Kabut Cinta

Kabut Cinta
11. Mabuk


__ADS_3

Jam sudah nyaris pukul sebelas malam, saat Yoga pulang naik taksi lalu berjalan sempoyongan menuju rumah,


Di depan pintu ia menggedor pintu rumah Ibunya dengan keras,


Supir taksi yang belum di bayar tampak mengikuti dari belakang, berusaha membantu Yoga agar berjalan dengan benar, tapi selalu dihalau dengan tangannya secara kasar,


Tapi, tentu saja pak supir taksi harus bersabar, ia harus tetap bertahan agar bisa bertemu keluarga penumpangnya yang mabuk berat itu dan belum membayar argo,


Brugk! Brugk! Brugk!!


Yoga kembali menggedor pintu rumah, membuat seseorang dari dalam rumah seperti berlari tergesa menuju pintu untuk membukakan,


"Lama sekali sih!!"


Bentak Yoga, manakala tampak seorang pemuda berusia tujuh belas tahunan berdiri di pintu selepas membukakan pintu utama rumah untuk Yoga,


Tampak Yoga kemudian berjalan sempoyongan melewati pemuda tersebut, saat melewati ia menabrak si pemuda hingga terhuyung dan nyaris jatuh,


"Haiiish..."


Yoga mendesis, lalu jalan sempoyongan lagi semakin masuk,


"Maaf Mas,"


Supir taksi kemudian mendekati si pemuda yang masih berada di pintu dan memandangi Yoga yang berjalan bolak-balik akan jatuh,


Pemuda itu tampaknya ingin membantu Yoga berjalan, tapi bingung karena pasti Yoga tidak mau, dan lagi pemuda itu juga tak terbiasa mencium aroma alkohol hingga rasanya ia perutnya jadi mual,


"Mas, maaf, itu kakaknya belum bayar argo Mas,"

__ADS_1


Kata si supir taksi pada pemuda tersebut,


"Oh, Tuan Yoga belum bayar?"


Tanya si pemuda, pak supir taksi pun mengangguk membenarkan,


"Sebentar Pak, saya sampaikan pada majikan saya dulu,"


Kata si pemuda, yang ketika ia bersiap beranjak, tiba-tiba dari dalam muncul Temmi yang berjalan ke arah pintu,


"Ada apa Sin?"


Tanya Temmi,


"Ini Tuan, katanya Tuan Yoga belum bayar argo taksi,"


Jawab si pemuda yang tak lain adalah asisten rumahnya Temmi yang sengaja didatangkan Temmi ke rumah Ibunya agar bebenah barang-barang yang berantakan karena Yoga mengamuk,


Temmi menghampiri pak supir taksi,


"Berapa Pak semuanya?"


Tanya Temmi,


Pak supir taksi pun menyebutkan nominal yang harus dibayarkan,


Jumlahnya yang lumayan besar membuat Temmi terpaksa bertanya dari mana Yoga naik,


Pak Supir taksi lantas menjelaskan bahwa penumpangnya itu naik dari salah satu tempat hiburan malam, dia minta diantar pulang tapi sampai satu jam lebih dia ditanya alamatnya tak juga memberitahu,

__ADS_1


Sebetulnya Pak supir ingin sekali menurunkannya di sembarang tempat, namun melihat kondisi penumpangnya yang tampak mabuk berat, membuat pak supir jadi tak tega jika harus menurunkannya di sembarang tempat,


"Oh, baiklah Pak, maaf kalau jadi merepotkan bapak,"


Kata Temmi akhirnya,


Pak supir taksi mengangguk sambil tersenyum,


"Sudah jadi kewajiban manusia saling tolong menolong Tuan, andai ini taksi saya pribadi juga pasti saya tidak usah menagih pembayaran Tuan,"


Ujar pak supir taksi,


Temmi balas tersenyum,


Setelah itu pak supir taksi pun pamit, Temmi mengangguk.


Sepeninggal pak supir taksi, Temmi menutup pintu rumahnya, lalu berjalan menyusul Yoga yang tampaknya tadi menuju kamarnya sendiri,


Husin, pemuda yang merupakan asisten rumah Temmi tampak berdiri di dekat koridor,


"Ada yang perlu saya bantu lagi Tuan?"


Tanya Husin,


Temmi menggeleng,


"Tidak ada Sin, kamu pergilah tidur untuk istirahat, besok pagi biar kamu bisa langsung pulang ke rumah,"


Kata Temmi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2