Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.83.EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA


__ADS_3

Dengan berdendang kecil Bik Inah


menyiapkan makanan kesukaan Seila.


Kebahagiaan Bima adalah kebahagiaan


dirinya juga, di mana Bima sejak bayi


Bik Inah lah, yang mengasuhnya, jika


Bima sedih' ataupun terluka maka Bik Inah


lah orang pertama yang akan ikut merasa


kan sakitnya dan jika Bima Bahagia maka


Bik Inah lah, orang pertama yang paling


bahagia.


Masakan yang sangat istimewa dan spesial


untuk Seila dengan campuran vitamin


yang baik untuk kesehatan, agar Badan


menjadi segar kembali.


"Non Seila, harus segar dan cepat pulih


tidak lemas dan capek, biar kalau di


gempur lagi, sama Den Bima bisa kuat,"


Gumam Bik Inah dalam hati sambil


senyum senyum.


Setelah merasa semua sudah siap plus


jamu tradisional untuk memulihkan badan


Bik Inah bergegas pergi ke kamar atas.


"Tok...Tok...Tok...!'


"Masuk, lah, Bik,"


Dengan cepat, Bik Inah masuk ke dalam


dengan Nampan di tangan, berisi makanan


empat sehat lima sempurna plus jamu


tradisional penguat badan.


"Ini Non makanannya sudah siap,?"


"Ya, taruh, di meja situ saja Bik,"


Melihat Seila berias, Bik Inah menatap


dengan penuh keheranan.


"Non Seila, mau kemana?"


"Keluar, sebentar, ada yang ingin ku beli,"


"Oh, tapi Non..!"Den Bima bilang Non Seila


lagi tidak enak badan ?"


Seila tersenyum karena suaminya lagi


berbohong demi dirinya.


"Ngak apa apa kok Bik, cuma sedikit tak


bertenaga saja,"Ucap Seila.


"Ya, jelas, tidak bertenaga, Kan habis


bertempur Non,"Ucap Bik Inah spontan


yang lagi keceplosan, menyadari telah


berkata tidak sopan, buru buru Bik Inah


Mendekati Seila, yang ketika itu lagi


melotot, Bik Inah takut Non Seila nya


marah cepat cepat Bik Inah meminta


maaf.


"Aduh, Non, maaf, bukan begitu maksud


Bibik," Bik Inah bicara dengan menunduk


sungguh hatinya mengupat dirinya sendiri


yang telah ceroboh dan bodoh.


Melihat mimik ketakutan Bik inah Seila


yang tadinya ingin marah menjadi gemas.


"Kenapa minta maaf Bik, ngak papa kok,"


Ucap Seila sambil memeluk Bik Inah.

__ADS_1


Sambil berbisik Seila bicara.


"Lain kali, bilang sama anak asuh Bibik


kalau, kalau mengempur itu jangan lama


lama," Ucap Seila sambil tersenyum, seraya


melepaskan pelukannya.


Bik Inah sangat haru, mendapatkan dua


orang majikan yang sangat menyayangi nya.


"Bik inah masak apa tuh ?"


"Ini, Non ayam kecap, sayur semur jengkol


dan telur rebus,"


Seila mengeryitkan dahinya, kok ada telur


rebus, buat apaan dan ini minuman apa


ini kok warnanya begini..!"Ucap Seila


sambil menenteng nya ke atas di tunjukkan


nya pada Bik Inah ,"


"Hehehee...!" Bik Inah tersenyum sebelum


menjawab pertanyaan Seila.


"Itu jamu kuat, agar badan Non Seila segar


kembali,'


"Owalah...Bik...Bik..!" Ngak usah pakai


minum begituan lah, lagi pula aku buru-buru


jadi ngak makan juga, takut terlambat.


"Tapi Non..!"


"Sudah, taruh di dapur lagi, buat makan


malam, sudah ya Bik, aku buru-buru."


Dengan cepat Seila keluar kamar dengan


menenteng tas kecil yang dia selempang


kan. Akhirnya Bik Inah kembali membawa


makanan empat sehat lima sempurna nya


****


Dengan kecepatan sedang Seila membawa


mobilnya ke sebuah toko Apotik.


Rupanya Seila lagi membeli Obat anti hamil


Pil KB.


"Aku belum siap, kalau harus punya anak


sendiri, bisa bisa sibuk ngurusin anak


saja Nanti, tapi Bima tidak boleh tau,


melihat dia begitu ingin memiliki anak,


bisa bisa marah ,akan ku simpan dengan


baik obat ini."Gumam Seila dalam hati.


Setelah membayar, obat yang dia beli


Seila berniat pulang. Namun di perjalanan


Seila bertemu dengan Wina.


"Kok ada di sini, apa kamu sakit?"


Tanya wina penasaran karena temannya


berada di Apotik.


"Ngak lah cuma lagi kebetulan aja berhenti


di sini,"Jawab Seila asal.


"Sekarang mau kemana?"Tanya Wina.


"Pulang,"


"Ikut aku yuk,"


"Kemana..?"


"Lihat film, itu lho, cerita yang ada di Novel


mencintai Tuan Muda, sudah tayang di


layar lebar,"


"Masak..?"

__ADS_1


"Iya,"


"Ayo, aku juga mau lihat,"


Bergegas keduanya pergi ke Bioskop,


Seila dan Wina salah satu wanita pengemar


dan pembaca Novel jadi akan sangat


antusias jika berbicara mengenai film


atau cerita cerita Novel."


****


Bima yang tidak fokus dengan pekerjaan nya


sangat gusar dan merasa di kantor sangat


lama, pasalnya dia, lagi di mabuk asmara


di mana pikiran dan hatinya bawaannya


ingin dekat sang istri.


Dikeluarkan nya ponsel hape yang ada di


saku cenala nya.


Mungkin dengan telpon dan mendengar


suara sang istri, kegelisahan hatinya


karena Rindu, bisa cepat terobati.


Terlebih Bima ingat, malam itu dia telah


berhasil membuat Seila mendesah karena


permainan nya. Sungguh tidak sabar ingin


cepat cepat pulang rasanya.


Tapi di kantor, nanti masih ada Acara


meeting di tambah sang istri pesan empat


buku Novel, benar benar waktu berjalan


terasa sangat lambat.


Tidak menunggu berapa lama, telpon


tersambung. tapi di tunggu sangat lama


tidak ada jawaban.


Bima mencoba menghubungi lagi, dan


lagi lagi tersambung, Namun tidak ada


jawaban.


"Seila kemana ya?" apa dia ketiduran.


Aku coba telpon rumah saja lah,"


Tak lama telpon tersambung.


"Halo...!"


"Halo, Assalamualaikum, Bik ?"


"Walaikumsalam, eh Den Bima, ada apa Den?"


"Non Seila nya apa lagi tidur Bik,"


"Non Seila, tidak ada di rumah Den ,"


"Apa..?"Tidak ada, di Rumah..!"


lalu kemana Non Seila,"Tanya Bima gusar.


"Katanya keluar sebentar, Nanti sebelum


Den Bima pulang, Non Seila sudah pulang,"


"Oh, pantes saja telpon tidak di angkat,"


"Non Seila tidak membawa hape Den,


tadi Bibik lihat hapenya ada di meja


mungkin lupa,"


"Apa..? hapenya tidak di bawah, pantas


saja tersambung tapi tidak ada jawaban,


ya, sudah Bik trimakasih ya,


Assalamualaikum,"


"iya, Den Walaikumsalam,"


Bima Menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Kamu, kemana sih Seila, bikin orang


resah saja," Gumam Bima dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2