Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.70.HARUS SELALU BERSYUKUR.


__ADS_3

Bima melajukan sepeda motornya dengan


kecepatan sedang tidak menunggu


berapa lama, 30 menit kemudian Bima


sudah sampai di tempat kerjanya.


Seperti biasanya Bima membawa sepeda


motornya memasuki area parkir Sebelum


kemudian memasuki kantor kerjanya.


Dari kejauhan tampak dua orang, satu


berwajah kurus dan berkulit kuning


Langsat dengan hidung cukup mancung sedang duduk bersama seorang pemuda bertubuh pendek sedikit hitam dan sedikit


gendut, mereka adalah Iqbal dan Bondet


yang selalu ada dan setia untuk Bima


mereka sedang duduk menanti kedatangan


Bima.


Melihat motor Bima dari kejauhan sudah


terlihat, cepat cepat Bondet dan iqbal berdiri


menjemput Bima.


Motor baru berhenti, helm belum terlepas


Bondet dan iqbal sudah menghadang.


"Kak Bima..!"cepat dari tadi sudah ada tamu


yang menunggu kak Bima,"


"Siapa?"Pagi pagi begini sudah berkunjung,"


"Kami tidak tau, cuma seperti nya aku pernah


melihat dia disini,"Ucap Iqbal menegaskan.


"Baiklah, akan kulihat," Bima segera melepas


helm dan beranjak pergi menuju kantor


pribadi nya.


Tidak ada lima menit, Bima sudah sampai


di depan kantor, pintu yang tidak tertutup


membuat Bima bisa melihat ada seorang


Bapak tua paruh baya sedang duduk


dengan memegang koran di tangannya.


Wajah tuanya masih menyisahkan pesona


ke wibawaan dalam dirinya, bajunya yang


rapi, wajahnya yang cukup tampan dengan


sedikit rambut memutih kulitnya yang putih


bersih kemerahan dengan tinggi badan


yang sangat ideal, sangat menampakkan


bahwa dia keturunan bule, dialah Ayah nya


Nafa, gadis cantik berambut pirang yang


entah apa alasannya begitu manja dan suka


sekali mengodanya.


"Selamat pagi, pak..!"Maaf menunggu lama,"


Sapa Bima sopan.


Mendengar sapaan Bima, Bapak paruh baya


itu segera menutup koran yang di bacanya,


senyum nya mengembang ketiika melihat


wajah Bima.


"Selamat pagi juga, Nak Bima ?Maaf datang


tidak memberi kabar,"


"Tidak, apa apa pak, justru saya yang harus


meminta maaf, karena sudah membuat


Bapak menunggu lama,"


"Nak Bima, kedatangan Bapak kesini itu,


ada hubungannya dengan putri Bapak


Nafa,"


"Iya, pak !" apa ada yang bisa saya bantu?"


Tanya Bima lembut.


"Saya pernah bilang menitipkan Nafa


belajar disini, itu enam bulan, tapi ternyata


momy nya Nafa meminta, agar Nafa segera


kembali ke london, jadi kedatangan saya


untuk menjemput Nafa dan berpamitan


dengan Nak Bima selaku pembimbing


anak saya,"

__ADS_1


"Oh, iya pak, tidak apa apa, silahkan saja


kami sangat menghargai segala keputusan


Bapak,"Ucap Bima sambil tersenyum ramah.


"Tapi, masalahnya tidak semudah itu Nak


Bima !"putri ku Nafa tidak mau balik ke


London katanya suka dan betah disini,


untuk itu saya dan momy nya membujuk


Nafa agar mau, ternyata Nafa memiliki


persyaratan pada kami yang berhubungan


dengan Nak Bima,"Ucap Bapak paruh baya


itu.


"Dengan saya !"Maksud nya bagaimana?


saya tidak mengerti,"Tanya Bima Binggung.


Ayahnya Nafa menghela nafas panjang


sebelum melanjutkan bicara.


"Saya, betul betul minta maaf, pada Nak


Bima, karena permintaan ini pasti sangat


lah tidak sopan,"


Bima tersenyum mendengar ucapan dari


Ayahnya Nafa.


"Bapak, tidak usah sungkan, katakan saja


apa yang bisa saya bantu,"Ucap Bima


halus.


"Nak Bima Sungguh pembimbing yang


sangat bijaksana, Nafa sering bercerita


tentang Nak Bima, begini Nak Bima


Nafa minta diadakan pesta perpisahan


dan kami sudah menyiapkan segala


sesuatu nya, kami berharap Nak Bima


bisa datang di Acara anak kami, agar


Nafa senang dan mau kembali ke


london secepatnya."


"Dengan senang hati kami akan datang,"


"Baiklah Nak Bima, kalau begitu kami


hotel Mulia Senayan Jakarta, Acara akan


di mulai pukul 6.00 jadi kami berharap


Nak Bima bisa hadir boleh membawa


siapapun yang Nak Bima mau,"


"Trimakasih, pak, saya akan usahakan


hadir,"


"Itu, harus Nak Bima, karena Nak Bima


adalah undangan teristimewa dari putri


Bapak,"


Bima tersenyum kecil mendengar ucapan


dari Ayahnya Nafa.


"Baiklah, Nak Bima kalau begitu saya


pamit dulu,"


"Silahkan pak,"


Bapak itu bangkit dari tempat duduknya


seraya menjabat tangan Bima.


"Ingat, ya..!" Nak Bima harus datang,"


Dengan senyum di bibir yang masih


tersungging Bima mengagguk.


Setelah Bapak paruh baya itu keluar dari


dalam kantor Bima, Bondet dan iqbal


yang sangat penasaran dengan kedatangan


Bapak paruh baya itu, segera menghambur


masuk ke dalam kantor.


"Kak Bima..!" Ada perlu apa Bapaknya Nafa


datang kesini?" Tanya Iqbal penasaran.


"Iya, kak Bima, ada apa? Kenapa Ayahnya


Nafa datang ke kantor ini,"Timpal Bondet


yang tak kalah penasaran dan ingin tau.


"Nafa, mau di ajak pulang ke London,"


Ucap Bima menjelaskan.

__ADS_1


Bagaikan paduan suara yang kompak dan


sudah terlatih dengan nada lagu yang akan


di nyanyikan, Bondet dan Iqbal serentak


berkata.


"Apa..???Seru Bondet dan iqbal bersamaan.


"Kenapa begitu?"Tanya Bondet.


"Iya, kenapa begitu kak ?' Tanya iqbal yang


juga sama penasaran nya dengan Bondet.


"Momy nya yang minta, dan untuk itu Nafa


mempunyai syarat, dia mau balik ke London


asal diadakan pesta perpisahan, dan Nafa


mengundang kita untuk datang ke sana,"


"Wah, ini mantap kak, Bisa makan gratis,"


Ucap Bondet bersemangat.


"Kamu itu Ndet .Ndet..!" yang di pikir cuma


urusan perut saja," Grutu iqbal.


"Mumpung gratis Bal, kita harus bersyukur


orang yang selalu bersyukur itu di sayang


Allah,"Ucap Bondet sambil cengar cengir.


"Halah, bersyukur saat bahagia dan senang


saja kamu itu Ndet, coba kamu bersyukur


juga kalau Nasibmu ngak dapat jodho,"


Ucap iqbal sambil tertawa


"Wah, Bal kau menghina itu, Allah pasti


datangkan jodho, cuma masih belum Bal,


kamu saja yang sudah punya pacar


hidupmu tetap ngenes, pacar kamu


selalu ngomelin kamu, untung kamu


kuat Bal, kalau aku sudah ku buang ke laut


model cewek begitu,"


"Hei, enak saja mau buang ke laut, pacar


orang, kamu kalau sudah dapat pacar


akan ku buang ke hutan, biar di makan


macan," Ucap Iqbal sembari tertawa


begitupun dengan Bondet dia tidak


marah justru dia ikut tertawa.


"Stop..!" stop...!" Berisik, aku lagi pusing


nih," Ucap Bima menghentikan tawa


Bondet dan Iqbal.


"Pusing, kenapa kak ?"Tanya Iqbal.


"Iya, pusing kenapa Kak, orang di ajak


makan gratis di hotel kok pusing,"Timpal


Bondet.


"Aku binggung, bagaimana memberi tau


Seila, kalau ku ajak pasti juga tidak suka,


Seila kan ngak suka Nafa,"Keluh Bima


"Iya, betul juga kak..!"aku juga ikut pusing


nih," Ucap Bondet latah dia plaigat


ucapan nya Bima.


"Kamu itu Ndet..Ndet bukannya ngasih


solusi justru ikut membebani, dasar


payah,"


"Hey..!" jangan sok pling pintar kamu


Bal, coba kalau kamu pinter kasih


kak Bima solusi," Seru Bondet.


"Begini saja kak, Jangan beri tau Non Seila


intinya Non Seila ngak usah ikut dan Kak


Bima pura pura saja lagi di undang


teman, gitu toh Acara nya pukul 6.00


paling lambat kita sudah boleh makan


dan pulang pukul 8.00 Jadi Non Seila


ngak akan marah,"


"Ide, yang cukup bagus, baiklah nanti


aku akan kirim pesan begitu," Ucap Bima


mantap yang di sambut dengan jari

__ADS_1


jempol dari Bondet dan iqbal.


__ADS_2