
Dengan berdendang kecil Bik Inah
menyiapkan makanan kesukaan Seila.
Kebahagiaan Bima adalah kebahagiaan
dirinya juga, di mana Bima sejak bayi
Bik Inah lah, yang mengasuhnya, jika
Bima sedih' ataupun terluka maka Bik Inah
lah orang pertama yang akan ikut merasa
kan sakitnya dan jika Bima Bahagia maka
Bik Inah lah, orang pertama yang paling
bahagia.
Masakan yang sangat istimewa dan spesial
untuk Seila dengan campuran vitamin
yang baik untuk kesehatan, agar Badan
menjadi segar kembali.
"Non Seila, harus segar dan cepat pulih
tidak lemas dan capek, biar kalau di
gempur lagi, sama Den Bima bisa kuat,"
Gumam Bik Inah dalam hati sambil
senyum senyum.
Setelah merasa semua sudah siap plus
jamu tradisional untuk memulihkan badan
Bik Inah bergegas pergi ke kamar atas.
"Tok...Tok...Tok...!'
"Masuk, lah, Bik,"
Dengan cepat, Bik Inah masuk ke dalam
dengan Nampan di tangan, berisi makanan
empat sehat lima sempurna plus jamu
tradisional penguat badan.
"Ini Non makanannya sudah siap,?"
"Ya, taruh, di meja situ saja Bik,"
Melihat Seila berias, Bik Inah menatap
dengan penuh keheranan.
"Non Seila, mau kemana?"
"Keluar, sebentar, ada yang ingin ku beli,"
"Oh, tapi Non..!"Den Bima bilang Non Seila
lagi tidak enak badan ?"
Seila tersenyum karena suaminya lagi
berbohong demi dirinya.
"Ngak apa apa kok Bik, cuma sedikit tak
bertenaga saja,"Ucap Seila.
"Ya, jelas, tidak bertenaga, Kan habis
bertempur Non,"Ucap Bik Inah spontan
yang lagi keceplosan, menyadari telah
berkata tidak sopan, buru buru Bik Inah
Mendekati Seila, yang ketika itu lagi
melotot, Bik Inah takut Non Seila nya
marah cepat cepat Bik Inah meminta
maaf.
"Aduh, Non, maaf, bukan begitu maksud
Bibik," Bik Inah bicara dengan menunduk
sungguh hatinya mengupat dirinya sendiri
yang telah ceroboh dan bodoh.
Melihat mimik ketakutan Bik inah Seila
yang tadinya ingin marah menjadi gemas.
"Kenapa minta maaf Bik, ngak papa kok,"
Ucap Seila sambil memeluk Bik Inah.
__ADS_1
Sambil berbisik Seila bicara.
"Lain kali, bilang sama anak asuh Bibik
kalau, kalau mengempur itu jangan lama
lama," Ucap Seila sambil tersenyum, seraya
melepaskan pelukannya.
Bik Inah sangat haru, mendapatkan dua
orang majikan yang sangat menyayangi nya.
"Bik inah masak apa tuh ?"
"Ini, Non ayam kecap, sayur semur jengkol
dan telur rebus,"
Seila mengeryitkan dahinya, kok ada telur
rebus, buat apaan dan ini minuman apa
ini kok warnanya begini..!"Ucap Seila
sambil menenteng nya ke atas di tunjukkan
nya pada Bik Inah ,"
"Hehehee...!" Bik Inah tersenyum sebelum
menjawab pertanyaan Seila.
"Itu jamu kuat, agar badan Non Seila segar
kembali,'
"Owalah...Bik...Bik..!" Ngak usah pakai
minum begituan lah, lagi pula aku buru-buru
jadi ngak makan juga, takut terlambat.
"Tapi Non..!"
"Sudah, taruh di dapur lagi, buat makan
malam, sudah ya Bik, aku buru-buru."
Dengan cepat Seila keluar kamar dengan
menenteng tas kecil yang dia selempang
kan. Akhirnya Bik Inah kembali membawa
makanan empat sehat lima sempurna nya
****
Dengan kecepatan sedang Seila membawa
mobilnya ke sebuah toko Apotik.
Rupanya Seila lagi membeli Obat anti hamil
Pil KB.
"Aku belum siap, kalau harus punya anak
sendiri, bisa bisa sibuk ngurusin anak
saja Nanti, tapi Bima tidak boleh tau,
melihat dia begitu ingin memiliki anak,
bisa bisa marah ,akan ku simpan dengan
baik obat ini."Gumam Seila dalam hati.
Setelah membayar, obat yang dia beli
Seila berniat pulang. Namun di perjalanan
Seila bertemu dengan Wina.
"Kok ada di sini, apa kamu sakit?"
Tanya wina penasaran karena temannya
berada di Apotik.
"Ngak lah cuma lagi kebetulan aja berhenti
di sini,"Jawab Seila asal.
"Sekarang mau kemana?"Tanya Wina.
"Pulang,"
"Ikut aku yuk,"
"Kemana..?"
"Lihat film, itu lho, cerita yang ada di Novel
mencintai Tuan Muda, sudah tayang di
layar lebar,"
"Masak..?"
__ADS_1
"Iya,"
"Ayo, aku juga mau lihat,"
Bergegas keduanya pergi ke Bioskop,
Seila dan Wina salah satu wanita pengemar
dan pembaca Novel jadi akan sangat
antusias jika berbicara mengenai film
atau cerita cerita Novel."
****
Bima yang tidak fokus dengan pekerjaan nya
sangat gusar dan merasa di kantor sangat
lama, pasalnya dia, lagi di mabuk asmara
di mana pikiran dan hatinya bawaannya
ingin dekat sang istri.
Dikeluarkan nya ponsel hape yang ada di
saku cenala nya.
Mungkin dengan telpon dan mendengar
suara sang istri, kegelisahan hatinya
karena Rindu, bisa cepat terobati.
Terlebih Bima ingat, malam itu dia telah
berhasil membuat Seila mendesah karena
permainan nya. Sungguh tidak sabar ingin
cepat cepat pulang rasanya.
Tapi di kantor, nanti masih ada Acara
meeting di tambah sang istri pesan empat
buku Novel, benar benar waktu berjalan
terasa sangat lambat.
Tidak menunggu berapa lama, telpon
tersambung. tapi di tunggu sangat lama
tidak ada jawaban.
Bima mencoba menghubungi lagi, dan
lagi lagi tersambung, Namun tidak ada
jawaban.
"Seila kemana ya?" apa dia ketiduran.
Aku coba telpon rumah saja lah,"
Tak lama telpon tersambung.
"Halo...!"
"Halo, Assalamualaikum, Bik ?"
"Walaikumsalam, eh Den Bima, ada apa Den?"
"Non Seila nya apa lagi tidur Bik,"
"Non Seila, tidak ada di rumah Den ,"
"Apa..?"Tidak ada, di Rumah..!"
lalu kemana Non Seila,"Tanya Bima gusar.
"Katanya keluar sebentar, Nanti sebelum
Den Bima pulang, Non Seila sudah pulang,"
"Oh, pantes saja telpon tidak di angkat,"
"Non Seila tidak membawa hape Den,
tadi Bibik lihat hapenya ada di meja
mungkin lupa,"
"Apa..? hapenya tidak di bawah, pantas
saja tersambung tapi tidak ada jawaban,
ya, sudah Bik trimakasih ya,
Assalamualaikum,"
"iya, Den Walaikumsalam,"
Bima Menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Kamu, kemana sih Seila, bikin orang
resah saja," Gumam Bima dalam hati.
__ADS_1