Kabut Cinta

Kabut Cinta
26. Ke Rumah Mertua


__ADS_3

Di rumah, tampak Yoga baru keluar dari kamar mandi, hari ini ia sudah tidak mabuk lagi,


Meskipun otaknya masih terasa ruwet, namun setidaknya ia terlihat lebih baik kondisinya saat ini,


Yoga masuk kamarnya, lalu kini tampak mematut diri di depan cermin, memakai kemeja, lalu memakai jaket rapi,


Ia sudah memikirkannya semalaman suntuk, ia akan ke rumah mertuanya hari ini,


Mungkin ia akan kena marah sedikit, tapi rasanya itu jauh lebih baik daripada ia harus benar-benar kehilangan isteri dan anaknya,


Laras dan Angga, mereka pasti ada di rumah orangtua Laras, jadi tak akan salah lagi rasanya jika Yoga pergi ke sana saja sekarang. Begitulah yang dipikirkan Yoga,


Tampak Yoga kemudian menyambar kunci mobilnya,


Mobil yang sejak dulu telah ia miliki saat masih bujangan karena dibelikan mendiang Ayahnya,


"Mau ke mana?"


Tanya Ibu yang akan naik ke lantai dua, di mana kamar tidurnya juga ada di sana,


"Ke rumah orangtua Laras, Bu,"


Jawab Yoga,


Ini tampak membelalakan matanya,


"Apa? Ke rumah orangtua Laras? Untuk apa? Maksudmu kamu akan membawa pulang lagi perempuan itu?"


Tanya Ibu dengan nada suara yang jelas tidak suka,


Yoga menatap Ibunya,


Melihat bagaimana pancaran kebencian di kedua mata Ibunya membuat Yoga seperti tersadar keadaan Laras yang mungkin sama sekali tidak nyaman untuknya selama tinggal bersama Ibunya itu,


"Dia isteriku Bu, dan dia pergi bersama anakku, aku akan membawa mereka pulang bagaimanapun caranya,"


Jawab Yoga,

__ADS_1


Ibu menghela nafas panjang,


"Kamu ini sudah ditinggalkan begitu saja, sebagai laki-laki mana harga diri mu? sudahlah, tidak usah diurus lagi, lebih baik kamu ceraikan saja dia, lalu kerja di kantor Pamanmu, kamu kan masih muda, bisa cari perempuan lain yang lebih baik,"


Ibu masih terus mengomel, tapi kali ini Yoga tak mau ambil pusing,


"Yoga pergi,"


Ujar Yoga meninggalkan Ibunya yang masih meneruskan acara mengomelnya,


"Nasib sial apa sebetulnya yang menempel padaku, punya menantu dua-duanya tidak ada yang bener, yang satu minggat, yang satunya lagi membuat suaminya tidak kuat bertahan dalam pernikahan,"


Masih sempat terdengar omelan Ibu saat Yoga beranjak pergi, namun Yoga berusaha tak mau menggubris,


Yoga terus membawa langkahnya menjauh, keluar dari rumah lalu menuju mobilnya di garasi,


Bertepatan saat itu Husin, asisten rumah tangga Temmi dan isterinya datang dengan menggunakan sepeda motor,


Husin, pemuda itu terlihat membawa dua koper pakaian berukuran besar dan juga sedang,


Tanya Yoga pada Husin, asisten rumah tangga adiknya,


Husin yang tengah melepas helm turun dari motornya, sedangkan Yoga terlihat menghampiri motor Husin untuk melihat-lihat dua koper yang dibawa Husin,


"Koper milik Tuan Temmi, Tuan, beliau minta saya membawakan baju-baju kantor dan juga baju sehari-harinya ke sini,"


Tutur Husin menjawab pertanyaan Yoga,


Mendengar jawaban Husin, terlihat Yoga pun mengerutkan keningnya,


"Memangnya ada apa dia bawa baju sebanyak ini?"


Tanya Yoga pula,


Husin menggeleng pelan,


"Saya tidak tahu Tuan, soalnya saya hanya disuruh bawa baju-baju ini saja, Nyonya Mariska juga sama, minta baju-bajunya dibawa ke rumah orangtuanya,"

__ADS_1


Jelas Husin,


Yoga menggelengkan kepalanya,


Kenapa mereka?


Bertengkar kah?


Bukannya mereka pasangan yang selalu dibilang Ibu sempurna?


Mariska, perempuan yang memiliki semua yang dibutuhkan seorang perempuan, cantik lah, baiklah, sopan lah, keturunan keluarga terpandang dan terhormat lah, punya pendidikan bagus lah, punya karir bagus lah,


Yoga bahkan nyaris bosan jika Ibunya memuji adik iparnya itu, di mana seolah dia tak punya kekurangan sama sekali,


Tapi, sekarang...


Yoga lantas jadi ingat omelan Ibu tadi saat mereka berpapasan,


Ibu yang mengeluh seolah jadi Ibu yang bernasib sial karena memiliki dua menantu, namun tak ada satupun yang membuatnya senang,


"Saya bawa koper-koper ini ke dalam ya Tuan,"


Kata Husin pamit, yang kini menurunkan satu koper pakaian milik Temmi dari motornya,


Yoga pun mengangguk,


"Ya masuklah, ada Ibu di dalam,"


Kata Yoga,


Husin mengangguk, lalu bergegas menggotong koper pakaian Temmi ke dalam rumah,


Yoga sendiri kembali berjalan menuju mobilnya,


Seperti niatnya, ia akan pergi ke rumah mertuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2