
Bima melajukan sepeda motornya dengan
kecepatan sedang tidak menunggu
berapa lama, 30 menit kemudian Bima
sudah sampai di tempat kerjanya.
Seperti biasanya Bima membawa sepeda
motornya memasuki area parkir Sebelum
kemudian memasuki kantor kerjanya.
Dari kejauhan tampak dua orang, satu
berwajah kurus dan berkulit kuning
Langsat dengan hidung cukup mancung sedang duduk bersama seorang pemuda bertubuh pendek sedikit hitam dan sedikit
gendut, mereka adalah Iqbal dan Bondet
yang selalu ada dan setia untuk Bima
mereka sedang duduk menanti kedatangan
Bima.
Melihat motor Bima dari kejauhan sudah
terlihat, cepat cepat Bondet dan iqbal berdiri
menjemput Bima.
Motor baru berhenti, helm belum terlepas
Bondet dan iqbal sudah menghadang.
"Kak Bima..!"cepat dari tadi sudah ada tamu
yang menunggu kak Bima,"
"Siapa?"Pagi pagi begini sudah berkunjung,"
"Kami tidak tau, cuma seperti nya aku pernah
melihat dia disini,"Ucap Iqbal menegaskan.
"Baiklah, akan kulihat," Bima segera melepas
helm dan beranjak pergi menuju kantor
pribadi nya.
Tidak ada lima menit, Bima sudah sampai
di depan kantor, pintu yang tidak tertutup
membuat Bima bisa melihat ada seorang
Bapak tua paruh baya sedang duduk
dengan memegang koran di tangannya.
Wajah tuanya masih menyisahkan pesona
ke wibawaan dalam dirinya, bajunya yang
rapi, wajahnya yang cukup tampan dengan
sedikit rambut memutih kulitnya yang putih
bersih kemerahan dengan tinggi badan
yang sangat ideal, sangat menampakkan
bahwa dia keturunan bule, dialah Ayah nya
Nafa, gadis cantik berambut pirang yang
entah apa alasannya begitu manja dan suka
sekali mengodanya.
"Selamat pagi, pak..!"Maaf menunggu lama,"
Sapa Bima sopan.
Mendengar sapaan Bima, Bapak paruh baya
itu segera menutup koran yang di bacanya,
senyum nya mengembang ketiika melihat
wajah Bima.
"Selamat pagi juga, Nak Bima ?Maaf datang
tidak memberi kabar,"
"Tidak, apa apa pak, justru saya yang harus
meminta maaf, karena sudah membuat
Bapak menunggu lama,"
"Nak Bima, kedatangan Bapak kesini itu,
ada hubungannya dengan putri Bapak
Nafa,"
"Iya, pak !" apa ada yang bisa saya bantu?"
Tanya Bima lembut.
"Saya pernah bilang menitipkan Nafa
belajar disini, itu enam bulan, tapi ternyata
momy nya Nafa meminta, agar Nafa segera
kembali ke london, jadi kedatangan saya
untuk menjemput Nafa dan berpamitan
dengan Nak Bima selaku pembimbing
anak saya,"
__ADS_1
"Oh, iya pak, tidak apa apa, silahkan saja
kami sangat menghargai segala keputusan
Bapak,"Ucap Bima sambil tersenyum ramah.
"Tapi, masalahnya tidak semudah itu Nak
Bima !"putri ku Nafa tidak mau balik ke
London katanya suka dan betah disini,
untuk itu saya dan momy nya membujuk
Nafa agar mau, ternyata Nafa memiliki
persyaratan pada kami yang berhubungan
dengan Nak Bima,"Ucap Bapak paruh baya
itu.
"Dengan saya !"Maksud nya bagaimana?
saya tidak mengerti,"Tanya Bima Binggung.
Ayahnya Nafa menghela nafas panjang
sebelum melanjutkan bicara.
"Saya, betul betul minta maaf, pada Nak
Bima, karena permintaan ini pasti sangat
lah tidak sopan,"
Bima tersenyum mendengar ucapan dari
Ayahnya Nafa.
"Bapak, tidak usah sungkan, katakan saja
apa yang bisa saya bantu,"Ucap Bima
halus.
"Nak Bima Sungguh pembimbing yang
sangat bijaksana, Nafa sering bercerita
tentang Nak Bima, begini Nak Bima
Nafa minta diadakan pesta perpisahan
dan kami sudah menyiapkan segala
sesuatu nya, kami berharap Nak Bima
bisa datang di Acara anak kami, agar
Nafa senang dan mau kembali ke
london secepatnya."
"Dengan senang hati kami akan datang,"
"Baiklah Nak Bima, kalau begitu kami
hotel Mulia Senayan Jakarta, Acara akan
di mulai pukul 6.00 jadi kami berharap
Nak Bima bisa hadir boleh membawa
siapapun yang Nak Bima mau,"
"Trimakasih, pak, saya akan usahakan
hadir,"
"Itu, harus Nak Bima, karena Nak Bima
adalah undangan teristimewa dari putri
Bapak,"
Bima tersenyum kecil mendengar ucapan
dari Ayahnya Nafa.
"Baiklah, Nak Bima kalau begitu saya
pamit dulu,"
"Silahkan pak,"
Bapak itu bangkit dari tempat duduknya
seraya menjabat tangan Bima.
"Ingat, ya..!" Nak Bima harus datang,"
Dengan senyum di bibir yang masih
tersungging Bima mengagguk.
Setelah Bapak paruh baya itu keluar dari
dalam kantor Bima, Bondet dan iqbal
yang sangat penasaran dengan kedatangan
Bapak paruh baya itu, segera menghambur
masuk ke dalam kantor.
"Kak Bima..!" Ada perlu apa Bapaknya Nafa
datang kesini?" Tanya Iqbal penasaran.
"Iya, kak Bima, ada apa? Kenapa Ayahnya
Nafa datang ke kantor ini,"Timpal Bondet
yang tak kalah penasaran dan ingin tau.
"Nafa, mau di ajak pulang ke London,"
Ucap Bima menjelaskan.
__ADS_1
Bagaikan paduan suara yang kompak dan
sudah terlatih dengan nada lagu yang akan
di nyanyikan, Bondet dan Iqbal serentak
berkata.
"Apa..???Seru Bondet dan iqbal bersamaan.
"Kenapa begitu?"Tanya Bondet.
"Iya, kenapa begitu kak ?' Tanya iqbal yang
juga sama penasaran nya dengan Bondet.
"Momy nya yang minta, dan untuk itu Nafa
mempunyai syarat, dia mau balik ke London
asal diadakan pesta perpisahan, dan Nafa
mengundang kita untuk datang ke sana,"
"Wah, ini mantap kak, Bisa makan gratis,"
Ucap Bondet bersemangat.
"Kamu itu Ndet .Ndet..!" yang di pikir cuma
urusan perut saja," Grutu iqbal.
"Mumpung gratis Bal, kita harus bersyukur
orang yang selalu bersyukur itu di sayang
Allah,"Ucap Bondet sambil cengar cengir.
"Halah, bersyukur saat bahagia dan senang
saja kamu itu Ndet, coba kamu bersyukur
juga kalau Nasibmu ngak dapat jodho,"
Ucap iqbal sambil tertawa
"Wah, Bal kau menghina itu, Allah pasti
datangkan jodho, cuma masih belum Bal,
kamu saja yang sudah punya pacar
hidupmu tetap ngenes, pacar kamu
selalu ngomelin kamu, untung kamu
kuat Bal, kalau aku sudah ku buang ke laut
model cewek begitu,"
"Hei, enak saja mau buang ke laut, pacar
orang, kamu kalau sudah dapat pacar
akan ku buang ke hutan, biar di makan
macan," Ucap Iqbal sembari tertawa
begitupun dengan Bondet dia tidak
marah justru dia ikut tertawa.
"Stop..!" stop...!" Berisik, aku lagi pusing
nih," Ucap Bima menghentikan tawa
Bondet dan Iqbal.
"Pusing, kenapa kak ?"Tanya Iqbal.
"Iya, pusing kenapa Kak, orang di ajak
makan gratis di hotel kok pusing,"Timpal
Bondet.
"Aku binggung, bagaimana memberi tau
Seila, kalau ku ajak pasti juga tidak suka,
Seila kan ngak suka Nafa,"Keluh Bima
"Iya, betul juga kak..!"aku juga ikut pusing
nih," Ucap Bondet latah dia plaigat
ucapan nya Bima.
"Kamu itu Ndet..Ndet bukannya ngasih
solusi justru ikut membebani, dasar
payah,"
"Hey..!" jangan sok pling pintar kamu
Bal, coba kalau kamu pinter kasih
kak Bima solusi," Seru Bondet.
"Begini saja kak, Jangan beri tau Non Seila
intinya Non Seila ngak usah ikut dan Kak
Bima pura pura saja lagi di undang
teman, gitu toh Acara nya pukul 6.00
paling lambat kita sudah boleh makan
dan pulang pukul 8.00 Jadi Non Seila
ngak akan marah,"
"Ide, yang cukup bagus, baiklah nanti
aku akan kirim pesan begitu," Ucap Bima
mantap yang di sambut dengan jari
__ADS_1
jempol dari Bondet dan iqbal.