
untuk beberapa saat tidak ada percakapan antara Bima dan Sheila di dalam mobil Bima begitu kusut, giginya mengatup rapat raut wajahnya merah padam sebagai tanda bahwa Bima lagi menahan amarah. Seila dapat memahami betapa hati suaminya itu sangat kecewa dia tidak pernah menyangka orang yang telah menghancurkan dan menyakiti istrinya adalah mantan kekasihnya. Seila menatap iba kepada suaminya kekecewaan yang ada pada diri suaminya pastilah sangat dalam, dibandingkan dengan luka yang Seila alami.
beberapa kali Seila menelan ludahnya dengan kasar,menatap wajah yang fokus mengemudikan mobil di sampingnya tetapi pikirannya terlihat begitu kacau dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan Seila menyentuh bahu Bima dan dengan sengaja Seila menyandarkan kepalanya di sana, memberikan suatu ketenangan dan kenyamanan agar amarah dari suaminya bisa reda. Karena bagaimanapun juga Bima bisa mengetahui apa yang Seila inginkan dan aksn Seila putuskan jika menyangkut nama Arina.
"Aku tahu Kakak marah Aku tahu Kakak kecewa tapi, Apakah kakak tidak memiliki sedikit saja perasaan kasihan pada Arina, cabut saja tuntutan kakak aku tidak apa-apa, aku mengerti mengapa Arina melakukan semua, itu, Karena Arina sangat mencintaimu dia amat sangat mencintaimu, sehingga dia begitu hilang akal, dan nekad Arina buta mata Kak aku mau....
"Cukup...!cukup kau membelanya. Bima memotong perkataan dari Seila dan dengan sangat kasar menghentikan laju mobil yang sedang di kendarai nya, Bima menatap dalam wajah istrinya menangkup dengan kedua tangannya dengan penuh kasih sayang. Aku tahu apa yang ingin kau katakan padaku baiklah, baik jika itu maumu hari ini juga akan aku berikan kebebasan untuk Arina dan semua kulakukan demi cintaku padamu, tapi jangan pernah harapkan aku akan memaafkan wanita itu sampai kapan pun aku akan membenci dan tidak akan memaafkan nya, mungkin kamu bisa memaafkan dan melupakan semua perbuatan nya padamu tapi tidak dengan ku, kekecewaan yang Arina berikan padaku kali ini tidak bisa ku maafkan secara pribadi, enak saja. merampas dsn menyakiti kamu sampai sebegini,
Lihat....lihat dirimu sekarang Seila, wajahmu berubah dan kita terpaksa berpura-pura bukan suami istri di depan orang tua angkat mu semua gara gara siapa.....
dia....wanita licik yang tidak punya perasaan." seru Bima berapi api.
"Kak cukup, jangan lagi kau marah marah tenanglah Kak, aku sudah tidak apa apa, aku sehat bahkan kita masih bisa bersama." bujuk Seila pada suaminya yang masih terlihat sangat emosi agar tidak marah marah lagi.
__ADS_1
"Ini kebetulan saja coba kalau kau tidak bisa selamat dan....
"Stop...!" jangan lanjutkan lagi." ucap Seila sambil menutup mulut Bima dengan jarinya sambil menggelengkan kepalanya dan dengan perlahan lahan Seila melepaskan jari tangan nya yang menutup bibir Bima dan dengan perlahan lahan Seila merebahkan tubuhnya di dada bidang Bima, berharap amarah suaminya redah.
"Kak..!"semua yang telah terjadi kita lupakan, kita tetap kembali matahari ke depan, kenangan buruk dan menyakitkan kita buang dan kita lupakan kita mulai dari awal mula lagi Kakak bisa kan, bagaimanapun juga Arina pernah mengisi hari-harimu apa kau tega membiarkan dia kedinginan berada di penjara sana, Aku sangat marah juga benci tapi bagaimanapun juga Arina temanku dan bagaimanapun juga Arina mantan kekasihmu, apa tidak ada sedikit saja rasa kasihan dalam diri Kak Bima untuk nya, Kak....aku mau ...
Seila tidak lagi melanjutkan ucapannya ketiika tiba tiba Bima merenggangkan pelukannya dan menatap manik hitam di depannya.
"Aku tau, apa yang ingin kau katakan padaku, baiklah ...aku akan menuruti semua permintaan mu.
"turun dan katakan pada laki-laki yang bernama Arya itu apa yang diinginkannya hari ini akan kubukabulkan dia boleh mengambil dan membawa istrinya hari ini juga katakan lah Cepat, aku tunggu di sini ucap Bima dengan nada keras.
"Serius, Kak!" kau benar mau mengabulkan apa yang aku mau, terima kasih ya kak, kau benar-benar Suami yang sangat baik." ucap Seila dengan senyum mengembang di bibir dan dengan hati bahagia sambil memeluk suaminya yang tak membalas pelukan nya Bima bagaikan patung hidup diam dan diam, Seila tau sangat berat bagi Bima untuk menerima kenyataan jika orang yang membuat luka dalam kehidupan Rumah tangga nya adalah mantan kekasih yang masih selalu dia sayangi dan hargai.
__ADS_1
Perlahan-lahan Seila melepaskan pelukannya dari Bima dan perlahan-lahan Seila turun dari mobil dia berlari ke dalam restoran berharap Arya masih berada di tempatnya, sangat beruntung ternyata laki-laki yang bernama Arya masih berada di Restoran itu, wajahnya masih menunduk dan diam terpaku di tempatnya mungkin Arya lagi mengalami rasa yang syok dan kecewa yang dalam dan mungkin juga lagi putus asa karena tujuan nya bisa menyelamatkan sang istri pupus dan kandas juga dengan menggetahui sikap Bima yang begitu keras dan kasar.
"Arya kau masih disini,"
" Seila bukankah kau tadi pergi bersama suamimu dengan mobil Kenapa kau masih berada disini ." tanya Arya
Mendengar pertanyaan arya Seila mengembang kan senyumnya pergilah ke penjara sekarang juga dan sekarang juga bahwa istrimu pulang kami akan mencabut tuntutannya hari ini juga."
"Apa...? Bima akan mencabut tuntutannya hari ini juga, apakah aku tidak salah dengar, kau yakin Bima akan mau mencabut tuntutan nya, tidak... tidak mungkin Bima mau terlebih melihat ekspresi wajah nya yang seperti tadi, aku hanya salah dengar kan, dengar...Bima tidak mungkin mau membebaskan Arina itu sangat mustahil aku lihat sendiri betapa besar kemarahannya pada Arina hal ini tidak mungkin, kamu jangan menghiburku." ucap Arya sambil tersenyum kecut.
"Apa yang kau pikirkan benar Kak Bima tidak akan melepaskan dan membebaskan Atina dengan begitu saja, tapi dengan permintaanku Kak Bima akan melakukannya pergilah dan bawa istrimu pulang, aku pergi dulu permisi."ucap Seila yang kemudian meninggalkan Arya yang sedang berdiri mematung dengan perasaan tidak percaya.
sementara Seila langsung kembali masuk ke dalam mobil di mana di dalam mobil Bima sudah menunggunya dan dengan kecepatan yang tinggi Bima melajukan mobilnya menuju ke arah penjara di mana Arina berada di sana. Seila tersenyum senang ternyata suaminya tidak ingkar janji, kini Arina akan segera bebas dan bisa menghirup segarnya udara kebebasan.
__ADS_1
"kau tunggu di sini jangan pernah masuk ke dalam penjara sana, bukankah kamu hanya ingin Arina bebas jadi jangan pernah kau masuk ke sana tunggu di sini sampai aku datang kembali, apa kamu ngerti,?' tanya Bima pada istrinya, dengan senyum mengembang di bibir dan dengan sangat manja Seila mengalungkan tangannya dileher Bima sambil mengangguk, aku mengerti aku akan tunggu Kak Bima di sini, terima kasih aku sangat mencintaimu kak, I love you."ucap Seila sambil melepaskan tangannya yang melingkar di leher Bima.
ucapan cinta yang tidak mendapatkan suatu jawaban dari sang Suami, mungkin Bima saat itu hatinya masih lagi sakit dan kecewa sehingga apa yang dikatakan istrinya tidak dia tanggapi selain mengagguk yang kemudian dengan cepat turun dari mobil setelah menempatkan pada sebuah tempat parkir dan dengan langkah kaki yang tergesa-gesa Bima menemui Arina di penjara.