Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.75.SEPERTI KATAK YANG MELONCAT LONCAT.


__ADS_3

Melihat Bima berlari keluar kamar, Nafa


berteiak.


"Kak Bima, mau kemana ?"


"Pulang,"Jawab Bima singkat.


"Lalu aku bagaimana ?"


"Urus, diri kamu sendiri, aku permisi,"


Ucap Bima seraya berlari keluar mengejar


Bondet dan Iqbal.


Hati Bima begitu kalut dan merasa sangat


bersalah, tidak seharusnya dia menampar


Bondet, bukan salah mereka juga jika


mengagggap dan menuduh Bima berbuat


hina karena fakta yang terlihat memang


Bima sedang bersama Nafa dalam keadaan


yang tidak seharusnya.


Bima berhenti di depan mobil, di mana


ada Bondet dan Iqbal, tanpa menunggu


Bima segera masuk ke dalam mobil dimana


kedua temannya Bondet dan iqbal berada.


Bondet dan iqbal, keduanya kompak duduk


di barisan belakang, tidak ada di antara


mereka yang duduk di depan menemani


Bima.


Bima menjadi pengemudi, Karena Bondet


dan iqbal keduanya tidak ada yang mau


duduk di depan untuk menggemudikan


mobilnya.


Untuk beberapa saat suasana sangat hening.


Bima menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


Bukan nya langsung menghidupkan mobil


Bima justru menyandarkan kepalanya di


kursi mobil, seraya kedua tangannya


memegang kepala, bagaikan orang yang


sakit kepala, kemudian Bima duduk dengan


tegak dan menoleh ke belakang.


"Ndet...!" Aku minta maaf, tadi sudah bersikap kasar pada kalian," Ucap Bima sendu,


"Tidak, apa-apa kak Bima, kami juga minta


maaf, sudah bicara kasar sama Kak Bima,"


"Kalian, jangan membuat ku malu, kalian


tidak salah aku yang bersalah,"


"Kak Bima..!"Kenapa matiin hape dan kenapa


pula kak Bima taruh di jaketku ?"Tanya


Bondet serak sambil mengeluarkan hape


Bima dari dalam saku jaketnya.


"Di jaketmu?"Hape ku, ada di jaketmu ?"


Tanya Bima tak percaya.


Bondet mengagguk, seraya menggulurkan


hape milik Bima.

__ADS_1


Bima menerima hape yang di ulurkan Bondet


kepadanya.


"Kenapa hape ini bisa ada di jaket kamu ?"


"Lho..!"Bukannya kak Bima sendiri, yang


menaruh hape kak Bima di jaketku ?"


Bima menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak menaruh di jaketmu, justru


aku tadi juga sibuk mencari Hape takut


Seila telpon,"


"Terlambat, kak Bima? Non Seila sudah


telpon tiga kali dan aku bohong tiga kali,"


Timpal iqbal yang masih sedikit kesal.


"Seila telpon, dia ngomong apa ?"


"Duh, kak Bima, loe cari masalah saja,


pokoknya pusing dah aku, Nanti sampai


Rumah kak Bima urus sendiri tuh, jangan


cengeng kalau tiba-tiba Non Seila kabur,


untung ngak ikut, ngak lihat saat kak Bima


lagi begitu sama Nafa, kalau sampai tau,


mampus deh kamu kak,"


"Duh, Bal..!" Jangan nakut nakutin lah,


hatiku sesak ini,"


"Salah sendiri, dah cepat kita pulang,


entar sampai rumah tambah malam lho,"


"Ya, baiklah, kita pulang, sedikit ngebut


"Terserah, kak Bima lah,"


Bima dengan cepat menancap gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan


tinggi, pikiran nya mulai resah, mulai


was-was, kalau Seila pakai ngambek lagi.


Dalam gelapnya malam mobil melaju


dengan sangat cepat, jalanan yang sepi


tanpa ada lalu lalang kendaraan lain yang


lewat membuat Bima, dengan mudah


melajukan mobilnya, Namun ketiika sampai


pada jembatan tiba-tiba Mobil Bima berhenti


mendadak.


"Hey, ada apa ini, kok mobilnya tiba-tiba


berhenti?" Desis Bima.


Bondet dan iqbal yang tadinya tertidur


dalam mobil merasa kan laju mobil seperti


katak yang meloncat loncat, tiba-tiba


terbangun dari tidurnya.


"Kok jalannya ngadat gini kak ?"


"Tauk, tuh..!"kok begini tiba-tiba?"


Bondet duduk dengan tegak matanya nanar


melihat ke sekeliling.


"Hii...!"Kenapa mogok nya di pinggir jembatan


begini, jangan jangan...!"Bondet tidak

__ADS_1


melanjutkan ucapannya badannya bergoyang


karena bergidik.


Iqbal yang melihat Bondet bergidik tertawa


"Ha..ha ..ha...!"


"Badan loe aja, yang gede gendut , masak


begini saja takut, cemen loe Ndet,"


"Kamu si Bal, ngak pernah baca cerita cerita


horor, kalau di jembatan itu, banyak sekali


penunggunya,"


"Itu, cuma ada dalam dongeng, asli nya


ngak ada,"


"Sudah sudah..!" jangan berisik, coba aku


cek turun, kenapa ini mobil tiba-tiba mogok,"


"Kak Bima, hati-hati !"Seru Bondet dari


dalam mobil.


"Ya, kamu tunggu di situ saja,"


Bima turun untuk memeriksa keadaan


mobil, kenapa mogok dengan tiba-tiba.


Ketika netranya melihat ke Ban belakang


Bima tiba-tiba mengacak acak rambutnya


dengan kasar.


"Sial..!"Ban nya kempes ngak bisa pulang


jadinya,"


karena kesal Bima, menendang kan kakinya


ke mobil, Karena tendangan yang di


lakukan Bima, asal asalan dan tidak pada


titik yang benar, maka yang terjadi justru


kaki Bima mencium besi mobil hingga


menimbulkan suara.


"Auuuuuhh,"


Suara teriakan Bima yang cukup keras


membuat Bondet dan iqbal segera keluar


mobil dengan tergesa-gesa.


"Kak Bima ada apa?"Seru iqbal khawatir.


"Kak Bima melihat hantu ya..?"Tanya


Bondet pemasaran.


"Hantu...hantu kepala mu, nih..!" lihat, ban


nya kempes mampus dah ngak bisa


pulang," Keluh Bima kesal.


Bondet dan iqbal serentak tertawa.


Bagaimana paduan suara yang kompak


antara yang satu dan lainnya.


keduanya berkata.


"Kasian, deh loe...!"Ucap keduanya sembari


tertawa, Bima yang kesal karena di ledek


bermaksud menjewer telinga keduanya,


tapi Iqbal dan Bondet cukup cerdas sehingga


mereka berdua langsung masuk ke dalam

__ADS_1


mobil dan menguncinya.


__ADS_2