah berteriak.


"Non Seila ...!mau kemana?


"Kamu ,Bal, mau cuci muka nih, kok di tenda sepi pada kemana ?


"Mereka semua lagi mencari Nafa, Nafa hilang dari semalam.


*Apa..?Nafa hilang ?kok bisa ya sudah aku ngak jadi mandi aku mau cuci muka dengan air


yang ada di dalam saja.


Buru buru Seila kembali dan mencuci muka nya

__ADS_1


dengan air yang ada di dalam tenda


Tanpa memoles wajah dengan make up hanya


lipstik tipis yang di gunakan, Seila keluar


dari tenda.


"Ayo ,bal ikut aku ?


"Kemana Non ?


"Mencari, Nafa !"


"Tapi.. Non,"


Kak Bima berpesan, agar kita menunggu disini !


"Sudah, jangan dengarkan apa kata Bima, tapi kalau kamu tidak mau biar aku sendiri yang mencari.


Setelah berucap Seila pergi meninggalkan Iqbal.


"Non, tunggu...!"


Dengan berlari lari kecil iqbal mengejar langkah Seila yang sudah sedikit jauh.


"Non, jangan cepat cepat disini jalannya licin.


Ucap iqbal menggingatkan.


"Tenanglah, jangan khawatir aku sudah terbiasa jalan di tempat seperti ini.


"Tapi di sini beda Non di bawah sana, curah yang dalam.


"Sudah...," jangan nyrocos saja, kalau kamu takut boleh kembali ke tenda.


"Yaelah...,Non Seila suka ngambek.


Ngaklah Non, aku tetap ikut.


Tapi kenapa Non Seila memilih jalan ini untuk


mencari Nafa ?


"Ngak tau juga Bal, filing saja.


"Tapi jalan ini sangat licin, seolah olah tidak pernah di jamah manusia.


Seila tertawa mendengar ucapan Iqbal.


"Kamu terlalu banyak membaca buku buku Novel jadinya halu kamu terlalu tinggi.


"Non Seila...?awas..., ada lubang di depanmu ?


Belum juga selesai Iqbal berteriak menginggatkan, sudah terdengar jaritan.


"Aaaaaaaaaaaaa....!!!


"Non....Seilaa.....???


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2