
Dengan perasaan kecewa Nafa kembali duduk di tepi ranjang Sambil menangis, hatinya begitu sakit dan kecewa dia tidak pernah menyangka jika Nasibnya akan begitu buruk.
"Siapa yang tega membuatku begini apakah semua ini ulah dari Kak Bondet, aku sempat melihat api kemarahan di wajahnya, tapi apakah benar kak bondet lah dalang di balik semua kejadian buruk yang menimpaku, baik jika benar semua kelakuan dari kak bondet aku akan membuat perhitungan padanya." sunguut Nafa kesal dan berapi-api.
Di sisi lain Seila atau yang biasa di panggil Ningsih sudah bersiap untuk pergi meninggalkan Rumah ibu Angkat nya yang mana sudah merawat dan melindungi nya selama ini, tanpa ibu angkat dan Ayah angkat ya sudah pasti Seila tidak akan hidup, di mana peristiwa yang telah membuat dirinya harus mengalami kecelakaan dan hilang ingatan.
Rasa sedih dan haru menyelimuti hati Sang Wanita tua paruh baya yang mana ketika itu, harus kecewa dan menggalami suatu peristiwa yang pahit di mana putri satu-satunya telah meninggal dan tanpa di sangka takdir justru berkata lain di mana di saat hatinya sedang sedih dia justru bertemu dengan Seila yang kala itu sedang pingsan dan akhirnya hilang ingatan.
"Apa, kau yakin akan meninggalkan ibumu sendiri di sini Ningsih."
"Cuma sebentar kok Bu, aku juga akan sering menemui ibu di sini," jawab Seila menenangkan hati ibunya.
"Benar, Bu, aku akan sering bawa Seila ke sini."Ucap Bima menyakinkan.
Dengan berat hati Ibu angkat Tania akhirnya melepaskan kepergian Seila putri angkatnya, untuk kembali berkumpul dengan keluarga yang selama ini di tinggalkan nya.
__ADS_1
Bima dan Seila melangkah pergi setelah berpamitan dengan Ibu dan bapak angkat Seila. Di dalam perjalanan pulang tak henti-hentinya Bima memandang Seila dengan penuh haru, akhir nya setelah sekian lama terpisah dan sekian lama sang istri yang dianggap nya telah Tiada ternyata selama ini dekat dengan nya menjadi salah satu pegawai karyawan nya yang cuma menjadi seorang pegawai pembuat kopi, menggingat semua itu, Bima Tersenyum simpul, mana kala sang istri selalu datang terlambat dan ketika menyiapkan kopi selalu kopinya pahit.
Melihat Bima justru senyum senyum sendiri di samping nya Seila mengeryitkan dahinya dan menatap nya dengan tatapan mata yang tajam.
"Kak, kenapa senyum senyum sendiri ada apa?"tanya Seila tidak suka lantaran Bima senyum senyum sendiri setelah menatap nya.
"Tidak ada, bagaimana perasaan mu, apa kamu sedih berpisah dengan Ayah dan Ibu angkat mu,"
"Kak, Bima, kenapa menjawab nya tidak jujur, mengapa justru balik bertanya."tanya Seila kesal yang mana justru membuat Bima tertawa.
Melihat Seila cemberut dengan bibir di krucutkan membuat Bima semakin gemas saja.
"Kamu cantik," puji Bima pada Istrinya yang mana langsung mendapat kan sebuah pukulan kecil dari Seila.
"Buugh..!
__ADS_1
"Auuw..! ringis Bima pura-pura sakit.
"Jangan pukul aku sayang, Nanti aku tidak bisa konsentrasi dalam menyetir lho.'
"Perduli," Sungut Seila kesal yang lagi-lagi membuat Bima terkekeh.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang yang mana perjalanan dari arah Rumah Ibu anggat Seila menuju Rumah kediaman Bima tidak cukup jauh dan hanya menempuh perjalanan sekitar dua jam mereka sudah sampai di perbatasan perkampungan tempat tinggal Bima.
Memasuki sebuah halaman Rumah yang sangat luas dengan di samping kanan dan kiri terdapat beraneka ragam bunga Akhirnya Mobil Bima berhenti.
"Kita sudah sampai," seru Bima yang mana langsung keluar dari dalam mobil dia berlari dan berputar membuka pintu mobil untuk Seila.
"Ayo, kita masuk."ajak Bima pada Seila yang mana Seila mulai turun dari dalam mobil, Bima berjalan di samping Seila dengan menggandeng tangan istri nya, sebenarya Bima ingin memegang pinggang ramping milik istrinya tapi rasanya Bima belum memiliki keberanian dimana dia sangat hafal dan menggenal istrinya jika Seila tidak akan suka jika Bima berbuat yang berlebihan meskipun Seila itu istrinya.
Dengan perlahan lahan Bima membuka pintu Rumah tanpa membuyikan bel, dia tidak mau mengaggu sang pembantu untuk itu Bima selalu melakukan nya sendiri.
__ADS_1
"Ayo, masuk, selamat datang dan selamat kembali lagi di Rumah ini sayang,"ucap Bima lirih yang menurut Seila sok Romantis dan over perhatian.