Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab. 219.DI TANGKAP


__ADS_3

Setelah kepergian dari para pelayan yang ada di ruangan dapur Bima segera menyalakan api setelah memberikan dan menyiramkan gas pada seluruh dinding dan ruangan kemudian Bima keluar dan melemparkan api yang mana membuat ruangan memasak yaitu ruangan dapur itu dengan cepat terbakar.


Api beekobar dengan begitu cepat dan seperti yang sudah diperintahkan oleh Bima para pelayan itu berteriak-teriak meminta tolong kepada siapapun yang berada di dalam rumah sehingga teriakan dari para pelayan yang didengar oleh beberapa penghuni baik pengawal maupun istri-istri dari gorzh semua berlarian keluar mereka berteriak dengan ketakutan karena mereka berpikir ada kebakaran yang terjadi di ruangan memasak.


Sementara para pelayan yang berlarian setelah memberitahu beberapa pengawal dan anak buah dari gorzh untuk membantu memadamkan api yang ada di dapur sementara mereka setelah melihat para anak buah itu berlari ke arah dapur dengan cepat mereka berlari ke arah pintu keluar kepergian mereka yang berlari dengan sangat cepat dan ketakutan terlihat oleh Bondet yang kala itu sedang mengawasi salah satu tawanan yang dia bawa, melihat beberapa orang berlarian dan melihat api mulai membumbung tinggi asapnya Bondet khawatir terjadi sesuatu dengan Bima setelah mengikat dengan kuat tawanannya Bondet pun berlari masuk ke dalam rumah di mana dia akan membantu Apa yang dilakukan oleh Bima dan ingin mencari tau apa yang terjadi pada Bima.


Bima melihat beberapa orang anak buah dari pemilik rumah berhamburan ke utara ada beberapa di antara mereka yang melihat kedatangan Bondet menghentikan langkah kakinya dan Menghadang langkah Bondet.


"Hei siapa kau kenapa kau disini kau harus di tangkap pasti kamu peyusuup dan kami akan melenyapkan mu. "


"Hahaha, majulah kalian, "


Mendengar tantangan dari Bondet beberapa anak buah dari pemilik Rumah itu yuk Yang jumlahnya sekitar 3 orang bersama-sama mereka menyerang Bondet dengan sangat gencar akan tetapi Bondet yang sudah berpengalaman hanya dikepung tiga orang anak buah itu adalah hal yang sangat sepele dan mudah tidak perlu menunggu lama Bondet sudah bisa menjatuhkan mereka dengan santai Bondet menendang tubuh dari ketiga orang laki-laki yang sudah terkapar tak berdaya akibat beberapa kali tendangan dan jurus mautnya.


Bondet kembali mencari keberadaan di mana Bima berada bahkan Bondet berusaha mendekati arah utara di mana Banyak sekali beberapa anak buah berlarian ke arah utara karena di arah utara itulah yang terjadi di suatu kebakaran.


Sementara Bima mencari dimana seorang Wanita yang disekap yang mana beberapa pelayanan tadi menyebutnya sebagai Nyonya muda dan karena kesalahan nya Nyonya muda akan mendapatkan hukuman hari ini.


Merasa kesulitan karena Rumah ini cukup luas dan besar membuat Bima tidak bisa menemukan apapun.


"Kemana Aku harus mencari nya dan bagaimana Aku bisa ketemu dengan Boss si penculik Putriku, ini Rumah bagaikan lapangan bandara saja besar dan luas, bikin pegel kaki mencari, mungkin Aku beristirahat dulu disini, "


Bima mulai mendudukkan bokongnya pada rerumputan hijau yang di dekatnya ada pohon rindang.


Samar samar Bima mendengar orang yang sedang marah-marah bahkan di sela-sela amarahnya beberapa kali letusan timah panas terdengar dari ruangan itu karena penasaran dengan perlahan-lahan Bima mengendap-endap dan mendekati ruangan yang mana Di situlah terdengar beberapa suara ribut-ribut dan teriakan orang yang sedang marah.


"Brakkkk.... !

__ADS_1


" Dooor...!


"Dooor...! katakan dengan jelas siapa yang berani membuat kekacauan di Rumah ini dan kau bagaimana bisa kamu membiarkan pintu terbuka, jika menang harus ada yang mati Akibat kekacauan ini itu lebih baikk dari pada mreka kabur. "


"Boss saya juga tidak tau, saya juga baru mengetahui setelah mereka pada berhamburan keluar dan kami bingung harus menahan mereka atau memadamkan Api yang membakar ruangan dapur.


" Dasar Bodoh seharusnya kamu tahan Mereka jangan sampai ada yang bisa keluar dan lolos dari rumah ini karena kamu telah teledor sebagai seorang pimpinan anak buah maka kamu harus mendapatkan hukumannya Bersiaplah karena keteladaranmu maka aku tidak membutuhkan dirimu.


Mendengar perkataan dari bos yang ada di depannya laki-laki itu segera bersujud dan berlutut di hadapan sang Bos Dia sangat gemetaran dan ketakutan sudah terbayang Apa yang akan terjadi pada dirinya bos di depannya menginginkan kematiannya dan dirinya sangat takut.


"Ampun Boss saya tidak akan menggulagi."


Laki-laki itu tersenyum menyeringai kemudian mengarahkan pisstol yang dia pegang ke arah sangat anak Buah.


"Boos Ampunilah Aku biarkan Aku hidup Aku berjanji tidak akan mengecewakan kamu lagi. "ucap sang Anak buah dengan tubuh gemetaran.


" Aku tidak suka diatur dan peraturan di Rumah ini Akulah penguasaan nyanya, trima saja Nasib dari takdir mu..


" Tuaaakk..! timah panas yang melesat dari sarangnya ternyata mengenai sebuah kursi kayu yang cukup kuat Hal itu membuat bos sang pemegang pistol murka karena dia tidak menyangka jika Apa yang dilakukan mendapatkan perlawanan dari orang lain yang tak lain adalah Bima kala itu ketika mengetahui pistol mengarah kepada sang anak buah dengan cepat Bima melompat dan menangkis pistol itu dengan menggunakan kursi kayu yang ada di tempat itu sehingga pistol yang tadinya ingin menembus kepala sang anak buah menjadi meleset.


merasa geram karena ada yang mempermainkan dan ternyata adalah orang lain yang Bos sendiri tidak mengenali Siapa orang itu dengan cepat orang yang dipanggil bos mengarahkan kembali pistol ke arah Bima yakni pistol itu sudah siap untuk dibidang bukan hanya untuk satu kali dua kali bahkan bos yang sangat geram dan marah membidikkan pistol ke arah Bima dengan berkali-kali tembakan ke nabi mas sudah berpengalaman terhadap semua dunia kekerasan di mana dia juga pernah menangkap satu mafia yang ingin membunuh Bondet kala itu dan berkat Bima juga satu mafia itu akhirnya diringkus dan dibawa ke kantor polisi kali ini Bima kembali dihadapkan dengan sosok orang yang berdarah dingin akan tetapi Bima tidak menyerah dan bersikeras justru ingin menangkap hidup-hidup laki-laki yang dipanggil dengan bos karena Bima ingin memberikan pelajaran yang lebih berat daripada hukuman mati yang mana Bima tidak terima karena laki-laki itulah yang telah memerintahkan kepada anak buahnya untuk menculik putrinya.


"Dooor...!


" Dooor..!


"Dooor!

__ADS_1


Bima tersenyum miring atas kebodohan dan kecerobohan dari sang bos yang mana dia tidak berpikir dengan jernih hanya asal menembakkan pistolnya berkali-kali hingga tanpa dia sadari peluru di dalam pistol pun sudah ludes terbuang sia-sia.


Di saat laki-laki yang dipanggil bos menyadari jika pelurunya telah habis dengan cepat laki-laki itu hendak mengambil kembali satu pistol yang terdapat di laci akan tetapi Bima sudah lebih dulu memberikan tendangan hingga membuat laki-laki itu jatuh tersungkur di lantai.


Tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan membuang-buang waktu Bima dengan cepat memberikan pukulan bertubi-tubi kepada sang bos yang mana dengan cepat Bima memerintahkan kepada anak buah yang sudah ditolongnya untuk mencarikan satu tali yang kuat, dengan menurut dan tanpa membantah laki-laki itu pun mencarikan satu ikatan ya tali yang kuat dan diberikan kepada Bima hanya dalam hitungan menit laki-laki yang dipanggil bos bertumbuh tinggi besar sudah dapat dilumpuhkan dan Bima yang melihat pergerakan dari laki-laki Bos itu ingin membuka satu kotak yang yang banyak sekali beberapa pistol di dalamnya langsung mengantongi semua pistol itu dan satu pistolnya pun ditembakkan ke udara sambil dia membawa tawanan si Bos keluar ruangan.


Beberapa anak buah dari si Bos yang melihat bosnya sudah tertangkap dan tertawan mereka sedikit bingung ingin menyerang akan tetapi Bima yang sudah melemparkan beberapa kali tembakan ke atas dan tidak segan-segan memberikan tembakan kepada siapa saja yang berniat ingin menolong bosnya maka diantara mereka tidak ada yang berani lagi untuk mendekat, sementara sang Bos berteriak-teriak dengan sangat histeris dan sangat marah karena anak buahnya tidak lagi mendengarkan semua perintahnya.


Bondet yang baru saja datang melihat Bima sudah mendapatkan dan berhasil menangkap bos yang mereka cari Bondet meyunggingkan sebuah senyuman sambil mengucapkan.


"Hebat Kak Bima kamu benar-benar jagoan , "


mendengar pujian dari Bondet Bima hanya tersenyum kemudian memerintahkan kepada beberapa anak buah untuk mencari seorang wanita yang disebut sebagai Nyonya muda di mana mereka mengatakan kepada beberapa pelayan jika Nyonya muda sedang disekap dan mendapatkan siksa sementara malamnya dia akan menjadi santapan dari para laki-laki hidung belang untuk menjalani hukuman yang dia lakukan.


Seolah magnet mereka semua para anak buah tidak ada yang berani melawan perintah dari Bima, mereka dengan segera berpencar mencari Nyonya muda setelah mendapatkan membawanya kehadapan Bima di mana keadaan Nyonya mudah sedikit memprihatinkan beberapa baju atas robek dengan wajah terdapat beberapa tamparan dan juga luka cambuk yang sepertinya baru saja dia alami.


Wanita itu semakin merasa sangat ketakutan ketika dirinya dibawa oleh beberapa anak buah dari bos yang mana dia adalah Gorzh Suami yang telah menikahi dirinya di karenakan perjodohan yang di lakukan ayahnya karena ayahnya terlibat hutang yang sangat banyak kepada laki-laki itu.


"Saya mau di bawa kemana ucapan Wanita itu dengan suara yang sangat serak dan dengan derai air mata, sangat terlihat jelas jika hadirnya sangat ketakutan Bima merasa IBa melihat hal itu, dengan cepat Bima menyuruh Bondat untuk membawa wanita itu keluar dari rumah ini dan meminta agar Wanita itu dibawa masuk ke dalam mobilnya.


"Tenang kamu akan Aman sekarang deritamu sudah berakhir. "


"Apa maksud mu, Bukankah kamu adalah anak buah dari suamiku juga, "


"Hahaha, tampang Saya memang sangat jelek dan buruk Saya memang sangat cocok sekali menjadi anak buah dari orang-orang yang jahat akan tetapi saya sudah bertobat jadi saya bukan lagi orang jahat, tenang saja Nona Silakan duduk dengan tenang di dalam mobil dan tawanan aku yang ada di belakang dia tidak akan berkutik lagi jangan khawatir Nona Hari ini akan bebas."


Sementara Bima menelpon beberapa anggota kepolisian untuk datang ke tempat lokasi hanya dalam hitungan menit para polisi pun sudah berdatangan mereka dengan sikap menahan semua anak buah dari bos Gorzh dan juga menahan gorzh untuk mempertanggungjawabkan segala yang dia lakukan pada para pelayan dan juga pada Bima yang mana dialah otak dari salah seorang yang berniat menculik putrinya.

__ADS_1


Dengan mengumpat dan marah-marah bos Gorzh berusaha memberontak dan berteriak-teriak karena merasa sangat kesal dan juga tidak mau jika dirinya harus menghadapi pengadilan di kepolisian, untuk itu dia berteriak-teriak dan meminta agar dirinya dibunuh saja akan tetapi teriakan itu tidaklah membuat Bima dan beberapa teman yang lain serta pihak para polisi yang baru saja datang menggubrisnya.


"Kurang ajar kalian benar-benar bangsaat, jika Aku bebas Aku akan membalas dendam pada kalian. "seru Boss Gorzh dengan lantang.


__ADS_2