
Setelah beberapa jam berada di kantor akhirnya pekerjaan dan Acara meeting selesai juga, ,Bima pulang dengan menaiki motornya tujuan nya kali ini ke toko buku, mau membeli beberapa buku novel pesanan dari istrinya. Setelah memarkir motornya bergegas Bima menuju ke toko, karena tidak tau, Bima mendekati sang penjual dan bertanya tentang Buku Novel yang bagus.
"Maaf, bisa saya minta bantuan nya?" Tanya Bima pada sang penjaga toko buku.
"Boleh mas, mau tanya apa ?"
"Begini, istri saya pesan Buku Novel sementara, saya tidak tau Buku Novel yang bagaimana yang bagus untuk kami baca,"
"Wah, Binggung juga ya mas, di sini banyak buku Novel, mas mau cerita Buku Novel tentang apa?"
"Aduh, mbak, saya juga tidak tau,"Ucap Bima lesu.
"Begini saja mas bawa istri mas kesini, biar dia pilih sendiri, kalau kita pilihkan takutnya tidak cocok,"
"Mbak, bener juga, tapi sayangnya istri saya minta buat oleh oleh saya pulang,"
"Oh..., rupanya istri mas, lagi hamil ya,"Tanya sang pelayan toko. Pertanyaan sang penjual toko yang tiba-tiba membuatnya seperti orang tersedak, Bima menelan ludahnya dengan kasar, dalam hati Bima bergumam, bagaimana bisa hamil, bijinya saja baru semalam di tanam, Ucap nya terkekeh dalam hati.
"Ah, engak kok mbak cuma Istri saya suka dengan cerita cerita di Novel,"
"Begini saja, mas mau cerita yang bagaimana, yang Romantis apa yang fantasi apa yang horor."
"Yang Romantis saja lah ,mbak biar tambah sayang ke suami,"
"Oh , mas mau cerita yang istri taat suami dan sayang pada suami ya,"
"Memang ada mbak, cerita begitu!"
"Ada, mari ku tunjukkan," petugas toko mengajak Bima ke tempat di mana banyak buku Novel bertema romantis.
"Silahkan memilih sendiri," Ucap sang petugas seraya pergi meninggalkan Bima memilih milih buku Novel yang sekiranya bagus agar bisa menunjang cinta Seila kepadanya agar lebih besar dan lebih dalem lagi.
Setelah berkeliling akhirnya Bima sudah memilih empat buku yang di anggapnya cocok untuk di jadikan bahan bacaan. Bima senyum senyum sendiri membayangkan istrinya membaca buku buku Novel yang semuanya ceritanya buncin habis.
Setelah melakukan pembayaran Bima langsung pulang ke Rumah. Di lakukan nya motornya dengan kecepatan sedikit tinggi, Bima sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang istri, tidak menunggu lama, motor Bima sudah sampai di halaman Rumah, dengan berdendang kecil Bima masuk ke dalam dan langsung naik ke kamar atas menemui istrinya, pintu tertutup dari dalam namun tidak terkunci Bima langsung membuka pintu.
"Sayang, aku pulang..!"Pintu terbuka ranjang terlihat rapi dan Bima celingukan mencari sosok Seila istrinya, karena tidak ada segera Bima turun.
"Bik..!" Bik Inah...!"
__ADS_1
"Iya...,Eh Den Bima sudah pulang,"
"Non Seila, mana Bik ..!"
"Belum pulang, Den ,"
"Katanya pulang sore sebelum aku pulang, ini kok belum pulang,"
"Mungkin, masih dalam perjalanan pulang, Den Bima tunggu saja, sebentar lagi pasti pulang,"
"Ya, Baiklah,"
"Den Bima makan dulu, pasti lapar habis pulang kerja,"
"Nanti saja Bik, mau makan bareng Non Seila,"
"Oh, kalau begitu, saya permisi dulu Den, takut Non Vira terbangun nanti menangis dan rewel.
"Silahkan, Bik,"
Bima kembali ke kamarnya, pikiran nya sedikit kusut dan kesal. Bima menarik Nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, kemudian melangkah ke dalam kamar mandi
kurang lebih lima belas menit Bima menyelesaikan ritual mandi.
"Den Bima...,ayo, makan dulu,"
"Belum lapar Bik, tadi Seila bilang nya pulang pukul berapa?"
"Non, Seila cuma bilang sebelum Den Bima pulang, sudah pulang,"
"Tapi ini sudah mau magrib kok belum pulang, mana hape nya tidak dia bawa lagi, bener bener."
Satu jam kemudian, terdengar suara deru mobil berhenti di depan Rumah. Meskipun hatinya kesal tapi tak bisa dia pungkiri jika ada perasaan lega dan senang istrinya sudah pulang. Sengaja Bima tidak membukakan pintu Bima lebih memilih menunggu Seila membuka pintu sendiri, tak lama kemudian.
"Assalamualaikum..!"
"walaikumsalam, meskipun kesal dan ingin marah jika mendapatkan ucapan salam mau tidak mau harus dia jawab.
"Eh..,Kak Bima, sudah ada di Rumah," Sapa Seila tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
"Kamu, dari mana dan kenapa baru pulang ?"
"Nanti, saja aku ceritain, sekarang capek, aku mau mandi dulu",' tanpa menunggu jawaban Seila langsung ngeloyor naik ke kamar atas.
Melihat sikap Seila yang menjengkelkan, Bima mengeram dan meninjukan tangannya di udara.
"Bener bener ini dia, ngak sadar apa? aku nungguin dari pukul 4.00 sore sampai pukul 7.00 sampai lupa makan hanya demi Dia, Eh...yang di tunggu datang, bukan nya minta maaf kek, cium suami kek, malah seenaknya saja, pergi."Kembali Bima memukul kan tangannya ke udara.
Tanpa, Bima sadari kelakuan nya yang lagi kesal tertangkap CCTV mata paruh baya Bik Inah, sebenarnya Bik Inah kesal juga melihat sikap dari Non Seila yang super egois tapi Bik Inah justru lebih kesal pada anak asuhnya Bima yang tidak bisa dengan tegas menegur dan memberi hukuman jika sang istri salah, Den Bima cuma bisa marah marah sendiri, tidak pernah kasar maupun mengatakan kalau dia kecewa atau tidak suka dengan sikap Non Seila.
Setelah puas memukul mukul udara Bima berlari naik ke kamar atas. Ketika tangannya membuka pintu.
"Lho..kok, ngak bisa, masak sih di kunci, coba ku ulangi lagi," kembali Bima membuka pintu kamarnya dan hasilnya tetap sama.
"Astaga.... Seila...!"Kenapa kamarnya kamu kunci !" dengan wajah merah padam Bima memukul pintu dengan kakinya, karena yang di pukul itu adalah sebuah pintu yang mengunakan bahan bukan dari kayu melainkan dari besi silver perak bewarna putih sebagai pintu lapis luar sebelum pintu kayu biasa justru yang terjadi kaki Bima kesakitan.
"Auuuuuhh, sial amat sih," Geram Bima sambil meringis kesakitan, tangannya mulai memukul mukul pintu.
"Seila...buka pintunya?"
Seila yang kebetulan sudah selesai mandi, merasa heran mendengar teriakkan Bima dari luar, buru buru Seila menuju pintu dan membukanya, alangkah terkejutnya dia ketika mendapati Bima mengangkat satu kaki sambil meringis seperti orang yang lagi kesakitan.
"Kak Bima, kakinya kenapa di angkat begitu?"
"Terjedut, pintu?"
"Lho kok bisa ?"
"Ya, bisalah, orang pintunya ku tendang," mendengar ucapan Bima Seila justru tertawa lebar.
"Ha ..ha..ha ... Kasian salah sendiri pintu ngak salah kok di tendang."
"Ini semua gara gara kamu tauk?"
"Lho kok aku yang di salahin,"
"Habisnya ngapain juga pintu di kunci,"
Sambil tersenyum Seila bilang.
__ADS_1
"Lupa,"
Dengan Gemas Bima bermaksud meraih tubuh Seila untuk di peluk dan di jewernya. Namun yg terjadi justru Bima jatuh tersungkur Karena Seila dengan cepat menghindar.