
Bima yang memperhatikan mimik lucu bibir Seila, dia dapat memahami jika saat ini istrinya lagi kesal, mungkin Karena musibah yang di alaminya membuat Seila harus sibuk, mengurus dirinya.
"Sayang...!" kamu capek ya ngurusin aku begini."
"Sudah tau, pakai nanya..!ayo, cepetan makan aku mau istirahat nih capek pingin rebahan."
"Aku sudah kenyang sayang, cukup makannya, sini, kamu rebahan di sini,"
"Kak Bima, yang benar saja,!"masak aku di suruh tidur di pangkuan kamu sih? kan kakinya kak Bima lagi sakit?
Bima langsung terbatuk-batuk mendengarkan
Perkataan Seila yang telah menyadarkan Bima, kalau saat ini dia lagi dalam posisi akting, pura-pura sakit.
"Maksud ku, di sini di samping ku sini,"Ucap Bima kemudian.
"Ngak maulah, pasti juga ngak bisa tidur,"
"Ya, sudah ke kamar tamu saja, ayo," Ajak Bima
__ADS_1
"Bik Inah...?".Teriak Seila memangil Bik Inah, kembali Bik Inah harus tergopoh-gopoh menghampiri takutnya ada masalah apa.
"Iya, Non, ada apa...?"
"Ayo, bantu kak Bima, ke kamar tamu katanya dia mau rebahan di sana,"
"Oh, baik Nok, mari Bibik bantu.
Bik Inah dan Seila membawa Bima ke kamar tamu.
Setelah semua selesai Bik Inah kembali beraktivitas seperti biasa nya Tinggallah Bima dan Seila di kamar itu.
"Boleh, ngak papa kak, tidur disini juga nyaman kok"
Bima tersenyum senang sang istri tidak menolak.
***
Cahaya bulan yang bersinar terang dengan kerlip bintang di langit sudah menunjukkan waktu malam telah tiba, Bima tersenyum bahagia ketika melihat wajah cantik istrinya sudah tertidur di sampingnya, Tidak lama kemudian Bima pun ikut tertidur. lima menit kemudian Seila memicingkan matanya, tidak ada suara gerakan apapun, dengan penuh hati-hati dan perlahan lahan Seila duduk dan dengan sangat pelan, tanpa sedikitpun menimbulkan suara, Seila turun dari Ranjang.
__ADS_1
Dengan sangat perlahan-lahan Seila mulai membuka pintu kamar, setelah sampai di luar Seila pun kembali menutup pintu kamar dengan sangat perlahan-lahan. Dengan sedikit
berjinjit Seila menjauhi kamar itu kemudian dengan cepat berlari ke kamar atas.
Sampai di kamar atas Seila segera menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi terlentang.
"Akhirnya bisa tidur di kamar kesayang malas saja di ajak tidur di kamar tamu mana kamarnya sempit, ngak ada bacaannya, ngak ada tv nya pokoknya serba ngak ada apapun di sini enak, kebetulan Bima tidur di kamar bawah, aku jadi bisa leluasa baca Novel."
Seila mengambil beberapa buku Novel dan di bacanya, sampai Seila tertidur dengan di kelilingi buku buku Novel kesukaannya, posisi tidur pun sudah tidak beraturan, kasur dan seprai terlihat berantakan dengan beberapa bungkus makanan ringan berserakan di lantai.
Sementara Bima yang tidur di kamar tamu mulai terjaga, dengan mata sengaja terpejam Bima berusaha memeluk tubuh istrinya, dalam alam pikiran nya, Bima bergumam.
"Kenapa tubuh Seila empuk begini ?Bima menepuk nepuk tubuh Seila dengan pelan, seperti seorang ibu yang meninabobokan anaknya, pulas sekali tidurnya, seharian belum menyesap bibirnya, minta kiss ah selagi yang punya bibir masih tidur."Perlahan-lahan Bima membuka matanya dan alangkah terkejutnya dia ketika yang dia tepuk dan belai ternyata hanya sebuah guling, membuat Bima berteiak.
"Astaga, Seila...!"teganya aku di bohongin, pasti lagi begadang dengan buku buku Novelnya ini."
Dengan Cepat Bima turun dari Ranjang dan berlari menuju ke kamar atas.
"Aku, di kerjain, awas..,! Nanti akan ku balas kamu," Gumam Bima dalam hati.
__ADS_1