Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab. 218.PERSIAPAN


__ADS_3

Bondet yang melihat gelagat dari salah satu tawanannya dan merasa curiga selalu mengikuti apa yang dilakukan dan apa yang dikerjakan oleh tawanannya sehingga tawanan yang ada padanya tidak memiliki kesempatan sedikitpun untuk lari.


"Bima yang kala itu mengawasi rumah besar di mana Bima ingin tahu siapa yang ada di dalam rumah itu dan Apa motif dari orang yang berada di dalam rumah itu menculik putrinya sehingga mereka sangat berantusias untuk menculik putrinya, sementara selama ini memang Bima merasa tidak memiliki musuh dari kalangan manapun meskipun dirinya seorang pelatih dalam silat maupun seorang yang selalu bergelut dengan dunia kekerasan akan tetapi Bima tidak pernah memiliki satu musuh yang merugikan keluarganya.


tidak ingin menunggu lama dan tidak ingin membuang-buang waktu Bima segera mendekati rumah besar yang ada di depannya meskipun rumah itu dijaga oleh beberapa orang tetapi bagi Bima hal itu bukanlah suatu hal yang sangat sulit dan bukan suatu hal yang sangat menakutkan baginya di mana Bima sudah terbiasa menghadapi beberapa musuh sekaligus karena diketahui Bima sendiri seorang pelatih yang sangat mumpuni dalam ilmu kanuragan.


Melihat Bima berjalan mendekati rumah besar Bondet yang kala itu berjaga mengawasi satu tawanan berteriak manggilnya karena Bondet merasa khawatir dan was-was apabila Bima bersikap dan berbuat karena bagi Bondet itu sama halnya seperti menyerahkan diri dengan konyol.


"Kak Bima tunggu, Apa yang kamu lakukan knp kamu seperti nya mau pergi ke sana? '


" Iya Aku memang mau pergi kesana kamu tunggu disini saja berjaga dan jgn lengah awasi terus tawanan kita. "


"Siap, kak tapi kak Bima mau kemana.?


" Sudah tidak perlu banyak bertanya, kamu selalu bersiap dan waspada saja, "


Setelah memberikan beberapa pesan kepada Bondet temannya Bima segera mengendap-endap maju mendekat ke sebuah rumah yang cukup besar, bahkan rumah itu bisa dihuni oleh beberapa rumah tanahnya karena teramat sangat luas bahkan bagaikan sebuah kerajaan luas yang terhalang dinding tembok yang begitu tinggi.


Melihat salah satu orang yang berada di dalam rumah itu keluar mungkin mereka adalah salah satu anak buah dari pimpinan laki-laki yang memerintahkan kepada anak buahnya untuk menculik putrinya yaitu Vira sedang berjalan keluar dengan cepat Bima yang memiliki kemampuan cukup bagus dengan dan terlatih dengan sigap serta dengan kewaspadaan yang tinggi Bima segera menarik laki-laki itu menjauh dari tempat di mana dia akan berjalan sehingga dengan tendangan yang cukup keras membuat laki-laki itu terpental jauh ke sebuah semak belukar yang cukup rindang, dan dengan gerakan cepat pula Bima menariknya.


Melihat mangsanya sudah terjatuh dengan cepat Bima memberikan beberapa pukulan hingga membuat laki-laki itu tidak berdaya sampai pingsan, setelah itu dengan cepat Bima melepaskan seluruh pakaian yang dipakai anak buah yang berasal dari Rumah besar itu. kemudian Bima kenakan, Bima berpura-pura menjadi salah satu anak buah dari pemilik rumah yang begitu besar dan luas yang Bima sendiri tidak tahu siapakah mereka sesungguhnya.


Dengan santai dan dengan rasa percaya diri Bima mendekati rumah itu kemudian berjalan dengan perlahan-lahan di mana Bima beberapa kali bertemu dengan orang-orang yang ada di dalam rumah seperti para anak buah yang di antara mereka beberapa kali bertanya tentang Bima karena mereka merasa asing, akan tetapi dengan cepat Bima Berusaha menjelaskan dengan bahasa isyarat bagaikan orang yang bisu sehingga mereka berpikir jika Bima adalah anak buah baru yang tidak bisa bicara.

__ADS_1


Penyamaran yang cukup bagus di mana Bima menggunakan penutup kepala dan juga baju yang dikenakan sudah Sama persis dengan baju yang digunakan oleh beberapa anak buah yang ada di dalam kamar itu.


Bima memilih masuk ke dalam ruangan dimana para pelayanan Wanita bekerja untuk memasak.


Awalnya Bima sangat kagum dan terkejut ketika masuk je dalam dimana Rumah itu benar-benar besar.


Samar-samar Bima mendengar satu percakapan yang mana membuat Bima sedikit terkejut.


"Kasian sekali istri muda Tuan Gorzh hari ini dia harus mendapatkan hukum untuk melayani para sahabat dan temannya Tuan Gorzh,"


"Iya, Aku tau dulu Istri pertama yang tidak menurut juga mengalami hal yang sama Aku melihat dia sampai kelekahan harus di gempur tiga orang teman Tuan Gorzh dan mulai saat itu istri pertama trauma dan tidak berani lagi melawan apapun. "


"Benar benar iblis Tuan Gorzh itu, "


"Apalah kita yang tidak bisa menolong, cepat gunakan topeng kulit kamu jangan sampai mereka tau Wajah kita ini bersih, karena jika kita terlihat cantik makan kita pun akan di jadikan santapan Tuan Gorzh yang kejam dan setelah dia puas dia akan melepaskan kita pada teman temannya Aku ngeri membayangkan ini semua. "


"Iya, iya, trimakasih ya selalu mengingat kan Aku untuk Waspada. "


Kedua Wanita itu segera memakai topeng kulit wajah sehingga menampilkan wajah mereka yang buruk bahkan sesekali mereka berjalan dengan membungkuk agar terlihat seperti orang yang benar benar buruk rupa dan tua. Bima yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepala.


"Para Wanita yang cukup cerdas dan itu artinya kehidupan mereka benar-benar selalu dalam ketakutan Aku akan bebaskan semuanya.


Bima segera mencari Ruangan yang biasa du gunakan untuk memasak.

__ADS_1


" Aku harus bergerak cepat, tidak bisa di diamkan kejahatan mereka, karena mereka tidak hanya manusia manusia jahat tetapi juga para manusia manusia laknaat yang tidak bermoral.


Setelah berkeliling Akhirnya Bima menemukan Ruangan Dapur.


Para pelayanan sedikit terkejut melihat kehadiran Bima di ruangan itu.


"Tuan makanan belum siap kenapa Tuan sudah kesini, "


"Keluarlah biar Aku yang menyelesaikan. "


"Maksud Tuan apa? tanya beberapa pelayanan yang berdiri dengan ketakutan. "


"Apa kalian tidak ingin bebas dari tempat ini? "


"Hahaha, bebas kami tidak mungkin bisa bebas Tuan bahkan Nasib kami ada di tangan mereka, kami hanyalah para pelayanan yang sekaligus para pemuaas naaffsiiiuu dari para Laki-laki hiduung belaang disinii, kami bahkan sudah pasrah kami bergantian mendapatkan pekerjaan yang merupakan itu. "


"Aku yang akan membebaskan kalian, dengar kalian keluar lah ajak semua temanmu apabila kalian melihat kobaran Api, berpura puralah panik dan berlarian kesana sini tapi tujuan kalian berlarilah keluar dari Rumah ini, apa kalian mengerti. "


"Baik, Aku mengerti aku akan ajak teman teman yang lain tapi Tuan bisa terkena masalah dan itu membahayakan nyawa Tuan. "


"Tenanglah Aku bisa menjaga diriku, sekarang pergi keluar lah."


Para pelayan itu tidak lagi mebantah mereka segera keluar.

__ADS_1


__ADS_2