Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab. 203.KECEWA


__ADS_3

Apa yang di katakan istrinya Arina memang benar mana ada jalan jalan Romantis tapi bertiga, Arya menelan ludahnya dengan kasar, sungguh andai bisa ingin rasanya Arya hanya pergi berdua dengan istri nya saja, akan tetapi untuk menolak Novi rasanya juga tidak mungkin karena Arya tidak akan tega melakukan hal itu dan hal itu sudah bisa Novi tebak untuk itu dirinya dengan berani meminta Ikut pergi makan diluar dengan Arya dan Arina.


"Jadi sekarang bagaimana, apa kita langsung pulang saja."tanya Arya Ingin mendengar kan pendapat sang istri.


"Kalau Aku lebih baik kita pulang tapi jika kamu ingin jalan-jalan lebih baik aku pulang lebih dulu dengan Naik taksi."


"Kok Naik taksi sih, kalau kamu tidak mau kita pulang semua, masak istriku pulang dengan Naik taksi dan Aku jalan jalan pakai mobil dengan orang lain."


"Deg...! bagaikan ada duri yang nyangkut di kerongkongan, Novi tiba-tiba terbatuk mendengar perkataan dari Arya yang sungguh menyakitkan, karena secara tidak langsung dia mengatakan kalau dirinya hanya lah orang lain yang menggaggu kebersamaan sepasang suami istri meskipun sesungguhnya memang Novi sudah memiliki hati pada Arya.


"Aku saja yang pulang Naik taksi kalian lanjutkan jalan-jalan nya."ucap Novi getir hatinya benar-benar merasakan sakit yang amat sangat, Novi tidak menyangka jika Arya tega bicara seperti itu di saat kenyataan yang selama ini terjadi Novi lah yang membantu kesembuhan sakit Arya, ketika dia lumpuh hingga bisa kembali sembuh bahkan bisa tersenyum dan berjalan dengan bebas itupun karena kerja keras dan perawatan Novi.


Arya yang menyadari jika ucapannya telah menyinggung gadis yang ada di sampingnya, segera meralat ucapannya.


"Tidak, kita pulang saja semua tidak ada yang boleh Naik Taksi, ayo kita pulang,"ajak Arya pada Novi dan Arina.


Arina wanita yang cerdas cukup memahami apa yang diucapkan suaminya sebagai bentuk suatu perasaan bersalah hanya bisa tersenyum kecut sambil menggikuti langkah kaki suaminya yang masuk ke dalam mobil di ikuti Novi di belakang nya, keadaan yang benar-benar mirip bagaikan dua istri.


Malam semakin merangkak tinggi ketika mobil Arya sudah memasuki halaman Rumahnya. Arya sdikit terkejut ketika mendapati ruang tamu terlihat begitu berisik ternyata Nenek Arya ada di dalam Rumah.

__ADS_1


Melihat kedatangan Arya, Arina dan Novi sang Nenek mengembangkan senyum sementara Arya langsung mencium tangan sang Nenek, dan Ketika Arina hendak melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Arya dengan cepat sang Nenek mengaggkat tangannya.


"Tidak perlu mengucapkan salam padaku, aku sudah tidak mengagapmu sebagai menantuku."


"Deg...!" jantung Arina seakan lepas melihat sikap dan mendengar perkataan dari sang Nenek, Arya yang melihat itu segera mendekati Neneknya.


"Nenek ini bicara apa sih?"


"Apa Nenek salah, apa pantas wanita jahat ini disebut sebagai istri dan menantu di Rumah ini, jika Aku jadi dia Aku sangat malu mengginjakkan kaki di Rumah ini lagi." sinis sang Nenek yang mana langsung membuat hati Arina seperti di iris iris, sangat sedih dan sangat menyakitkan apa yang ucapkan Nenek kepadanya hingga tak terasa buliran bening jatuh membasahi pipi Arina dan karena tidak tahan akhirnya Arina berlari masuk ke dalam kamarnya.


Arya yang melihat istrinya berlari masuk kedalam kamar dengan cepat Arya pun pergi menyusulnya.


Sementara Sang Nenek tersenyum manis pada Novi.


"Kau harus bisa merebut hati Arya dari tangan wanita jahat itu, apa kau mengerti."ucap sang Nenek tegas.


"Iya, Nek Aku mengerti tapi apa bisa Aku melihat Arya masih sangat mencintai istrinya."


"Jangan panggil dia istri, sungguh memalukan mana ada seorang istri mencelakai suaminya apalagi pakai model operasi plastik wajah segala, Aku benci itu dan tugasmu pastikan mereka berdua berpisah kau mengerti?'

__ADS_1


"Iya, nek, tenang saja aku akan atur semuanya."


"Sekarang pergilah beristirahat dan besok kamu harus membuat makanan yang enak jangan berikan kesempatan pada wanita jahat itu untuk memasak makannya disini, aku tidak mau cucuku makan hasil buatan tangan dari wanita jahat itu,apa kau mengerti."


"Iya, Nek Aku mengerti."


"Baiklah, sekarang kau boleh pergi."


Sementara di dalam kamar, Arina menangis tersedu, hingga tak menyadari jika Arya sudah ada di sampingnya.


"Arina, sudah jangan menanggis Aku tidak sanggup kalau harus melihat mu menanggis."


"Kenapa kau disini pergi lah biarkan Aku sendiri."


"Aku akan menemanimu,"


"Tidak perlu pergi lah,'


"Aku itu Suamimu jadi hakku ada di dalam kamar ini, Aku tau kau sedih aku akan tetap bersamamu."

__ADS_1


__ADS_2