
Melihat Bima berlari keluar kamar, Nafa
berteiak.
"Kak Bima, mau kemana ?"
"Pulang,"Jawab Bima singkat.
"Lalu aku bagaimana ?"
"Urus, diri kamu sendiri, aku permisi,"
Ucap Bima seraya berlari keluar mengejar
Bondet dan Iqbal.
Hati Bima begitu kalut dan merasa sangat
bersalah, tidak seharusnya dia menampar
Bondet, bukan salah mereka juga jika
mengagggap dan menuduh Bima berbuat
hina karena fakta yang terlihat memang
Bima sedang bersama Nafa dalam keadaan
yang tidak seharusnya.
Bima berhenti di depan mobil, di mana
ada Bondet dan Iqbal, tanpa menunggu
Bima segera masuk ke dalam mobil dimana
kedua temannya Bondet dan iqbal berada.
Bondet dan iqbal, keduanya kompak duduk
di barisan belakang, tidak ada di antara
mereka yang duduk di depan menemani
Bima.
Bima menjadi pengemudi, Karena Bondet
dan iqbal keduanya tidak ada yang mau
duduk di depan untuk menggemudikan
mobilnya.
Untuk beberapa saat suasana sangat hening.
Bima menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
Bukan nya langsung menghidupkan mobil
Bima justru menyandarkan kepalanya di
kursi mobil, seraya kedua tangannya
memegang kepala, bagaikan orang yang
sakit kepala, kemudian Bima duduk dengan
tegak dan menoleh ke belakang.
"Ndet...!" Aku minta maaf, tadi sudah bersikap kasar pada kalian," Ucap Bima sendu,
"Tidak, apa-apa kak Bima, kami juga minta
maaf, sudah bicara kasar sama Kak Bima,"
"Kalian, jangan membuat ku malu, kalian
tidak salah aku yang bersalah,"
"Kak Bima..!"Kenapa matiin hape dan kenapa
pula kak Bima taruh di jaketku ?"Tanya
Bondet serak sambil mengeluarkan hape
Bima dari dalam saku jaketnya.
"Di jaketmu?"Hape ku, ada di jaketmu ?"
Tanya Bima tak percaya.
Bondet mengagguk, seraya menggulurkan
hape milik Bima.
__ADS_1
Bima menerima hape yang di ulurkan Bondet
kepadanya.
"Kenapa hape ini bisa ada di jaket kamu ?"
"Lho..!"Bukannya kak Bima sendiri, yang
menaruh hape kak Bima di jaketku ?"
Bima menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak menaruh di jaketmu, justru
aku tadi juga sibuk mencari Hape takut
Seila telpon,"
"Terlambat, kak Bima? Non Seila sudah
telpon tiga kali dan aku bohong tiga kali,"
Timpal iqbal yang masih sedikit kesal.
"Seila telpon, dia ngomong apa ?"
"Duh, kak Bima, loe cari masalah saja,
pokoknya pusing dah aku, Nanti sampai
Rumah kak Bima urus sendiri tuh, jangan
cengeng kalau tiba-tiba Non Seila kabur,
untung ngak ikut, ngak lihat saat kak Bima
lagi begitu sama Nafa, kalau sampai tau,
mampus deh kamu kak,"
"Duh, Bal..!" Jangan nakut nakutin lah,
hatiku sesak ini,"
"Salah sendiri, dah cepat kita pulang,
entar sampai rumah tambah malam lho,"
"Ya, baiklah, kita pulang, sedikit ngebut
"Terserah, kak Bima lah,"
Bima dengan cepat menancap gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan
tinggi, pikiran nya mulai resah, mulai
was-was, kalau Seila pakai ngambek lagi.
Dalam gelapnya malam mobil melaju
dengan sangat cepat, jalanan yang sepi
tanpa ada lalu lalang kendaraan lain yang
lewat membuat Bima, dengan mudah
melajukan mobilnya, Namun ketiika sampai
pada jembatan tiba-tiba Mobil Bima berhenti
mendadak.
"Hey, ada apa ini, kok mobilnya tiba-tiba
berhenti?" Desis Bima.
Bondet dan iqbal yang tadinya tertidur
dalam mobil merasa kan laju mobil seperti
katak yang meloncat loncat, tiba-tiba
terbangun dari tidurnya.
"Kok jalannya ngadat gini kak ?"
"Tauk, tuh..!"kok begini tiba-tiba?"
Bondet duduk dengan tegak matanya nanar
melihat ke sekeliling.
"Hii...!"Kenapa mogok nya di pinggir jembatan
begini, jangan jangan...!"Bondet tidak
__ADS_1
melanjutkan ucapannya badannya bergoyang
karena bergidik.
Iqbal yang melihat Bondet bergidik tertawa
"Ha..ha ..ha...!"
"Badan loe aja, yang gede gendut , masak
begini saja takut, cemen loe Ndet,"
"Kamu si Bal, ngak pernah baca cerita cerita
horor, kalau di jembatan itu, banyak sekali
penunggunya,"
"Itu, cuma ada dalam dongeng, asli nya
ngak ada,"
"Sudah sudah..!" jangan berisik, coba aku
cek turun, kenapa ini mobil tiba-tiba mogok,"
"Kak Bima, hati-hati !"Seru Bondet dari
dalam mobil.
"Ya, kamu tunggu di situ saja,"
Bima turun untuk memeriksa keadaan
mobil, kenapa mogok dengan tiba-tiba.
Ketika netranya melihat ke Ban belakang
Bima tiba-tiba mengacak acak rambutnya
dengan kasar.
"Sial..!"Ban nya kempes ngak bisa pulang
jadinya,"
karena kesal Bima, menendang kan kakinya
ke mobil, Karena tendangan yang di
lakukan Bima, asal asalan dan tidak pada
titik yang benar, maka yang terjadi justru
kaki Bima mencium besi mobil hingga
menimbulkan suara.
"Auuuuuhh,"
Suara teriakan Bima yang cukup keras
membuat Bondet dan iqbal segera keluar
mobil dengan tergesa-gesa.
"Kak Bima ada apa?"Seru iqbal khawatir.
"Kak Bima melihat hantu ya..?"Tanya
Bondet pemasaran.
"Hantu...hantu kepala mu, nih..!" lihat, ban
nya kempes mampus dah ngak bisa
pulang," Keluh Bima kesal.
Bondet dan iqbal serentak tertawa.
Bagaimana paduan suara yang kompak
antara yang satu dan lainnya.
keduanya berkata.
"Kasian, deh loe...!"Ucap keduanya sembari
tertawa, Bima yang kesal karena di ledek
bermaksud menjewer telinga keduanya,
tapi Iqbal dan Bondet cukup cerdas sehingga
mereka berdua langsung masuk ke dalam
__ADS_1
mobil dan menguncinya.