Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.133.SAKIT


__ADS_3

Seila benar benar tidak mengerti dengan sikap Bima yang tiba-tiba sangat kasar dan terlihat dingin padanya. Akan tetapi ajakan Bima untuk pergi ke hotel membut hati Seila melayang layang bahagia, Seila berfikir mungkin Bima selama ini malu meminta jatahnya dan sekarang mungkin Bima sudah tidak tahan lagi ingin menikmati nikmatnya bercinta, meskipun Seila juga sangat mengginginkan tapi tak bisa di pungkiri ada rasa gugup dan tegang pasalnya, ini kali pertama Bima akan menyentuh nya, Seila tidak merasa khawatir Bima tidak akan mencurigainya karena Seila sudah tidak Virgin, kesuciannya sudah di ambil dan di nikmati Arya suami yang tidak pernah Seila cintai.


Di luar gedung bioskop Bima membuka pintu mobil dan menyuruh Seila untuk masuk dan duduk, beberapa detik kemudian mobil melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak memakan waktu lama Bima dan Seila sudah sampai di depan hotel yang ada di sekitar tempat itu


"Kamu tidak masalah kan jika kita menghabiskan malam di hotel ini?"


"Tentu, saja tidak asal ada kamu di sampingku, hotel model apapun akan terlihat indah dan megah bagikku."


Bima tersenyum miring mendengar perkataan Seila yang menurut nya cuma sekedar ucapan rayuan gombal. Setelah mengisi data dan bicara pada petugas hotel yang kemudian menyerahkan kunci kamar kepada Bima.


"Ayo!"


Seila menggikuti langkah kaki Bima yang sangat cepat dari belakang. Ketika pintu kamar sudah terbuka.


"Masuklah",


"Iya, Mas!


"Apa kau mau makan atau mandi dulu, sebelum kau melayaniku."


"Aku, mandi dulu saja mas biar segar dan mas Bima akan semakin bersemangat tentu nya."


"Kalau begitu, cepat lah mandi."


Seila segera masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Bima berkali-kali mengepalkan tangannya dengan mengebrak meja dengan keras tentu saja gebrakan meja itu tidak akan terdengar oleh Seila Karena didalam kamar mandi suara shower air yang mengalir cukup keras. Seila mandi dengan bersenandung kecil hatinya begitu bahagia seolah olah kini sedang melayang layang, mimpinya untuk bisa memiliki Bima seutuhnya akan segera tercapai.


Di luar Bima yang sedari tadi menahan gejolak amarah kini wajahnya benar benar berubah mengerikan, wajah tampan nya berubah menjadi merah padam, Seila yang telah selesai melakukan ritual mandinya sedikit terkejut melihat wajah Bima yang telah berubah menjadi merah padam seolah olah siap menerkam apa saja yang ada di depannya.


"Mas!"Kenapa wajahmu sangat merah apa kau sedang marah,"


Melihat kehadiran Seila dengan cepat Bima menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan mencoba mengontrol suasana hatinya agar tidak terlihat lagi. Dengan senyum sedikit di paksakan Bima berbalik menghadap kepada istrinya.


"Kau membuat ku, kesal karena menunggu."ucap Bima seraya kedua tangannya langsung menangkup kedua pipi Seila tanpa menunggu lama Bima langsung menyambar bibir Seila dengan sangat buas Bima memainkan nya dengan sangat kasar membuat Seila mendorong tubuh Bima, ketiika rasa sakit akibat dari gigitan Bima yang cukup kuat.

__ADS_1


"Kau, menyakiti ku?"ucap Seila dengan mata berkaca-kaca.


Bima tersenyum miring melihat Seila mengusap bibirnya yang sedikit berdarah.


"Aku, suka seperti itu, jika kamu tidak sanggup melayaniku, pergllah?" teriak Bima dingin.


Seila tertegun dengan ucapan Bima, yang tak pernah di bayangkan oleh nya jika ternyata Bima termasuk laki-laki yang sangat kasar dalam permainan ranjang, bayangan nya Bima akan sangat romantis dan lembut dalam suatu penyatuan cinta ternyata tidak, Bima sangat buas dan setiap gerakan nya membuat nya sakit.


Akan tetapi rasa ingin memiliki Bima seutuhnya Terpaksa Seila menerima semua perlakuan gaya bercinta Bima yang menyakitkan.


"A-aku, siap melayani mu!"


Mendengar ucapan Seila Bima menatap sinis yang kemudian membuat Bima terkekeh.


"Benarkah, apa kau yakin? membuat aku puas itu sulit kamu akan sangat kesakitan apa kau siap."


"Aku, siap!"


"Bagus, ayo kita mulai."


Dengan senyum menyeringai Bima mulai menarik tubuh Seila lalu menarik rambutnya dengan kasar.


"Auuuwwh, sakit!


Bima yang seperti orang kesurupan menarik rambut panjang Seila, kemudian mencengkram kedua dagu Seila dengan sangat kasar Bima memberikan ciuman yang disertai dengan gigitan, tak aya lagi Seila terus merintih mengeluh sakit.


Tidak cukup berhenti di situ Bima dengan sangat kasar mendorong tubuh Seila hingga jatuh ke atas ranjang, ketiika tubuh Seila jatuh di atas ranjang Bima kembali menariknya untuk berdiri lagi setelah tubuh Seila berdiri lagi dengan sempurna Bima segera merobek baju atas Seila dengan sangat kasar. Seila yang sudah berjanji siap melayani tak mampu menolak maupun melarang apa yang di lakukan Bima kepada nya. rasa sakit dari setiap gerakan Bima harus Seila terima demi memberikan kepuasan batin suaminya.


Baju depan Seila telah robek, Bima memutar tubuh Seila hingga kini Tubuh mereka saling membelakangi, punggung Seila ada di depan mata Bima, punggung putih halus milik Seila di belai Bima dengan lembut membuat Seila kali inielenguh Karena geli dan nikmat tapi tidak berapa lama Bima kembali memutar tubuh Seila sehingga wajah mereka kini saling berhadapan.


Kali ini tatapan mata tajam Bima tertuju pada kedua benda kenyal yang tak lagi tertutup kain, sehingga dengan mudah dapat melihat seluruh lekuk isinya. Seila merasa sangat tegang dan gugup Seila yakin kali ini Bima pasti akan menyesap dan menggigit kedua benda kenyal nya dan pasti rasaanya akan sangat sakit yang bercampur Nikmat dengan rasa berdebar debar Seila menunggu Bibir dan tangan Bima bergerak untuk mengkoyak koyak miliknya.


Bima tersenyum miring melihat pemandangan yang ada di depannya dengan sangat kasar kembali Bima mendorong tubuh Seila jatuh ke atas ranjang.

__ADS_1


"Katakan..? siapa kamu?"


Mendengar pertanyaan Bima kedua bola mata Seila membulat dengan sempurna.


"Apa, maksud dari pertanyaan mu."


Seila yang tidak menyangka Bima bukannya menikmati dan memainkan benda kenyalnya justru mendorong nya dengan keras ke atas ranjang bahkan tatapan mata tajam Bima yang sangat dingin, menghimpit hatinya dengan suara pertanyaan yang Seila tidak bisa mengerti dengan gugup Seila menjawab.


"Mas, Bima bertanya apa? aku tidak mengerti."ucap Seila mengulangi perbuatannya.


Bima tersenyum miring kemudian melemparkannya sebuah baju lain ke muka Seila.


"Pakai, baju itu?"


"Mas, bukannya minta aku untuk melayanimu, apakah, mas Bima kurang puas, jika mas suka melakukan nya dengan sangat kasar dan menyakitkan aku sudah katakan aku siap."


Bima terkekeh mendengar perkataan Gadis yang ada di depannya.


"Apa, kau pikir aku laki-laki yang tidak waras yang akan tega menyakiti wanita yang akan aku tiduri, aku kasar padamu bukan karena seperti itu caraku meniduri seorang wanita tapi karena aku tau kau bukan istriku, kamu Siapa? sekarang katakan wanita ****** siapa kamu?" Bentak Bima keras membuat seluruh ruangan seperti mencekam karena gema suaranya. Tubuh Seila tiba-tiba bergetar dan dengan diam diam Seila meraih ponselnya dan dengan cepat menuliskan sesuatu sebelum Bima berbalik menatapnya.


"Aku, Seila?Aku istrimu! kenapa masih kau tanyakan itu." ucap Seila gugup.


"Oh, ya! kamu Seila? lalu mana luka di punggung mu dan tailalat di dada kirimu kenapa tidak ada? jawab!"


Menyadari kalau rahasia dirinya telah terbongkar Seila berniat pergi dari tempat itu dan berlari ke arah pintu, akan tetapi belum sampai langkah kakinya sampai pada pintu dengan cepat Bima sudah menarik tangannya.


"Auuuuwwh, lepaskan aku Bima!"


"Katakan siapa kamu dan bagaimana kamu tau kalau istriku mengalami kecelakaan?"


"A-aku tidak tau! teriak Seila akhirnya.


"Aku, akan menyerahkan mu ke pada polisi."

__ADS_1


Perkataan Bima yang tidak main-main membuat Seila segera memutar otaknya bagaimana caranya agar dia bisa keluar dari dalam kamar itu, untuk bisa melepaskan diri dari cengkeraman Bima, Seila harus bisa membuat Bima sakit tanpa menunggu lama Seila menggigit kuat tangan Bima sehingga cengkraman Bima lepas dan dengan cepat pula Seila berlari keluar.


__ADS_2