
Dengan sangat telaten Bima mengambilkan semua yang di rasa Seila suka, hingga pergerakan tangannya yang lincah mencomot semua makanan dan di taruh nya di atas piring Seila membuat sang Ayah gedek.
"Segitu besarnya cinta dari sang menantu romantis habis," desis sang Ayah dalam hati.
Sementara Seila menggeluh dengan apa yang Bima lakukan padanya.
"Kak Bima, kenapa ngasih banyak sekali mau buat aku jadi gendut apa ya?"seru Seila yang spontanitas jadi pusat perhatian semua keluarga dan tamu yang sedang menikmati makan.
"Engak lah, Sayang!" ini kita makan berdua biar lebih romantis gitu." ucap Bima seadanya yang membuat Seila mendelik tak percaya.
"Sejak kapan makan berdua dalam satu piring yang ada di suapin, ini sih bukan romantis tapi lebay abis, cari perhatian takut ketahuan kalau ada main tuh...tuh sama cewek bule di depan itu." Grutu Seila dalam hati.
Begitu juga dengan Nafa yang duduk di depan mereka, bibir mungilnya diam seribu bahasa, tapi hatinya lagi mendidih bagaikan air yang sudah matang setelah di rebus, bergolak kesana kemari.
"Ssshhh....lebay amat Kak Bima!"ngak ngerti apa itu menyakitkan, tau sih, sadar sih aku ngak ada di dalam hatinya tapi mbok ya, yang toleran gitu, jaga perasaan orang gitu, mesra mesraan nya di kamar Sono jangan di depan mataku sakit dan masakan yang enak enak di depan mata jadi serasa makan batu, hambar boo..!"Kurang ngerti gimana aku ini, sudah ihklas, sudah rela, sudah ngak berharap cinta darinya tapi jangan Manas manasin gini rasanya acitt....sakit.. seperti duri yang menusuk jantung hatiku tak sekuat penglihatan ku," keluh Nafa dalam hati.
Beda lagi dengan Wina yang melihat adegan live antara Bima dan Seila.
"Hadew ..!" cari aman dan perhatian banget sih Kak Bima ini, cari Aman sih boleh tapi lihat sikon dong....ngak kasian apa sama aku yang masih jomblo kuadrat mana baru putus lagi, hufff...teganya dikau kak Bima....tau gini ogah hadir dalam undangan makanmu nyesek...ingat mantan."Gumam Wina dalam hati.
Lain pula cerita nya Bondet yang melihat aksi Bima dan Seila.
"Tobat...tobat...! segitu amat takut istri ngambek,cintamu memang sebesar gunung dan seluas lautan Kak Bima siip...habis jempol dua, lalu kapan giliran ku bisa punya cinta yaa....?" keluh Bondet dalam hati.
Beda lagi ceritanya di mata Bik Inah.
__ADS_1
"Den Bima memang sangat romantis sama seperti, Tuan dan nyonya dulu buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya Smoga bahagia selalu Den."Gumam Bik Inah dalam hati.
Lain kisahnya dengan Iqbal si cowok tampan tinggi tapi kurus, padahal makannya banyak mungkin makanan nya di makan cacing kali.
"Kak Bima...kau memang sangat the best, cinta mu tak luntur meskipun kamu tau wajah Non Seila sudah berubah, tetap sabar dan setia tak mudah tergoda, smoga kau dapatkan kebahagiaan mu, biarlah cukup aku yang menderita dalam cinta di putus pacar tanpa alasan yang jelas."Lirih Iqbal dalam hati.
Bima yang menyadari suasana ruang makan jadi hening dengan kesibukan hati mereka sendiri sendiri, Bima mulai mencairkan suasana yang kaku itu.
"Mari...mari makan kita Nikmati masakan Bik Inah, dia jago masak lho," seru Bima dan tatapan matanya tanpa sengaja melihat raut wajah Nafa yang kusut, tak tega melihat gadis kecil itu sedih pasalnya Bima menyayangi Nafa sebagai Adik.
"Nafa..!" ayo makan kamu suka yang mana masakan Indo tak semewah masakan orang barat tapi percayalah ini enak, aku ambilkan ya."tawar Bima yang sontak saja membuat Seila mendelik kesal hatinya meronta-ronta.
Bima menyadari hal itu dengan cepat satu tangan menggambilkan lauk untuk Nafa satu tangan menggenggam erat tangan Seila di bawah meja dan mere masnya dengan erat. Seila menatap Bima dengan tatapan marah Namun Bima Tersenyum.
"Apaan, sih!" lepasin tanganku." teriak Seila pelan namun penuh penekanan.
Bima pura-pura cuek dan tak mendengar.
"Ayo, makan sepuasnya setelah ini aku ajak ke bioskop untuk melihat film yang lagi hits.
"Wah asik itu aku mau...!"seru Wina girang.
"Ok, sekarang ayo kita makan, habis itu ke bioskop."ajak Bima membuat semua senang kecuali Nafa.
"Ya....nonton adegan mesra kak Bima dan mbak Seila lagi dong....mana tahan." keluh Nafa dalam hati sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya yang mungil, gadis cantik berdarah campuran bule itupun harus menikmati rasanya cinta yang bertepuk sebelah tangan yang mana tak pernah sekalipun dalam sejarah cintanya dia gagal bahkan dengan wajah bule nya Nafa sering sekali berganti ganti pacar, setelah merasa bosan, tapi sejak bertemu Bima Nafa yang sudah jatuh hati yakin jika Wajah cantik ke barat baratannya pasti mampu dengan mudah menahklukan hati laki-laki itu dan dugaan nya salah laki-laki di depannya tak bergeming dengan wajah cantiknya, kecewa kesal dan marah tapi demi ketulusan cinta nya dan demi orang yang di cintai itu bahagia Nafa belajar merelakan karena dia menyadari kebahagiaan Bima bukan bersamanya tapi bersama istri keras kepala nya yang terkadang membuat Nafa kesal, di cinta dan di sayangi bukannya mensyukuri justru kerap sekali membuat Bima harus kelabakan dengan sikap kekanakannya, "huuff andai aku yang jadi istrinya sudah buat bahagia selalu tuh Kak Bima."Gumam Nafa dalam hati.
__ADS_1
Sementara di keluarga Arya mereka pun berada di ruang makan sedang menikmati makan berdua, Arya tak henti hentinya bertanya dan meminta Novi untuk menceritakan apa yang dilakukan istrinya selama dia sakit dan seperti biasa nya, Arya tak mendapat kan jawaban apapun selain aku tidak tau, hal itu terkadang membuat Arya geram namun dengan akal sehat Arya mencoba tenang dan tak lagi memaksa Novi untuk bicara dan Arya bertekad pada dirinya sendiri untuk menyelidiki sendiri keberadaan Arina istrinya.
"Kamu selesai kan makanmu aku sudah selesai," ucap Arya seraya meninggalkan meja makan. Novi menatap kepergian Arya dengan tatapan mata sendu, tak ada yang bisa dia lakukan selain harus menggagguk.
Arya berjalan menuju kamar nya dia sangat ingin tau Kebenaran dan keberadaan Arina di raihnya benda pipih yang ada di atas meja dan mulailah Arya menghubungi salah seorang kepercayaan nya.
"Hallo...!"
"Hallo..!"
""Tom, aku mau kamu berikan informasi lengkap tentang istri ku sekarang juga."
"Hei... Boss!" berikan aku waktu, besok akan aku kabari."
"Tom..!aku mau srkarang juga jika kamu tidak bisa mulai besok kamu akan aku pecat."
"Boss jangan begitu... bagaimana nasibku jika aku kamu pecat."
"Kalau begitu cepat cari informasi nya aku akan menunggu lima jam dari sekarang."
"Busyet...Lima jam sedikit amat waktunya boss,"
"Sudah kerjakan jangan banyak mengeluh."ucap Arya seraya menutup telpon. Di tempat yang berbeda Novi segera menghubungi nomor telpon Arina tapi hatinya begitu gusar dan gelisah ketika nomor yang di tuju tidak juga tersambung.
"Kenapa ponsel Arina tidak aktif, sedang apa itu anak, apa dia tidak tau kalau Arya sedang mencari nya dan pastilah Arya akan membalas perbuatan mu, dasar bodoh."keluh Arina seraya membanting ponsel nya di atas Ranjang.
__ADS_1